Kutemukan Cinta Surga Di Ujung Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 5 January 2018

“Kamu kenapa, sayang? Kuperhatikan, kamu banyak diam. Apakah aku membuatmu kesal?” Kak Rangga menatap lekat wajahku. Aku lantas menundukkan wajah.
“Ah tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu.” Kak Rangga berusaha menggamit daguku, dengan sangat berhati-hati aku menjaga jarak darinya.
“Ada apa? Bukankah kamu yang memintaku kemari?”
“Aku ingin mengatakan sesuatu. Aku harap kak Rangga memahaminya.”
“Aku harap itu bukan hal buruk, silahkan.”

“Kak, hari ini adalah dua tahun setelah kakak mengungkapkan cinta padaku. Aku meminta kakak kemari untuk mengingatkan.” Aku menghela nafas sejenak, “sekaligus mengakhirinya.”
“Apa maksud kamu mengakhirinya? Medina Qatrunnada, lihat aku!” Kak Rangga mencengkram pundakku dan melihat mataku yang basah.
“Maaf,” Ia melepaskan cengkramannya, “Mengapa kamu ingin mengakhirinya, Di? Bukankah sejauh ini hubungan kita baik-baik saja?”
“Kak, apakah kakak benar-benar mencintaiku?”
“Omong kosong apa itu! Tentu saja aku sangat mencintaimu.”
“Kalau begitu, akhiri hubungan kita.”
“Astaga, katakan alasan apa sampai aku harus mengakhiri hubungan ini.”
“Kak, aku telah dewasa. Umurku tak lama genap 20 tahun. Aku bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sudah lama aku menyadari, bahwa hubungan kita dilarang agama. Pacaran itu zina kecil, kak. Dengan segala upaya aku berusaha memantapkan hati untuk mengakhirinya, dan menyadari bahwa dua tahun yang lalu aku seorang remaja SMA yang khilaf.” Sejenak deburan ombak mengisi keheningan di antara kami, “Aku seorang muslimah, berhijab. Tak pantas jika aku masih berpacaran. Aku ingin berhijrah.”
“Aku tak tahu harus berkata apa. Aku menghormati keputusanmu, tapi aku sangat mencintaimu, Di” Kak Rangga menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya frustasi.
“Kak, dengarkan aku. Selesaikanlah skripsi kakak, dan lamar aku jika kakak sudah siap. Aku takkan menjadikan kuliahku sebagai alasan. Insya Allah aku siap, jika kakak siap.”
“Tapi Di, bukankah kita pacaran sehat? Kita jarang bertemu dan tidak melanggar batas.”
“Memang kak, tapi tidak ada ikatan yang halal selain pernikahan. Aku ingin cinta yang menuntunku ke surga, bukan ke neraka.”

“Sekarang aku harus bagaimana, Di?”
“Mari kita sama-sama memperbaiki diri. Segeralah memohon ampunan pada Allah, supaya niat baik kakak diRidhoi oleh-Nya. Hubungi keluargaku jika kakak sudah siap. Jika berjodoh, Insya Allah aku akan menunggu kakak.”
“Baiklah, jika itu yang kamu mau. Tunggu aku, Di. Insya Allah aku akan kembali padamu dengan cinta surga yang kamu inginkan.”
“Terimakasih, Kak.”

Senja di pelupuk mata, mentari seolah tertelan oleh laut diujung sana. Debur ombak dan semilir angin pantai memecah keheningan diantara kami. Aku menyeka air mata. Bagaimana bisa ia begitu mencintaiku, sedangkan aku tak bisa memberi cinta yang sempurna untuknya. Aku harap Allah selalu memberikan keteguhan hati padaku.

“Mari kita pulang, Di. Sebentar lagi maghrib.” Kak Rangga mengulurkan tangannya. Aku hanya tersenyum simpul.
“Maaf kak, aku kemari dengan sepeda.” Aku mengarahkan pandanganku pada sepeda yang kuparkir disamping sepeda motornya.
“Astagfirullah, aku lupa. Mau aku antar?”
“Tidak perlu, kakak pulang saja dulu. Aku mau mampir ke suatu tempat.”
“Baiklah kalau begitu. Lekas pulang, Di. Hari mulai gelap, hati-hati.”
“Iya kak, hati-hati juga.” Kak Rangga baru saja hendak menaiki sepeda motornya, tapi diurungkannya.

“Ada apa, kak?”
“Oiya, hampir saja lupa. Kapan kamu masuk kuliah?”
“Minggu depan, rencananya lusa aku kembali ke kost-an.”
“Kalau begitu, sampai jumpa di pelaminan, Di. Assalamualaikum.” Kak Rangga tersenyum geli melihat wajahku yang matang karena malu.
“Wa’alaikumsalam.”

Cerpen Karangan: Fianika SP
Facebook: Fianika Sya’bana Putri
Assalamu’alaikum, Hai, sebenarnya ini cerpen bersekuel. Insya Allah dishare setelah UNBK. Mohon doanya

Cerpen Kutemukan Cinta Surga Di Ujung Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerita Perjalanan Cinta (Part 2)

Oleh:
Hari ini cuaca terasa begitu panas, lebih panas dari hari-hari sebelumnya. Mungkin aku harus menghentikan perjalananku dan berhenti sebentar untuk berisitirahat. Tepat di halaman masjid aku memakirkan motorku, lalu

For You My Prince (Part 2)

Oleh:
“Kenapa? Dari tadi ibu liat kamu galau terus, lagi mikirin apa, sih?” wanita paruh baya itu duduk di sebelah Nana yang merenung memandang jendela. Ia dapat melihat rumah mewah

Matahari Tengah Malam (Part 1)

Oleh:
Aku tersentak, mata yang perlahan sayut mendadak terbelalak. Sepanjang perjalanan aku hanya duduk dan sesekali menyandarkan dahi pada kaca jendela bus yang melaju dengan kencangnya membawaku dan puluhan penumpang

Status Ikhtiar

Oleh:
Sani, namanya begitu akrab di telinga teman-temannya. Kediamannya itu menjadi julukan sebagai gadis pendiam seribu bahasa. Setiap ada masalah yang menjelma, ia tak mau berbagi kepada siapa pun, hanya

Raka dan Shinta

Oleh:
Semua berawal ketika aku mengagumimu, Raka. Aku mencintaimu dengan tulus di lubuk hatiku yang paling dalam karena Allah. Kau sangat menawan, dan mengikat hatiku ini, Raka. Pagi itu aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *