Penantian Cinta Yang Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 1 March 2016

Manusia itu tiada yang tidak pernah melakukan kesalahan dan kehilafan. Karena manusia itu memiliki nafsu yang kadang menjerumuskannya. Halwa. Itulah nama seorang gadis berjilbab. Ia mengenakan jilbab sejak ia SMP. Ia juga rajin salat. Namun ia juga pacaran dengan banyak lelaki karena ia belum menemukan seseorang yang cocok untuknya. Namun saat masuk SMA, ia tertarik dengan seorang kakak senior laki-laki. Dan ia melihat nama yang tertera di bajunya yaitu Hasanuddin. Ia juga lelaki yang taat ibadah. Sampai suatu hari mereka pun berpacaran dan juga tak terhindar dari maksiat. Arim merasa menyesal melakukan hal-hal yang belum pantas dilakukannya dan ia menyampaikannya kepada Hasan.

“Mas, Adek nyesal melakukan ini. Adek gak sanggup. Segera halalkan Adek Mas,” ujar Halwa.
“Maafkan Mas Dek, harusnya Mas menjaga Adek. Tunggulah 2 tahun lagi Dek. Insya Allah Mas tidak akan melakukan hal seperti itu lagi,” jawab Hasan.

Mereka pun tidak pernah melakukan hal yang macam-macam lagi meskipun mereka juga sering bertemu tapi mereka berusaha menahan nafsu mereka. Hasan pun bekerja keras untuk masa depannya. Susah payah ia hadapi oleh beratnya pekerjaan yang ia tanggung. 2 tahun kemudian Hasan menjadi seorang yang sukses. Ia sudah memiliki rumah dan harta benda lainnya. Ia pun teringat akan pujaan hatinya dan ingin melamarnya bersama semua keluarganya. Sampailah ia di depan rumah Halwa. Ia dipersilahkan masuk oleh orangtua Halwa. Halwa pun terkejut karena Hasan tiba-tiba datang.

Ayah Hasan membuka suara, “Maksud kedatangan kami ke sini karena kami ingin melamar Nak Halwa untuk Hasan. Apakah Bapak Ibu mengizinkan?”
Ayah dan ibu saling pandang dan sang Ayah berkata, “Saya terserah Halwa saja. Bagaimana hal?”
Halwa merona,ia tertunduk malu dan diam. Jantungnya dag-dig-dug. Ia pun berkata, “Aku terima Ayah.” Semua keluarga tersenyum bahagia. Dan pernikahan pun dilangsungkan secara islami dan tidak bermegah-megahan. Mereka berdua pun pindah ke rumah yang sudah disiapkan Hasan. Halwa sangat senang.

“Terimakasih Mas untuk semuanya,” ucap Halwa.
“Sama-sama sayang. Ana uhibbuki fillah.”
Mereka pun hidup bahagia.

Cerpen Karangan: Arimbi Ciie Bimbie
Facebook: Arimbi ciie Bimbie
Assalamualaikum sobat. Ini adalah karyaku. Aku masih pemula. Maaf kalau kurang memuaskan ya. Wassalamualaikum.

Cerpen Penantian Cinta Yang Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertama dan Terakhir

Oleh:
Angan ku terbang di atas awan. Melayang-layang tak tentu entah arah mana yang akan dituju. Seketika itu juga fikiranku terdiam pada satu titik kefanaan yang tak berwarna namun ada

Menunggumu Menghalalkanku

Oleh:
Di kegelapan malam aku duduk seorang diri di teras depan rumahku sambil melihat bintang yang menyinari malam yang gelap gulita. Entah angin mana yang membuatku ingat dengan perkataan ini

Islam Membuat Hidupku Berwarna

Oleh:
Pagi ini cahaya matahari hangat menyilaukan seberkas titik embun di atas dedaunan. Rumput basah menguapkan hawa segar di udara. Biru langit tampak sedemikian cerahnya hingga awan tak terlihat setipis

Antara Dua Pilihan

Oleh:
Dalam hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan yang pasti antara pilihan ada yang baik dan buruk. Baik buruknya suatu pilihan tergantung kepada kita yang menentukannya dan bagaimana kita menjalani

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *