Senyuman di Bawah Rintik Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 21 August 2021

Aku berdiri tepat di atas ujung seng yang menjatuhkan titik-titik air hujan, sisa derasnya hujan beberapa saat yang lalu. Menatap langit sore yang hampir cerah kembali, bersamaan dengan memainkan jari-jari tangan yang terkena tetesan air dari atas seng.

Aku pun ditemani oleh sepi, saat teman dekatku telah pulang bersama dengan Sang Ayah. Basah kuyup menghiasiku saat itu, dengan seragam sekolahku. Anasya, itulah panggilan keluarga, teman, dan orang di sekitarku.

“Malik!!! Malik!!!”. Ucap anak perempuan dari arah belakangku. Aku menoleh ke belakang, yap seperti dugaanku, dia Rada yang ditemani oleh Putri di sampingnya. Teriakan mereka semakin menjadi-jadi, tidak hanya Rada, Putri pun ikut meneriaki seseorang yang ia sebut Malik itu.

Aku pun mencari-cari orang yang dituju oleh Rada dan Putri. Dia yang disebut Malik, seorang anak laki-laki yang berdiri di dekat potongan kayu sisa pohon yang tumbang. Dengan raut wajah, yang kupastikan sangat menunggu kedatangan sesorang yang akan menjemputnya. Aku pun mengamatinya beberapa saat. Apakah dia sama sekali tak merespon dua orang temanku itu?. Tak sedikit pun Aku melihat raut wajahnya yang menggubris panggilan itu.
Apakah dia tidak mendengar suara yang lumayan keras itu?, atau Dia adalah sosok yang baik yang menjaga hijab antara laki-laki dan perempuan?. Beberapa pertanyaan mucul di benakku.

Selang beberapa saat, sosok laki-laki itu akhirnya menampakkan sebuah senyuman saat melihat kedatangan Sang Ayah. Manis, itu yang sekejap terlintas olehku, astaghfirullah nggak-nggak, gumamku dalam hati.

Cerpen Karangan: Nasywa Nur Azizah
Blog: nasywanurazizah.blogspot.com

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 21 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Senyuman di Bawah Rintik Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja

Oleh:
Senja nampak begitu indah saat tinta merahnya tumpah di singgasana langit sore. Cahaya surya yang enggan tenggelam menambah indahnya pemandangan di hadapanku. “Masya Allah,” Ucapku penuh decak kagum. Tak

Janji Pada Tuhan

Oleh:
Aku menggelayuti lengan Mas Rinto. Beberapa hari terakhir, suamiku ini jarang sekali di rumah. Mungkin sudah genap dua minggu dia terlihat begitu sibuk. Makannya, malam ini aku merasakan puncak

Maaf Ukhti Dia Milikku

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama Zahra dan Qonita praktek KKN di kampung Belati. Zahra sengaja memilih di kampung ini karena ia bisa leluasa bertemu dengan lelaki yang telah melamarnya

Wanita Madu Dunia

Oleh:
Tidak pernah aku bayangkan sebelumnya kalau ayah akan mengizinkan aku melihat ustad Imron walaupun hanya sekejap. Aku sangat bahagia saat melihat wajahnya, wajah yang tak pernah aku lihat sebelumnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *