Perbedaan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 14 April 2017

“Dion kamu kenapa sih dari tadi melamun? Tanya Bryan mengagetkanku”.
Sebelumnya kenalkan namaku Muhammad Dion Rafael dan temanku Bryan Arsenio. Aku bersahabat dengannya sudah sangat lama. Kami tinggal di satu atap yang sama karena itulah kami saling percaya. Aku dan Bryan bekerja di kantor yang sama dan aku tak tahu mengapa hari ini aku memikirkan orang yang sudah lama pergi dari hidupku. Lanjut yah…
“kamu lagi mikirin apa sih?” Tanyanya lagi saat aku terdiam sejenak
“aku memikirkan Cerlien, entah mengapa aku mengingatnya” Jawabku sembari memandangi langit
“Cerlien? Siapa dia?”

“Namanya Cerlien Pamela. Setahun yang lalu aku bertemu dengan seorang wanita. Aku hampir saja menabraknya di persimpangan jalan. Setelah kejadian itu kami saling mengenal satu sama lain. Dan tanpa aku sadari aku telah jatuh cinta padanya. Aku berusaha sekuat semampuku untuk mengutarakan perasaanku padanya dan Alhamdulillah Allah swt. Membantuku. Cerlien menerimaku sebagai pacarnya, aku sangat senang. Sejak itulah kuhabiskan hari hariku bersamanya. Aku sangat bahagia bisa mencintainya setulus hatiku. Senyum dan canda tawanya sangatlah berarti bagiku. Aku ingin membuatnya selalu bahagia bersamaku dan menjalani hari indah dengannya. Kami sangat bahagia menjalani masa remaja dengan seseorang yang kami cintai. Begitu banyak kisah cinta di dunia ini tapi menurutku tak ada kisah cinta yang lebih indah selain kisah cintaku dengan Cerlien. Aku dan Cerlien pernah berpikir bahwa kisah cinta kami adalah kisah cinta yang tak dapat dipisahkan sampai kapanpun tapi takdirlah yang memisahkan kami.

Empat bulan setelah kami berpacaran muncul beberapa perbedaan di antara kami termasuk perbedaan agama kami, yaah aku dan Cerlien beda agama. Aku beragama islam sedangkan Cerlien beragama Kristen/Nasrani. Selain karena perbedaan agama hubungan kami renggang karena kedua keluarga yang tidak setuju, itu juga karena perbedaan keyakinan. Awalnya kami tidak mempedulikan hal itu namun seiring berjalannya waktu aku mulai sadar dengan perkataan ibuku “Jika kau mencintai seseorang, jagalah dia tapi jangan sesekali kau melupakan Allah swt. Karena cintamu kepadanya”. Itulah kata ibuku yang masih kuingat sampai saat ini. Aku berpikir untuk mengakhiri hubungan ku dengan Cerlien tapi aku sangat mencintainya. Saat itu aku bimbang, aku tak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi aku sangat mencintai agama ku ini tapi di sisi lain Cerlien segalanya bagiku, aku sangat menyayanginya. Aku sangat bingung dengan semua kenyataan ini akupun berniat untuk shalat istiqarah dan berdoa agar aku di beri petunjuk oleh Allah swt. Setelah berpikir panjang aku pun menemukan jawabannnya.

Hari selasa sore, di taman yang sama saat aku mengungkapkan perasaanku pada Cerlien.
“Hai!!! Kamu udah lama nunggu yah?” Tanya Cerlien padaku
“enggak kok, aku juga baru datang” Jawabku padanya
“Cerlien ada yang mau aku omogin sama kamu? Lanjutku lagi
“ya udah ngomong aja” kata Cerlien
“a a a aku mau putus” gugupku dengan jelas
“apa? Putus? Kenapa Dion? Apa aku punya salah sama kamu? Katakan Dion?” Tanya Cerlien betubi-tubi dan terheran-heran pada ku
“kamu nggak salah”
“lalu kenapa kamu mau putus?” Tanyanya lagi
“apa kamu nggak sadar kita beda agama Cerlien!” ucapku
“aku tahu tapi apakah kamu tidak menyayangiku?”
“aku sangat menyayangimu Cerlien tapi kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini”
“kenapa tidak bisa Dion? Apakah kamu tidak mencintaiku?”
“aku mencintaimu tapi aku lebih mencintai Tuhanku, maafkan aku Cerlien!” Ucapan terakhirku pada Cerlien. Setelah itu aku pulang dengan perasaan yang sangat sedih telah meninggalkan Cerlien namun aku bangga dengan keputusanku. Sebelum melangkah ke luar meninggalkan taman, aku berbalik melihat Cerlien yang terakhir kalinya. Dia menangis bersandar di kursi taman. Aku tak tega untuk meninggalkannya tapi apa boleh buat inilah keputusanku. Hari itu adalah hari terakhirku untuk bertemu dan melihatnya untuk terakhir kalinya. Dan semejak itu aku menemuimu dan melanjutkan S3 ku bersamamu, hingga saat ini.” Jelasku panjang lebar

“Jadi itu penyebab kau putus dengannya?” Tanya Bryan, aku hanya mengangguk lemas
“Dan kita sudah bersahabat sejak kecil, kenapa kau baru memberitahuku soal ini?” Tanyanya lagi
“Sebenarnya aku ingin memberitahumu tapi tiba tiba saja aku berpikiran ingin putus dengannya, jadi …
“Sudahlah kawan, kau pasti bisa melupakannya” sambung Bryan menyemangatiku
“Iya, dia juga sudah pergi dari hidupku untuk apa mengingatnya lagi” balasku
“Aku punya seorang teman wanita, islam pula. Kalau kau mau aku bisa memperkenalkan kau dengannya, dia juga berjilbab!” katanya lagi bagaikan dia sudah punya pacar
“Terserah,” jawabku sembari meninggalkan Bryan yang sedang bersantai di teras rumah bersama dengan kopinya

Pagi yang membuat dadaku sesak, nafasku terengah-engah, dan hatiku yang semakin lama semakin sakit dikarenakan anjing yang nyasar harus membuatku lari sejauh 3 km. Bayangkan betapa jauhnya!
“Astagafirullahalazim…” karena semangatnya lari aku sampai tak sadar. Aku telah menabrak seorang wanita muslimah sehingga buku buku fikihnya berjatuhan
“Maaf maaf saya tidak sengaja” ucapku dengan mulut yang bergetar karena rasa takut yang tak dapat kutahan
“tidak anjing itu semakin dekat” gumamku dalam hati
“Tolong tolong, anjing itu…” kataku dengan berlari untuk bersembunyi di belakang seorang wanita yang berkerudung putih. Wanita itu pun mengusir anjing itu dengan lembutnya.
“Ya ampun kamu takut sama anjing” katanya menertawaiku
“Hehehe, bukannya aku takut dalam Islam kan kita tidak boleh menyentuh anjing” jawabku mencelah
“Kamu itu alasan banget ya?” katanya tersenyum kepadaku

Angin yang berhembus dengan kencangnya tiba tiba berhenti bersama seorang pengendara motor. Ternyata dia Bryan
“Dion ngapain kamu di sini?” tanyanya lalu memalingkan pandangan ke arah wanita di depanku
“Eh Kak Riani, kakak juga di sini!” lanjutnya
“Iya aku abis ketemu sama orang yang dikejar anjing, takut lagi sama anjingnya!” jawab wanita itu meledekku
“Siapa kak?” Tanya Bryan seperti menyindirku
“Bryan ayo kita pulang. Aku ingin mandi” bisikku pada Bryan sembari menaiki motor
“Aku pulang dulu ya Kak” pamit Bryan pada wanita itu

“Kamu tadi ngapain di situ?” Tanya Bryan saat kami masih perjalanan pulang
“Aku tadi dikejar anjing, saat aku lihat wanita itu, aku minta tolong sama dia” jwabku sedikit kesal
“Ooh, jadi kamu yang dikejar anjing?” katanya meledekku
“Iya, aku kan mau mandi tapi shamponya habis jadi aku beli di dekat kos-kosan kita. Nah, penjual itu lupa ngikat anjingnya, yaah aku dikejar. Bukannya nolongin aku penjual itu malah ngetawain aku” jelasku
“hahahahaha” tawa Bryan

Beberapa lama kemudian, kami pun sampai di kos-kosan.
“aku mandi dulu yah!” ucapku setelah turun dari motor
“Iya mandi yang cepat aku antar kamu ketemu sama teman aku” jawabnya
“hari ini?” kataku kaget
“Lebih Cepat Lebih Baik” balasnya

“Mana yah Fatimah?” ucap Bryan mencari-cari
“Apa? Namanya Fatimah?” jawabku
“Iya, orangnya cantik dan juga sopan” kata Bryan memujinya
“Namanya jadul banget, sejak kapan kamu kenal sama dia?” tanyaku malas
“Sejak aku ketemu sama kakaknya, 2 bulan yang lalu. tadi pagi yang nolongin kamu itu kakaknya” jelasnya
“Itu kakaknya? cantik yah!” jawabku
Bryan hanya mengangguk saja

“Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh” terdengar suara yang lembut, indah dan sepertinya sudah ku dengar sebelumnya
Aku segera berbalik untuk melihat seseorang itu
“Cerlien…” spontan aku kaget
“Dion…” katanya saat melihatku
“Dion namanya bukan Cerlien tapi Fatimah. Ternyata kalian sudah saling kenal, baiklah aku pergi dulu” kata Bryan meninggalakan kami

Selang waktu yang sangat lama di antara aku dan Cerlien saling menatap. Aku tidak percaya dengan semua ini, aku bertemu lagi dengannya setelah sekian lama berpisah. Sungguh aneh, sangat aneh. Aku tak mengerti apa arti dari semua ini. Ini seperti mimpi yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bagaikan aku bangkit dari tidur yang teramat panjang. Dia terlihat lebih indah dari pada dulu. Dia berhijab? dia menjadi seorang wanita muslimah? dia berubah? dia bukan lagi Cerlienku yang dulu. Aku sungguh tak percaya ini

“Cerlien apa ini kamu?” tanyaku
“Iya” jawabnya singkat
“Apa yang membuatmu berubah?” tanyaku lagi
“Dirimu dan Tuhanmu” jawabnya
“Maksudnya?”
“Duduk aja dulu” kata Cerlien dengan santainya sehingga membuatku lupa untuk duduk karena bingung harus berbuat apa
“Ceritanya panjang tapi kalau kamu mau aku certain aku bisa. Saat kita berpisah di taman itu aku terheran heran, apa yang membuatmu gigih untuk tetap meninggalkanku demi memperjuangkan agamamu. Aku penasaran dengan semua itu. Untuk itu kuputuskan untuk mengetahui lebih dalam tentang Islam. Jadi aku ke rumah kakakku, berhubung kakakku masuk Islam sudah lama. Hari hari kulalui dengan mendalami agamamu yang sekarang menjadi agamaku juga. Minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu, bahkan tahun pun berganti yang baru. Sehubungan dengan itu aku telah mengetahui tentang Islam sangat dalam. Hatiku mulai mencintai agama ini, mulai mencintai Allah bahkan saat ini sangat mencintai-Nya. Hari hari besar Islam kujalani dengan hati yang sangat senang telah menjadi bagian dari Islam. Sekarang aku tahu kenapa kamu tidak mau meninggalkan agamamu itu. Meninggalkanku saat itu adalah keputusan yang sangat tepat. Dion aku bangga padamu sebagai seseorang yang sangat mencintai agamamu ini.” Katannya hingga Cerlien menitihkan air matanya
“oh iya namaku bukan Cerlien lagi tapi Fatimah Indah Pamela, jadi sekarang kamu panggila aku Fatimah aja” Sambungnya lagi
“Cer… maksudnya Fatimah, apakah kakakmu juga mengubah namanya saat masuk Islam?” Tanyaku sedikit gugup
“iya, dulu namanya Pamela Indriani sekarang Indah Indriani”
“kenapa dulu kamu tidak pernah memberitahuku kalau kamu punya kakak?” Tanyaku lagi
“Dion aku tidak memberitahumu karena saat itu aku membenci kakakku karena dia masuk islam tanpa memberitahu ayah dan ibuku sehingga membuat ayahku sampai serangan jantung” Jawabnya yang membuat perbincanganku dengan Fatimah hari ini barakhir

Setelah sebulan berlalu semenjak kami dipertemukan lagi aku kembali merasakan rasa sayangku padanya. Aku pun memintanya untuk menemuiku di tempat yang sama saat kami bertemu lagi setelah berpisah dengan waktu yang cukup lama.
“hai!!!” kata Fatimah melambaikan tangan padaku saat sampai di tempat ini. Aku hanya tersenyum padanya
“Fatimah apa kau tidak merasa kita berpisah sudah sejak lama lalu dipertemukan kembali. Apakah itu bukan jodoh?” tanyaku saat ia duduk
“Dion, aku sangat merasakan itu. Ini jodah, kita dipisahkan untuk dapat menyadari kesalahan kita masing-masing dan untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi.” Jawabnya menyentuh hatiku
“Fatimah apa kau mau menerimaku jika suatu saat nanti aku menjadi imammu?” Tanyaku yang membuatnya tersenyum
“Aku ti ti tidak a a akan membiarkan orang lain menjadi makmummu” Balasnya yang sempat membuatku tegang
Kami tertawa bersama menikmati indahnya dunia yang pernah membuatku mati rasa. Hidup tanpa cinta bagaikan minum kopi tanpa gula, sungguh pahit rasanya.

Aku dan Cerlien, maksudnya Fatimah berjalan meninggalkan tempat yang menjadi saksi dipertemukannya aku dan dia setelah sekian lama berpisah.
“kau ingin punya anak berapa?” Tanyaku sambil merangkul pundaknya
“biarkan aku menjadi muhrimmu dulu” Jawabnya melepaskan rangkulanku kemudian berlari kecil meninggalkanku
“Dasar Nakal!” Lanjutnya lagi sambil tersenyum mengejekkku
Terima kasih ya Allah swt. Kau telah kembalikan dia kepadaku, Cinta dan Hidupku.

The End

Cerpen Karangan: Adhelina Dayana
Facebook: AdhelLee GhoBy
Nama: Adhelina Dayana
Ttl: 07, Januari 2003
Sekolah: SMPN 1 Sampaga
Facebook: AdhelLee GhoBy
Ig: Adhel_Goby
IdLine: adhel.goby
Pin: 54e4d416

Cerpen Perbedaan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Bisa Menolak Jodoh

Oleh:
“Assalamualikum Abi pulang,” ujar ayah Nadia sambil mengetuk pintu. “Umi, Abi sudah pulang,” ucap Nadia yang sedang asik mengerjakan tugas kuliah sambil beranjak dari duduk untuk membukakan pintu. “Iya

Kita Yang Berbeda

Oleh:
Alula Shahin Lashira adalah seorang gadis dengan wajah kearab-araban dengan senyuman imut yang memperlihatkan gigi kelincinya. kerudung yang selalu membalut kepalanya sejak kecil tak pernah lepas dari kepalanya. Lula

Cinta Tapi Gak Mau Pacaran

Oleh:
Pagi itu kelas 11 IPA 4 sedang pelajaran olahraga. Semua perempuan pergi ke wc untuk ganti baju. Sedangkan laki-laki ganti bajunya di kelas. Setelah ganti baju, semuanya pun ke

Ikhwan Dalam Mimpi (Part 2)

Oleh:
Tiba tiba saja ada yang menepuk pundakku. “ratihh.. ternyata kamu di sini, aku nyariin tau ga!” dengan nafas yang terengah-engah. Aku pun melihat ke belakang dan ternyata itu adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *