Suami Masa Depan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 19 January 2019

Sebentar lagi aku sweet seventeen, di usia ini, aku ingin punya pacar. Melihat dan selalu mendengar teman-teman tentang pacaran. Rasa ingin pacaran muncul dan aku pun ingin mencobanya. Memang wajar aku adalah seorang remaja yang ingin mencari tahu akan semua hal. Namun aku juga tahu akan batasan, orangtuaku tak pernah mengizinkan aku untuk pacaran, karena alasan mereka bahwa jodoh itu gak akan kemana, lagi pula aku masih bau kencur. Aku pun mengiyakan dan berjanji Dalam diri ini untuk tidak pacaran sebelum lulus Aliyah.

Raihanna siswi kelas 3 Aliyah di sekolah MA EL-ZAHIRA Bogor. Tinggi ku 164 cm, hidung aga mancung, berkulit sawo matang, alis agak tebal, dari kecil aku hidup dalam ruang lingkup keluarga yang harmonis, bersyukur Alhamdulillah. Ketika aku menduduki bangku smp, aku mempunyai janji terhadap sahabat dan orangtuaku, bahwa aku tak akan pacaran sebelum lulus Aliyah. Ok, aku pun menutup rapat-rapat agar tak terpengaruh jaman yang katanya yang nggak punya pacar itu jones. Huft kata siapa? Justru aku jomblo aku bersyukur alhamdulilah, nggak ada yang ngatur ini itu dan terjauhi dari maksiat.

Ketika aku menginjak kelas 2 Aliyah, ada salah satu temanku bernama yusuf, aku menyukainya, kita selalu di poyok-poyok, cie inilah itulah, kebetulan pada 1 minggu akhir bulan itu, aku memakai baju yang warnanya selalu couple. Entah apa yang terjadi pada dirinya. Sudahlah. Mungkin hanya kebetulan semata. Namun hari demi hari kita seakan semakin dekat, walaupun aku selalu jaga jarak dengan seorang cowok. Dia adalah satu-satunya cowok yang selalu memberikanku motivasi dan semangat dikala aku merasa sedih. Entah mengapa dia selalu tau keadaan hatiku ketika galau dan sebagainya. Jujur, aku pun menyukainya, teman-teman bilang kalo kita serasi, cocok, best, apalah itu. Namun aku pun ragu akan aku yang menyukainya, karena di satu pihak yang lain temanku menyukainya pula. Aku tak enak hati melihat temanku agak murung ketika aku dipoyok oleh yusuf. Sudahlah. Aku pun tak ingin pacaran dengannya. Lagi pula memangnya dia juga menyukaiku?, suatu pertanyaan yang selalu ingin kuajukan.

Hari demi hari dia dan aku semakin dekat, apalagi kita satu osis di sekolah, Ya Allah, aku menyukainya, aku selalu ingin bersamanya, melihat senyumnya, tawanya, dan teman dekatnya. Husttttt.. aku ini banyak mengkhayal saja.

1 bulan kemudian
‘Mengapa yusuf tak sekolah 2 hari belakangan ini ya?’ pertanyaanku di hati. Dan teman sebangkuku memberitahukan bahwa yusuf sakit. Hatiku serasa sangat iba akan keadaannya saat ini, ingin rasanya aku menjenguknya namun apadaya.

Seminggu kemudian, ada informasi bahwa dia sedang izin pindah sekolah. Entah apa yang aku rasa, remuk hati ini mendengar berita itu. Dia akan pindah sekolah dan aku pun akan semakin jauh darinya. Walaupun kami jarang berbicara ataupun sebagainya, namun aku selalu rasa bahwa dia selalu dekat denganku. Karena aku selalu dipoyok oleh teman-teman osis, kami pun sangat berjarak, dia menjadi pemdiam, dan sangat dingin ketika melihatku.

Malam itu aku menulis sebuah surat yang tak tersampaikan untuk yusuf.

Dear yusuf..
Apakah kamu tahu jika aku menyukaimu? Jujur, kau adalah cowok pertama yang aku suka. Sebelumnya aku belum pernah merasa sebahagia ketika dekat denganmu, walaupun kau jauh dariku, dan jika berbicara hanya kata motivasi untuku, namun itu semua cukup membuatku menyukaimu, dan kepribadianmu yang selalu semangat Dalam semua hal. Namun akan kuakhiri rasa ini untukmu, temanku sangat menyukaimu, dan kamu juga akan sangat jauh dariku, dan ingin rasanya mendengar bahwa kamu juga menyukaiku. Dan ternyata dari kamu langsung bahwa kamu tak menyukaiku dan meminta maaf untuk kamu yang merasa menganggu aku. Jujur, perih hati ini akan katamu itu. Namun kusadari aku bukanlah siapa-siapa. Terimakasih akan hadirnya rasa bahagia sesaat, dan inilah aku yang menghapus namamu di hati ini.

Malam minggu akhir bulan
Hmmm, lelah sekali, acara pensi di sekolah berjalan dengan lancar. Kulihat kaleng surat yang sudah penuh, ku tersenyum. Dan kubuka ternyata ada surat untuknya yang kutulis beberapa hari yang lalu. Sudahlah, flashback itu gak papa. Tapi aku nggak mau terlalu mengingatnya kembali. Malam pun semakin larut, aku mengantuk sangat mengantuk dan aku pun tertidur pulas.
ZZZzzz

“han, bangun. Tahajud yuk..” sapa seseorang di sampingku.
Aku teperanjat dari tidurku melihat seseorang di sampingku. Siapa dia?
“si, siapa kamu?” Tanya ku kaget dan lantas memakai kerudungku.
“aku suami kamu han, kok lupa sih?” tanyanya heran.
“suami? Maksud kamu itu apa? Umi, abi, ada cowok asing di kamar!!” teriakku.
“sayang, kan ini rumah kita. Umi sama abi kan di rumahnya. Ayo kita tahajud, tuh udah jam 03.15 pagi.” Senyumnya seraya mengajakku ke kamar mandi. Setelah itu aku sholat tahajud, aku masih mengantuk sekali, aku pun terlelap Dalam tidur sedangkan dia membaca Alquran di sampingku.

Aku pun terbangun kembali mendengar suara adzan subuh. Dan melihat apakah masih ada cowok itu, ternyata tak ada. Huft, ternyata aku hanya mimpi. Aku pun memasak dan beres-beres rumah. Aku kenapa? Kok ini rumah agak beda sih? Dan kubuka jendela. Loh. Aku ada di mana? Umi, ayah…!! .. aku terdiam, ‘ini apa apaan? Aku di mana? Berarti cowok yang semalem itu nyata? Wajahnya samar-samar. Apa aku diculik? Tapi masa iya? Ihhh, umi, tolong hana!..’ aku pun melihat-lihat isi rumah ini, kok agak mirip sama rumah aku? Pasti dia udah nyulik aku. Aku pun melihat ada kayu di halaman rumah, aku pun berjaga-jaga takut dia datang dan entah akan terjadi apa. Dan hap.. aku mendengar hentakan suara kaki berjalan mendekatiku.. dan BRUGG… aku memukul seseorang yang berdiri di belakangku. Dan dia pun meringis kesakitan. “Astagfirullah, hana, kamu kenapa?” Tanya seseorang tersebut, ternyata dia cowok yang semalam. Pipinya berdarah akibat pukulanku tadi, aku hanya plongo melihatnya dan tak tega melihatnya kesakitan. Dia hanya tersenyum dan mengusap kepalaku lalu mengambil kayu tersebut. Lagi-lagi aku hanya terdiam dan seakan tak percaya, dia sama sekali tidak marah?. Aku pun melihatnya mengobati pipinya sendiri, ia meringis kesakitan, aku tak tega melihatnya. Lantas aku pun membantu mengobati lukanya, lagi pula aku juga kan yang membuatnya terluka?.

“maaf, aku shock sama ini semua, aku kira kamu nyulik aku. Atau jangan-jangan, emang nyulik aku?” Tanyaku sembari mengobati dan tiba-tiba terperanjat lalu menjauh. “hana, kamu itu kenapa? Kok nuduh aku udah nyulik kamu? Aku ini…” “suami aku? Aku masih umur 17 tahun, masih SMA. Belum nikah.” “loh, kamu kayanya butuh refreshing ya, ya udah kita jalan-jalan sehabis sarapan.” Ajaknya, aku tak berkutik apa-apa.

Sehabis sarapan dia menarik tanganku dan mengajakku keluar rumah menuju taman kota. Aku hanya terdiam namun sangat bahagia, dia sosok yang sabar dan pehatian. Aku heran dengan semuanya, namun aku sangat menikmati ketika aku bersamanya, dia pun mulai bercerita tentang masa perkenalan kami, seakan flashback. Sembari tersenyum ia mengatakan dengan nada lembut. “han, masih inget kan gimana ketika kita pertama kali ketemu? Kamu mukul aku pake sandal kamu, padahal aku sendiri nggak tau salah aku apa, kan kita belum saling kenal. Aku hanya tersenyum lalu mengambil sandal tersebut tanpa ragu menuju kamu yang sedang menangis dan tanpa menoleh ku sama sekali. Kamu mengambil sandal dan lalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan satu kata pun. Aku tak tau apa yang terjadi sama kamu, namun hati ini berkata harus mengikutimu karena takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan Dalam keadaan sedih seperti itu. Kamu pun berhenti di masjid lalu sholat di sana, aku meiihatmu dari kejauhan, kamu menangis dan tak lama kemudian tertidur pulas di dalamnya. Aku menjaga kamu dan datang waktu ashar, kamu pun terbangun lalu jamaah solat ashar, setelah usai, ternyata kamu sudah tak ada di masjid. Keesokannya ketika aku sedang makan di sebuah rumah makan, ternyata ada kamu dan keluarga mu di hadapanku. Kamulah orang yang hendak dijodohkan dengan aku. Entah mengapa aku tersenyum dan langsung klop sama kamu, padahal sebelunya aku belum pernah pacaran atau sebagainya, menyukai seorang cewek pun belum, namun kali ini hatiku tergerak untukmu. Dan sampai sekarang ketika kita sudah menikah. Ana ukhibuki fillah” ucapnya tersenyum menatapku.

Aku terdiam dan menunduk, baru pertama kali mendengar seseorang mengutarakan isi hatinya kepadaku. Aku pun mengingat yusuf dan kupandang dia. Loh kok mirip yusuf? Aku menjauh dan dia menarikku. Dia tersenyum. Aku bermuka masam. “kok kamu siapa? Apa kamu yusuf?” Tanyaku heran. “namaku yusuf, hana, kok kamu lupa sih..” “enggak mungkin. Kamu nggak mungkin yusuf. Yusuf itu nggak suka sama aku. Dan kamu juga nggak mungkin dia.” “hana ini aku yusuf.” “enggak mungkin. Enggak mungkin. Kamu beda sama dia. Kamu sangat baik sekali dan sangat perhatian sama aku, dan kamu nggak kaya dia yang menghilang dan mengatakan kalo nggak suka sama aku. nggak mungkin. nggak mungkin. ENGGAAAAAKKK!!!” TERIAKku, lalu aww, hadeh sakit.

Aku terjatuh dari tempat tidur. Ternyata yang tadi itu hanya mimpi belaka. Dia suami masa depanku membuatku berharap menjadi kenyataan. Namun bukankah yusuf tak menyukaiku? Mengapa dia hadir Dalam mimpiku? Dengan sosok yang aku idam-idamkan selama ini? Ya Allah apa maksud dari mimpi mu?.

Pagi di sekolah
Huft.. ak merasa tak enak badan hari ini, badanku serasa nyeri dan. DIA? “DIA? YUSUF KOK ADA DI SINI?” tanyaku lalu mencubit pipiku. nggak mungkin dia ada di sini? Ya Allah, mengapa aku masih terbayang akan mimpi tadi malam? Aku tertunduk lalu menulis di selembar kertas bahwa aku ingin kembali menjadi aku yang sebenarnya. Bukan dihantui oleh perasaan yang tak semestinya. Raihanna! COME BACK!.

“Raihanna, kamu kenapa? Kamu sakit ya?” Tanya seseorang di depanku, aku mendengar itu suara yusuf. Aku pun berkata dengan lemas. “kenapa aku merasa penglihatan dan pendengaranku tertuju bahwa orang lain itu yusuf?…” “Raihanna.. ini aku yusuf. Kamu kenapa?” Tanya seseorang tersebut. Aku lihat dan kucubit pipiku. AWWW.. sakit. Dia beneran yusuf. Kok dia di sini?” “pasti kamu kira aku udah pindah sekolah ya? Mmm, itu berita dari siapa sih? HOAKS! Aku nggak pindah. Cuma aja aku kurang sehat kemarin. Dan sekarang Alhamdulillah udah sembuh.” Jelasnya. “oh.. jadi.. ya udah..” aku berlalu pergi meninggalkannya sendirian di kelas.

“tunggu Raihanna. Aku ingin menjelaskan yang kemarin di Chatan. Aku minta maaf untuk hal itu. Aku tak bermaksud membohongi perasaanku sendiri. Kemarin aku tak punya nyali untuk semuanya. Aku tak ingin kita dipoyok terus. karena aku tau kamu sedang menjaga perasaan seseorang. Iya kan? Makanya aku menjauh. Dan aku merasa bersalah karena aku nggak bisa terus menerus berbohong. Kamu telah menggerakan hati ini. Dan…” ucapannya terpotong. Aku lantas berlari menjauh darinya. Aku tak ingin mendengar lebih jauh. Aku pun menyadari dia mengambil jalan yang terbaik untuk kami. Namun aku terluka untuk ini dan memang ini adalah jalan terbaik. Aku pun menulis surat untuknya.

For you..
Maaf. Jika aku selama ini salah paham atas keadaan ini. Jika memang hatimu telah tergerak untukku. Maka maaf hatiku belum sepenuhnya tergerak olehmu. Aku menyadari bahwa aku merasakan ketulusanmu. Namun apa yang bisa kuperbuat? Mungkin ini waktu yang belum tepat. Aku akan menemui seseorang yang kelak akan kukembalikan tulang rusuknya yang kupinjam saat itu. Bukan yang lain. Dan mengatakan bahwa ini adalah jalanku menuju RidhaNya dan dengan Asma nya pula aku ikhlas akan takdir dan cintaku untuk saat ini padamu. “yusuf”

Setelah ia membacanya. Kami berteman seperti biasa. Tak ada poyokkan tentang kami. Dan tak terlintas pula bahwa dia dan aku akan menjadi kita. karena aku yakin bahwa jodoh nggak bakal terlambat dan salah orang. Aku akan tetap Dalam prinsipku untuk tidak pacaran. Aku akan lebih dewasa menghadapi berbagai masalah kedepan dengan tidak terlalu terbawa oleh perasaan. Aku pun lebih giat belajar dan menggapai akan cita-cita yang kuangankan menjadi kenyataan. Entah siapa jodohku nanti. Dia adalah seseorang yang Allah pilihkan terbaik untuk hambanya yang menyakini dan tulus ikhlas akan jalanNya yang diRidhaiNya.

Created by: Rairifkoh_sckn

Cerpen Karangan: Rifkoh Raihanna
Blog / Facebook: Rifkoh Raihanna
sering dipanggil rifcoh. kelahiran 28 oktober tahun 2000. salam kenal sckn

Cerpen Suami Masa Depan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ana Uhibbuka Fillah

Oleh:
Hari minggu pagi yang cerah, Aisyah sedang menyirami tanaman hias yang ada di depan rumahnya itu. Terdengar alunan suara merdu dari bibir mungil Aisyah. Selain suaranya yang merdu, parasnya

Jodoh Tak Akan Tertukar

Oleh:
Sejauh apapun terpisahkan, jika jodoh tetaplah jodoh. Akan selalu ada takdir yang mempertemukan. Tak pernah bisa mengelak, jika Allah yang berkehendak. Jodoh akan tetap bersatu. Karena tulang rusuk tak

Ukhty Sahabat Surgaku

Oleh:
Aku mempunyai teman dekat yang aku anggap sebagai sahabatku, namanya maulidia. Sebelum aku mengenal sahabatku ini, banyak sekali informasi informasi jelek yang kudapat mengenainya, aku bukan tipe orang yang

2 Payung 2 Hati 1 Cinta

Oleh:
Rintik hujan kian menderas sore itu. Hatiku tergerak untuk keluar menemui seseorang. Payung aku ambil, bergegas menembus rintik hujan yang kian ramai berkoloni membuat genangan-genangan baru di pinggir jalan.

Penyesalan Ibu Dan Harapan Khasanah

Oleh:
Semua orang menyayanginya. Guru, temannya, serta anak-anak kecil dan para orang-orang tua di tempat tinggalnya. Namanya adalah Teuku. Seseorang yang memiliki postur tinggi tegap, hidung mancung, dan wajah tampan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *