Komet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 24 November 2017

Alissa tercenung saat matanya tak sengaja melihat sebuah foto yang muncul di beranda akun facebooknya. Seorang lelaki berwajah semi-oriental, berkulit kuning langsat dengan penampilannya yang ‘keren’. Alissa tersenyum, mengamatinya.
Mass, batinnya.

Jantungnya tiba-tiba berdetak cepat. Nafasnya terasa sesak. Dan keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Entahlah … mengapa Alissa merasa jatuh cinta lagi pada lelaki tersebut? Seperti anak ABG yang terlihat gugup dan malu-malu kucing saat bertatapan langsung dengan pria yang disukainya, walaupun hanya sebatas tatapan dibalik foto.

Wajahnya merona merah saat Alissa kembali menatap foto seorang lelaki dari masa lalunya. Tidak! Tidak sepenuhnya lelaki itu adalah bagian dari masa lalunya. Bahkan, saat ini pun lelaki itu masih mengisi sudut hati Alissa. Menempati ruang terdalam di hatinya.

Seraya menyeruput milk chocolatenya yang masih hangat, pikiran Alissa mengelana jauh. Memutar beberapa slide-slide adegan kehidupan di memori otaknya.

Namanya Aditya Hermawan. Lelaki tampan dari pulau seberang yang dikenalnya melalui salah satu akun sosialnya di media online. Perkenalan pertama, tak membuat Alissa jatuh hati. Dia justru jatuh hati setelah mengenalnya cukup lama. Setelah Alissa dan laki-laki itu saling bertatap muka di Video Chat salah satu media online miliknya. Yahoo Messenger.

Alissa jatuh cinta padanya karena bagi Alissa, lelaki itu adalah lelaki sempurna di hidupnya. Tak peduli bagaimanapun masa lalu kelam Mas -panggilan Alissa pada lelaki tersebut- Alissa tetap mencintainya. Bahkan, dalam sujud panjangnya saat Alissa terbangun pada sepertiga malam, nama lelaki itulah yang juga ada dalam panjatan doa-doanya. Berharap, lelaki itu menjadi imam terbaik dalam keluarganya kelak.

Alissa juga tak peduli seberapa jauh jarak dirinya dan Mas, yang dia inginkan hanyalah menjadi orang yang pantas untuk Masnya. Bahkan dalam akun twitternya, Alissa pernah menyatakan perasaan hatinya disertai dengan kiriman foto yang bergambar seorang lelaki dan perempuan bergandengan mesra.

“This is my dream, and i love him. It’s so perfect prince! But … it’s hard to find gentleman in the real world”.

Entahlah … hati Alissa teruntuk Mas.
Sayang, Mas tak pernah merespon perasaan Alissa. Walau Alissa mengerti bahwa Mas sadar akan perasaan Alissa padanya.

Seolah ada tembok besar yang menghalangi Alissa untuk menggapai Masnya. Lelaki itu justru hanya menganggap Alissa sebagai adik kecilnya yang suka mengingatkan Mas untuk bersikap baik.
Alissa lelah? Mungkin …

Separuh hatinya merasa lelah dengan keadaannya yang seperti itu. Namun, sisi lain hati Alissa menguatkannya. Bahwa cinta itu butuh pengorbanan. Tak peduli akan lelah hatinya, Alissa tetap mencintai Masnya. Hingga pada akhirnya, Alissa berada pada titik dimana dirinya benar-benar lelah. Lelah dengan Masnya.
Alissa merasa dirinya adalah perempuan bodoh dan tak tahu malu, yang terus menyatakan perasaan pada Mas, secara kasat mata. Melalui bahasa tulisnya yang terkadang tak dimengerti orang. Namun, Masnya mengerti itu. Dan, Alissa memutuskan untuk berhenti. Bukan berhenti mencintai lelakinya, namun berhenti bermain-main dengan hati dan kehidupan Mas.

Alissa menutup diri. Berusaha menjadi perempuan terakhir bagi Mas. Kelak. Saat Allah mengizinkan Alissa menjadi belahan jiwa lelaki yang dikaguminya itu. Dan, itu doa Alissa.

Alissa mengerjap. Matanya kembali terpaku pada laptop kesayangannya. Ditatapnya beranda akun facebooknya. Ada tampilan status baru di atas unggahan foto Masnya.
I want to be with you do. I love you so much.

“Yes, really with you. And i miss you, honey!!!”

Alissa tersenyum samar. Tatapannya beralih pada foto profil seseorang yang menulis status itu. Manis.

Pikirannya kembali terbang. Mengingat sebuah kisah yang selalu diimpikannya. Cinderella. Kisah seorang perempuan desa yang pada akhirnya menjadi belahan jiwa seorang Pangeran. Atau kisah novel fiksi yang pernah dibacanya. Seorang “Crown Prince” –Fadli- yang menikahi perempuan biasa –Dayana- dalam novel kesukaannya “Facebook on Love”. Serta Dwilogi novel kesayangannya “Diorama Sepasang Albanna” dan “Dilatasi Memory”. Yang mengisahkan seorang Eksekutif Muda bernama Ryan Fikri yang justru menikahi anak buahnya, gadis sederhana bernama Rani.

Setelah membaca dwilogi kisah cinta Ryan Fikri dan Rani berkali-kali pun, Alissa masih juga tersentuh hatinya. Bahkan, ia ingin menjadi Rani, dan hidupnya seolah akan bertambah sempurna dengan kehadiran pangerannya.

Ditepisnya pikiran itu jauh-jauh. Mas tak menyukainya. Alissa bukan perempuan impian Mas. Karena Masnya hanya melihat sisi buruk seorang Alissa. Bukan gadis anggun yang selama ini pangeran Alissa impikan.

Alissa lagi-lagi tersenyum samar. Mengingat seorang lelaki lain yang jauh berbeda dengan Mas. Laki-laki yang menghargai kehadiran Alissa lebih dibanding penghargaan yang diberikan Mas. Laki-laki yang mengatakan, Alissa adalah perempuan cantik dan anggun di hidupnya. Dan laki-laki yang pernah menyatakan “World’s, to me more beautiful than you, dear!” pada Alissa. Laki-laki itu juga yang menulis status di atas unduhan foto Masnya. Lelaki manis yang jauh berbeda dengan Mas.

Alissa mengenalnya sebelum dirinya mengenal Mas. Namanya Dara Dakhsi. Seorang lelaki manis berkewarganegaraan India. Berperawakan tinggi dengan kulit yang tak sekuning Masnya, sawo matang. Matanya indah dengan bulu mata lentik dan hidung yang mancung. Penampilannya terlihat santai dan berkelas dengan sepatu kets dan sweater tanpa lengan yang dipadankan dengan kemejanya. Dan, penampilan Dara terhitung sempurna untuk ukuran orang Indonesia. Jauh berbeda dengan penampilan Mas yang keren dan terlihat ‘luxury’.

Dara sedang menjalani proses S2nya di Indonesia. Jurusan Fisika di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia. Dan sedang berusaha mendapatkan beasiswa thesisnya di Eropa.
Dara Dakshi mengingatkan Alissa tentang Kisah Cinta Abadi. Taj Mahal, novel karya John Shors yang pernah dibacanya. Yang berkisah tentang Kerajaan Islam Mughal, India. Menceritakan mengenai Sultan Shah Jahan, Raja Mughal pada saat itu, yang menikahi puteri Kerajaan Persia bernama Arjumand, atau yang dikenal dengan nama Mumtaz Mahal. Dan dikaruniai 3 orang anak. Yakni Dara, Aurangzeb, dan Jahanara. Namun, banyak versi yang mengatakan bahwa anak Sultan Shah Jahan ada 14 orang. Entahlah …

Dara didaulat sebagai penerus Kerajaan Mughal selanjutnya, menggantikan tahta sang ayah. Itulah awal perang saudara terjadi. Aurangzeb tak terima jika kakaknya yang menggantikan posisi sebagai Raja Mughal. Hingga menimbulkan perpecahan di dalam Istana. Dan pada akhirnya Kerajaan Mughal kembali damai atas bantuan adik perempuan Dara –Jahanara– walau endingnya Dara meninggal dunia sebelum memerintah Mughal.

Dara, anak lelaki pertama Sultan Shah Jahan, merupakan lelaki cerdas, filosofis, memandang hidup dengan tenang, selalu berpiikir positif, pasrah, dan tidak tegaan. Mirip dengan Dara Dakshi. Yang berbeda hanyalah, Dara Alissa merupakan anak terakhir seorang Pengusaha asal India.

Alissa juga memimpikan kisah cinta seperti ini, antara dirinya dan Mas. Kisah cinta Sultan Shah Jahan dengan Arjumand. Hingga demi mewujudkan perasaan cinta sang Sultan, Sultan Shah Jahan membangun bangunan bertahta berlian dengan mengundang arsitek terkenal bernama Isa, dan bangunan itu diberi nama dengan nama sang mendiang istrinya, Taj Mahal. Istana pilihan.

Namun, Dara bukan Masnya. Bagaimanapun Dara mencintai Alissa, Alissa tetap mencintai Mas. Alissa tak dapat memungkiri hatinya. Bahkan, ia merindukan Masnya kini. Saking rindunya Alissa pada Mas, Alissa pernah jatuh sakit. Pernah terbersit di benaknya untuk melemparkan telur atau apalah ke wajah tampan Masnya. Agar Mas tahu, seberapa sakitnya Alissa merindukan laki-laki yang dipanggilnya Mas ini. Mencintai Mas dalam hati.

“Aku pulang!!” teriak seseorang, mengejutkan Alissa. Ditutupnya akun facebook dan laptopnya lekas-lekas. Dan Alissa segera beranjak, menyambut kedatangan seseorang.

“Assalamualaikum, sweet!” tegur Alissa halus saat melihat seseorang di hadapannya. Yang dilihat, hanya tersenyum nakal.
“Uups, sorry! Assalamualaikum …” ulangnya. Membuat Alissa juga tersenyum memaklumi.
Seraya mencium punggung tangan orang tersebut, Alissa kembali berucap, “Waalaikumussalam. Kau pulang malam ini? You say, you go home masih dua hari lagi.”
“I’m tired, honey. Aku mau mandi. And, i’m hungry! Hehe …” jawab orang tersebut seraya mengecup kening Alissa, kemudian berlalu dari hadapan Alissa.

Alissa hanya bisa merengut kesal karena pertanyaannya tak dijawab. Ditatapnya punggung orang yang menemaninya selama ini, hingga hilang dibalik pintu kamarnya. Ada segores penyesalan di hati Alissa. Menyesal telah menorehkan luka pada orang yang baru saja mengecup keningnya. Tapi Alissa sadar, inilah jalan yang diambilnya.

Malam yang indah di kota New York. Kota dengan fashion kelas dunianya. Dan di salah satu Apartemen mewah yang berada di pusat kota New York, berdiri mematung seorang perempuan berwajah Asia, mengenakan blus warna hitam dengan cardigan abu-abu disertai rok lipit berwarna hitam pula dengan jilbab bermotif polkadot abu-abu putih yang melambai tertiup angin kota New York. Dan perempuan itu adalah Alissa.

Alissa menatap langit malam kota New York yang bertabur bintang, juga bulan purnama yang menghiasi. Menambah kesan anggun pada malam itu. Hingga seseorang mengejutkannya.

“Di sini dingin, honey! Masuklah!!! Or … maybe you ingin jalan-jalan?” tanyanya pada Alissa.
Alissa hanya menggeleng. Matanya masih menatap langit. “Bulannya indah, honey!” ucapnya.
Lawan bicara Alissa tersenyum, “not beautiful as you!”
Alissa membalas senyumnya, “why do you love me?” tanya Alissa tiba-tiba.
“Hmmm … you nice woman. Bagiku, you like a comet!”
Alissa mengerutkan dahi. Seperti comet?

“What is that?” tanya Alissa.
“Are star type which causes beautiful aurora, like rainbow colour but more beautiful. And no body touch it.”
Alissa memandang laki-laki di hadapannya, tersenyum.
“Hehe, i think … comet is something!” jawab Alissa.
Alissa pikir, comet adalah sesuatu dalam bahasa asing. Atau nama sebuah makanan, atau apalah. Ternyata, yang dimaksud adalah komet. Sebuah bintang angkasa yang indah. Ada dalam pelajaran IPA SMP tentang sistem tata surya. Pikiran Alissa tak sampai sejauh itu.
Dasar Fisikawan!

“So … sama. Aku juga gak mau someone touch you. Tetep hanya aku,” tambah lelaki di hadapan Alissa seraya mengerling nakal.
So sweet …

Dirangkulnya pinggang Alissa. Dan kepala Alissa ia sandarkan di dada bidangnya. Alissa kembali ingat akan Dara. Alissa tahu dirinya salah. Terlalu membedakan Mas dengan Dara. Walau mereka adalah dua pribadi yang berbeda. Dara yang berbeda dengan Masnya.

Alissa tak menyangka bahwa hidup ‘Cinderella’nya benar-benar terwujud. Alissa sosok gadis desa, bisa menjadi pendamping seorang ‘Pangeran’. Walau Alissa pernah mencintai Masnya. Tapi, jalan yang diambil Alissa adalah hidup bersama lelaki yang kini memeluknya di bawah langit kota New York. Dara Dakshi.
Dan indahnya mencintai karena Allah …
Benar kata Mas, “Datang untuk pergi, dan hidup untuk mati!!!”

THE END

Cerpen Karangan: Alzena Fayi
Blog: www.alzenafayi.blogspot.com

Cerpen Komet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Disaat Valentine

Oleh:
Biasanya di bawah tangisan langit aku dan dia bermain air disini. Tapi sekarang entah kenapa aku benci dengan tangisan itu. Melihatnya saja aku tak mau apalagi menyentuhnya. Sekarang terasa

Cintaku Macet di Simpang Lima

Oleh:
Aku meniti jalan ini lagi. Kali ketiga dalam satu hari ini. Aku tahu sebenarnya banyak jalan-jalan lain yang tidak pernah macet dan jelas akan sangat menghemat waktu perjalananku pulang

Kiss Rain

Oleh:
Pandanganku menembus jendela. sesosok wajah yang semalam ada dalam mimpiku tiba-tiba muncul. Bayangannya tampak buram. Uap embun semakin menyamarkannya. Aku melongo. sesekali menguap diikuti pertanyaan yang mulai menggelitik di

Cinta Dan Gengsi

Oleh:
Cinta memang penuh misteri, tak bisa dimengerti, tak terduga dari mana datangnya, dari siapa, dan entah mengapa bisa berlabuh pada dua insan yang berlainan. Cinta yang berawal dari tatapan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *