Lamaranmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 5 October 2019

“Riana. Apakah kamu mau menjadi istriku?”. Ucap laki-laki itu dengan tegas.
Mendengar kata-kata itu seketika kaki Riana yang melangkahpun terhenti, ditengoknya ke belakang suara seseorang dari kejauhan itu, ternyata sudah tepat berada di depannya, laki-laki itu tersenyum dan kembali berbicara.
“Riana, jika kamu mengangguk akan kupastikan besok aku alan ke rumahmu untuk menemui orangtuamu dan meminta izin untuk meminangmu.”

Gadis bercadar yang merasa terkejut dengan ungkapan itu hanya bisa bengong dan sekelibat ingatan masa lalu pun muncul di kepalanya. Bagaimana dulu laki-laki yang melamarnya itu, dulu sering sekali menyakitinya dengan kata-kata yang tak bedanya seperti orang lain ketika pertama kali dia memantapkan diri untuk berubah menjadi lebih baik dengan pakaian tertutup serta muka yang juga ia tutup dengan cadar. Banyak orang yang mengatainya sok alim, ibu ustadzah, dan bahkan memberi salam yang seperti mengolok-ngolok. Tak hanya itu laki-laki iu juga sering mwmotong pembicaraannya dengan orang lain atau sekedar ikut-ikutan nimbrung di sekitarnya padahal mereka semua perempuan. Tapi entah mengapa laki-laki yang sering tak ia hiraukan itu hari ini melamarnya dan lagi tempat laki-laki itu melamarnya adalah parkiran kampus dimana orang sedang lalu lalang ingin pulang atau bahkan baru datang, ya lantas mereka semua ribut berbisik-bisik melihat olah laki-laki itu.

Tiba-tiba suara tadi terdengar lagi dan membuyarkan ingatan gadis bercadar itu.
“Riana, aku sedang menunggu jawabanmu.”
Entah apa yang dipikirkan Riana dia hanya mengangguk dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu. Berbeda dengan laki-laki itu yang tersenyum gembira.

Besoknya, memang benar laki-laki itu datang dengan membawa serta kedua orangtuanya untuk meminta izin dan membicarakan pernikahannya dengan Riana. Setelah beberapa lama akhirnya diputuskan bahwa mereka berdua akan menikah 2 bulan yang akan datang.

Persiapan demi persiapan pun dilakukan, tak disangka waktu 2 bulan itu terasa cepat bagi Riana dan kini dia telah menjadi istri yang sah dari seorang laki-laki yang tak pernah ia sangka yang menjadi imamnya kelak.

Cerpen Karangan: Nahdiani
Blog / Facebook: Nahdira Nahdira
Namaku Nahdiani ini pertama kalinya aku mempublikasikan cerpen karanganku.

Cerpen Lamaranmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karena 77 Cara

Oleh:
Natasya sedang membaca buku tebal di taman utama sekolah. Membaca dengan sangat serius tak terganggu dengan suara bising para siswa yang tak jauh duduk di dekatnya. Natasya membaca satu

Penggemar Rahasia Aisyah

Oleh:
Mungkin ini surat dan bunga yang ke seratus kalinya kuletakkan di lacinya. “Assalamualaikum Ukhti, Ana Inni uhibbuki fillah. Aku berharap engkau tersenyum membaca suratku.” “Dari: Penggemar Rahasiamu” Itulah isi

Mencintaimu Dalam Diam

Oleh:
Aku tidak tahu kenapa perasaan ini bisa datang? Dan kapan perasaan ini berakhir? Mungkin ini cinta pertamaku? Atau hanya cinta monyet? Yah karena umurku masih sangat remaja, yakni hanya

Cinta Yang Ingkar

Oleh:
Seperti jalan yang tak berujung.. Seperti ruang yang tak ada celah.. Aku menyusuri setiap jalan yang jejaknya kutinggalkan. Mencari dimensi yang pernah kau katakan. Fiksi yang kau ceritakan seperti

Lima Menit Yang Lalu

Oleh:
Tidak terasa sudah tiga bulan waktu berlalu. Dan aku masih disini, masih setia menunggu kepulangan Agung dari Yogyakarta. Meskipun ini bukanlah yang pertama kalinya dia pergi tanpa pamit. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *