Kisahku dan Gadis Berjilbab Biru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 17 May 2017

Siang itu waktu menunjukkan tepat pukul dua siang, dan aku pun mulai beranjak dari tempat tidurku untuk segera bergegas berangkat kerja. berhubung waktu itu ada jadwal meeting dengan client jam setengah empat, aku harus tepat waktu karena tidak ingin mengecewakan banyak client yang menunggu. di samping itu karena mumpung sedang ada proyek bagus yang harus segera kami selesaikan. Tidak lama aku pun segera menata perlengkapan kantorku dan berangkat bersama mobil avanzaku.
“Semoga meeting hari ini sukses” harapanku dalam hati sambil menyetir mobil avanzaku..

Ketika sampai di tengah perjalanan banyak kujumpai berbagai keelokan pemandangan dan suasana padatnya kota pada siang itu. Sambil melihat ke kanan dan kiri jalan tanpa sengaja pandanganku tertuju pada jam tangan yang melekat pada lenganku aku pun terkejut “Astaga, sudah hampir jam 3 berarti waktu ashar akan segera tiba” kalimat ucapan yang keluar dari bibirku. Bersamaan dengan saat itu juga ponselku berbunyi tanda ada pesan masuk “Ting… tung tiiing” bunyi suara ponselku yang bordering keras, tanpa berpikir lama aku pun langsung membuka isi pesan tersebut yang isinya “assalamualaikum pak, untuk jadwal meeting kita pending sampai nanti jam empat sore, karena beberapa client masih sibuk jadi mohon maaf dan dimaklumi pak wassalamualaikum”. Napas lega yang keluar dari mulutku mendengar kabar tersebut. “alhamdulilah ya tuhan” ucapku sambil tersenyum. Akhirnya aku memutuskan untuk mengurangi kecepatan mobilku dan berjalan pelan, sambil menunggu waktu adzan tiba.

Tidak lama kemudian terdengar suara adzan “allahuakbar… allahuakbar”. Aku pun segera mencari suara adzan tersebut karena tidak ingin ketinggalan jamaah shalat ashar pada saat itu.
Tidak lama aku mencari akhirnya aku sampai di sebuah masjid yang luar biasa elok dan megah. Dengan segera aku memarkir mobilku. dan setelah itu aku berjalan untuk mengambil air wudhu yang kebetulan tidak jauh dari masjid itu.

di tengah aku berjalan tanpa sengaja aku melewati serambi masjid. dan pada saat itu juga pandanganku tertuju menatap kepada seorang gadis cantik umurnya sekitar 25 tahun yang memiliki paras wajah putih, dengan dekik pada lesung pipinya yang yang sedang menyapu di serambi masjid, dengan memakai kerudung bewarna biru yang dia kenakan, “masyaallah baru pertama ini aku melihat gadis yang secantik itu” pikirku dalam hati. Dan saat itu juga langkahku mulai menghampiri gadis jelita yang aku lihat itu. “assalamualaikum ukhti” kalimat sapaan salam yang aku lontarkan kepada gadis itu “Waalaikum sallam akhi” jawaban lembut dari gadis tersebut. Dengan menatap keelokan wajah gadis itu yang sangat manis aku pun sedikit malu dan merasa salah tingkah ditambah dengan senyum manis yang membuat jantungku semakin berdebar “hmmm.. mohon maaf mengganggu ukhti, saya mau Tanya tempat wudhu di mana ya?” sedikit iseng aku bertanya dan berpura pura tidak tahu, si gadis itu pun memberitahuku dia mulai mendekatiku dan mengantarku “oh.. mari akhi saya antar” masyaallah selain cantik dan manis ternyata gadis ini mulia juga, pikirku dalam hati “ii..iiya ukhti” dengan gugup aku menjawabnya karena sungguh sangat deg-degan ditambah perasaan sedikit malu.

Akhirnya aku dan gadis berjilbab biru itu berjalan menuju ke tempat wudhu. tidak lama kemudian sampailah kami di tempat wudhu “terimakasih ukhti telah mengantar saya ke tempat wudhu” ucapan terimaksihku pun dijawab dengan senyum manis dari bibirnya “iya akhi sama-sama” masyaallah pada saat senyum yang ia sampaikan lewat bibir manisnya sangat membekas sekali di dalam hati dan pikiranku, dan tak lama kemudian terdengar suara iqomah “allahuakbar… allahuakbar…” pertanda sholat akan segera dimulai “eh.. sudah iqomah akhi aku ke masjid dulu, silahkan segera ambil air wudhu!” seru gadis manis itu. “iya, ok manis hehe” ucap dalam hatiku sedikit bercanda. Akhirnya aku segera mengambil air wudhu setelah itu langsung menuju ke dalam masjid untuk menunaikan sholat dengan khusyu.

Setelah selesai sholat aku pun mulai teringat kepada gadis berjilbab biru yang aku temui tadi karena aku masih penasaran dengan siapa nama gadis tersebut “semoga gadis itu masih di serambi masjid” harapanku sambil melangkahkan kakiku menuju serambi, sesampainya di serambi aku menari kesana dan kemari tetapi kelihatnnya gadis manis itu sudah tidak ada “hufft… ternyata dia sudah pergi mungkin sudah pulang atau di mana aku tidak tau” pikirku dengan sedikit merasa kecewa pada saat itu. Tetapi aku sudah sangat senang tuhan mempertemukan aku dengan gadis yang manis dan mulia yang membuat hatiku luluh kepadanya dan membuat ku bersyukur karena melalui gadis berjilbab ungu tadi tuhan menyadarkanku melalui firman–Nya surat an–Nur ayat 26, yang menjelaskan bahwa “wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula. Mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang melimpah”. Dari makna yang terkandung dalam arti surat tersebut aku yakin suatu saat nanti tuhan akan mempertmukan yang baik dengan yang baik pula, dan pertemuanku dengan gadis berjilbab ungu tersebut akan aku abadikan dalam sebuah momen pengalaman cintaku dan agar selalu tersimpan dalam memori kehidupanku.

Dan Akhirnya aku pun bergegas untuk meninggalkan masjid tersebut mengingat meeting yang akan segera dimulai 15 menit lagi, aku pun segera menuju kantorku pada saat itu karena takut terlamabat. selang beberapa menit perjalananku akhirnya aku pun tiba di kantor dan kulihat teman dan clientku sudah menunggu kedatanganku. Meeting pun dimulai dan alhamdulilah meeting pada saat itu berjalan dengan lancar. Dengan rasa puas atas pengalaman dan hasil meetingku hari ini aku pun pulang dengan perasaan senang luar biasa.

Cerpen Karangan: Aldi Masda K
Facebook: Aldi Masda Kusuma
Nama lengkap: aldi masda kusuma
Panggilan: aldi
alamat: jl. sidomakmur babadan ponorogo
motto hidup: terus berkarya untuk masa depan yang jaya
berani bermimpi dan berani mewujudkannya.

Cerpen Kisahku dan Gadis Berjilbab Biru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Putra Sang Dekan (Part 2)

Oleh:
Bulan berlalu, daun berguguran, burung-burung berkicau (hubungannya? kagak ada sih) Reva akhirnya tiba pada sesi sidang keduanya. Wacana perjodohan kak ikwan dan nunung lenyap bak ditelan bak mandi. Nunung

Loker

Oleh:
Pagi sendu, mendung.. bagai awan tak ingin menunjukan dirinya pada matahari, memperlambat langkah Rafsya, seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di kota Jakarta, gadis yang sedang merantau dan

Dia Bukan Cintaku

Oleh:
Ketika seseorang hendak melakukan suatu kebaikan tiadalah pernah luput dari berbagai halangan dan rintangan. Terkadang, halangan itu bisa berasal dari bisikan syeitan atau dari hawa nafsu manusia itu sendiri.

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
“braak…”. Skuterku menyerepet seorang pemuda “Astagfirulloh dek! kamu gak papa kan.” Kuhampiri pemuda yang kutabrak tadi “Tidak apa apa kok mbak, hanya lecet saja.” Jawab pemuda itu sambil mengusap

Di Atas Sajadah

Oleh:
Perbedaan. Mungkin, dengan perbedaan semuanya menjadi indah saling melengkapi satu sama lain dan saling menyempurnakan. Namun, bagaimana jika perbedaan itu menyangkut keyakinan kita, masihkah kita menyebutnya indah dan bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *