Kutemukan Kamu Di Persinggahan Ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 28 April 2018

“Gadis berkerudung biru dan memakai kacamata hitam itu begitu cantik. Penampilannya sederhana tidak terlalu modis dan modern. Dengan kerudung yang menutupi dadanya, dia terlihat cantik di mataku. Banyak wanita yang kutemui dengan memakai kerudung yang sama seperti dia bahkan lebih cantik dari dia. Tapi sosok gadis itu membuat hati dan pikaranku bertarung dan berpikir siapa gadis itu? Kenapa dia membuatku seperti ini? Apakah aku menyukainya? Ya Rabb ampuni hambamu yang berdosa ini karena memikirkan makhluq ciptaanmu yang begitu cantik. Jika kami berjodoh pertemukan kami di tempat yang kau ridhai. Di persinggahan tempat yang menjadi takdir kita.”

~ Secepat hembusan nafas aku mengenalmu, dan selama waktu masih berputar aku akan tetap mencarimu ~
Dini hari di kota apel (Malang), yang begitu dingin membuat makhluq bumi ingin tetap terlelap dalam mimpinya. Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku tak bisa tetap tidur di sini. Hari ini ada banyak tugas yang harus aku kerjakan. Hari ini aku ada janji dengan dosenku untuk mengumpulkan tugasku. Selesai mengenakan pakaian dan berdandan rapi aku segera berangkat menuju kampus. Banyak manusia yang berlalu lalang di sana, ada yang sekedar menyapa dan ada yang acuh. Itulah manusia ada yang saling kenal dan tidak. Dosen berkata kepadaku bahwa aku akan segera melakukan sidang itu pertanda aku akan segera mendapat gelar sarjana dan itu hal yang bagus.

Selesai mengumpulkan tugas aku berjalan-jalan mengelilingi kampus. Tak sengaja aku menabrak seorang gadis cantik berkerudung biru. Aku segera minta maaf kepadanya tapi dia tidak melihatku. Pandanganku terlanjur menatap wajah cantiknya. Aku tak pernah melihat dia sebelumnya, sepertinya dia 5 tahun lebih muda dariku. Kubantu dia membereskan buku-bukunya yang terjatuh.
“Maaf ya mbak.”
“Iya gak apa-apa, permisi saya mau lewat.”
Sambil menundukkan wajah dia terburu-buru pergi. Aku hanya diam melihat kepergiannya. Kulihat ada sapu tangan yang terjatuh bertulis “ZAFIRA”. Aku ambil sapu tangan itu lalu kumasukkan ke dalam tasku. Aku berniat mengejarnya tapi dia telah pergi menjauh. “Zafira, apakah itu namamu gadis kecil?” Aku tersenyum memikirkan gadis itu. Berharap akan bertemu dengannya lagi…

Di tempat lain
“Aduh, kenapa harus bertabrakan dengan seorang pria? Aku tidak suka. Ya Rabb semoga aku tidak melakukan lebih banyak dosa.”
Suara laki-laki memanggilku, dia kakakku. Namanya Akbar Azfar, dia berkuliah di kota ini. Aku menunggu di kampusnya karena dia berjanji mengajakku jalan-jalan mengelilingi kota ini.
“Kak kok lama banget?”
“Ya maaf, kenapa wajahmu kau tekuk seperti itu? Apa ada yang mengganggumu atau kau bosan menunggu?”
“Tidak keduanya.”
“Lalu kenapa?”
“Sapu tangan pemberian ibu hilang kak!”
“Kok bisa?”
“Tadi itu aku tak sengaja menabrak seorang laki-laki karena terburu-buru mencari kakak.”
“Aku kan sudah bilang kau tunggu saja di sini!!!”
“Aku lapar kak, aku ingin cari makan, aku kan tidak tahu tempat di sini makanya aku cari kakak.”
“Kenapa kamu tidak tanya pada laki-laki itu?”
“Aku kan tidak mengenalnya kak.”
“Apa kamu melihat wajahnya?”
“Aku gak tahu wajahnya.”
“Sungguh adikku ini, dia selalu menjaga pandangannya. Semoga dia mendapat laki-laki yang baik sesuai dengan apa yang dia inginkan.” bergumam dalam hati.
Aida Zafira itulah nama gadis berkerudung biru itu. Dia tinggal di kota tahu (Kediri), usianya baru 17 tahun.

~ Pertemuan ini begitu singkat hingga aku tak bisa berkedip melihatmu ~
Elmi Rafa, pemuda berusia 22 tahun yang hampir menyelesaikan S1 nya itu, kini tengah berkeliling kampus mencari sosok pencuri hatinya yaitu gadis berkerudung biru yang ia temui beberapa menit yang lalu. Sudah lama ia mencari tapi gadis itu tak terlihat oleh pandangannya. Karena lelah dia memutuskan untuk sholat di masjid kampus dan menjadi imam di sana.

Dari kejauhan 2 orang datang di belakang Elmi, mereka adalah Aida dan Akbar. Elmi tak menyadari kehadiran mereka. Pertemuan yang dinantikan Elmi terwujud tapi mereka tak menyadari satu sama lain. Aida dan Elmi menuju tempat wudhu yang berbeda arah.

Di dalam masjid
Selesai sholat Aida membereskan mukena yang ia pakai, dalam hati ia mengagumi sosok yang menjadi imam sholat tadi. Begitu merdu suaranya hingga membuat air mata Aida jatuh. Ya, dia adalah Elmi, tapi Aida tidak tidak tahu siapa sosok imam itu. Di Luar masjid Elmi sedang memakai sepatunya hingga pandangannya tertuju pada sosok yang ia cari, gadis berkerudung biru. Elmi segera menemui Aida.
“Maaf, apakah ini sapu tanganmu?”
“Iya.” sambil menatap Elmi
“Tadi sapu tangan ini terjatuh.”
“Terimakasih.”
“Apakah namamu Zafira, sama seperti yang ada di sapu tangan itu?”
“Iya.”
Dalam hati Aida merasa takut akan pandangan mereka berdua yang saling bertemu. Pandangan yang pertama itu boleh tapi pandangan yang kedua dan selanjutnya itu nafsu.
“Apakah aku boleh mengenalmu lebih dalam?”
“Jika Allah mengizinkan kita bertemu lagi insyaallah aku akan menjawab semua pertanyaan yang ada dalam hatimu.”
Pertemuan singkat yang penuh arti dan pertanyaan.

~ Kekagumanku akan dirimu ternyata bukan sekedar kegaguman biasa, mungkin ini adalah cinta ~
5 tahun berlalu begitu cepat, sekarang Elmi telah menjadi seorang dosen dan ditugaskan untuk mengajar di kota tempat Aida tinggal. Hari ini Elmi telah sampai di rumah bibinya, untuk sementara dia tinggal di sana. Malam telah menjemput sang surya dan kini datang bintang-bintang serta bulan yang menghiasi langit. Elmi tidak bisa memejamkan matanya, dia teringat akan sosok gadis itu, gadis yang ditemuinya 5 tahun yang lalu. Tidak ada kenangan antara Elmi dan Aida tapi janji Aida lah yang membuat Elmi semakin yakin bahwa ini bukan kekaguman yang biasa, tapi inilah cinta yang sesungguhnya.

5 tahun dia merasakan hal ini, 5 tahun dia mencari sosok pencuri hatinya tapi belum juga dia berhasil mendapatkannya. Saat kegundahan dan rasa marah menerpanya, segera ia mengingat Allah dia tak mau terus berbuat dosa hanya dengan memikirkan gadis itu. Disetiap do’anya ia memohon kepada Allah agar segera dipertemukan dengan Aida sosok yang telah mengisi dan mengunci hatinya 5 tahun terakhir ini.

Hari ini Elmi mengajar disebuah Universitas terkenal di kota tempat Aida tinggal. Hari pertamanya ini dia lewati dengan lancar, setelah selesai mengajar ia pergi ke tempat makan untuk membeli makan. Di sana ia bertemu dengan temannya yaitu Akbar yang tak lain adalah kakak Aida. Mereka berbincang-bincang lama seperti kawan yang tidak bertemu seratus tahun saja. Hingga Akbar menyerahkan sebuah undangan pernikahan untuk Elmi.

“Mi, karena aku bertemu kamu di sini aku mau kasih kamu undangan pernikahanku, kamu datang ya.”
“Insyaallah jika Allah menghendaki.”
“Tolonglah kamu usahakan. Ngomong-ngomong kapan kamu menyusul aku? apa kamu tidak ingin menikah? Apa sudah ada gadis yang mencuri hatimu hingga sampai sekarang kamu tetap sendiri atau kamu masih belum punya pilihan?”
“Kamu ini kenapa jadi menginterogasiku, aku ini masih mencari gadisku. Gadis yang memakai kerudung biru 5 tahun yang lalu.”
“Kamu jangan banyak pilih-pilih nanti keburu tua.”
“Kamu ini Bar, doakan aku cepat menemukannya.”
“Iya, aku doakan tapi kamu selama 5 tahun ini memendam rasa cinta kepada gadis itu, memang siapa namanya dan kenapa kamu masih mencarinya?”
“Ceritanya panjang, dulu aku bertemu dengannya di kampus dan sapu tangannya jatuh. Namanya adalah Zafira.”
Akbar tercengang mendengar perkataan Elmi, ia teringat akan Aida 5 tahun yang lalu.
“Mungkinkah Elmi pria yang mengembalikan sapu tangan itu (berbicara dalam hati). Zafira?”
“Iya memangnya kenapa? Apa kamu mengenalnya?”
“Bahkan sedalam dalamnya.”
“Maksudnya?”
“Dia itu adikku, namanya Aida Zafira. Ternyata dunia begitu sempit. Kenapa kamu tidak bilang dari dulu, jika kamu bilang dari dulu aku akan mengizinkan Aida kepada ayah agar menikah denganmu agar kamu tidak kesepian lagi. Kamu itu sosok yang baik, jika kamu ingin bertemu dengannya datanglah kepernikahanku dan menginaplah di rumahku.”
“Kamu ini bisa saja, tidak usah saja nanti merepotkan. Apakah Aida sudah memiliki seseorang yang ia kagumi?”
“Aku tidak tahu tentang hal itu, tapi tenanglah aku akan membuatmu dekat dengannya, jangan lupa datang aku harus pergi sampai jumpa.”
“Iya terima kasih.”
Hati Elmi menjadi berbunga-bunga. Dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan Zafira gadis berkerudung biru.

~ Ketika menemukan dirimu, badai besar telah menanti ~
Hari yang ditunggu-tunggu Elmi tiba. Dia berdandan begitu rapi, setelah selesai ia segera menaiki mobilnya dan menuju rumah Akbar. Di sana dia melihat Akbar dengan istrinya begitu serasi, terlintas di benaknya apabila yang duduk di sana adalah dia dan Zafira, itu hanya imajinasi Elmi. Elmi segera menghampiri Akbar.
“Selamat ya Akbar”.
“Iya sama-sama, apakah kamu mencari adikku dia ada di sana. Menginaplah di sini nanti akan kupertemukan kalian.”
“Sudahlah tidak usah, cukup melihatnya aku sudah senang.”
Akhirnya Akbar mengajak Elmi berfoto bersama dan di samping Elmi ada Aida. Jantung Elmi berdetak begitu kencang, ingin rasanya ia memeluk gadis di sampingnya itu. Setelah selesai Akbar memaksa Elmi untuk menginap di sana. Akhirnya Elmi terpaksa menerimanya karena orang tua Akbar juga memaksanya.

Malam hari…
Jam menunjukkan pukul 3 dini hari, Elmi memutuskan untuk sholat tahajjud di tempat sholat. Sejak tadi tidak ada yang istimewa dari pertemuannya dengan Aida. Ketika Elmi akan memulai sholat, datang seorang gadis dari belakangnya.
“Kak, apakah aku boleh menjadi makmummu?”
“Tentu.”
Ketika Elmi mulai membaca surat-surat pendek Aida teringat akan sosok pemuda yang dikaguminya 5 tahun yang lalu. Suaranya masih sama seperti dulu, dia masih mengingatnya. Dia yakin Elmi adalah sosok pemuda bersuara indah itu. Sholat sudah selesai kini mereka saling diam lalu Aida membuka pembicaraan dan bertanya tentang Elmi, ternyata benar Elmi adalah sosok yang dikagumi Aida. Kemudian Elmi meminta akan janji Aida kepadanya. Aida menjawab semua pertanyaan Elmi dan sejak saat itu mereka sering bertanya-tanya atau berbincang lewat media sosial.
Suatu hari Elmi mengutarakan perasaannya kepada Aida dan berjanji akan melamarnya.

To: Aida Zafira
From: Elmi Rafa
Da… aku ini adalah pemuda biasa yang belum pernah merasakan apa itu cinta. Tapi kini setelah aku bertemu denganmu aku merasakan hal yang berbeda denganmu. Setiap langkahku selalu terbayang wajahmu yang terhias kerudung biru. Kamu memberi aku pelajaran untuk selalu bersabar. Terkadang ego ini menghampiriku dan membuatku marah, tapi aku berusaha bersabar. Sampai akhirnya aku bertemu kembali denganmu, Allah mengabulkan do’aku.
Aku bukan orang yang tampan Aida… dan aku juga bukan orang kaya. Tapi aku berharap kamu dapat menerima aku apa adanya. Jangan biarkan aku terpenjara dalam bunga-bunga khayalan ini. Maukah kamu menjadi Khadijahku Aida?

Menerima pesan dari Elmi hati Aida begitu gembira dan dia terus mengucapkan syukur kepada Allah.

To: Kak Elmi
From: Aida Zafira
Kak… jika memang kita ditakdirkan bersama insyaallah aku ikhlas menerimamu kak…
Jawaban singkat dan tidak bertele-tele.

~ Jalan untuk menjemputmu kembali tidak semudah yang ku harapkan, tapi aku akan berusaha mendapatkanmu ~
Hari ini Elmi berencana untuk melamar Aida, tapi kabar buruk menimpanya. Ibu yang dicintainya jatuh sakit, akhirnya ia kembali ke Bandung. Di sana ia melihat kondisi ibunya yang menghawatirkan.
“Mi, ibu tidak setuju jika kamu menikah dengan Aida.”
“Memangnya kenapa bu? Bukannya ibu sudah bilang bahwa ibu mengizinkanku menikahi Aida?”
“Itu dulu, tapi sekarang tidak!”
“Apa alasannya bu?”
“Ibu tidak mau kamu jauh dari Ibu.”
2 wanita yang begitu ia cintai, Elmi tidak bisa memilih salah satu dari mereka tapi keadaan menuntutnya untuk memilih ibunya, wanita yang telah mendidiknya dari kecil sampai saat ini. Dan selama 2 bulan ia meninggalkan Aida tanpa kabar. Hari ini ibu Elmi meninggal dunia dan pesan terakhir ibunya adalah mengizinkan Elmi menikahi Aida.

Satu bulan kemudian Elmi berniat melamar Aida tapi apa yang ia dapatkan? Aida sudah tidak ada, kini dia hanya tinggal kenangan. Ternyata Aida mengidap kanker yang mengakibatkan dia meninggal dunia. Akbar berkata kepada Elmi.
“Ku pikir kau telah meninggalkannya, karena selama ini kau tidak memberinya kabar. Dia tidak pernah membicarakan hal ini kepada orangtua kami bahwa kamu akan melamarnya, dia hanya bercerita kepadaku. Dia begitu setia kepadamu bahkan diakhir hidupnya dia tetap yakin bahwa kau tetap mencintainya dan akan melamarnya. Dan sekarang inilah tempat Aida. Ini ada surat dari Aida, ku harap kau dapat mengikhlaskannya. Aku yakin suatu saat kalian pasti akan bertemu lagi.” sambil mengantarkannya ke pemakaman Aida.

Elmi menangis dalam kemarahan. 2 wanita yang dicintainya kini telah meninggalkannya. Tidak ada harapan lagi tapi di tengah-tengah keputusasaan itu ia berdo’a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan 2 wanita yang telah mengisi hidupnya meskipun hanya sesaat. Di persinggahan tempat ini Elmi menemukan 2 wanita itu, bidadari surga yang tulus dan penuh kesucian. Lalu Elmi membuka surat Aida untuknya.

Assalamualaikum kak… maafkan aku kak mungkin aku bukan wanita yang ditakdirkan Allah untukmu. Mungkin tempat ini(dunia) merupakan perantara kita untuk bertemu. Jangan menangis untukku… Aku yakin kau tetap mengingat akan janjimu. Jadilah Elmi yang ku kenal. Perkuatlah imanmu, aku yakin suatu saat kita akan bertemu tapi bukan di tempat ini. Kamu akan menemukan Khadijahmu suatu saat, mungkin bukan aku. Meskipun kamu pergi meninggalkan aku kak aku tetap yakin bahwa kamu selalu mencintaiku begitu juga dengan aku. Jika suatu saat nafasku tak berhembus lagi dan tubuhku tak dapat bergerak lagi, tetaplah sabar jangan teteskan mutiara-mutiara bening dari matamu. Aku tetap mencintaimu kak… Maaf aku tidak dapat mendampingimu sampai akhir hayatmu. Allah memilihku untuk menjagamu dari dunia yang berbeda. Jangan bersedih kak Allah bersamamu…

Aida Zafira

Cerpen Karangan: Nila Ni’matul Maula
Facebook: Nila Ni’matul Maula

Cerpen Kutemukan Kamu Di Persinggahan Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Selalu Diterima

Oleh:
Sahabat.. bagaimana kabarmu? Semoga selalu dalam keadaan baik dan mendapatkan pandangan perhatian dari Allah. Sahabat… Dengan cinta seseorang mampu menuai kesuksesan yang tinggi, kehidupan yang bahagia, dan ketenteraman hati.

Ta’aruf

Oleh:
Terdengar alunan orang yang sedang membaca ayat suci al-qur’an, suaranya amat sangat merdu dia adalah ustad yang selama ini aku (Ega) kagumi, dia bernama ustad Ridho. Tapi, aku sangatlah

Taubatnya Lelaki Bertato

Oleh:
Tak semestinya hidup ini berjalan lurus-lurus saja, setiap insan akan selalu didatangi beberapa masalah. Tak selalu yang baik-baik itu akan berakhir baik pula, dan yang buruk-buruk akan berakhir buruk.

Rangkaian Kata Untukmu

Oleh:
Mata mandarin dengan pancaran indahnya, lengkungan mempesona dari bibir manismu yang meluruskan segala sesuatunya, dan kata-kata manismu yang mengalahkan manisnya coklat belgia.. itulah sebab yang membuat otak ini terasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *