Menemukan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 26 November 2016

Berdiri di seberang lelaki itu seorang gadis dengan khimar biru dongker menutupi lebih dari sikunya sedang membaca buku, lelaki itu mulai memperhatikan gadis itu. Membolak balik buku yang sedang dia buka. Berjalan kesana kemari. Mungkin sedang mencari buku yang ia inginkan, pikir lelaki itu. Di dalam toko buku itu cukup ramai oleh pegunjung, mungkin karena akhir pekan. Gadis yang ia perhatikan berhenti lagi di seberangnya setelah berkeliling. Membuka kembali buku yang tadi sempat ia pegang dan baca sebentar. Lelaki yang sedang memperhatikan gadis itu mulai penasaran dengan buku yang sejak tadi gadis itu lihat dan baca. Tak mau terlihat sedang memperhatikan ia pun memgambil buku yang ada di depannya kemudian ikut membulak-balik kertas tanpa ia lihat isi buku itu. Setelah agak cukup lama gadis itu pun beranjak dari tempatnya, arah pandang lelaki itu pun menatap sosok lain yang gadis itu datangi. Mungkin kakaknya, pikirnya. Memang dibanding gadis itu wanita yang gadis itu datangi terlihat lebih terlihat dewasa itulah sebabnya lelaki itu berpikiran bahwa mungkin dia kakaknya.

Setelah gadis itu dengan kakaknya berjalan ke arah lain. Lelaki itu mulai mendekati tempat dimana gadis tadi berdiri. Lelaki itu melihat buku bersampul warna hijau dengan lambang love sebagai background judul yang berada di depannya sedikit bingung. Buku apa ini? Tanyanya dalam hati. Diraihnya buku itu kemudian ia balik dan membaca belakangnya, ia pun sedikit mengerti apa isi dari buku itu. Tak menyangka bahwa gadis itu tertarik dengan buku seperti ini. Mulai penasaran, Ia pun mulai membuka acak halaman buku yang ia pegang itu dan kemudian membacanya. Yang kini ia baca merupakan salah satu tips menjemput jodoh. “Ta’aruf” itulah yang ia baca. Ta’aruf? Pikinya. Ia merasa tak asing dengan kata itu. Dibacalah bagian itu sampai tuntas.

Tak jauh dari sana ternyata gadis itu melihat lelaki itu berada di tempat tadi ia berdiri dengan buku yang tadi ia baca sebentar. Gadis itu sebenarnya tau jika lelaki itu memperhatikannya, karena terlihat dari sudut mata gadis itu, gerak gerik lelaki itu. Merasa diawasi, gadis itu pun memilih pergi. Namun, pikir gadis itu sebenarnya kalau ia pergi mungkin lelaki itu pun juga pergi tapi ia salah, lelaki itu kini berdiri di tepatnya berdiri tadi. Ternyata ia penasaran dengan buku itu, pikir gadis itu. Ia pun pergi meninggalkan tempatnya kemudian menghampiri kakaknya lagi.

Lelaki itu menutup buku yang sudah ia baca sekilas. Kemudian mengganti bukunya dengan yang masih rapi tersampul plastik, berniat untuk membelinya. Sosok gadis yang ia lihat tadi hilang dari penglihatannya. Mungkin sudah pulang, pikirnya. Ia tersenyum seraya bergumam, terimakasih. Ia membawa lelaki itu kepadaNya. Entah, sudah berapa lama ia melupakanNya. Cinta kepadaNya sudah terlupakan. Kini ia kembali diingatkan dengan sebuah buku yang gadis itu baca. Lelaki itu berharap bisa bertemu lagi dengan gadis itu. Ingin berterima kasih dan ingin mengenalnya lebih dekat. Namun, seperti yang dikatakan buku hijau yang ia pegang, ia harus memperbaiki diri dahulu sebelum mencarinya. Ia harus mengejar cintaNya dulu. Lelaki itu berharap bahwa gadis itu adalah jodohnya. Semoga. Lelaki itu kemudian berjalan menuju kasir dengan senyuman di wajahnya.

Cerpen Karangan: Agustin Kurniasari
Facebook: Agustin Kurniasari
Salam Kenal semuanya. Terima kasih untuk orang yang telah membaca cerpen yang banyak kekurangannya ini.

Cerpen Menemukan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Rere

Oleh:
‘Nice morning’, begitulah bahasa asingnya. Pagi ini begitu cerah. Kicauan burung menambah ramai suasana pondok. Bagiku, pondok adalah muaraku tempat aku menimba ilmu, dengan bekal keuletan, kesabaran serta keseriusan,

Kapan Bertamu?

Oleh:
Perkenalkan namaku Pratiwi orangtua dan sahabatku biasa Memanggilku Tiwi atau wi saja. Umurku 24 tahun, aku mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis muslimah terkenal dan Alhamdulilah aku sudah lulus kuliah

Kriteria Si Jelita Salwa

Oleh:
Di sela-sela kabut malam yang sunyi, ia masih saja menatapi sepotong kertas di salah satu halaman diarynya. Perkataan Mama sore tadi sedikit membuatnya sesak dan putus asa. “Sampai kapan

Atas Nama Cinta

Oleh:
Seorang anak perempuan mengomel kepada tuhan tentang nasib yang sedang ia jalani, nasib yang membuat hatinya perih saat mengingat semua kejadian yang pernah terjadi dalam hidupnya, seolah-olah pikiran tersebut

Ikhlas Dalam Duka

Oleh:
Sudah tiga hari ini aku menjalani hidup dengan dan tanpa penuh gairah hidup sedikit pun, makan, minum, bahkan kuliahku pun tak ada yang benar. Sebelum kejadian pada hari minggu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *