Salahkah Dengan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 23 April 2016

Kasih …

Aku mengenalmu tanpa sengaja. Menjalani kebersamaan, hingga Allah menanamkan benih cinta yang belum tepat waktunya, untuk menguji keimanan kita. Hingga kita terlena akan hakikat cinta tersebut. Memaknai cinta suci dengan dasar salah. Aku terlanjur berangan bahagia. Kita tak terpisahkan, kau adalah milikku. Tak rela ku berpisah denganmu. Yang ku bayangkan hanya hari dimana penuh kebersamaan kita. Tiada perasaan takut, karena kau selalu hadir untukku, menemaniku, membimbingku, mengajari, dan mengingatkanku. Kau begitu sempurna di mataku. Kau bagai pemimpin yang menunjukkan kebenaran arah untukku. Tapi bagaimana bila murid kehilangan pemimpinnya? Subahanallah. Padahal kita belum halal untuk bersama dan memadu kasih. Hingga malam itu kau menyadari semuanya. Kau menyadari kekharoman kebersamaan kita. Kau menyadari kekeliruan dalam cinta yang tak harus begini ceritanya.

“Sesuatu yang tidak diridhai Allah tidak akan berakhir bahagia.”
“Bersabarlah Dek.” suara Fa tenang, namun matanya berkaca-kaca. Seolah bertolak dengan hatinya. “Ikhlaslah. Anggap ini suatu ibadah karena kita meninggalkan suatu keburukan. Lepas ini kita saling memperbaiki diri, agar Allah berkenan mengampuni dosa kita.”

“Kak…”
“Kita berpisah karena Allah. Bukan kebohongan atau pengkhianatan. Percayalah, kelak kita akan tersenyum manis dan bertemu kembali bila kita berjodoh.”
Aku terisak.
“Sudahlah. Apa yang kamu tangisi. Perpisahan sekarang mungkin lebih baik, karena kita belum terlalu jauh mencintai.”
“Percayalah, kisah kita adalah kisah terindah dalam hidupku. Kita berpisah karena Allah. Karena takut akan murkaNya yang tak meridhai hubungan sebelum halal. Kau mengerti dek.”

Aku menggeleng. “Aku tak mau kehilanganmu Kak. Aku tak mau pisah denganmu. Bagaimana denganku yang selalu melewati semuanya denganmu.”
Fa tersenyum getir, “Hee … kita tidak berpisah. Kita cuma ganti status. Bagaimana jika kau menjadi adikku?”
“Adik?”
“Ya, adik.”
“Adik.”
Aku berlari menghindari kenyataan.

Ya Allah … Aku tak bisa membayangkan betapa kosong hariku kini, betapa rapuh yang ku rasa, betapa luka meraja, menguasaiku, memaksaku lemah, hingga melahirkan tangis kecewa. Aku menangis. Menyesalkan aku yang terlalu mencintaimu. Menyesal karena tak pernah bisa berpaling darimu. Menyesalkan akan indah kasih kita. Menyesal betapa bahagia aku bersamamu. Terlalu singkat kebersamaan kita. Aku tak akan siap. Sungguh! Aku terjatuh. Tangisku tak mau berhenti mengalir. Ya Rabb … Aku terbaring menunggu guliran waktu menghapus rasa cinta yang jelas menyiksa. Menunggu waktu menjawab ujung tangisku. Menjelaskan akan rumitnya skenario cinta yang menyelimutiku. Asaku bergelut dengan kenyataan. Antara menunggu dan melepaskan. Antara sabar dan keikhlasan. Antara terdiam dan melupakan. Entah sampai kapan lara ini bersemayam. Untuk saat ini, aku terjebak khayal untuk selalu bersama denganmu. Salahkah cinta ku ini? Astagfirullah…

Cerpen Karangan: Dewi Sumidah
Facebook: Dewi Sumidah
Penulis Dewi Sumidah, Trenggalek
Email: dewisumidah[-at-]gmail.com

Cerpen Salahkah Dengan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menurut Ramalan Itu

Oleh:
Seperti malam-malam sebelumnya, hujan dan gerah silih berganti berdatangan dan berlalu. Aku, masih dengan harapan tanpa batas. Terlebih lagi jika sedang menerawangkan sketsa mimpi dalam kamar, tentang masa depan

Gadis Berkerudung Biru

Oleh:
Tak berhenti hatiku terus mengagumi kecantikan gadis yang ada di sampingku sekarang. matanya bening penuh dengan ketulusan, tatapannya fokus penuh dengan keikhlasan, wajahnya yang putih mulus membuatku ingin bersujud

Believe In You

Oleh:
“Apa kamu sudah siap?” Lhinda menoleh ke asal suara lembut itu. Kedua matanya menangkap wanita paruh baya yang wajahnya sudah dipoles alat kosmetik. Kebaya hijau berpayet menyelimuti tubuh wanita

Andai Dulu Rey

Oleh:
“Kamu deket sama dia yah?” “Nggak, kenal aja…” “Tapi kalian smsan kan?” “Iya…” “Sering?” “Gak juga…” “Bohong, mereka smsan tiap waktu kok…” “Waduh bahaya nih, saingan kamu tuh…” Seorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Salahkah Dengan Cinta”

  1. Lut Thaifa Raihan says:

    Menyentuh 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *