Senyum Itu Sedekah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 9 August 2016

Namanya Nisa seorang gadis yang bisa dibilang nakal, yang sudah beberapa kali keluar masuk sekolah hingga akhirnya dia dimasukkan orangtuanya ke sebuah pondok Pesantren. Meski menolak Nisa tidak bisa berbuat apa-apa, dengan kesal dia menuruti orangtuanya
“huhh… sebel” gerutunya dalam hati.

1 minggu di laluinya dengan sangat lama, “lama banget sih disini, bt banget deh” dia marah di kamar asramanya.
“Nisa…!” temannya di asrama memenggil, ternyata itu Azizah, “iya Zah… ada apa…?” sambung Nisa.
“temenin aku ke koperasi yukk” ajak Zizah, “mau ngapain kita kesana” dengan expresi masih bt, “ya cari perlengkapan buat di asrama sekalian beli kitab yang baru” sahut Zizah, “ya udah tapi bentar aja ya” jawab nisa dengan sedikit malas, “okeyy sip” sahutnya Zizah.

Dengan masih bt mereka berdua berjalan menuju koperasi, kebetulan jalan menuju koperasi itu melewati asrama putra, walau terhalang tembok tapi masih bisa dilihat. Mata Nisa terhenti pada 1 jendela kamar asrama itu, “hey Sa kenapa…?” tanya Zizah seraya melihat ke arah yang dilihat Nisa.
“emmm hayooo gak boleh” sambung Zizah,
“siapa itu Zah?” tanya Nisa tanpa peduli olokan dari Zizah, “hehehe…” Zizah ketawa kecil, “kok ketawa Zah… aku serius” kesal Nisa.
“Jangankan kamu Sa, aku disini aja gak tau namanya” jawab Zizah.
“Kenapa kok gitu…” Nisa bingung
“kami disini menyebut dia wali senyum, dia selalu senyum pada siapapun” Zizah cerita. “owhh gitu” sahut Nisa dengan masih bingung.
“yu ah kita ke koperasi ntar dicari kakak asrama” ajak Zizah sambil berlari kecil menuju koperasi.

Sampai di kamarnya Nisa masih kepikiran santri yang tadi,
“siapa dia, senyumnya manis sekali, penuh dengan ketulusan serta keikhlasan, jika dilihat akan membwa ketenangan di dada” pikiran Nisa melayang kemana-kemana hingga ia tertidur

“Assalamu’alaikum ukhtiy…” sebuah suara dari belakang yang mengejutkan Nisa.
“walaikum salam akhiy” jawab Nisa dengan sedikit terbata. Karena laki-laki yang memberinya salam adalah yang tadi siang dilihatnya
“hati-hati ukhtiy dengan pikiranmu, setan akan mudah masuk jika di hatimu dan pikiranmu memikirkan hal yang terlalu duniawi” jawab lelaki itu.
“bagaimana akhiy kesini” tanya Nisa, “kuasa Allah melbihi segalanya…” jawab lelaki itu.
“uktiy yang membawa ana kesini.. pikiran ukhtiy yang manarik ana kesini.” jawab lelaki itu
“senyum itu sedekah yang paling mudah, namun harus ikhlas lillah tanpa niat yang merusaknya” seraya pergi lelaki itu dengan senyum manisnya.

Nisa terbangun dari tidurnya, “astgahfirullah… ternyata itu mimpi..” ucapnya,
Nisa bangun dan pergi ke kamar mandi mencuci mukanya.
“kenapa aku..” tanyanya dalm hati.
“inikah petunjuk-Mu ya Allah.”
lalu Nisa mengambil air wudhu dan dia sholat Tahajjud, membersihkan fikiran dari hal-hal yang merusak niatnya.

Cerpen Karangan: Elzhuriyyatz

Cerpen Senyum Itu Sedekah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Puisi Untuk Atthar

Oleh:
Ketika rindu menyerang, ketika hati bertasbih. Memuji namamu di hati, kerinduan yang tak terbendung, menghiasi malam ini. Rintik hujan yang berbunyi serta angin yang bertiupan. Dapat ku lihat senyummu

Berpisah

Oleh:
Kenalkan namaku Halwa. Aku mengajar paud. Usia ku 20 tahun. Aku memiliki kekasih bernama Hasan. Kami menjalani hubungan selama hampir 4 tahun. Akhir-akhir ini dia berubah. Dia bahkan tidak

Pengganggu Yang Menyukaiku

Oleh:
Namaku Samira, aku bersekolah di sebuah SMA negeri yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Setiap berangkat sekolah selalu saja ada laki-laki yang menggangguku namanya Rangga, dia teman sekelasku tapi

I’m Here For You

Oleh:
“hoamm…” tubuhku menggeliat meregangkan otot-otot. Selimut tebal masih melingkati dan menutupi badanku. Aku masih merasakan kantuk yang mendalam… Tapi apa boleh buat, aku harus bangun. Walaupun masih terasa sangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *