Ma Fi Qalbi Ghairullah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 31 July 2018

Sudah 3 tahun sejak hatiku kuliburkan.
Ma Fi Qalbi Ghairullah
Ma Fi Qalbi Ghairullah
Kalimat itu kudengungkan dalam benakku.
Aku takut. Aku takut akan jatuh dalam lubang yang sama. Jatuh cinta pada makhluk-Nya..

Saat itu aku masih berada di Sekolah Menengah Pertama. Saat berada di kelas VIII. Dia memasuki relung hatiku. Hahaha sangat lucu. Saat itu aku masih kecil dan belum tau hakikat jatuh cinta, karena saat itu aku masih labil pengkhianatan pun bergelimpangan menusuk hatiku.

Aku kehilangan harapan.
Aku terjatuh.
Rasanya sangat menyesakkan.

Dan aku mulai berangan-angan
Andai saja ku tak jatuh cinta
Andai saja aku tak mengenalnya
Andai saja..
Andai saja..

Lalu..

Aku mulai mencari jalan untuk kembali ke jalan-Nya. Aku mengeratkan hijabku, memperlancar tadarusku, mengawalkan shalatku. Aku mulai membaca kisah-kisah cinta islami dan menghindari jatuh cinta.

Begitu berliku. Berat rasanya untuk mengubah diri. Tapi inilah HIJRAH. Dan aku akan terus berjuang.

Sekali lagi
Ma Fi Qalbi Ghairullah.

Ternyata Rencana-Nya sangat Indah..
Sekali lagi, aku jatuh cinta.
Kepada sang pemilik Cinta.

Hingga aku memutuskan. Aku hanya akan mencintai-Nya dan jatuh cinta pada-Nya.

Ma Fi Qalbi Ghairullah
(Tiada dalam hatiku selain Allah)

Cerpen Karangan: Nurul Ilma
Blog / Facebook: Nurul Ilma
Hanya gadis kecil yang mengejar mimpi-mimpinya 🙂 .

Cerpen Ma Fi Qalbi Ghairullah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lantunan Al Qur’an Zahra

Oleh:
Mentari pagi telah keluar dari peraduannya, cahayanya yang kuning keemasan menandakan pagi telah tiba. pohon–pohon serta dedaunan masih terselimuti embun. Udara masih segar belum terkontaminasi dengan limbah-limbah pabrik dan

Hijrah dan Hijab

Oleh:
Fajar perlahan-lahan mulai menampakan sinarnya dari ufuk timur, matahari bersinar lebih cerah pagi ini seolah memberi isyarat kebahagiaan setelah malam menyelimutinya tadi. Ada yang aneh di sekolah hari ini.

Cinta Yang Suci

Oleh:
Aku sudah memakai jilbab sejak kecil. Saat itu guru madrasahku berkata kalau, “Memakai jilbab itu kewajiban. Soal tingkah laku itu lain lagi. Intinya kita harus menutup aurat.” Setelah guruku

Menjadi Bidadari

Oleh:
Wanita cantik penghuni Jannah bersama seseorang yang ingin dicintai adalah keinginanku, dan bisa jadi keinginanmu pula. Mencapai cita-cita butuh pengorbanan memang, seperti saat ini aku sedang berada dalam sisi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *