Sayonara Memory

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 21 July 2018

Langit cerah tertutup awan. Sinar orange terpantul matahari senja yang kini hanya terlihat di ufuk barat. Aku bersyukur pada kuasa rabb yang begitu besar. Apa yang kunantikan hari ini menjadi kenyataan. Pagi itu aku bepapasan dengan gadis itu. Gadis yang selalu memenuhi relung hatiku. Jantungku berdebar debar namun tetap kutahan. Kusembunyikan gugupku. Kututupi dengan sebuah senyuman yang kulancarkan padanya. Ia hanya tertunduk malu. Namun menyimpan rasa yang begitu dalam.

Kami belum pernah bicara bertatap muka secara langsung selama berada di pesantren. kami berhubungan hanya lewat selembar surat loos leaf yang kukirim lewat teman temannya. Peraturanlah yang memisahkan jarak kami. Aku tak berat hati, justru aku merasa senang hidup seperti ini.

Sekarang adalah waktu kaelulah. Waktu istirahatnya para santri dari mengaji. Waktu berpapasan dengannya tadi, ia sempat memberikanku sepucuk surat loos leaf padaku dan sampai saat ini aku belum membacanya sepatah katapun. Kau tahu, ia adalah sahabat sekaligus rivalku dalam mengaji. Kami selalu bersaing untuk jadi yang terbaik. Aku tahu, aku bukanlah orang pintar ataupun jenius. Aku hanyalah orang biasa biasa yang tiba tiba berevolusi hanya karena seorang gadis berjilbab panjang berwarna ungu motif bunga angrek itu.

Aku memiliki impian begitu pun ia punya impian. Aku punya jalan dan ia pun punya jalannya tersendiri untuk mencapai impian itu. Soo, namanya aam amaliyah. Kubuka surat itu perlahan dan membacanya.

assalamualaikum…
Man gimana kabarnya? Semoga kamu sehat selalu. Aku sangat senang saat sahabat rivalku terus menghapal kajiannya, hapalannya dan tetap bersemangat penuh optimis. Menjunjung tinggi cita citanya. Semoga kau bisa meraihnya, man.
Saat ini aku tengah dilema, man. Setelah keluar dari sma ini ibuku menyuruhku untuk pindah ke kediri. Pindah pesantren, juga ibuku menyarankanku kuliah di sana. Aku bingung untuk menolaknya selain itu, aku juga tengah berjanji padamu kalau kita akan menyelesaikan bait alfiyah yang ke 500 itu. Apa kau lupa? maaf bila aku tidak bisa menepati janjiku, mungkin ini adalah kata terakhirku yang sempat kuutarakan padamu.

Selamat tinggal man, sayonara

AAM AMALIYAH

Aku menutup surat itu kembali dan sejenak kupejamkan mataku. Kutarik napasku dalam dalam dan mengeluarkannya kembali. Sungguh berat tapi aku harus merelakannya pergi. Kenanganku bersamanya takkan pernah kulupakan. Aku hanya bisa merenung dan katakan “sayonara memory…”
Tertulis dalam akhir surat balasanku padanya…

Tamat

Cerpen Karangan: Firman Badruzaman
Blog / Facebook: Firman Ats Tsaury
Hai, sahabat cerpen di seluruh pelosok indonesia. Ini pertama kalinya aku membuat cerpen lho, jadi mohon bimbingan kritik dan suaranya. bila masih terdapat kesalahan pada kata, maupun paraghrap yang saya buat. Karena aku hanyalah seorang manusia biasa…

Cerpen Sayonara Memory merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buku Jembatan Cintaku

Oleh:
Aku telah lulus dari sebuah SMA ternama, orang-orang biasa memanggilku melody (Melody Kistari). Dan saat ini aku sedang ingin melanjutkan sekolah ku di sebuah perguruan tinggi negeri. Aku berhijab

Peri Cintaku

Oleh:
Akhirnya sampai juga, batinku. Dalam perjalanan tadi sungguh menyebalkan. Seperti biasa, di tengah senja jalanan ibu kota pasti ramai dipadati pengunjung. Pengunjungnya bukan sembarang pengunjung, tapi pengunjung yang antri

Rindu Sahabat Lama Ku

Oleh:
Iseng-iseng bongkar lemari buku, aku menemukan sebuah kotak berwarna merah dan bermotif bunga-bunga kecil di sudut kanan rak buku paling bawah. “Masih cantik nih kotak” gumamku, sambil tersenyum. Hasratku

Worst Class

Oleh:
Terkadang kau pasti pernah merasakan rasa banggan dan sedih secara bersamaan. Kapan? Hari itu di saat kau dinyatakan sebagai alumni, sebagai wisudawan. Sudah pasti kau bangga, siapa yang tidak

Kamu Dia dan Cerita Kita

Oleh:
Aku tersenyum memeluk kaktus, semakin erat aku peluk, ia semakin keras melukaiku. Apa aku salah? Padahal dulu kaktus itu hanya sebuah bunga matahari, semakin aku peluk, semakin membuatku bahagia.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sayonara Memory”

  1. agung says:

    waa bagus kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *