Love You Good Bye

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 23 March 2018

Aku merindukanmu
Hanya itu yang ingin gadis itu sampaikan. Gadis yang kini berdiri dengan mata nanar di koridor sekolahnya, membiarkan rambut tergerainya berantakan akibat terpaan angin yang berlalu lalang berhembus melewatinya.

Tapi kini semuanya terasa telah usai. Semuanya benar-benar selesai. Dicky, laki-laki itu menjatuhkan harapannya, membuang semua mimpi, janji, dan doa mereka lalu menghancurkannya.

Laki-laki itu menghilang selama dua bulan, lalu kembali dengan wanita berhijab yang kini ada di sampingnya. Wanita itu mengapit lengan Dicky dan laki-laki itu membiarkannya. Laki-laki yang bahkan enggan menyentuhnya selama mereka pacaran dulu membiarkan lengannya diapit.

Dan wanita di sampingnya itu adalah sabatnya sendiri. Sahabat yang telah ia anggap seperti saudaranya sendiri itu mengkhianatinya begitu saja. Sahabat yang menjadi tempat dimana Emily mencurahkan isi hatinya tentang Dicky. Emily seperti tertampar oleh kenyataan, segitu saja hatinya perih, segitu saja hatinya terluka. Hatinya bagai tersayat, bagai tersusuk tombak yang selalu mencoba menyerangnya di setiap sisi relung dadanya.

Ia ingin mengerang, ia ingin berteriak tapi ia tidak bisa. Tenggorokannya kering begitu saja. Bahkan menelan ludah ia tak sanggup.

“Maafkan aku, Emily” Emily hanya diam, di posisi yang sama dengan ekspresi yang sama. Yang ia tau ia hanya kecewa. Dan suara perempuan bernama Shawa kini menjadi bumerang yang menghancurkan telinga hingga lubuk hatinya.

Ya Allah.. Bagaimana ini? Haruskah ia menyalahkan cinta? Lalu meninggalkan dan memusuhi Shawa begitu saja? Hanya karena masalah ini? Emily menggeleng kuat, ia tidak mengerti harus menghadapi dengan seperti apa.

“Maafkan saya, Emily. Saya tidak bisa menolak keinginan orangtua saya” Emily terus menggeleng. Air matanya mulai menetes. Tidak peduli betapa keras Emily menyembunyikan semua itu.

Emily, ia berlari ke dalam kelas. Menangis seorang diri. Meratapi nasib cintanya. Kenapa cinta sesakit ini? Emiliy seperti tercambuk oleh kenyataan, dirinya seolah ingin mati saja.

“Emily, apa kamu baik-baik saja?” Amira, ketua kelas di sana terlihat mencemaskan Emily, begitu pula dengan teman-teman yang lain.
Emily mengangguk, kemudian membereskan barang-barang miliknya ke dalam tas “Aku akan pulang”
“Aku antar ya” Emily menggeleng, ia tidak terlalu dekat dengan Amira. Tetapi Amira sendiri mengkhawatirkan Emily, gadis itu menangis dan wajahnya sangat pucat. Sekarang adalah jam pelajaran terakhir, guru piket juga telah menitipkan tugas karena ia berhalangan masuk, jadi Emily berfikir bahwa pulang lebih awal dari yang lain bukanlah masalah.

“Maafkan aku, aku selalu datang terlambat” laki-laki itu menenggelamkan kepalanya di tangan Emily yang terbebas dari infus. Setelah pulang sekolah saat itu, Emily merasakan kepalanya berat dan matanya berkunang-kunang. Sedetik setelah itu ia pingsan di gerbang sekolah.

Sementara Emily malah terkekeh melihat laki-laki yang duduk di samping bangkar rumah sakit itu. Tangannya yang terbebani infus mengusap peci yang di kenakan laki-laki itu “Maafkan aku karena tak bisa selalu ada untukmu”
“Tidak kak, aku baik-baik saja” laki-laki itu menggelengkan kepalanya kuat. Bagaimana gadis ini baik-baik saja sedangkan ia malah berbaring lemah di sini?

“Kak Hafiz..”
“Apa Emily?”
“Aku ingin pindah sekolah” Emily meminta izin pada kakaknya, tetapi terdengar seperti pernyataan. Hafiz mendongak, menatap mata indah milik adiknya. Mengapa tiba-tiba? “Aku ingin pindah ke Madrasah dan belajar ilmu agama lebih banyak di sana”
Dan kalimat itu, Hafiz membulatkan mata, mulutnya terbuka dan ia membiarkan posisi itu untuk beberapa detik. Dan ekspresi Hafiz kali ini berhasil untuk tidak membuat Emily tidak tertawa.

“Tapi kau harus mengenakan hijab” Emily mengangguk, membentuk bulan sabit yang sempurna di bawah hidungnya. Detik berikutnya Hafiz tersenyum kemudian memeluk Emily. Entah apa yang membuat Emily berubah pikiran. Tapi Hafiz senang, setidaknya ia bisa menuntun Emily ke jalan-Nya. Dan Hafiz tidak akan menyiakan hal itu.

Rasanya sungguh tidak adil. Hanya karena sekolah itu milik Ayah Dicky laki-laki itu bisa menikahi muridnya di sana selama gadis itu masih sekolah. Membiarkan semua orang tahu bahwa mereka telah menikah tetapi masih mempertahankan Shawa. Bukankah jelas-jelas di sekolah itu melarang siswa menikah?

Aku mencintaimu karena Allah, dan aku pergi untuk Allah. Love you, Dicky. Good bye..

Flash back on
“Aku ingin memberimu ini, Emily” Dicky mengulurkan kotak merah jambu sebagai kado ulang tahun anniversary mereka ke enam bulan. Gadis itu tersenyum, kemudian membuka kotak itu.

Deg!
Dirinya terpaku. Matanya membulat dan senyumnya memudar “Hijab?” Dicky mengangguk, kemudian tersenyum.

Tapi, Emily bukannya senang. Ia berdecak kesal. Lelaki yang dicintai lagi-lagi memaksakan suatu hal padanya “Aku belum siap” Emily menaikkan suaranya satu oktaf.

END

Cerpen Karangan: Prapti Ayu Ningrum
Blog: Praptiayu.blogspot.com
Ig: @ayu_hemmings

Cerpen Love You Good Bye merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Scrift Cinta Terlarang

Oleh:
Jodoh… maut… dan riski seseorang tidak pernah ada yang tahu. Semuanya adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Setiap insan di muka bumi hanya mampu dan mampu berusaha dengan menjalankan skenario

Antara Dua Pilihan

Oleh:
Dalam hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan yang pasti antara pilihan ada yang baik dan buruk. Baik buruknya suatu pilihan tergantung kepada kita yang menentukannya dan bagaimana kita menjalani

For Attention Religious

Oleh:
“Bisakah kau datang ke sini?,” tanya Arka kepada Felly. “Ada apa memangnya?,” tanya Felly kembali. “Siapa sih yang nelepon, Fel?!,” tanya Bram penasaran. Felly membalik tubuhnya ke arah Bram.

Hafidzoh Jatuh Cinta

Oleh:
Suasana subuh yang dingin di sebuah pondok pesantren, walau terasa dingin tapi ketika aku mulai melantunkan lafad-lafad al-quran, rasa dingin pun menjadi sangat hangat dan sejuk di hati. Seperti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *