Sebatas Kagum

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 29 January 2018

Inilah yang aku takuti selama ini. Yah, JATUH CINTA. Menyakitkan! Itulah kata yang aku utarakan untuk saat ini. Sakit sekali jikalau aku bakalan tahu akan seperti ini. Apalah perasaan ini membuatku hampir menjadi gila jikalau aku mengingat peristiwa, peristiwa singkatku bersamamu.

Setiap kali aku pergi melaksanakan sholat berjamaah di mesjid, tak disangka bakalan bertemu dengan seseorang hamba Allah SWT yang begitu taat dalam beribadah. Bung! siapa yamg tidak bakalan tertarik dengan seseorang yang begitu sempurna diciptakan oleh Allah SWT, seseorang yang bikin aku terkagum dengan ketaatannya, kekhusukannya dalam beribadah. You’ve stolen ma heart, dude!

Dia adalah orang yang saat ini aku kagumi, seorang lelaki yang dilihat dari umurnya sekitar 27 tahun (I just guessed). Dia begitu rajin, taat dan khusuk sholat berjamaah. Postur tubuhnya, hmmm.. dia itu tinggi, bidang badannya sesuai dengan tingginya (sedang), mempunyai kulit putih dan wajah berseri bersih (itu penilaianku saja). Tak disangka bakalan tertarik dengan sosok seperti itu sosok yang menyerupai dengan laki-laki jauh di sana. Setiap shubuh dia datang sholat berjamaah di mesjid, eheem… memang a future husband for all women in the world. Kenapa tidak, pagi aja bisa bangun dan sholat berjamaah apalagi membangun rumah tangga, yak elah, Insyaallah barakallah (hahaha).

Eitzzz! Tunggu! Jangan artikan bahwa aku benar-benar berharap mendapatkan dia sebagai my future husband. SALAH! Aku hanya kagum dengan ketaatannya dalam sholat. Dia itu hampir menyerupai dengan sosok yang jauh di sana yang saat ini lagi menunggu, sama halnya denganku yang masih menunggunya di sini. Kami sama-sama menunggu satu sama lain, yang mana lagi mencoba belajar untuk menguji kesetiaan, siapakah yang bakalan setia di antara kami berdua. Memang benar kami tidak mengikat sebuah hubungan yang spesial, semua itu karena kami takut untuk berbuat dosa makanya kami menjadikan hubungan kami dengan hal yang biasa, layaknya sebagai sahabat. Insyaallah jikalau Allah SWT meridhoi kami, insyaaallah menjadi sahabat masa depan hingga akhir hayat menjemput. Amin Allahumma Amin.

Ujian! Ujian cinta bagiku. Sosok yang menyerupai pria jauhku, datang di sini memunculkan diri di hadapanku. Allahu akhbar. Makhluk manalagi yang Engkau ciptakan dengan sempurnanya, Ya Robbi. Kuatkan Imanku, jangan sampai aku tergoda dengan bujuk rayunya syaitan. Seperti itulah doa yang selalu aku panjatkan ketika aku bertemu dengan dirinya. Aku takut kalau aku bakalan jatuh cinta, apalagi dengan sosok yang begitu taat dan khusuk dalam beribadah sholat berjamaah, Allahu Akhbar, memang Engkau Maha Sempurna Ya Allah. Tak akan pernah diragukan lagi nikmat syurgaMu.

Pertemuan awalku bersama dirinya pria baru itu, berawal dari sebuah mesjid yang tidak cukup jauh dari rumahku. SHOLAT BERJAMAAH! Yah, dari sanalah awal perjumpaan. Aku yang pertama kali melihat dirinya. Tak disangka hatiku cukup tergoyah ketika melihatnya datang ke mesjid dengan mengendrai sebuah motor Fuu. Dia pergi ke mesjd selalu bersama dengan anak kecil yang dilihat dari umurnya sekitar 10 tahun atau lebih lah. Mereka selalu pergi berdua dan memakai baju gamis khusus pria dengan colok warna yang sama. Aku menduga itu adalah anaknya. Tak tahu kenapa ketika aku melihat dirinya atau bertemu dengannya, pasti aku akan tersenyum simpul melihatnya. Tak tahu darimana, tapi yang terpenting aku cukup bahagia melihat mereka. Setiap kali aku melihatnya, sosok yang jauh di sana selalu teringat olehku. Jujur! aku sangat merindukan dirinya yang sudah hampir 8 bulan kami tidak bertatap muka, bercanda tawa, dan bercerita bersama. Benar! Semenjak aku lulus dari jenjang perkuliahanku, aku melanjutkan perjalanan karirku dalam dunia pekerjaan. Alhamdulliah, I got it. Tapi seiringnya dengan rezeki pekerjaan ini, sehingga membuatku terpisah cukup jauh darinya. Aku pergi ke suatu kota yang jauh dari kampung halamanku. Ditambah lagi dengan lokasi kerjaku yang jauh di luar kota membuatku dan dirinya untuk berpisah sementara waktu. Sedangkan sosok pria jauh ku itu lagi menyelesaikan studinya di jenjang perkuliahan yang Insyaallah akan segera menyusul, WISUDANYA! Amin Allahumma Amin.

Eh, balik lagi dengan cerita pria yang di sini. Sudah 1 bulan aku selalu melihat dan memperhatikan dirinya. Aku gak tau bagaimana dengannya. Apakah dia juga merasakan hal yang sama. Entahlah, hanya Allah SWT dan dia yang tahu perasaanya. Jujur! Hingga saat ini aku masih berpikiran bahwa remaja laki-laki yang sering dibawanya ke mesjid itu adalah anakknya. Tapi jawaban itu salah!
Itu adalah adikknya. Ternyata dia dalah sosok kakak yang baik bagi adiknnya (hahaha). Dia selalu membangunkan adiknya sholat berjamaah ke mesjid di kala shubuh. Hahhaa agak sotoy sih, tapi buktinya ada tuh, setiap pagi Alhamdulillah bertemu dengan mereka berdua (wkwkw). Memang lucu sih kalau aku melihat mereka berdua. Entah kenapa aku begitu senang saja melihat mereka dan selalu juga terkenang dengan sosok priaku yang jauh di sana. Doa selalu kukirimkan semoga dia selalu berada dilindungan oleh ALLAH SWT.

Seperti itulah pertemuan yang kulalui bersama mereka, hanya di mesjid. Tidak ada yang lain. Hampir setiap hari di waktu sholat, Insyaallah kita bertemu. Yah, walaupun hanya melihat sekilas, atau melihat motornya saja sudah cukup. Aku tak ingin juga terlalu berharap banyak apalagi mencintai seeorang lagi dalam diam. Sungguh itu sangat menyakitkan sekali. Sakit! Kata itulah yang bakalan keluar dari dalam sanubariku. Sekarang, hanya Allah SWT dan dirikulah yang mangetahui hatiku. Apakah itu aku suka kepadanya atau tidak? Atau apakah aku telah melupakan sosok yang jauh di sana?
Pertanyaan itu yang selalu terkenang olehku di saat aku bertemu dengan dirinya. Aku sungguh merasa berdosa karena tidak bisa menjaga perasaan itu kepadanya. Jujur aku sangat malu kepada Allah SWT, aku sadar orangnya tidak konsisten. Aku mudah suka kepada orang, apalagi orang yang sangat memenuhi kriteriaku. Subhanalllah, aku tak akan bisa menghindarinya. Yah, walaupun perasaan itu hanya Allah SWT dan aku yang mengetahuinya. Aku mencintai mereka semua dalam diam.

Mudah jatuh cinta dan mudah juga untuk melupakanya. Namun tidak dengan sosok yang jauh di sana. Alhamdulillah aku masih menyimpan perasaan ini terhadapnya. Sudah hampir 3 tahun aku menyimpan perasaan ini. Aku tak tahu sampai kapan aku akan bertahan untuk mempertahankan perasaan ini. Apakah aku harus menutup pintu hatiku kepada orang lain? Atau aku harus belajar untuk mencari atau menerima yang pasti? Entahlah, mungkin waktu yang akan menjawab ini semua.

Sosok yang jauh masih terasa dekat bagiku. Walaupun kita tidak pernah kontak satu sama lain, Insyaallah doa kita saling terkirim satu sama lain. Dan sekarang ditambah lagi dengan sosok baru yang mulai mengisi ruang hati yang selama ini masih tersimpan untuk sosok yang jauh di sana. Aku suka dia, sosok baru itu. Suka dengan ketaatannya seperti yang telah aku ceritakan awal tadi. Namun sampai saat ini aku bingung dengan diriku sendiri, sebenarnya apa yang paling aku sukai darinya? Apakah benar-benar ketaatannya, atau yang lainnya. Aduhh, bingung! Kenapa aku bisa menyukai seseorang lagi. Apakah memendam perasaan kepada sosok yang jauh di sana belum cukup? Atau belum tersisksa? Nah, sekarang mau ditambah lagi dengan sosok baru. Ya Allah Ampuni hambaMu ini yan mudah suka seseorang. Namun, dari semua itu walupun aku memang mudah jatuh cinta kepada seseorang, bukan berarti aku orangnya mudah mengutarakan perasaan. Tidak? Never? Aku tidak pernah mengungkapkan perasaanku kepada siapapun. Apalagi kepada orang yang aku kagumi selama ini. Entah sampai kapan aku aku akan menyimpannya. Apalagi sekarang usia ku bukanlah usia muda lagi, apalagi untuk mencari pasangan untuk bermain-main tidak akan mungkin lagi. Ingin satu orang saja, sekali bertemu dan langsung jadi. Itulah yang aku harapkan. Insyaallah kalau Allah SWT meridhoi aku dengan orang yang aku sayangi.

Masih dengan cerita dan kegiatan yang sama. Di mesjid itulah pertemuan sering terjadi. Sosok baru dan aku. Pasti! Walaupun hanya sekilas, tapi pasti ada kesempatan untuk bertemu. Sama seperti hal yang biasanya, jikalau aku bertemu dengan sosok baru pasti sosok yang jauh di sana akan terngiang di pikiranku you really make me going insane, dude.

Akhir-akhir ini entah kenapa aku berusaha menghindari dirinya, menghindari sosok baru. Aku sendiri gak tau kenapa aku melakukan hal tersebut. Yah! Kenyataannya memang benar aku lagi belajar untuk melupakan dan menjauh darinya. Tapi apa? Dia selalu muncul, malahan kami sering sekali berpapasan satu sama lain, bahkan aku juga gak tau apakah itu disengaja atau tidak hampir setiap pertemuan dia selalu muncul dihadapanku, kalau tidak di dalam mesjid pasti di parkiran. Ah… that situation really makes me going crazy. Im sure that I cannot move on from him. Seperti peristiwa ini, pertemuanku dan dirinya dikala aku lagi berjalan menuju mesjid, tampak di kejauhan motor Fuu melaju dan berhenti di sana. Jarak kami hanya 1 meter, dia lagi memakai kopiah untuk sholat sedangkan aku masih berjalan menuju mesjid. Kami saling berhadapan. Aku berusaha untuk kuat dan tak canggung untuk melihatnya. Tapi apa? Pas dia menoleh ke arahku, spontan jantungku bergetar, nafas tak karuan. Owh! What the hell! Kenapa bisa? Apakah akan tergantikan sosok yang jauh di sana olehnya? Ya Allah, Ampuni hambaMu yang masih labil ini. Semoga Engkau memberikan Hamba Pilihan yang terbaik, karena PilihanMulah yang paling terbaik dalam hidupku.

Yah! Sejauh ini hubungan aku dengan sosok baru ini hanya sekedar bertemu di mesjid, melihat satu sama lain tapi belum mengenal diri masing-masing secara keseluruhan. Menurutku ada sisi baiknya dan sisi buruknya aku bertemu dengan dirinya. Bagusnya, aku bakalan mempunyai seorang yang ku kagumi dan buruknya aku bakalan kembali lagi memendam perasaan kepada orang lain yang sosoknya itu masih belum aku ketahui sama sekali. Yah! Sebatas pengagum. Itulah yang aku rasakan saat ini. Kalau aku sampai mengenal dia lebih dekat lagi satu hal akan terjadi padaku, sosok yang jauh di sana bakalan tergantikan olehnya jadi penantian yang telah kami lalui selama 3 tahun hanyalah terbuang sia-sia. Sungguh! Aku sangat takut hal itu akan terjadi. Jujur! Aku berusaha setia, tapi aku juga bakalan takut kalau cintaku akan ditolak dan tidak diterima olehnya. Hanya Allah SWT dan waktulah yang bisa mengetahui dan menjawab pertanyaanku dan pertanyaannya. Mungkin di belakang sana dia juga merasakan hal yang sama denganku atau dia juga memiliki wanita incaran yang baik dan sesuai dengan kriterianya? Entahlah terserah saja. Biarlah waktu yang menjawab. Jalani saja!

End!

ma fourth story 🙂
Don’t forget to comment. Insyaallah I’ll accept ur opinions all…

Cerpen Karangan: Jessy Rinawati
Facebook: jessyrinawati
Let’s follow @jyeanggrainy
TKS 🙂

Cerpen Sebatas Kagum merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Who Is He

Oleh:
Dikala hujan sore itu. Aku menunggu sahabat lamaku Amelda namanya, dia gadis periang yang kukenal 3 tahun yang lalu. Aku duduk di cafe usang pinggiran Kota sebari membaca Majalah.

Filosofi Cinta

Oleh:
Bersama semburat mega merah, seorang gadis terdiam dalam bus kota. Memori beberapa minggu lalu terputar jelas dalam benaknya, ketika kawan-kawan bertanya akan pemahaman cinta padanya. Bagaimana sakitnya ia ketika

Gadis Sepertiga Malam

Oleh:
“Shodakallahhuladzim…” Nada menutup Al-Qur’an lalu menciumnya, seraya berdo’a “Ya Allah lindungilah aku dari sifat sombong, iri dan dengki. Jauhkanlah aku dari segala sesuatu yang membuat diriku buruk di mata

Cinta Dalam Takdir-Nya

Oleh:
“Aisyah..” panggil seseorang yang suranya sudah tak asing lagi bagiku. Akupun menoleh ke belakang dengan senyuman hangat yang ku persembahkan hanya untuknya. “Kamu kapan kembali lagi kesini?” tanya lelaki

Empat Tahun Yang Hilang

Oleh:
Namaku Yasmin Aminah. Biasa dipanggil Ami. Waktu itu aku duduk di bangku XI SMK. Tepatnya anak MM (Multimedia) karena aku hobi menulis dan fotografi. Tak jarang aku sering bercerita,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *