Lauhul Mahfudzku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 1 September 2018

Dinginnya malam, membuatku enggan untuk beranjak dari kasur, kesunyian yang kurasa membuatnya hadir dalam mimpi ini, dan rindu sebagai selimutku untuk malam yang dingin dan sunyi ini
Karena suara indahmu di masjid, yang mnyadariku bahwa semuanya hanyalah mimpi

“Kring… Kring” alarm ku berbunyi
Dengan diri yang setengah sadar kulihat sudah pukul 04:30, ingin kulanjutkan mimpi indah tadi, namun suara indahmu di masjid membuatku tak ingin meneruskan mimpi indah itu karena ku berfikir sebentar lagi semuanya akan terjadi di dunia nyata
“Sayang, solat dulu nak” Perintah ibu dari luar kamarku sambil mengetuk pintu kamarku
“Baik bu, aya sudah bangun” jawabku
“Ya sudah, ibu berangkat ke pasar dulu” Saut ibu

Tak lama setelah ibu pergi ke pasar aku langsung bergegas untuk solat subuh, dan berniat setelah solat subuh untuk tidur kembali, namun setelah ku solat, terdengar lantunan ayat suci al-Qur’an yang sangat merdu kupikir itu hanyalah rekaman yang sengaja disetel oleh pihak masjid, namun nyatanya bukan, kudengar kembali ternyata benar, itu suara dia, dia yang selalu hadir dalam mimpiku dan selalu melantunkan ayat-ayat suci al-Qur’an

“Ya ALLAH ada apa denganku, mengapa yang aku lakukan sekarang seperti ada di mimpi?, apa mungkin aku masih dalam tidurku? tapi tadi kan aku sudah memutuskan untuk tidak tidur lagi, namun mengapa aku merasakan hal yang aneh seperti ini, ada apa dengan diri ku Ya ALLAH” Gerutuku dalam hati sambil mencubit-cubit kulitku berharap semuanya nyata dan bukan mimpi

Ini sudah pagi ke-3 kejadian itu datang tanpa aku tau sebabnya, hampir stress aku menghadapinya, namun aku belum berani untuk menceritakan semuanya pada ibu, sehingga ibu mulai curiga dengan gerak gerikku yang mulai gak karuan
“Nak, ada apa denganmu, kenapa tiga hari ini kamu kelihatannya selalu gelisah ada apa nak, ceritalah pada ibu” Rayu ibu agar aku mau menceritakan semuanya
“Aya, gak apa-apa kok bu, mungkin Cuma perasaaan ibu aja kali” jawab aku dengan terpatah-patah
“Nak, semenjak kakakmu pergi meninggalkan kita untuk selamanya, kamulah anak ibu satu-satunya yang harus ibu jaga, jadi ibu tau kalau kamu lagi ada masalah, beri tau ibu, agar ibu bisa membantumu” Rayu ibu kembali agar aku menceritakan semuanya
“Aya aja bingung bu harus menceritakan ke ibunya bagaimana, aya sendiri bingung apa yang terjadi pada aya, Ya ALLAH beri aya jalan keluar dari masalah ini” Ucapku dalam hati, sambil meneteskan air mata

Tok tok tok “Assalamualaikum”
“Bu siapa ya pagi-pagi sudah bertamu?” ucapku pada ibu
“Sebentar ya ibu buka kan dulu pintunya”

“Assalamualaikum bu”
“Walaikumsalam, eh nak fajar” jawab ibu
Aku, yang menunggu ibu lama sekali menerima tamu itu, pun bergegas untuk keluar dan melihat siapa yang datang, tak sempat melihat, ibu sudah menghampiriku dan bilang bila tamu itu adalah tamuku, mendengar berita dari ibu, aku semakin penasaran siapa yang datang

“Assalamualaikum aya, gimana kabarmu?”
“Hah fajar? Lalu, apa dia yang mengaji tadi subuh di masjid, ah aku rasa gak mungkin” Diriku yang terlarut dalam lamunan, hingga lupa menjawab salam
“Assalamualikum aya, kenapa salamku tidak dijawab” Ucap fajar sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku
“Eh iya walaikumsalam jar, Maaf”
“Gimana kabarmu” Tanya fajar
“Alhamdulillah aku baik-baik saja, lalu bagaimana dengan kabarmu?” Tanya balik aku
“Ya aku juga sehat, Alhamdulillah”
“Aya, maaf aku terlalu pagi ke rumahmu, karena menurutku sekalian saja pergi ke rumahmu, karena aku lagi di masjid tadi” Lanjut fajar
“Apa? Kamu di masjid, ngapain?” Tanyaku heran
“Aku tadi sedikit membaca Al-qur’an”
“Jadi, kamu yang tadi membaca Al-qur’an di masjid?” Tanyaku kembali dengan air mata yang menetes
“Iya, aya, kenapa? Ada yang salah? Maaf kalo aku buat kamu sedih, kamu mengapa menangis” Tanya fajar dengan rasa taku
“Aku gak papa jar, aku cuma kaget aja ternyata apa yang ada di pikiran dan mimpiku akan menjadi nyata” jawabku sambil mengusap air mata
“Mimpi? Fikiran? Maksud kamu apa? Aku gak ngerti”
“Jadi begini jar, sudah tiga hari ini aku mimpi bertemu seorang laki-laki yang memiliki suara merdu saat melantunkan ayat-ayat Al-qur’an, aku suka sekali dengan suaranya namun bukan hanya suka suaranya mungkin bisa disebut aku naksir dia, tapi aku selalu ada pikiran bahwa aku gak akan mampu membuat dirinya juga naksir padaku, dia laki-laki yang mustahil aku miliki untuk dunia dan akhirat, tapi anehnya udah tiga hari ini juga aku mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-qu’ran itu di masjid setiap bangun tidurnya, hampir stress aku memikirkan semuanya, namun percuma hanya jawaban nihil yang aku terima” Pejelasan aku dengan panjang lebar

“Lalu apa hubunganya denganku aya?” Tanya fajar kembali
“Kamu tak, akan paham fajar, oh ya by the way, ada apa kamu pagi-pagi ke rumahku, apa ada hal yang sangat penting” Elakku yang tidak mau menjawab pertanyaanya
“Ah aya, jangan mengalihkan pembicaraan, aku serius, apa hubungan aku dalam mimpimu itu?” Tanya fajar dengan nada tegas
“Jadi kamulah laki-laki dalam mimpiku” jawab aku dengan gugup dan rasa malu
“Jadi maksud kamu? Oh ya aku paham aya”
“Aku malu fajar”

“Oh ya aya aku juga mau ngasih tau sesuatu hal yang penting”
“Apa itu?”
“Aku pun menyukaimu, dan ingim mencoba mengenalmu lebih dalam”
“Jadi, kamu ke sini cuma mau bilang begitu, ya ampun jar?” aya memotong pembicaraan dengan sedikit tertawa kecil
“Aya, makanya dengerin dulu sampai selesai jangan main potong aja, jadi aku tuh ke sini mau ngasih ini ke kamu”
“Apa ini” Ucap aya kaget
“Nanti kamu akan tau, tapi bukanya nanti aja ya, ya udah tolong panggilin mama kamu, aku mau pamit pulang” pinta fajar
“Oke tunggu sebentar”

Akhirnya fajar pun pulang, tak kusangka, laki-laki yang aku sayangi dalam mimpi, malah menyayangiku pula dalam kehidupan nyata, nyatanya kaulah yang slalu ada dalam lauhul mahfudzku dan kisah kita hanya dapat dituliskan dalam beberapa paragraf yang sangat pendek, namun terkesan manis

Cerpen Karangan: Riska Mariatul Gibtiyyah
Blog / Facebook: Riska m

Cerpen Lauhul Mahfudzku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Simpan Saja Dulu

Oleh:
“Aku mohon maafkan aku…” Viby melingkarkan jemarinya di tangan Husna. Dengan spontan Husna mencoba menghindari pegangan tangan itu, elakkan tangan husna memisahkan dua insan, Husna dan Viby. Tak disangka

Melangkah Menggapai Cinta Mu

Oleh:
Rasanya sudah satu tahun aku berhubungan dengannya, tapi perasaaan itu seperti biasa di saat aku belum menjalani kasih dengannya. Terkadang dia tidak mengerti dengan sikapku yang selalu biasa dan

Aku yang Terlambat

Oleh:
Sama sepertimu, aku juga hanyalah seorang hamba yang hidup di bawah langit sang Illahi dan di atas tanah sang kholid. Sama sepertimu, aku juga hanyalah seorang insan yang dianugerahi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *