My Diary (27, 28, 29, 30)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 13 September 2018

27 Juni 2017
Kamu tahu Lintang ini adalah hari berakhirnya hubungan kita. Apa kamu juga tahu? Aku menyesal telah membahas masalah tentang dia. Iya Tiara. Itulah yang menyebabkan semuanya terjadi. Aku ingin menangis Lintang, sekeras-kerasnya namun sialnya mata ini sudah terlalu kering, bahkan untuk setetes. Semua karena kamu, beratnya menahan rindu yang membuatku ingin menangis meneteskannya sebagai pelampiasan.

Lintang, mungkin aku bukan yang terbaik untukmu. Bahkan tidak pantas mendapatkan sekecil rasa cinta darimu. Tapi ketahuilah, rasa ini dan hati ini hanya untukmu. Sampai kapanpun. Bahkan untuk melupakanmu satu detik saja bagiku itu sangatlah berat. Lintang, aku tidak tahu apakah kamu benar-benar suka dan sayang padaku ataukah hanya sekedar sandiwara. Semua itu tak penting yang terpenting adalah kamu pernah menjadi orang yang aku prioritaskan. Aku tidak berharap kamu untuk membaca kata-kata ini. Ini hanya bentuk dari perasaan yang saat ini tengah aku rasakan.

Berbahagialah meski tanpaku 🙂

28 Juni 20017
Hari itu siang cerah tapi tak secerah warna hidupku saat itu. Aku kaget, aku sedih, aku tak percaya ketika membaca postinganmu dua jam yang lalu. Kamu telah mendapatkan penggantiku Lintang, di sana terdapat kata “I LOVE YOU Bunbun #Forever” Sejak saat itu perasaanku sungguh tak karuhan. Namun di saat itulah aku tersadar bahwa kamu bukanlah orang yang aku anggap baik selama ini. Perasaan wanita itu tidak untuk dipermainkan tapi untuk dijaga.

Lint aku telah menaruh harapan besar padamu, tapi apa? Kamu hancurkan harapan itu begitu juga kepercayaanku untukmu. Jujur aku bersyukur karena Allah telah menunjukkan jalan yang tepat untukku. Memisahkanku dengan orang yang tak layak untuk dipertahankan. Pengalaman pahit telah dilalui.

Lint, sebagai orang yang pernah singgah di hidupku meski hanya sekejap semoga kamu berbahagia dengan dia. Tiara maksudku. Tapi aku mohon jangan kamu permainkam perasaannya seperti yang kamu perbuat padaku. Cukup aku Lint, tidak untuk yang lain.

29 Juni 2017
Aku sudah bisa melupakanmu walaupun belum sepenuhnya. Inilah cara terbaik bagiku untuk melangkah jauh kedepan dan menggapai cita-cita utamaku. Semenyesalnya aku mengenalmu, terima kasih telah mengajarkanku apa itu arti cinta yang tulus bukan karena ada apanya.

Lint, aku tidak tahu sekarang kamu tengah memikirkanku atau tidak sungguh tak penting bagiku. Namun ketahuilah bahwa jiwa itu sangat mudah rapuh untuk orang yang tak bersyukur. Kuharap kamu mensyukuri apa yang telah digariskan untukmu, jangan terlalu lama terlarut dalam kesedihan atau kebimbangan karena di luar sana masih ada banyak orang yang tak ingin melihatmu seperti ini. Mereka sayang padamu sesekali mereka membutuhkanmu. Maka dari itu, bangkitlah untuk mereka dengan tapaki jalan yang benar.

30 Juni 2017
Sekarang aku benar-benar tahu, jika kamu tak mencintaiku dengan tulus melainkan hanya sandiwara. Detik ini juga aku telah bertekad untuk tak menjalin asmara lagi karena aku takut dipermainkan di kesekian kalinya, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tak pacaran disaat saat sekarang ini.

Allah maha penyayang Dia pasti akan mempertemukanku dengan seorang pria yang baik untukku dia yang kelak akan jadi imam bagi keluargaku dan suri tauladan kedua untukku setelah Rasulullah. Ya suatu hari nanti ketika waktunya sudah tiba 🙂

Kamu tahu Lintang? Sekarang ini aku hanya ingin berhijrah padanya, mendekatkan diri dan memperbaiki segala yang buruk di hidupku. Semoga niatan baik yang tulus dari hati kecilku tidak hanya sekedar niat namun dapat aku wujudkan yang pasti dengan bantuan istiqomah yang diberikan olehNya. Aamiin. 🙂

Cerpen Karangan: Ruri Choeru Rizki
Blog / Facebook: Ruriicho
Assalamu’alaikum Readers 🙂 cerpen ini aku buat berdasarkan kisah nyata yang aku alami, seorang remaja putri berusia 15 tahun dan tengah menduduki bangku SMK jurusan akuntansi ini. Hanya saja aku samarkan orangnya :v semoga kalian suka yaa readers dan maaf masih banyak kosa kata yang kurang tepat. Mohon kritik dan sarannya ya, kalian bisa kunjungi akun facebookku [Ruriicho]
Wassalamu’alaikum 🙂

Cerpen My Diary (27, 28, 29, 30) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Mujahid Jatuh Cinta

Oleh:
Ponselku berdering tanda panggilan masuk, Andi incoming call tertera dilayar LCD ponselku. Ternyata sepupuku yang satu itu rupanya! Ku angkat, “Assalmu’alaikum Ndi?” “Wa’alaikumussalam mbak! Piye kabare mbak Rahma?” suara

Tanding Futsal Kok Malah Jadi Pegal Pegal

Oleh:
AS, Begitulah nama sebuah jurusan yang tedapat di Fakultas Syariah di IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa tempatku menimbang ilmu sarjana strata satuku, namaku Zakaria, mereka sering memanggilku Jack. Sedikit

Salah Orang

Oleh:
Membayangkannya saja aku sudah tertawa. Begini, aku punya pengalaman yang tak terlupakan saat kecil. Waktu itu, hari Minggu. Jadi, aku libur sekolah. Bundaku mengajakku berbelanja ke supermarket terdekat. Kami

Karena Nya

Oleh:
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Aku kira, memang tak ada. Lebih dari sekali aku hanya digantungkan oleh angan-angan kosong. Jawaban tak pasti, senyuman penipu, hanya segelintir dari apa yang kurasa. Akhirnya, aku mulai

Jodoh Dari Bapak

Oleh:
“Hallo… Assalamu’alaikum, Nduk.” Terdengar suara dari handphoneku. Suara yang sangat aku kenal dari seorang lelaki paruh baya yang aku panggil Bapak. “Wa’alaikumsalam, nggih Pak, wonten dawuh punopo?” Jawabku. “Ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *