Skenario Tuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 31 March 2019

Aku tidak tau bagaimana awalnya aku sudah tak lagi mencintai dalam diam, bahagia? Ya sangat, sebab aku tau dia juga menyayangiku. Tetapi kami tidak ada ikatan apapun, jadian saja tidak pernah, dia tidak pernah memintaku untuk menjadi pacarnya, tapi ia juga tidak menggantungku, dia bahkan sudah bilang bahwa dia menyayangiku.

Ya, dia orang yang takut akan komitmen, beberapa bulan setelah kami jalani asmara ini, aku merasa sepertinya asmara seperti ini hanya akan sia sia saja, toh nantinya ketika aku sudah terlalu menyayangi dia, tetapi apa daya kalau ternyata dia sendiri masih takut untuk mengajakku pada hubungan yang lebih serius, yang mana padahal perempuan mana sih yang tidak membutuhkan kepastian. Semua perempuan juga pasti butuh kepastian, yang ada sampai kapanpun dia tidak akan pernah menikahiku,

Ini sangat menyika, aku memang memberinya kebebasan untuk berinteraksi dengan siapapun, tapi sikapnya kadang sangat keterlaluan, dan aku pun bingung, rasanya tidak mempunyai hak apapun untuk memarahinya, ya awalaupun teman satu kelas hampir semuanya telah mengetahui mengenai kedekatan kami.

Semakin lama aku merasa Allah mengambil hidayahku, aku mendekati suatu hal yang tidak disukai Allah, aku lupa akan hijrahku,
Aku menggunakan jilbab besar, tapi secara kasar aku malah berpacaran. Di satu sisi aku tidak mau membuat Allah cemburu karena aku terlalu mencintai dia, tapi di sisi lain aku tidak sanggup meninggalkan orang yang aku sayangi, bahkan sampai saat ini pun aku tidak mengerti mengapa aku sangat menyayanginya.

Lambat laun aku merasa jauh dari Allah, rasa nikmat ketika beribadah kepadanya lambat laun semakin berkurang dan tidak kurasakan seperti nikmat pada awalnya, ya Allah tidak mudah aku menjemput hidayahku selama ini, tetapi dengan mudahnya aku menghancurkan semuanya.

Kesadaran itu sudah kurasakan, tapi tetap saja nafsu selalu mengalahkan imanku, aku bahagia berada di dekatnya, walaupun aku sering disakiti olehnya, bahkan sesekali aku ingin sekali berteriak bahwa aku ingin berhenti mencintainya, tapi sulit, mulutku seakan akan bungkam, aku masih ingin berada di sampingnya, bahkan sampai berharap untuk menikah dengannya. Tapi lagi lagi rasanya tak mungkin jika itu terjadi, aku juga tidak mau menikah di usia lebih dari 25 tahun.

Kuliah di tahun pertama, kedua, ketiga, dan sudah dipenghujung tahun di bulan akhir akhir perkuliahan.
Ia akan melanjutkan study di luar negeri, ya Allah sampai kapan aku harus menunggunya, ya Allah lagipula belum tentu dia berani untuk berkomitmen ketika ia sudah kutunggu lama. Ya Allah aku berserah diri kepada-MU, berikan jodoh untukku yang menurut Engkau seseorang itu baik untukku.

Dia pun telah berada di luar negeri untuk melanjutkan studynya, dan aku pun menghilangkan pikiran berharap padanya, karena aku sudah berserah diri kepada Allah, aku mencoba untuk terus berhuznudzon kepada Allah, kami masih berkomunikasi walaupun jarak kami sangat jauh.

Aku sudah lulus, aku sudah bekerja, dan umurku sudah 25 tahun, ya Allah aku ingin menikah, aku ingin ada seseorang yang datang langsung menghadap ayahku untuk serius denganku, dan meminangku. Seperti itulah doa rutin yang selalu aku panjatkan ketika sehabis sholat.

Skenario Allah memang indah, sebelumnya aku memang kenal baik dengan pria ini, suatu ketika pria itu main ke rumahku, bersilaturahmi dengan ayahku, lalu pria itu kaget ketika melihatku, tetapi ia berpura pura bertanya pada ayahku “siapakah perempuan itu, pak?”. ayahkuku pun menjawab “itu putri saya”

Beberapa hari kemudian, pria itu menghubungi ku, pada awalnya sempat sedikit sekedar basa-basi, lalu dia berkata “aku igin melamarmu, aku tidak menyangka selama ini aku kenal dengan ayahmu, sudah lama aku mencarimu. Allah mengabulkan doaku, mempertemukanku kembali denganmu pada kejadian yang tak disangka-sangka, maukah kau menikah denganku?”
“silahkan kamu berbicara pada ayahku, jika niatmu baik ingin menikahiku, maka aku bersedia menikah denganmu.” Balasku

Pria itu pun sudah berbicara langsung kepada ayahku bahwa ia ingin mengkhitbahku dan segera meminangku.

Pada saat-saat itu. Aku sedang jarang sekali berkomunikasi dengan seseorang yang melanjutkan studynya di luar negeri itu.

Hari ini tepat dimana dia melamarku, dan jarak selisih hari dari melamar dan pernikahan sangatlah dekat, kurang lebih hanya seminggu.

Aku pun memberi tahu dia (pria yang sedang ada di luar negeri tersebut) tapi dia tak kunjung merespon pesanku.
Akhirnya sekarang aku sudah menikah. Sedikit demi sedikit aku sudah melupakan pria yang lalu itu, saat ini aku bahagia bersama suamiku. Aku pun sampai bercerita tentangnya kepada suamiku. Alhamdulillah suami percaya kepadaku sepenuhnya, karena yang paling diinginkan suamiku ialah kejujuranku. Si pria yang berada di luar negeri itu pun akhirnya tau kalau aku sudah menikah. Mungkin ia terlalu sibuk dengan kuliahnya, sampai-sampai tidak sempat untuk memainkan sosial medianya, awalnya dia sangat kecewa, tapi aku terus memberikannya pengertian, tak lupa aku pun juga meminta maaf kepadanya, dia pun akhirnya merelakanku.

Tak lama dari hari pernikahanku, aku pun dinyatakan hamil, aku dan suamiku merasakan kebahagiaan yang luar biasa, Alhamdulillah Allah sudah mempercayai kami untuk menjaga malaikat kecil. Dari usia kehamilanku menginjak satu bulan, dua bulan, tiga bulan, dan bulan bulan selanjutnya suamiku lah yang paling siap siaga memenuhi kebutuhanku, tak pernah kudengar sama sekali ia mengeluh, aku sangat bahagia menikah dengannya.

Hari ini tidak terasa waktunya aku melahirkan anak pertamaku, tak pernah kulihat tak ada suamiku di sampingku semenit pun, ia selalu berada di sampingku, memegang tanganku erat, menenangkanku, aku beruntung memilikinya ya Allah.

Beberapa jam kemudian…
Masha Allah, tiada yang lebih indah daripada menjadi seorang ibu, aku melahirkan anak kembar berjenis kelamin perempuan,
Allhamdulillah
tak henti hentinya aku mengucap syukur kepada ALLAH SWT.
Ya Allah aku malu ketika Engkau memberikanku nikmat sebegitu banyaknya, Aku malu karena sampai saat ini aku merasa masih menjadi pendosa. Diberikan suami yang sangat istimewa, kehidupanku pun sangat lebih dari cukup, dan sekarang aku mendapatkan 2 malaikat kecil sekaligus.

2 putri kecilku pun setiap tahunnya bertumbuh besar menjadi anak anak yang sangat pintar dan cantik, aku dan suami mengurus langsung sepenuhnya atas anak anak kami.

Pada usia pernikahan kami yang ke 5 tahun, suamiku sakit, dan semakin lama sakitnya semakin parah, sudah berbagai macam pengobatan kami sekeluarga lakukan demi kesembuhan suamiku. Aku pun terus mendoakannya. Ya Allah aku tidak tega melihat suamiku merasakan kesakitan yang teramat sakit, sembuhkanlah suamiku.

Suamiku pun siuman sedari koma 3 hari yang lalu, beberapa hari kemudian kondisinya stabil, aku sangat senang. Dan pada hari keempat suamiku sudah siuman, aku pun berinisiatif untuk membacakan al-Quran di dekatnya. Dan tak disangka setelah ku akan mengakhiri bacaan quranku, kulihat suamiku tertidur, dan pada saat itu jadwalnya ia untuk makan malam, tapi ketika ku berusaha membangunkannya, suamiku tak kunjung membuka matanya, ya Allah aku segera memanggil dokter, aku pun sangat panik, tubuh suamiku mulai terasa dingin, beberapa bagian tubuhnya juga sudah membiru, dan dokter pun menyatakan bahwa suamiku telah meninggal. Aku pun menangis hebat, memeluk suamiku yang sudah terbujur kaku di tempat tidur ruang perawatan. Sanak sekeluarga pun segera berdatangan. Aku pun sampai pingsan karena tak kuasa menahan rasa sedih karena kehilangan suamiku yang luar biasa ini.

“Ya Allah terimalah semua amal ibadahnya, dia suami yang luar biasa ya Allah, dia tidak pernah pernah menyakitiku, justru dia selalu memuliakan istrinya, masukkanlah ia ke surga MU. Aku sayang dia, tapi Engkau lebih sayang kepadanya, kuikhlaskan suamiku kembali kepada MU. Bagaimanpun juga ini takdir MU, Takdir bahwa jodohku dengan suami ku hanya sampai saat ini saja. Aku berserah diri kepada MU Ya Allah.”

2 malaikat kecilku ini ialah penyemangatku, mereka selalu bisa membuatku lupa akan kesedihanku, mau tidak mau aku harus melanjutkan usaha yang sudah lama dirintis oleh Alm. suamiku

Aku bekerja menggantikan posisi alm. suamiku, Kurang lebih sebulan setelah meninggalnya suamiku, ketika aku sedang berada di kantor, dan sedang memeriksa keadaan kantor. Tiba tiba saja ada yang memanggilku dengan suara khasnya. Ya Allah aku sangat terkejut ketika membalikkan badan yang mana ternyata yang memanggilku tadi ialah Vicky, yaaa pria itu yang beberapa tahun lalu hadir mengisi hari-hari indahku, yang melanjutkan study di luar negeri. Namun pada saat itu aku berusaha biasa saja, walaupun sebenarnya kehadirannya itu langsung membangkitkan perasaan yang dulu pernah kurasakan, aku harus menjaga sikapku, aku harus menjadi contoh yang baik bagi semuanya termasuk yang pertama ialah anak-anakku sendiri. Satu perusahaan itu pun sudah tau bahwa pemimpin mereka telah meninggal yang mana adalah suamiku, dan mau tak mau aku sebagai istrinya yang harus melanjutkan amanah dari suamiku, sebenarnya vicky masih ingin terus bertanya padaku. Tapi ia urungkan niat itu karena ia sadar melihatku sedang sibuk.

Vicky pun mengajakku ke suatu tempat untuk sekedar berbincang, tetapi aku menolaknya dengan halus, aku tidak mau berpergian dengan seseorang yang bukan muhrimku, vicky pun terus mencari cara bagaimana caranya supaya bisa mengobrol denganku, lalu aku pun memberi usulan “kalo kamu ingin mengajakku berbincang di suatu tempat, nanti aku akan bawa kedua anakku juga, aku tidak mau pergi berdua dengan seseorang yang bukan muhrimku.” Ucapku
“ohh, iya iya boleh banget. Kalo hari minggu bagaimana?” ucap vicky
“hari minggu? Inshaa Allah saya bisa.” Balas ucapku
“ya udah sampai ketemu minggu nanti yaa.” Ucap vicky,
Lalu aku pun hanya menganggukan kepalaku dan melepaskan sedikit senyuman ringan.

H-1 aku sudah memberi tahu anak-anakku bahwa esok hari kita akan pergi, mereka pun sangat antusias.
Aku dan vicky janjian bertemu di cafe *** pada pukul 14.00
Aku agak sedkit terlambat, karena aku memang saat ini seorang single parents, jadi wajar saja jika semua urusan aku yang handling. Ketika ku sampai pada cafe tersebut kulihat vicky sudah lebih dulu duduk di meja tersebut,

“vicky” sapaku mengganggu lamunannya
“hai… ini anak anak kamu?” ucap vicky
Aku pun hanya mengangguk lembut
Vicky pun langsung menyapa hangat anak-anaku “hai, cantik yah kalian, coba om mau tau dong namanya, kamu namanya siapa? Kamu juga namanya siapa?” sapa vicky dengan hangat kepada anak-anaku
“aku citra…” ucap anakku sambil malu-malu
“aku maura…” ucap anaku yang satu lagi
“mmmhh, namanya canti cantik nih kayak orangnya” ucap vicky

Vicky pun segera memesan makanan untuk kami semua, menunggu pesanan datang aku pun banyak berbincang berbincang dengan vicky, sedangkan anak-anakku dia tengah sibuk makan santapan yang ada di depannya tersebut.
“aku seneng kita dipertemukan lagi, aku sudah tau bahwa suami kamu sudah meninggal, aku turut berduka cita yah. Aku juga mau minta maaf ‘dulu’ aku sering nyakitin kamu. Aku sadar, gak ada lagi perempuan yang sesabar dan semengerti kamu. kalau boleh jujur sebenernya aku masih sayang sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu lagi, bagi aku ketika kamu menikah dengan orang lain, aku sudah kehilangan kamu, dan sekarang aku gak mau kehilangan kamu lagi, aku mau menikahi kamu, aku ingin segera melamar kamu ketika masa idah kamu telah selesai nanti. Apa kamu mau menikah denganku? Menjadi istriku? Aku janji akan terus membahagiakan kamu. Aku janji. Aku tidak ingin main main lagi, aku butuh kamu, aku sangat menyayangimu.” Ucap vicky yang sangat kurasakan keseriusannya
“bagaimana dengan sebuah komitmen yang sedari dulu kau takuti?” ucapku
“ya, seperti yang kamu ketahui dari awal awal mengenai kepribadianku terhadap kata ‘komitmen’ tapi aku akan berusaha meyakinkan diriku sendiri setiap harinya bahwa aku membutuhkanmu, aku akan brusaha membahagiakanmu.” Ucap vicky yang terus meyakinkanku
“aku butuh waktu untuk menjawabnya vicky.” ucapku
“baiklah… aku akan menunggu kapan pun kamu siap.” Ucap vicky

Aku pun selalu minta petunjuk dari Allah SWT, tak ayal beberapa saat kemudian aku pun yakin akan keseriusannya berusaha untuk tidak ingin kehilanganku yang kedua kalinya.
Aku pun menerima lamarannya, kami pun menikah setelah masa idahku berakhir.

Selesai

“be always huznudzon to Allah, sejauh apapun jodoh kita berada, pasti akan Allah pertemukan juga.” Tanty yulia~

Cerpen Karangan: Tanty Yulia
Blog / Facebook: Tanty Yulia
saya tinggal di Sumedang

Cerpen Skenario Tuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Al-Qur’an Cokelat

Oleh:
Ku langkahkan kaki yang berbalut sepatu kets kesayanganku ke luar rumahku dengan mantap. Semilir angin pagi dan kicauan burung menambah sempurna pagi pada hari jum’at indah itu. Namun, cuaca

Ketika Semua Hadir

Oleh:
“Zahra…!!!” Teriak teman dekatku Radha, dia memang sering usil dan cerewet. Namun dia adalah teman dekatku. “Ada apa sih?? Teriak-teriak kaya di hutan saja deh Ra.” Sahutku dingin tanpa

Halalkah Kita Pacaran

Oleh:
Seminggu sudah Arini mendapatkan surat dari Rangga, yang isinya gak jauh beda, so pasti ungkapan cinta. Arini males membalasnya, tapi hanya disimpan di bawah kasur. Karena dia tidak punya

Kamu Tahu Ayat Ayat Cinta?

Oleh:
“Ah, masa sih?” Sambil mengerutkan dahi tanda tak percaya “Beneran, tapi kan ini bicara kagum loh ya. Bukan cinta atau suka. Gua nggak tahu kenapa, waktu pelajaran bahasa inggris

Risalah Cinta

Oleh:
Sebuah perasaan hati dalam rangkaian kata yang ingin diungkapkan oleh seorang arga saat perasaan itu sudah menjadi kenangan dalam kisah kehidupannya. Berharap dan berharap dalam sebuah sajak ia ukirkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *