Sorry, Gak Galau Lagi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 16 January 2014

“Ah.. aku bisa gila.. aku bisa gila!” Ucapku sendiri dalam hati seraya memegangi kepalaku. Kenapa wajah pria itu selalu menghantuiku. Senyumnya, kenapa senyumnya ada di mana-mana. Ada apa denganku! Aku tak habis pikir, mengapa aku selalu memikirkannya. Ah, kenapa aku harus bertemu dengannya!

Berawal dari yang namanya PPL, aku satu kelompok dengan seorang pria tampan. Wajahnya bersih, kulitnya putih, bibirnya merah delima, hidungnya mancung. Perfect! Namun satu, dia jarang berinteraksi denganku, meski begitu dia tetap membuatku hampir mendekati gila karena memikirkannya.

Lelaki keren itu bernama Ray. Entah mengapa, baru kali ini aku begitu sulit melupakan karismanya. Daya pikatnya begitu mengharmonisasi hatiku. Pikiranku yang lain semuanya terkudeta karena dia. Ah.. Tuhan tolong aku!! Aku galaaau!!!

“Ana.. ada yang ditanyakan?” Lamunanku langsung pecah berkeping-keping begitu mendengar seseorang menyebut namaku. Aku kelabakan! Aku lupa bahwa saat ini aku sedang berada di forum diskusi islam.
“A.. gak ada.. kak..” Sahutku pada seniorku itu. Aku memang newbi alias anak baru di organisasi itu, baru seminggu ini aku bergabung.
“Ok.. semuanya sudah pada faham..” Tanya kakak yang bernama ka mike itu. Semuanya mengangguk kecuali aku, soalnya aku sama sekali tidak memperhatikan apa yang dibicarakan kak mike tadi.
“Bagaimana ana, paham?” Tanya kak mike yang melihat gelagatku yang mencurigakan.
“Iya kak.. faham..” Sahutku sambil tersenyum setengah tiang.

Akhirnya forum kajian pun diakhiri, kami pun bubar. Kulirik jam tanganku, pukul 9.30. Jam 10.00 aku harus ke sekolah, ada jadwal mengajar hari ini. Ah, ke sekolah lagi.. aku akan ketemu ray lagi! Tidaakk!!
Aku pun menarik nafasku dalam-dalam kemudian mengehembuskannya perlahan. Ya, sudahlah.. apa boleh buat. Dengan mengendarai motor matic merah, aku segera ke sekolah tempatku PPL.

Dia, dia ada di sana. Ray ada di sana! Dia sedang duduk di tempat piket bersama 2 temanku yang lain. Aku ingat hari ini hari sabtu, hari ini jadwal piketnya. Kulirik lagi jam tanganku, masih 15 menit lagi. Aku pun menuju meja piket untuk bergabung bersama teman-teman yang lain, menunggu bel masuk.

“Ada ngajar An?” Tanya Erika begitu aku meletakan tasku ke atas meja.
“Iya.. ni bentar lagi..” Sahutku.
Sebenarnya aku tak berani memandang ke arah Ray, tapi mataku tak bisa berkompromi, aku diam-diam, curi pandang ke arahnya yang sedang membaca buku tebal, entah apa judulnya. Pria itu tak sekalipun melirik ke arahku.. hm.. ngarep!!
Namun tiba-tiba tak disangka, ray mengangkat wajahnya, menoleh ke arahku. “Oh, ya, Ngajar kelas berapa?” Tanyanya kepadaku. Ya ampun dia bertanya padaku, seingatku baru kali ini dia ngobrol denganku. “A.. kelas XI IPA 3..” Sahutku dengan dada dag dig dug, mau pecah rasanya.
“Boleh nitip ini?” Pria itu menyerahkan selembar amplop untukku. “Tadi baru aja satpam ngasih, surat sakit untuk guru kelas XI IPA 3” aku pun mengambil surat itu dengan senyum yang dibuat seindah mungkin. “Makasih..” Ucapnya. Aku hanya mengangguk. uhhh… senang banget. Rasanya tu kaya punya sayap terus tu terbang ke angkasa, berguling-guling di awan kemudian meluncur melewati pelangi lalu..
“Teeet… teeet… teeet… teeet…” Bel tanda istrahat berakhir pun berbunyi, menghentakkan lamunanku.
“Semangat ya…” Ucap Riko kepadaku. Aku hanya tersenyum. Kemudian mengambil tas, menuju kelas dengan hati berbunga-bunga.

“Aturan islam itu canggih.. islam mengatur segala aspek, dari aspek ekonomi, politik, sosial.. semua di atur dalam islam.. Salah satu juga yang diatur oleh islam itu adalah masalah pergaulan.. perhatikan, islam mengatur hubungan atau cara berinteraksi dengan sesama manusia, tertutama interaksi dengan yang bukan mahromnya..” Kak mike duduk di hadapan kami untuk memberikan pencerahan kepada kami-kami yang berusaha memahami ajaran islam seutuhnya.
Kali ini aku memperhatikan kak mike dengan seksama, aku tak enak untuk mengabaikannya terus. Mataku pun bertemu dengan mata ka mike.
“Dalam islam, harusnya kehidupan perempuan dan laki-laki non mahrom itu terpisah, interaksi yang diperbolehkan dalam aspek-aspek tertentu misalnya kesehatan, muamalah, pendidikan.. Sehingga jika ada interaksi yang dirasa tidak penting apa lagi hanya senda gurau maka lebih baik dihindari. Laki-laki maupun perempuan diperintahkan untuk menundukkan pandangannya, karena pandangan yang tak halal adalah panah iblis yang sangat berbahaya, jadi harus dijauhi.. Kemudian tidak boleh berkhalwat atau berdua-duaan dengan non mahramnya, termasuk pacaran, dalam islam tak dikenal yang namanya pacaran.. islam benar-benar menjaga agar tidak timbul yang namanya fitnah, itu juga cara islam untuk menjaga kehormatan wanita..” Lanjut perempuan berkerudung biru itu.

“Kaa…” Aku mengacungkan tangan, bertanya.
“Iya ana, ada pertanyaan?” Aku mengangguk.
“Termasuk tidak boleh memikirkan lelaki yang bukan mahram?” Tanyaku polos.
Kak mike mengatur posisi dudukuknya. “Memikirkan dalam hal apa dulu? Kalau memikirkan karena menginginkannya, karena menyukainya sehingga timbullah getar-getar dalam dada, itu harus dijauhi.. karena itu akan menjadi zina hati.. memang Ana mikirin siapa?” Tanya kak mike dengan nada bercanda.
Aku hanya cengengesan. “Gak.. kak..” Sahutku seadanya.

Tak terasa kajian islam kami kali itu berakhir, hari itu aku benar-benar mendapatkan pemahaman yang mengubah pola pikirku terhadap interaksi dengan lelaki non mahrom.. tentu juga akan mengubah pola sikapku kepada lelaki non mahrom.
Seperti biasa, setelah diskusi islam itu selesai, aku pergi ke sekolah untuk mengajar. Aku menarik nafasku dalam-dalam. Aku harus bisa mengendalikan perasaanku.

Aku telah sampai di sekolah, aku duduk di tempat piket bersama 2 orang temanku, Erika dan Riko. Tak terlihat Ray di sana, kutepis rasa penasaranku dan ku ganti dengan rasa bersyukur, paling nggak hari ini berkurang godaan untukku.. Hmm..

Tiga orang siswa tiba-tiba datang mendekati kami. “Pak Ray mana bu?” Tanya siswi dengan rambut sebahu itu.
“Izin bentar.. katanya mau jemput seseorang..” Sahut Erika.
“Uh..pasti jemput pacarnya..” Sahut siswi yang lainnya.

Pacar? Ray punya pacar? entah kenapa dadaku langsung sesak mendengarnya.

“Ya, bisa jadi..” Sahut erika enteng.
“Kami kemarin waktu malam minggu ketemu sama pak ray di cafe bu, dia sama cewek cantik.. rasanya tuh sakit banget bu.. uh.. kirain masih jomblo gitu…” Sahut siswi yang berkacamata.

Aku tertunduk lemas.. Ah, kenapa aku seperti ini? Apa aku patah hati? Untuk apa?

Ini mungkin teguran dan pelajaran buatku agar aku tak memikirkan ray lagi. Toh, ngapain lagi aku memikirkan ray, dia bukan mahromku, terus dia melakukan aktivitas yang gak diperbolehkan islam, yaitu pacaran.. Uh.. aku menarik nafasku dalam-dalam.. Dalam hati aku menghibur diri. “Perempuan sholehah akan bersama dengan lelaki sholeh..” Jadi stop! Gak usah mikirin Ray lagi. Aku pun menghembuskan nafas lega.

Tiba-tiba pria yang dulu membuat galau hatiku berjalan ke arah kami, kali ini dengan senyum terulur, namun entah mengapa reaksiku biasa saja.. Ternyata benar, pola pikir mempengaruhi pola sikap.. Jadi, sorry aku gak akan galau lagi karenamu..

Cerpen Karangan: Rira Ramadhani
Blog: Riraramadhani.blogspot.com
Facebook: Rira R

Nama: Rira Ramadhani
TTl: Sampit, 15 Maret 1992
Hoby: Baca buku, menulis, dengerin musik
Pekerjaan: Mahasiswa

Cerpen Sorry, Gak Galau Lagi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebatas Harapan

Oleh:
“Hy teman teman” Teriak gue mengagetkan kedua sahabat gue Dani dan Cacah yang lagi sibuk ngobrol, “iihhh Amel pagi pagi udah bikin orang emosian aja deh” teriak Cacah kesal

Loker

Oleh:
Pagi sendu, mendung.. bagai awan tak ingin menunjukan dirinya pada matahari, memperlambat langkah Rafsya, seorang mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di kota Jakarta, gadis yang sedang merantau dan

Kenapa Harus Cinta

Oleh:
Keheningan malam yang mulai mengayun pada pejaman mata. Gemerisik angin sedang begitu kasar mengoyak nuansa gulita tanpa bintang. Sorot lampu jalan masih tetap benderang. Gadis itu terpojok di antara

Ikhlas Dalam Duka

Oleh:
Sudah tiga hari ini aku menjalani hidup dengan dan tanpa penuh gairah hidup sedikit pun, makan, minum, bahkan kuliahku pun tak ada yang benar. Sebelum kejadian pada hari minggu

Bukan Cinta Yang Salah

Oleh:
“Jake stoooppp!” teriak bella… Jake pun menghentikan pukulan baloknya ke edward. Terlihat edward sudah sangat tidak berdaya dipukuli oleh jake dengan balok, aku bingung setan apa yang sedang merasuki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sorry, Gak Galau Lagi”

  1. rangga says:

    Gue bnget ne..
    Hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *