Pilihan Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 20 February 2018

Terkadang dalam hidup kita perlu untuk memilih. Bukan karena apa, karena dengan pilihan kita bisa membuat hidup ini menjadi lebih bermakna. Termasuk juga dengan pilihan hati. Karena hati punya segudang alasan untuk memilih. Memang benar, terkadang dalam pilihan kita membuat kesalahan. Tapi itu bukan berarti kita tidak berhak untuk memperbaikinya. Saya sering membuat kesalahan dalam pilihan hidup saya. Tapi saya tidak pernah stuck disitu. Saya selalu berusaha meski berakhir dengan kegagalan. Karena saya tau mungkin ini kehendak Allah.

Guru saya pernah berkata “Dalam urusn dunia manusia yang merencanakan, tapi semuanya Tuhan yang menentukan”. Dari situ saya sadar bahwa tidak semua yang kita inginkan dapat kita peroleh. Termasuk juga pilihan hati saya yang satu ini.

Saya bernama Irma. Saya menyukai anak yang bernama Rizal. Memang benar kami saling menyayangi satu sama lain. Tapi, entah sampai kapan hubungan kami digantungkan oleh waktu.

2 Tahun yang lalu
Waktu itu saya masih duduk di bangku kelas X. Dia berumur 2 tahun lebih dewasa daripada saya. Disitu adalah awal dari hubungan kami. Awalnya saya memang tidak menyukainya. Namun, setelah saya tau sifatnya yang sangat religius, jadi saya jatuh hati padanya. Entah darimana rasa ini berasal hingga saya menyukainya dalam diam. Meski dia sudah berpaling dari saya. Saya masih tetap menunggu. Padahal saya benci penantian. Apalagi yang tidak pasti. Tapi ini semua adalah rencana Allah.

Awal dari perkenalan kami adalah dari akun fb. Setelah itu, beranjak dengan bertemu secara real, face to face. Setelah beberapa bulan kemudian, makin kesini makin kesini hubungan kami bertambah baik. Namun entah darimana asal keretakan hubungan kami. Yang pasti saat itu dia mengajak saya jadian alias berpacaran. Sebenarnya saya ingin menjawab “iya” namun, saya teringat janji saya kepada Allah. Bahwa saya tidak akan berpacaran dulu sebelum lulus smk. Dari penolakan tersebut, kerenggangan hubungan kami berawal. Saya sedikit demi sedikit menjauh darinya. Karena lantaran saya takut memberi harapan padanya.

1 tahun kemudian…
Kudapati kabar bahwa dia sudah memiliki seorang kekasih. Sungguh pada saat itu kondisi saya sangat tidak baik, saya terpukul. Namun apa boleh buat jika ini memang yang sebenarnya. Saya berusaha sabar dan menerima kenyataan. Namun, sepertinya takdir tak berpihak padanya. Setelah beberapa minggu kedepan, saya dengar dari teman kabar-kabar burung bahwa dia telah berpisah dari kekasihnya. Entah apa alasannya tapi yang pasti disitu saya kembali lega dan merasa senang.

Beberapa bulan kemudian…
Kudapati kabar kembali bahwa dia telah menjalin dengan seorang gadis. Saya kira dia balikan dengan mantannya. Namun perkiraan saya salah. Dia bersama dengan gadis lain. Jujur saya kembali gelisah. Namun apa boleh buat jika memang pada awalnya itu adalah keputusan saya dan yang terbaik.

Saya berusaha tegar kembali, dan selalu percaya bahwa apa yang terjadi itu hanyalah keputusan Allah. Mungkin ceritanya tidak jauh berbeda dengan yang pertama. Dia kembali memutuskan hubungan dengan kekasihnya itu. Yang kudengar kali ini alasannya karena ceweknya itu ingin balikan dengan mantannya sebelum mas Rizal. Jujur aku sangat kecewa mendengar alasan seperti itu. Karena menurutku itu tak adil. Bagaimana dia bisa menyakiti orang sesabar mas Rizal pikirku.

Keesokan harinya..
Di sekolah disaat saya sedang bencengkrama dengan teman-teman. Teman saya yang bernama Niar berkata, kira-kira seperti ini:

“Hey ir, kemaren aku BBM-an loh sama Rizal”
“Ohh… kenapa kok bilang sama aku?”
“Enggak apa-apa. Dia bilang katanya dia kangen sama kamu.”
“Hmm.. Oya masa? bukannya dia punya kekasih yaa…”

“Kata dia sudah putus kok.”
“Ohh.. Gitu.”
“Gimana apa kamu juga kangen kannn..?” Dengan nada sedikit meledek
“Em.. mm.. apaan sih.. iya ndak lah, dia kan sudah menjadi milik orang lain.” jawabku sedikit malu.

Lalu aku pergi menginggalkan temanku ke kelas, karena bell istirahat telah berakhir.

Saya sadar bahwa memang ini jalan yang Allah kasih buat aku. Perjalanan cintaku tak berakhir sampai disitu. Dia kembali. Iya benar mas Rizal kembali menghubungiku setelah sekian lama. Apa kalian bertanya aku senang? Iya benar sekali. Aku sangat-sangat-sangat merasa senang. Im so happy, you know…

Tapi aku berusaha mengendalikan kebahagiaanku karena aku takut. Aku takut, ini hanya sesat untukku. Setelah beberapa lama kami saling berkomunikasi satu sama lain. Aku mengerti bahwa ini adalah jawaban. Jawaban dari semua pertanyaanku ke Allah. Aku yakin. Tentang apa yang akan menjadi milik kita, tidak akan ditakdirkan oleh orang lain. Memang benar aku saat ini masih belum berpacaran dengannya. Tapi aku yakin tidak sekarang, tapi suatu saat nanti.

Aku selalu berpegang teguh pada keyakinan terhadap takdir yang Allah kasih buat saya. Aku bukan tengah menanti takdir saja, tapi aku juga berusaha dan berdoa. Aku percaya akan jodoh, rezeki, kematian akan datang. Untuk urusan jodoh kupercayakan pada ayat al-qur’an an-nur 24-26 dan ar-rum 21.

Cerpen Karangan: Irma Amaliya
Facebook: Irma Amaliya
Nama saya Irma Amaliya, berasal dari sekolah SMK KEPANJEN, umur 17 tahun

Cerpen Pilihan Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Belum waktunya

Oleh:
Assalamu’alaikum wr.wb Dias, sepertinya hubungan kita selama ini sudah terlalu jauh. Aku merasa terlalu banyak mudharat yang terjadi di antara kita. Mungkin lebih baik kita mengakhiri saja semua ini.

Ikhlas Yang Ternodai

Oleh:
Di sudut ruangan kantor yang kini kosong, aku terisak memeluk lutut dan membenamkan wajah di sana sampai semua air yang mengalir perlahan tumpah membasahi bagian rok yang menutupi lutut.

Kacamata Bergaris Hitam (Part 3)

Oleh:
Tak sanggup aku menghentikan bayang-bayang Irman dan Irfan, siapa mereka? Ku putuskan untuk memberitahu Sinta, sahabatku. Siapa tahu ia mempunyai solusi untuk memecahkan masalahku ini. Ku jelaskan semuanya dari

Dilema Cinta dan Agama

Oleh:
Sedih bercampur pilu, sendiri menanti di dingin malam, melihat bintang-bintang dengan penuh harap. Rindu yang telah lama terbendung namun hingga kini belum juga terobati. “Bagaimana ini? apa aku harus

Ketika Semua Hadir

Oleh:
“Zahra…!!!” Teriak teman dekatku Radha, dia memang sering usil dan cerewet. Namun dia adalah teman dekatku. “Ada apa sih?? Teriak-teriak kaya di hutan saja deh Ra.” Sahutku dingin tanpa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *