Menunggumu Menghalalkanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 7 June 2017

Di kegelapan malam aku duduk seorang diri di teras depan rumahku sambil melihat bintang yang menyinari malam yang gelap gulita. Entah angin mana yang membuatku ingat dengan perkataan ini “Aku menyukaimu, aku menyayangimu, aku mencintaimu. Aku berharap kamu tidak menerima khitbah lelaki manapun kecuali aku, dan aku berjanji tidak akan mengkhitbah siapapun kecuali kamu. Aku berjanji akan menepati ucapanku tadi” Ujar Yusuf 3 tahun lalu, Seusai wisuda.

Ia teman SMA ku. Memang dia satu-satunya laki laki yang bisa membuatku jatuh cinta, dia sering menjadi imam ketika sholat dzuhur di sekolahku. Aku juga menyukainya karena dia orang yang sangat tegas, dia juga pernah menjadi Ketua Umum Osis. Namun aku dan dia tidak pernah bertatap muka ketika kita saling bertemu.

Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan lamunanku. “Nak, sudah jam 9 malam, masuklah jangan di luar, di luar dingin” Kata ibuku dari dalam rumah. Aku pun berjalan menuju kamarku, tapi belum sampai kamar aku dipanggil oleh ibuku. “Kemarilah” ujar ibuku. “Ada apa, buk” sahutku sambil duduk di sampingnya. “Ibu lihat kamu tadi melamun, ada masalah apa nak” ujarnya. “Aku hanya berfikir apakah kata kata Yusuf dulu akan ditepatinya, sudah 3 tahun ia tak kunjung datang untuk mengkhitbahku bu” kataku. “Bersabarlah, nak. Ibu tau Yusuf itu anak yang baik jadi ia pasti menepati janjinya” Kata ibuku yang menenangkan keraguanku. “Tidurlah, agar fikiranmu tenang” ujarnya lagi. “Baiklah, bu” ujarku.

Sesampai di kamar aku langsung tidur karena memang aku sudah ngantuk sebelumnya. Jam 3 alarmku mulai berdering membangunkanku untuk sholat tahajud. Aku pergi ke kamar mandi cuci muka lalu mengambil air wudhu. Kemudian aku mengaca dan memgagumi kemolekan wajahku yang seperti bersinar karna air wudhu. Aku tahajud 2 rokaat, dan aku akhiri dengan berdo’a agar Alloh meridhoi dan merestui aku dan yusuf. Dan Yusuf segera menghalalkanku. Selesai itu aku melanjutkan tidurku.

Keesokan hari aku dibangun oleh ibuku untuk sholat subuh berjamah. Dan membantu ibu untuk memasak. Jam 6.30 aku berangkat untuk kuliah. Singkat cerita jam 4 sore aku sudah sampai di rumah. Ada suara dan mengetuk pintuku “Assalamualaikum”. “Wa’alaikumsalam” Sahutku sambil melihat ke luar. Dan hatiku merasa bergetar ketika yang datang adalah Yusuf dengan Ibu dan ayahnya. Aku mempersilahkan untuk masuk dan duduk, kemudian aku pergi untuk menemui ibu dan ayahku yang ada di belakang rumah. Setelah itu aku, ibu dan ayah menuju ke ruang tamu. “eh nak yusuf, apa kabar? Sudah lebih tidak main ke sini” Kata ibuku. “Alhamdulillah baik, bu. Saya kerja ikut dengan om saya yang ada di Jakarta. Ibu sendiri bagaimana?” Ujar yusuf. “alhamdulillah, ibu juga baik” Sahut ibuku.
Yusuf memang punya keahlian di bidang komputer sehingga tak heran lagi jika bekerja di perusahaan besar tanpa ijazah kuliah.

“Maaf jika selama ini aku tidak pernah mengabarimu, wahai calon istriku, aku kemari hendak menepati janjiku yang 3 tahun lalu. Apakah kamu mau?” tanyanya sambil mengeluarkan sebuah cincin. “Subhanaalloh, terima kasih kamu sudah menepati janjimu. Iya aku mau, tapi aku masih kuliah dan masih kurang 1 semester lagi” Ujarku “Iya tidak apa-apa, setidaknya aku sudah mengikatmu” ujarnya sambil memasukkan cincinya ke jariku. Terima kasih Ya Alloh engkau telah mendengarkan apa yang aku doakan kepadamu. Subhanallah

Cerpen Karangan: Nurul Aini
Facebook: Ainhi Ninhoott

Cerpen Menunggumu Menghalalkanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kacamata Bergaris Hitam (Part 2)

Oleh:
Huaaa… Aroma dedaunan segar masuk ke hidungku. Percikan air yang dimainkan anak-anak kecil. Seperti biasa burung-burung bernyanyi sesuai kemauannya. Aku cinta tempat seperti ini. Aku suka alam keasrian. Tanpa

Putra Sang Dekan (Part 1)

Oleh:
Bagaimana kita dapat bertemu jika kita berjalan berlainan arah Bagaimana kita bisa menjalin kasih dalam ridhoNya jika terpisah — “aku suka dia re” ucap nunung padaku dengan lugu dan

Kembali Kepada-Mu

Oleh:
Bicara penampilan Tasya, bisa dibilang gadis ini memang terlihat berbeda dengan teman-temannya. Pakaiannya pun acak-acakan dan cenderung terbuka. Tak salah rasanya, bila teman-teman sering memanggilnya “kupu-kupu malam”. Entahlah? apa

Tulang Rusuk Takkan Tertukar

Oleh:
“kriiiing, kriiiiiing,”, suara yang tak asing lagi bagi telinga Zahra, ya jam beker berbentuk hati berwarna ungu yang berada di meja kecil di sebelah ranjang Zahra. Jarum pada jam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *