Ku Mencintaimu Karena Allah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 9 May 2019

Aku beranjak dari tempat tidur, menapakkan kakiku di lantai yang dingin bagaikan salju. Kulihat ke arah kalender. Sudah saatnya ku memasuki sekolah baruku, dan memakai seragam baruku. Sepeda motor ayahku sudah siap untuk mengantarku. Pada akhirnya aku pun berangkat menuju sekolah baruku.

MTsN Lumajang, suatu kata yang kulihat pertama kali saat ku sampai di sana. Aku pun memasuki sekolah itu, dan menempati kelas baruku. Kelas baruku ini adalah kelas terbaik dari yang lain. Bagaimana tidak, karena kelas ini hanya ditempati oleh siswa yang sekolah selama 2 tahun saja. Ya seperti kelas percepatan gitu. Ku menatap mereka semua yang ada, dan sepertinya belum ada yang saling mengenal. Namun setelah terbiasa kami pun mulai akrab.

Hari itu aku duduk sendiri, hmm rasanya aku teringat akan sesuatu. Aku merasakan rindu yang teramat dalam, hmm alay ya. Aku menyukai teman sdku dulu, tapi sekarang kami sudah berpisah.

“Ehh Fizha, ngapain kamu sendirian di situ?” Ucap Rere
Sekilas lamunanku terhenti karena temanku itu,
“Hmm tidak, aku tidak melakukan apa-apa kok”
“Ya udah kalau gitu, kamu disini aja sama kita. Ya nggak teman-teman” Ucap Rere
“Iya Fiz, ke sini aja deh daripada di situ” ucap Lisa

Aku pun berjalan ke arah mereka, yaa karena mereka memaksa jadinya aku pergi ke sana saja. Tapi aku bosan berada di sana, yang mereka bicarakan hanyalah korea saja. Aku kan tidak suka korea. Lalu aku beranjak menuju ke depan kelasku. Di sana ada kursi untuk duduk. Aku duduk di sana, lalu kembali lagi aku memikirkan teman spesial sdku itu. Lalu aku terkejut saat aku mendengar suara Daffa, aku menoleh ke arahnya dan Daffa pun melihat ke arahku juga dengan tersenyum hangat padaku. Aku merasakan hal yang berbeda dari senyumannya itu.

“Fizha, kok nggak masuk kelas?” Tanya Daffa
“Gak papa kok, aku mau suasana yang berbeda aja. Hehehe”
“Ya udah aku temenin ya, lagipula di kelas Cuma anak perempuannya aja kan?”
“Iya Daf..”

Seketika aku memikirkan kembali tentang Daffa yang bersikap hangat padaku. Aku mulai berpikir apakah dia suka aku? Atau dia hanya cari perhatian saja? Atau dia memang bersikap seperti itu kepada semua wanita? Hahhh sudahlah aku langsung pergi ke masjid untuk shalat dzuhur berjama’ah dimasjid Al hikmah yang ada di depan sekolahku.

“Fiz, bareng yuk ke masjidnya” ucap Daffa
“Iya boleh.”
Kami pun berangkat ke masjid bersama, setelah itu aku memasuki masjid sedangkan Daffa pergi mengambil air wudhu. Setelah itu Daffa terlihat ada di depan shaf shalatku. Yahh mataku langsung tertuju padanya. Dia Nampak seperti malaikat, Dia itu Nampak lebih tampan dengan kopyahnya. “Astaghfirullah.. ini kan masjid. Sudah Fizha jangan menatapnya lagi” Ucapku dalam hati.

Keesokannya, aku pun bertemu kembali dengannya. Hingga muncullah perasaan suka ku padanya. Tapi apakah ini yang dinamakan CINTA?. Sepertinya tidak, karena cinta itu hanya untuk satu orang saja. Sedangkan aku menyukai dua orang sekaligus, hingga aku bingung ini rasa suka atau hanya tertarik saja. Aku jadi bingung sekarang. Lama sekali aku dan Daffa bersama, hingga suatu ketika aku mendengar ada berita. “Ehh, katanya Daffa pacaran sama rini ya” ucap salah satu temanku. “Hmm aku tidak tau, Daffa tidak pernah bercerita padaku sebelumnya”. Aku langsung pergi dan merasa tak percaya, hingga rasanya hati ini akan meledak. Setelah aku ditinggal pergi oleh teman spesial sdku keluar kota dan sekarang Daffa memiliki pacar?. Tentu setiap orang tau rasanya, bagaimana perasaanku saat ini.

Dan aku pun menemui Daffa di depan kelasku. Ya memang Daffa adalah teman sekelasku juga.
“Daf, aku dengar kamu pacaran sama Rini ya?” Tanyaku
“Iya Fiz, kemarin aku menembaknya. Sudah lama aku suka padanya, maka dari itu aku selalu dekat denganmu karena kamu dekat sama Rini. Dan akhirnya aku sekarang mendapatkannya” balasnya
“Jadi sekarang kamu tidak akan berteman denganku lagi?”
“Kita tetap berteman, tapi kita gak usah sedekat kayak dulu lagi ya, karena takutnya Rini akan cemburu. Ya sudah aku mau bertemu dengan Rini”

Aku tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu padaku. Aku pergi ke ruang belakang sekolah dan menangis di sana. “Aku tak menyangka dia akan berkata seperti itu padaku, dia hanya memanfaatkan kebaikanku saja”.

Setelah kejadian itu, rasanya perasaan cinta dan rasa suka itu sudah hilang dari diriku. Aku tak pernah tertarik pada siapapun lagi. Namun pada saat aku pergi mengambil makan siangku di sekolah, hampir saja aku bertabrakan dengan kakak kelasku. Dan untunglah kami saling berhenti hingga tidak terjadi tabrakan. Aku menoleh ke arahnya dan ternyata kakak kelasku juga menoleh kearahku dengan tersenyum manis serta menyuruhku untuk melangkah lebih dulu. Astaga aku malu dengan kakak kelas itu.

“Far, aku malu banget far..” ucapku pada Farah yang pada saat itu ada di dekatku
“Astaga, mas itu tersenyum padamu Fiz, padahal dia itu terkesan cuek loh.. ihh jangan jangan mas itu suka sama kamu lagi” ucap Farah dengan tertawa
“Apaan sih, masak ia mas ganteng itu suka sama aku yang jelek kayak gini, sudahlah”
“Kamu tau gak namanya mas itu siapa?” Tanya Farah
“Ya taulah, namanya mas Refa kan? Dia itu anak dewan penggalang kan..”
“Ciee tau, berarti kamu selalu stalk mas itu dong, hahaha”
“Apaan sih far, aku tuh Cuma stalk satu kali tau gak, itu pun gak sengaja”
“Gak sengaja apa gak sengaja?”
“Sudahlah far, kita ke kelas saja”

Aku langsung pergi ke kelas, dan aku masih terfikir oleh perkataan Farah, tapi aku tidak boleh baper dulu. Mungkin saja itu hanyalah perasaanku saja. Aku tidak mau hal yang dulu terjadi lagi. Tak terasa ujian akan dilaksanakan besok, tepatnya ujian akhir sebelum kelulusan. Dan aku tak menyangka bahwa kelasku bersebelahan dengan mas Refa. Aku memanggilnya mas, karena dia adalah kakak kelasku dan aku kan hanya siswa percepatan. Sehingga mas Refa ujian aku juga ujian.

“Far, aku belajar di luar aja ya, gak konsen di sini”
“Iya Fiz, aku juga ikut deh” ucap Farah

Aku duduk di depan ruang kelasku, dan ternyata mas Refa juga duduk di depan kelasnya. Mas Refa selalu melihat ke arahku dengan tatapan yang berbeda, aku bisa merasakannya. Seperti tatapan bahwa dia ingin menyampaikan sesuatu padaku. Tapi aku tidak menceritakannya pada farah karena dia itu ceplas-ceplos kalau ngomong. Mas Refa terus memandangiku hingga aku tak konsen untuk belajar. Padahal niatanku berada di sana kan untuk belajar agar konsen.

“Kamu kenapa sih Fiz, keliatannya gak nyaman gitu”
“Far, mas itu (sambil melihat ke arahnya) ngeliatin aku terus far, aku gak konsen nih”
“Ehemm, tuh kan bener, mas itu kayaknya ada rasa ke kamu Fiz,”
“Ehhh sudah lah, aku mau masuk pengawas ujiannya sudah berjalan tuh” Ucapku

Setelah ujian selesai, akhirnya study tour ke Yogyakarta akan dilaksanakan. Dan ternyata aku satu bus dengan mas Refa. Astaga aku takut terbawa perasaan lagi, aku mulai menundukkan kepalaku tapi mas Refa selalu mengikutiku dan selalu memandangiku. Saat semuanya sudah memasuki busnya, Mas Refa duduk di belakang namun ternyata dia pindah kedepan, dan pas di depanku.

“Astaga, mas itu ada di depanku far”
“Sudahlah biarlah, dia itu lagi cari perhatian sama kamu”
“Kamu ini farah, selalu aja bilang kek gitu”

Saat perjalanan kami semua berhenti di masjid untuk shalat berjamaah, Dan setelah shalat aku pun berjalan menuju bus. Dan ternyata mas Refa sudah menungguku di samping bus. Saat aku mendekati bus dan masuk ke bus, mas Refa juga memasukinya dan berada tepat di belakangku. Aku mulai kehausan dan meminta air, kebetulan airnya sudah disediakan oleh pihak konsumsi. Tapi aku tidak bisa membuka tutup botolnya, namun aku tetap berusaha. Dan Mas Refa datang kearahku dan mengambil botol minumnya dan membukakannya. Aku tidak memintanya namun dia datang dengan sendirinya. Aku benar-benar merasakan rasa cinta yang baru setelah lama aku tidak merasakannya, saat mas refa membukakannya dan memberikannya untukku dengan tulusnya.

Setelah itu aku mendengar mas Refa membacakan nomor hpnya dengan keras di belakangku, aku ingin mencatatnya namun ada farah di dekatku, nanti malah dia bicara yang enggak-enggak lagi. Aku memutuskan untuk tetap diam. Lalu mas Refa meminta kepada seluruhnya untuk memberikan nomor hp kepada mas Refa dengan alasan agar bisa dikoordinir bersama. Tapi aku merasa itu adalah cara-caranya mas Refa untuk mendapatkan nomor hpku. Tapi itu hanya perasaanku saja.

Disaat yang lain memberikan no hpnya, mas Refa hanya memisscallnya untuk memastikan nomornya benar apa tidak, tapi berbeda denganku, mas Refa langsung menunjukkan hpnya ke arahku. Dan dia juga bertanya kepadaku, “mau dikasih nama siapa” dengan tersenyum. Astaga dia bertanya padaku. Aku menjawabnya terserah karena aku sangat gugup ketika mas Refa bertanya padaku.

Kita semua sampai di keraton Yogyakarta dan aku bersama farah pergi ke sana, setelah itu hpku berdering. Dan aku membukanya ternyata mas Refa sms aku,
“Far, mas Refa sms nih, katanya kita harus kembali sekarang karena busnya akan berangkat”
“Ya sudah fiz, ayo..”

Itu adalah pertama kali ku mendapatkan sms darinya. Dan mas Refa memberikan 4 kali sms dalam waktu setengah hari. Dan smsnya itu sih gak terlalu penting menurutku, tapi memiliki makna yang penting. Smsnya itu berisi untuk berdoa bersama dan sebagainya. Setelah itu aku masuk ke bus, dan masih sepi disana. hanya ada 5-8 orang saja termasuk aku, Farah dan Mas Refa. Aku melihat mas Refa mengambil gambar di bus dengan kameranya. Namun aku menundukkan wajahku, karena aku tidak suka foto waktu itu. Lalu mas Refa menghampiriku untuk mengambil fotoku lebih dekat. Padahal aku menunduk untuk menghindari difoto olehnya. namun mas Refa malah mendekatiku. Astaga, aku malu sekali. Sampai-sampai aku menutupi wajahku, namun mas Refa memaksaku untuk tersenyum di kameranya. Setelah itu perjalanan menuju ke Lumajang kembali.

Dan perjalanan pulang dilakukan di malam hari, dan aku melihat mas Refa memakai sarung?. Aku hampir tertawa karena dia memakai sarung. Namun aku mengerti Mas Refa kan anak alim dan seorang tahfidz Quran. Lalu dia mengambil mic dan memutar lagu albanjari yang habib syech itu. Dia bershalawat dengan menyanyikan lagu albanjari itu dengan suaranya yang memakai pengeras suara. Semuanya tertidur karena banyak yang tidak suka dengan shalawat, tapi aku sangat menyukainya apalagi suara mas Refa itu besar, dan seperti memakai suara dalam. Aku suka suaranya, suaranya itu membuat hati itu rasanya adem banget. Aku merekam suaranya mas Refa saat ia bershalawat dengan hpku. Dan aku akan tetap menyimpannya di hpku sampai kapanpun.

“Kamu gak tidur fiz, dari tadi main hp terus.. ngapain sih” Tanya Farah
“Enggak kok, aku gak ngantuk”. padahal aku baru saja merekam suara mas Refa
“Ohh karena kamu ingin mendengarkan suara mas Refa ya kan?” ucap Farah dengan tertawa
“Enggak deh” padahal dlam hatiku berkata iya

Setelah study tour itu, kami semua melaksanakan wisuda perpisahan. Aku melihat mas Refa Nampak gagah dengan jas hitamnya. Dan dasi birunya serta rambutnya yang klimis. Ada wisuda untuk anak tahfidz tapi mas Refa tidak mengikutinya, entah kenapa. Lalu Shita teman kelasku meminta berfoto dengan mas Refa, dan dia menyuruhku untuk memfotokannya. Kau tau rasanya, aku cemburu tapi memangnya aku siapa nya mas Refa? Aku hanya bisa terdiam karena aku menyimpan rasa ini sendiri saja.

Setelah lulus, aku memasuki SMA, namun mas Refa sekolah di luar provinsi yang sangat jauh. Akhirnya lagi-lagi Aku terpisah juga dengannya. Namun sejak aku mencintai Mas Refa, banyak perubahan yang aku alami, aku menjadi seseorang yang lebih shalihah, dan lebih baik lagi. Mungkin ini karena Allah menyampaikan hidayahnya melalui mas Refa. Dan baru kali ini aku mencintai seseorang lebih lama, dan aku tak pernah tertarik kepada siapapun selain mas Refa. Dan baru kali ini aku merasakannya rasanya mencintai seseorang karena Allah. Aku selalu mendoakannya, agar di sana dia selalu bahagia, dijauhkan dari segala maksiat, dan bisa menjadi seorang tahfidz quran serta suatu saat nanti aku akan bertemu kembali dengan mas Refa dan Mas Refa akan menikah denganku dan menjadi imam yang baik serta menjadi pembimbingku untuk menuju jalan Allah.

Aku mencintaimu mas Refa, AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH. Kenapa? Karena cintaku kepada Allah jauh lebih besar, jadi aku mencintai mas Refa karena Allah. Dan tidak ada yang tau kalau aku mencintaimu mas Refa. Semoga mas Refa juga merasakan apa yang aku rasakan, semoga mas Refa tidak akan pernah benci padaku dan semoga mas Refa akan mendoakanku sama seperti aku mendoakan mas Refa. Ku menunggumu di sini mas Refa… Ku harap kita akan bertemu kembali dengan hubungan yang lebih baik. Salam rindu dariku… Fizha.

TAMAT

Cerpen Karangan: Chudzaifiyah
Blog / Facebook: chudzaifiyah

Cerpen Ku Mencintaimu Karena Allah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pemuda Bangku Sebelah

Oleh:
Aku melirik pemuda yang duduk tepat di sebelah bangkuku. Begitu tampan dan mempesona. Sesuai dengan namanya, Dimas Anandara. Seragam abu-abunya melekat sempurna di tubuhnya yang bidang dan tegap. Pemuda

Here (Part 2)

Oleh:
Rossa tengah duduk termangu sendirian. Wajahnya ia tekuk, tak ada senyuman yang biasanya selalu menghiasi wajahnya. “Where are you Lyra?” Gumamnya dalam hati. Ia amat sangat merindukan Lyra yang

Dementia

Oleh:
“DASAR BODOH!!! LU KERJA PAKE OTAK GAK?!! itu berita yang turun minggu kemaren kenapa bisa sampe muncul lagi di edisi tadi pagi, hah?! Punya otak gak sih lo?! Apa

Menyesal

Oleh:
Ini adalah hari Senin, dan aku sangat membencinya. Karena hari Senin itu ribet. Ada upacara segala lagi dan aku paling benci dengan yang satu ini. Tapi mau gimana lagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *