Lost Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 23 February 2021

Matahari kini kian merangkak ke ufuk barat menorehkan warna jingga yang menawan mata. Tampak seorang lelaki di ujung tebing sedang menatap matahari yang kian bersembunyi. Pikirannya melayang entah kemana, tak sepatah kata pun ia lontarkan. Saat sang mentari telah terbenam ia beranjak dari tempatnya memenuhi panggilan untuk melaksanakan kewajiban lima waktunya.

Dalam simpuhan do’a nya ia ia meminta pada sang mujib agar diberi kesempatan untuk bisa melihatnya lagi…
Ery setyawan begitulah ia dikenal di sekolahnya. Ia kelas 11 di sebuah MA di kotanya, bukan pilihannya masuk MA tapi karena paksaan kedua orangtuanya. baik, ramah namun kadang menjengkelkan adalah sikap utamanya.

Pagi itu tampak ia datang terlalu siang dan terburu-buru ke kelas. Saat melihat dari jendela sudah ada guru yang terkenal killer di sekolahnya. Ia harus mencari-cari sejuta alasan agar ia bisa megikuti pelajarannya. Saat salah seorang murid lain melintas dengan terburu-buru juga segera Ery menghentikan langkahnya dan menyuruh murid tersebut untuk masuk dan memberitahukan bahwa si guru killer dipanggil ke meja piket, dengan sedikit memohon mmm ya maksudnya mengancam akhirnya si murid itupun setuju. Beberapa saat kemudian si murid melancarkan aksinya dan guru killer tersebut tertipu. Saat guru killer itu menuju meja piket ia masuk dengan santai. Semua siswa di kelasnya ada yang bingung, tertawa, menyorakinya, serta ngupil. Itu adalah salah satu kejengkelannya.

Setiap hai pasti ada tingkah-tingkah konyol yang menjengkelkan namun membuat gelak tawa. Suatu hari saat jam masuk pelajaran matematika ada ulangan tulis. Semua siswa sibuk dengan kertas jawaban dan contekannya masing-masing. Dengan jurus tangan dewa ia mulai menalikan tali plastik pada beberapa meja dan bangku yang akhirnya dikaitkan pada penyangga sabuk siswa di depannya. Saat ia mulai maju untuk memberi kertas jawaban ke bangku guru, semua bangku ikut terseret oleh si siswa. Semua siswa tertawa dan si siswa yang jadi bahan bullying hanya memerah malu. Guru menanyakan siapa pelakunya “siapa yang ngelakuin ini?”. “saya bu” jawab Ery dengan senyum manisnya seolah tak berdosa. “Kamu ikut saya ke BK” omel sang guru dengan nada sedikit marah. Ery hanya tersenyum tak peduli apa yang akan ia dapat nanti… Saat di ruang BK ia di ceramahi oleh si guru Bk yang terkenal ganas, namun Ery hanya tersenyum. Saat sudah selesai ia di suruh kembali ke kelas, saat berpaling ia melihat seorang wanita anggun nan cantik. Saat ia menatap wanita tersebut, si wanita hanya tersenyum dan menunduk. Dalam hati ia berkata “wwwoooow gile senyumnya itu manis banget, aaa gue suka sama dia”

Setelah pulang dari ruang BK sikap ery mendadak berubah. Ia melamun sepanjang hari. Saat teman sebangku ery melihat kelakuan Ery yang aneh ia berhipotesis bahwa Ery kena guna-guna, santet, atau belum sunat. “Ry u kaga apa-apa?” sambil melambai-lambaikan tangan di depan mukanya. Namun tidak direspon. “wah gue harus panggil pa Ustadz sama dokter sunat nih”. Ia meyakinan diri sekali lagi “Ery, Ery, Ery, loe jangan mati kena guna-guna dong, entar kalo gue belum ngerjain PR gue harus liat sama siapa? trus kalo gue kaga bawa duit gue mau minjem sama siapa selain sama elu? Ery Bangun please jangan Tinggalin gue.” Dengan nada tinggi dan histeris Rio menggoncangkan tubuh Ery. Ery yang terkejut dengan omongan temannya itu ia menjitak kepala temannya itu. “sialan luh ngomong sembarangan”. Timpal Ery. “lha elunya kaya gitu, elu kenapa sih?” sambil tersenyum bahagia karena masih punya bahan contekan PR dan BANK kreditan MURMER. “brengsek luh, gini nih tadi di ruang BK gue liat cewe cantik, anggun, senyumnya manis banget, gue kayanya jatuh cinta deh.” Jawab Ery sambil senyum-senyum kuda. “hah seorang Ery Setyawan jatuh cinta” kaget setengah hidup sehingga botol mineral yang ia pegang meledak. Karena kerasnya suara yang Rio keluarkan sampai sampai berita ini bocor ke publik dan menjadi hot isue. Bahkan majalah NEWYORK TIMES akan menjadikannya judul utama pada edisinya minggu depan. Haha ga kok bercanda.
“hah loe serius?” Rio melongo
“gue ga pernah seserius ini Yo” timpal ERY sambil memegang pundak Rio. Merekapun bertataapan lalu kedua wajah mereka semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat dan akhirnya “loe abis makan jengkol ya?” tanya Ery “emang kenapa Ry?” tanya Rio “mulut loe bau banget, please pose ini jijik loe”.. “hehe iya”. Rio baru sadar bahwa posenya dengan Ery seperti orang pacaran yang hendak bercumbu. Segera mereka melepaskan pose tersebut dan bertindak seperti semula takut ada yang menyangka bahwa mereka MAHO.
“loe yakin jatuh cinta?” kata Rio dengan wajah seolah tak percaya
“gue yakin” jawab Ery singkat, padat dan jelas
“gue kira loe selama ini MAHO, ternyata loe normal.” Seolah senang seperti seorang yang mendapat hidayah, matanya bercermin-cermin
“sialan gue kira apa, rese loe ah” dengan wajah juteknya
“iya sorry gue kan ga pernah liat loe pacaran. Jadi gue kira loe maho” tawa Rio. Namun Ery tak menanggapi omongan temannya itu.

Keesokan harinya saat duduk menunggu guru mengajar dalam pikiran Ery masih bertanya-tanya siapakah gerangan wanita tersebut. Tiba-tiba guru datang dan ada seseorang di belakangnya. Wanita yang kemarin ia temui di BK masih dengan wajah yang anggun dan senyum manisnya. Lalu guru menjelaskan pada siswa kelas tersebut bahwa ia adalah murid baru di kelas tersebut.

“silahkan kamu perkenalkan diri” kata sang pahlawan tanpa tanda jasa namun tetap butuh pangkat.
“assalamulaikum warrohmatullohi wabarokatuh” membuka omongannya dengan salam. Semua siswa serempak menjawab salamnya.
“perkenalkan nama saya Fatimah Az-Zahra anggraeni, biasa dipanggil Fara, asal saya dari Jogja, saya pindah kesini karena ayah saya yang dipindah tugaskan dalam pekerjaannya, saya harap teman-teman semua dapat menerima saya sebagai bagian di kelas ini, terimakasih.”
“silahkan kamu duduk di bangku sana” kata guru sambil menunjuk bangku yang kosong”
Diakhiri dengan senyum ramah. Sedari tadi pandagan Ery tak lepas dari sosok wanita yang kini ia tau namanya adalah Fara. “itu cewek yang bikin gue jatuh cinta Yo” sambil berbisik pada Rio. Rio menatap Ery dengan seksama “hah, bidadari kaya dia?” seolah tak percaya “iya” jawab Ery.

Beberapa hari berlalu ssejak kehadiran Fara ke kelas itu. banyak hal yang berubah, seolah setiap hari menjadi lebih tenang karena Ery tidak terlalu garang mengerjai siswa lain, gengsi dong bro. Setiap Hari kebanyakan pikiran Ery pergi melayang mencari cara agar ia bisa mendapatkan wanita yang seperti bidadari. Akhir-akhir ini ia tau bahwa Fara adalah wanita yang Sholehah, bijaksana, ramah juga pintar dalam segala bidang terutama ilmu kejurusan. Wah calon istri yang perfect. Aaaa keren banget.

Setelah dibantu Rio walaupun Rio terpaksa membantunya karena diancam tidak akan diberi contekan lagi, ia mencari data-data tentang Fara. Ternyata ia sholehah karena ayahnya yang menjadi guru agama di MTs dan juga seorang Ustadz. Sungguh pasti sangat susah mendapatkan Hati Fara, namun tak ada kata menyerah dalam kamus Ery. Maka saat itu pula ia bertekad akan berubah menjadi sosok yang lebih Islami. Ia telah mempersiapkan buku-buku tentang Islam.
“loe serius Ry, loe ga demam kan, loe ga minum Racun tadi pagi kan” celoteh Rio saat memberitahukan Rencananya.
“gue serius yo, makannya sekarang gue beli buku-buku tentang islam” jawab Ery yakin sekali
“baguslah, good luck bro, gue dukung loe.” Senyum Rio

Hari berlalu menjadi minggu, minggu berganti menjadi bulan kini sikap Ery sangat berubah Drastis yang dulunya jail, menjengkelkan kini ia lebih banyak diam. Kini banyak yang membicarakan tingkah Ery yang berubah. Bahkan GUINESS BOOK WORLD OF RECORD mencatatkan nama Ery Setiawan menjadi manusia yang berubah drastis. Kini semua orang menjadi lebih suka terhadapnya. Namun Ery masih tak tau apakah Fara menyukainya. Lambat laun pemikiran Ery menjadi lebih dewasa. Mungkin dulu ia berubah menjadi sosok yang Islami karena niat untuk mencari perhatian seorang wanita, namun kini ia menjadi sosok yang islami karena Tuhan dan Agamanya, walau ia masih tak bisa melupakan sosok Fara.

Waktu kian berjalan, tiba saat mereka semua meninggalkan sekolah ini yang memberi sejuta memori yang ta akan pernah terlupa. Dimana Cinta, Sahabat, Cita-cita menjadi sebuah cerita yang menarik. Saat perpisahan angkatan Ery adalah Besok, Ery sangat Resah seolah masih ada yang menjadi pikirannya. Apalagi selain tertuju pada Fara, ia sangat mencintainya. Besok Rencananya Ery akan mengungkapkan perasaannya pada Fara setelah acara perpisahan.

Keesokan harinya acara pepisahan di iringi isak tangis siswa-siswi yang akan meninggalkan tempat mereka menimba ilmu ini. Acara selesai di akhiri dengan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Ery memberanikan diri mendatangi Fara yang sedang berbincang dengan teman-temannya
“assalamualaikum. Maaf ukhti menggangu, apa boleh bicara sebentar?” kata Ery dengan jantung yang berdebar
“waalaikumsalam, oh iya boleh.” senyum Fara
“mari ikut saya.” Kata Ery dengan canggung
“cciiiieeee Fara” tiba-tiba teman-teman Fara menyorakiya
“apa sih kalian” dengan wajah memerah

Tiba di taman depan sekolah…
“maaf sebelumnya ukhti saya mengganggu waktu ukhti. Tapi ada yang mau omongkan sama ukhti ini sangat penting.”
“iya ga apa-apa ko, mau ngomong apa?.” Jawab Fara sambil tersenyum
Deg… deg jantung Ery berdebar
“sebenarnya…” ery terputus
“sebenarnya apa?” kata para meenelisik
Ery menarik nafas dan mengumpulkan semua keberaniannya disini, ia sudah siap jika menerima jawaban nanti.

“sebenarnya saya sudah mencintai Ukhti sejak awal kita pertama bertemu dulu” kata-kata yang terlontar dari mulutnya bagai peluru penghabisan yang membuat tubuh lemas. Suasana hening sesaat. Tiba-tiba fara berbicara.
“maaf Akhi.” Fara tak melanjutkan kata-katanya
Mendengar kata-kata itu hatinya seolah hancur di hantam roket. Tubuhnya lemas solah tenaganya di serap bumi.
Fara melanjutkan kata-katanya yang tadi. “maaf Akhi kenapa baru sekarang akhi bilang, saya sudah menunggu perkataan itu sejak dulu.” Kata Fara menunduk
Seolah dicharger. Tenaganya pulih seperti sedia kala, senyum simpul menghiasi bibirnya.
“namun Akhi, dalam agama kita tidak di benarkan untuk berpacaran, maka dari itu…” Fara terdiam.
“maka tunggulah saya untuk menjadi imam ukhti di suatu hari nanti, karena saya yakin jika uhti adalah tulang rusuk saya maka Allah akan mempertemukan kita kembali.” jawab Ery bijak.
“subhanallah, indah sekali kata-katanya” kata Fara dalam hati. Fara hanya tersenyum mendengar kata-kata tersebut…
Setelah itu Fara pamit untuk kembali kepada teman-temannya, namun sebelum Fara beranjak pegi Ery memberi sebuah kado Kotak berukuran sedang dari tasnya pada Fara. Fara berterimakasih dan pamit. Baru beberapa langkah ia berajak ia kembali menoleh ke arah Ery yang memperhatikannya lalu tersenyum, itulah senyuman terakhir darinya sebelum mereka mencari jalan masing-masing.

8 tahun kemudian
Saat sudah berada di depan masjid untuk melaksanakan solat magrib berjamaah, tak sengaja ia menabrak seorang wanita yang sedang berjalan, sehinga tasbih si wanita tersebut jatuh ke tanah. Saat ia meraih Tasbih tersebut ia merasa mengenali tasbih dari biji kaca berwarna biru air tersebut. Itu adalah Tasbih yang ia hadiahkan pada Fara 8 tahun lalu. Saat ia melihat pemilik dari Tasbih tersebut ia terkejut. Itu Fara wanita yang selalu ia nantikan, wanita yang selalu hadir dalam doa sepertiga malam. Wanita yang selalu ia dambakan untuk menjadi bidadari surganya.

“u..ukhti Fara” memperhatikan wajah wanita itu seksama walau dalam keremangan hari tapi wajahnya bersinar bak Rembulan yang menerangi malam.
“akhi Ery?” seolah bertanya
“assalamualaikum” Ery baru ingat belum salam
“waalaikumsalam’ senyum Fara
“ukhti masih ingatkah saya?” tanya Ery
Fara hanya tersenyum.
“mmm apa ukhti sudah menikah?” tanya Ery mendadak
Fara terdiam sejenak lalu berkata “belum Akhi, saya masih menunggu cinta yang pernah Allah beri pada saya dulu.” Senyumnya

Hati Ery seolah bersorak gembira. Dalam hatinya kembang api berterbangan menghiasi hatinya. “kalau begitu mari kita sempurnakan sebagian Ibadah kita Ukhti.” Fara hanya tersenyum tanda setuju.

Selesai

Cerpen Karangan: Maneluv
Blog / Facebook: Irpan purnama
Rebahan adalah jalan ninjaku

Cerpen Lost Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Prinsip Cinta Yang Berbeda

Oleh:
Kringg… Bel istirahat pun berbunyi, kulangkahkan kaki menyusuri sudut sekolah. Langkahku terhenti di depan bangku taman sekolahku. Duduk adalah pilihanku. “Citraa”, teriak seseorang. Ya, itu pasti Zahra, sahabatku. Mendengar

Rona Bening (Part 2)

Oleh:
Di sebuah pondok modern di Jawa Timur… RINDU Kuterpaut dalam angan sepi Dalam kekosongan jiwa Jiwa yang rindu sapaan hangat Belaian lembut kasih sayang Teringat akan dekap manis rembulan

Angle Of Love

Oleh:
Cinta, tiba-tiba saja aku tertarik ingin menceritakan kisahku. Kisah yang meninggalkan pertanyaan dan aku pun tidak yakin dengan jawabannya. Bermula dari ketika aku dan sahabatku ayu sedang duduk di

Hana dan Ricky

Oleh:
Setelah menanti selama bertahun-tahun, akhirnya aku pun mendapatkan gelar sarjana. Seminggu setelah aku di wisuda, aku memutuskan untuk kembali ke kota asalku di utara Kalimantan. Rasa rindu bercampur dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *