Kurindukan Engkau Di Sana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 29 April 2017

Senja telah tiba, ku memandang langit yang bagaikan lukisan indah terbentang luas. Sampai fikiranku teringat kenangan masa itu. Kenangan disaat kita masih bersama, disaat kita masih bisa tertawa, bahagia, bicara bersama. Masa-masa indah itu, jujur sampai sekarang belum aku lupakan.
Meskipun kini, kamu bukan milikku dan aku bukan milikmu lagi. uuuuhhh, kenangan itu terlalu indah untuk aku lupakan, dan terlalu sakit untukku menyimpan kenangan itu. kupasrahkan semuanya, biarkan apa yang akan terjadi terjadilah.

Hari itu, hatiku bagaikan disilet sembilu. Saat kutahu engkau bukan yang dulu lagi, saat kutahu engkau telah mengkhianati cinta yang suci ini. ku bertanya dalam hati, apakah tak sepantas itu untukku bisa merasakan arti kebahagiaan cinta yang sesungguhnya. sampai sekarang ku tak tahu apa yang membuat kisah cinta yang indah itu bisa hancur. ku tak pernah menyangka semuanya akan jadi seperti ini. apa ini selalu dan akan tetap menimpaku saat ku mulai bisa merasakan arti cinta.

Sore itu saat ku sedang membaca komik di depan teras rumah “Naumi” paggil sahabatku Nurma. “oh hai, ada apa Ma?”, ku sedikit terkejut soalnya sahabatku ini jarang sekali ke rumahku. Yah alasannya karena dia sibuk dan karena jarak rumahku dan rumahnya cukup jauh. “Mi, aku mengundangmu untuk acara anniversary mama dan papaku yang ke-20”. kata Nurma acaranya nanti sore di cafe cokelat, sekarang pukul 03:00. Aku sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri acara orangtua dari sahabatku tercinta.

Tepat pukul 04:00 aku berangkat ke tempat acaranya, di sana ku disambut oleh sahabatku Nurma. ternyata sudah banyak tamu yang datang, Aku dikenalkan pada anak-anak dari sahabat-sahabat mamanya Nurma. Acara itu adalah acara yang sangat spesial bagiku, pada acara itu aku bertemu dengan seseorang yang pada akhirnya menjadi seseorang yang sangat spesial di hatiku. Aldi namanya, ternyata dia satu sekolah denganku hahh…. betapa sempitnya dunia ini. Berawal dari acara itu hubungan kami kian hari kian dekat, walaupun kami nggak sekelas bareng tapi kami hampir selalu bersama.

Aldi orangnya perhatian, romantis dan yang paling penting dia dan aku punya kesamaan sama-sama nggak pernah pacaran. kami punya komitmen untuk tidak akan pernah pacaran karena selain memang pacaran itu mendekati zina dan itu hukumnya haram tapi juga karena kami ingin fokus belajar.

Siang itu, aku pulang sendiri tiba-tiba Aldi datang dari belakang menarik tasku sampai aku kaget nggak karuan. jujur perasaanku saat itu aku ingin memeluknya dan bilang ke dia kalau aku sangat sangat mencintainya. Aku nggak ingin kehilangan dia aku ingin dia menjadi orang yang selalu ada menjadi orang yang Selalu memotivasiku dalam suka ataupun duka. Seperti Aldi bisa menangkap apa isi hatiku, Aldi memandangku tanpa kusadari dia meraih tanganku “Naumi jujur aku sayang bahkan cinta banget sama kamu, aku nggak tahu perasaan kamu ke aku gimana dan juga kita sudah berkomitmen untuk nggak pacaran. Tapi aku hanya ingin tahu jawaban dari kamu apa kamu juga suka sama aku”.

Siang itu langit bak hamparan lautan yang tersenyum bahagia sebagai gambaran perasaan pasangan yang saling mencintai namun tetap menjaga dan tetap memegang teguh komitmen mereka berdua. Aku menjawab dengan raut muka yang sangat bahagia “jujur aku juga sayang, cinta sama kamu Al tapi kan seperti yang kamu bilang dalam agama nggak ada istilah pacaran, nabi muhammad saja bersabda “jikalau kamu sudah siap dengan perasaanmu maka menikahlah”, yang ada dalam agama kita itu hanyalah taa’ruf”. Aldi saat itu merasa tambah kagum dengan pujaan hatinya (mungkin) kami berdua memancarkan rona kebahagiaan layaknya sepasang kekasih yang tahu bagaimana perasaan antara satu sama lainnya. kami berdua pulang dengan hati bahagia dan berbunga-bunga.

Hari berganti, aku dan Al makin hari makin lengket saja(hahaha kayak lem dong). Dimana ada Al di situ pasti ada aku (asik.. ). Kami belajar bersama, sarapan atau makan siang bersama.. kami bahkan mungkin patut dinobatkan sebagai pasangan serasi dan teromantis di seluruh penjuru langit dan bumi (hahaha, lebay ya?). Tapi jujur aku selalu menundukan pandanganku ketika bersama dengannya, aku tidak berani memandngnya Namun setelah satu bulan kami selalu bersama, akhir-akhir ini sikap Al berubah. Al selalu menjauh dariku, menghindar dan setiap Al bertemu denganku sikapnya membuat hatiku tak tahan lagi. Apakah ini yang namanya cinta?, sakit perih menyayat hati. mungkin inilah akhirnya, aku pasrahkan semuanya pada-NYA, ketahuilah Al “didepanmu dn ketika aku bersamamu aku malu memandangmu, namun Al didepan pemilik langit dan bumi, pemilik cinta dari semua cinta yaitu kepada-NYA aku terang-terangan meminta untuk bisa dijodohkan denganmu AL.

Maafkan aku Al, jika mungkin terkadang aku membuatmu marah, kecewa, cemburu dengan sikapku tapi ketahuilah aku akan tetap mencintaimu dan aku akan selalu di sini untukmu. Meskipun rasa ini tidak engkau butuhkan sekarang atau bahkan sekarang rasa cinta telah berubah menjadi rasa benci untukmu sekarang padaku AL. aku butuh penjelasanmu, kenapa kamu bersikap seperti ini aku bahkan bingung dengan isyaratmu yang tak sedikitpun kupahami itu.

Siang itu, semuanya jelas sudah, semuanya telah berakhir. mungkin ini akhirnya Al, aku tak akan menyesal mengenalmu. Namun, aku lelah mengerti dan memahami sikapmu yang jujur selalu membuatku sakit hati. terlebih lagi sekarang kamu juga sudah memutuskan untuk meninggalkanku. di depan perpustakaan siang itu Al berkata dan memutuskan semuanya cukup sampai di sini, “mi, aku cinta dan sayang sama kamu, tapi aku merasa akhir-akhir ini aku sudah tidak senyaman dan sebahagia dulu saat aku dekat denganmu mi”. Al melanjutkan perkataannnya “maaf jika selama ini aku sudah menyakiti hatimu, maaf sekali lagi tapi aku rasa lebih baik cukup sampai di sini mi”. siang itu aku merasakan sakit, kecewa namun aku tetap berusaha tegar untuk berkata “ya Al jika itu keputusanmu aku akan menerimanya, maaf jika selama ini aku membuatmu tidak nyaman”. Pergilah! jika memang ada seseorang yang bisa membuatmu bahagia, pergilah jika itu yang membuatmu lega, aku akan tetap menjaga perasaan ini untukmu, jika suatu hari nanti engkau datang dan membutuhkan rasa ini dariku.

Tak terasa buliran air bergulir menjatuhi pipi saat ku coba mengingat kembali kenangan indah itu. kusadar bahwa mungkin inikah yang namanya hidup, penuh rintangan, godaan dan cobaan. ku akan coba berusaha tegar Al tanpamu di sisiku lagi, semoga bahagia dengan hidup dan pilihanmu. aku akan tetap merindukanmu meski tiap hari kita bertemu tapi ku tak pernah bisa merasakan hadirmu yang sesungguhnya. Cambuk cemburu menghantam jiwa menyiksa raga, dalam setiap do’a dan sujudku ku selalu meminta untuk diberikan ketabahan dan bisa menjalani hidup seperti biasa tanpa harus terbebani dengan fikiran dan bayangan tentangmu. selamat tinggal Al maaf atas semuanya, aku masih mencintaimu sampai detik ini tapi mungkin inilah jalan terbaiknya.

Jika perpisahan membuat semuanya bahagia aku akan melakukannya (selamat tinggal sekali lagi, I LOVE U AL).

Cerpen Karangan: Zarina
Facebook: Zarina Oktavia

Cerpen Kurindukan Engkau Di Sana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ta’aruf

Oleh:
Terdengar alunan orang yang sedang membaca ayat suci al-qur’an, suaranya amat sangat merdu dia adalah ustad yang selama ini aku (Ega) kagumi, dia bernama ustad Ridho. Tapi, aku sangatlah

Ana Uhibbu Ilaik

Oleh:
Pagi hari yang sangat sejuk, matahari mulai menampakkan sinarnya. Sinar kekuningan mulai muncul di sebelah timur. Saat ini aku sedang menyiram tanaman yang ada di pekarangan samping rumahku. Sungguh

Perfect of Ramadhan

Oleh:
“Felly!!!,” panggil Riska manja dengan memasuki ruangan kerja Felly. “Tumben, lo ke sini? Lagi free?,” jawab Felly setelah sahabatnya duduk di sofa ruangan kerja Felly. “Bukan free.. Tapi, kerjaan

Sepenggal Kisah di Mekarsari

Oleh:
Gema adzan subuh menggema meneyelimuti seluruh perkampungan Mekarsari, mataku perlahan terbuka dengan lantunan ajakan kemenangan tersebut… aku sendiri merasa tenang-tenang saja karena saat ini aku sedang libur dari kewajibanku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *