Pertemuan Terindah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 11 December 2015

Malam yang cerah dihiasi bintang-bintang dengan suasana yang hening yang bertaburan kesunyian, aku masih terpaku dengan anganku saat ini. Pikiranku melayang-layang tanpa ada tujuan yang seharusnya aku gapai. Ada perasaan bahagia di benakku, saat aku mengilusi kejadian masa lalu, yang pernah ku alami. Ada rasa haru yang terukir di sana. Kejadian yang, pernah ku alami seakan aku ingin mengembalikkan masa itu lagi. Aku masih teringat dengan kejadian beberapa minggu yang lalu yang telah membuat aku semangat, menjadikanku semakin dewasa dan telah menorehkan warna-warna dalam hidupku yang putih saat itu.

Seorang wanita berkunjung ke rumahku. Dengan kerudung putihnya dan aurat yang telah terhijab seakan menggambarkan kepribadiannya yang suci. Bergetar hatiku saat dia mengeluarkan kata, “assalamualaikum?” dengan sedikit senyum manisnya, matanya memandang ke arahku, tanpa terkedip dan bingung aku pun menjawabnya, “wa..waalaikum salam.”
“Putri ada kak?” tanyanya kepadaku.
“Putri? ada, maaf! kamu siapa ya, boleh kita kenalan?”
“oh! saya Anisa, temannya Putri, adek Kakak.”
“oh..” dengan menyodorkan tangan, aku pun memperkenalkan diriku.

“aku Aziz!” menunggu reaksi dari tangannya. Tapi yang ku dapatkan dia tidak tertarik dengan sodoran tanganku, Anisa lebih memilih meletakkan tangannya di atas dadanya, sembari berkata, “maaf ya kak? bukannya aku gak mau salaman, tapi, agama tidak membolehkan, karena bukan mahrom.”
Aku hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala dan.. “oh, gitu ya. ya udah kalau gitu, saya panggil Putri dulu ya, kamu bisa nunggu di dalam.”
“iya kak, terima kasih, saya nunggu di sini saja.” dari dalam terlihat Putri dari dalam sudah bersiap-siap, seakan mereka sudah ada janjian sebelumnya.
“kak? kami pergi dulu ya! assalamualaikum.”
“waalikumsalam.” Aku pun hanya bisa melihat salah satu dari mereka dari depan rumah.
“Anisa! ya Tuhan, cantik sekali dia.” gumamku lirih.

Dengan tatapan matanya yang indah, raut wajahnya yang cantik, aku pun terus membayangkan dan teringat tingkah lakunya yang baru pertama kali bertemu wanita sehebat dirinya, yang mungkin belum pernah terjamah oleh tangan laki-laki, selain mahrom. Aku seperti mendapat pelajaran darinya, seakan ada yang membisikkan ke telingaku, “jangan pernah lagi sentuh tangan perempuan.” bisikan itu membuatku takut, takut akan tingkah lakuku yang sebelumnya yang kalau berkenalan dengan wanita selalu bersalaman. Ini adalah pengalaman baruku yang aku dapatkan dari teman Adikku. Di atas sadarku aku terbangunkan oleh seruan Adikku.

“assalamualaikum! kak? kak? Kak Aziz!?”
“eh iya! walaikumsalam”
“Kakak kenapa sih? kok bengong?”
“enggak! nggak ada apa-apa kok”
“ah! Kakak pasti bohong, pasti ada sesuatu yang disembunyiin nih. Ayo dong kak cerita, masak sama adek sendiri pake rahasia-rahasiaan”
“yee kamu bawel ya”
“hmm Putri tahu sekarang, pasti Kakak lagi mikirin seseorang, ya udah deh kak, Kakak udah ketahuan tuh?” ngeledek sambil memuncungkan bibirnya ke arahku.

“eh kak, tahu nggak? tadi Anisa titip salam loh sama Kakak”
“ah, yang bener!”
“suwer deh”
“terus dia bilang apa lagi?” tanyaku penuh harap.
“dia cuman bilang, senang aja kenal sama Kakak”
“oh..” aku sambil mengangguk mantap.

“eh put? mau nggak tolongin Kakak”
“ya maulah kak, emang apa sih?”
“Kakak juga titip salam ya sama temanmu tadi siapa? Anisa! ya! Anisa, salam balik, gitu..”
“hahaha..” tawa kami secara serempak.

Cerpen Karangan: Adrian
Email: kangadrian92@gmail.com
Facebook: Kangadrian

Cerpen Pertemuan Terindah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terlalu Jauh

Oleh:
Perkenalkan namaku aref, lebih lengkapnya aref innabilla, siswa kelas XI di SMA 13 yogyakarta. aku lahir di keluarga yang alhamdulillah berkecukupan, tau agama, dan tentram aman damai sejahtera (hehe).

Senandung Muharram

Oleh:
Besok adalah deadline terakhir pengumpulan cerpen lomba dalam rangka merayakan tahun baru Islam. Namun, belum ada sedikitpun ide untuk menulis, sampai kertas halaman dokumen di laptopku masih putih bersih

Not Just A Dream

Oleh:
Setelah makan malam Luna dan keluarganya duduk di ruang tengah. “Luna, ada yang mau Aah bicarakan,” kata Pak Anwar. “Ada apa Yah?” “Kamu kan udah kelas 3 SMA sebentar

Hujan Penantian

Oleh:
Rintik gerimis masih terdengar dari balik tembok ini. Angin pun berhembus perlahan membelai kerudung panjangku yang kuulurkan hingga menutupi dada. Kicau burung pun masih bernyanyi mengikuti alunan melodi rintikan

Raka dan Shinta

Oleh:
Semua berawal ketika aku mengagumimu, Raka. Aku mencintaimu dengan tulus di lubuk hatiku yang paling dalam karena Allah. Kau sangat menawan, dan mengikat hatiku ini, Raka. Pagi itu aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *