Surat Untuk Kamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 21 October 2017

Assalamualaikum wahai Kamu,
Apa kabarnya hati dan iman mu saat ini..? semoga masih dalam kecintaan kepada Allah.
Aku yakin saat kamu baca tulisan ini kamu masih belum mengenalku, walaupun begitu aku mohon baca surat ini sampai selesai, pleaseeeeeee…

Andi, itu namamu yang aku tau. Maafkan aku yang sempat mencari tau tentangmu. saat tulisan ini sampai di kamu mungkin sudah 6 bulan atau bahkan satu tahun setelah surat ini kutulis.

Wahai kamu, yang pernah kukagumi 2 tahun yang lalu, dan masih sama seperti sekarang aku minta maaf. Aku minta maaf karena aku mengagumimu tampa permisi dan seizin darimu. Aku mengagumimu karena kecintaanmu terhadap agama, caramu melewati hidup dan hafalan Qur’an mu, itu menurut pandanganku, mungkin aku egois karena aku hanya mengagumi sisi baikmu saja.

Please, baca tulisan ini sampai selesai walaupun mungkin tidak penting untukmu, tapi aku mohon selesaikan bacaannya karena aku yakin kamu orang baik.

Entah mengapa hari ini rasanya aku ingin mengungkapkan semuanya, walaupun aku tau ini sangat tidak dianjurkan dalam agama. melalui surat ini juga aku mau mengungkapkan terimakasih kepadamu.
Kurang lebih 2 tahun yang lalu saat pertama kali aku melihatmu, dan saat itu juga di pikiranku kau adalah laki-laki soleh. Mulai saat itu aku kagum kepadamu. mereka memanggilmu Ustad Andi Baso, mungkin menurut mereka namamu aneh, tapi setelah aku tau kamu berasal dari Sulawesi nama itu sungguh wajar, menurut silsilah nama Andi itu adalah marga di Sulawesi karena kebetulan aku juga berasal dari Sulawesi.

Ustad Andi, terimakasih karenamu aku menjadi seperti sekarang ini. Jujur aku itu wanita yang sangat tidak peduli dengan semua perintah agama, bahkan solat saja jarang kulakukan, apalagi amalan lainnya. Namun setelah aku melihatmu aku banyak berubah, bahkan aku harus kehilangan mereka yang kuanggap sahabat selama ini.

Kamu itu lelaki soleh dan baik menurutku, saat pertama kali aku melihatmu aku langsung mengagumimu, tapi siapalah aku yang sangat jauh derajat keimanannya denganmu. Mulai saat itu aku berubah, dengan alasan aku hijrah menuju yang lebih baik, karena aku pernah mendengar dari orang “Lelaki yang baik untuk wanita yang baik begitupun sebaliknya” jadi aku harus jadi baik agar bisa pacaran denganmu, sejak saat itu aku memperbaiki solatku, mulai rajin mengaji dan puasa sunnah serta menutup aurat dengan pakaian syar’i aku lakukan itu semua secara tiba-tiba sehingga semua orang di sekitarku kebingungan.

Aku melakukan itu semua agar aku setara denganmu, tapi setelah beberapa lama aku sadar bahwa yang aku lakukan ini sia-sia, kamu melakukan semua ibadahmu karena Allah sedangkan aku karena kamu, ini sudah salah, tak ada satupun yang benar, salah niatnya salah semuanya hingga pada akhirnya aku pun harus kehilangannya semua terutama sahabat-sahabatku.

Saat itu aku kebingungan, hati ini rasanya begitu ngilu dengan apa yang telah terjadi, dengan semua niat kejiku selama ini, akhirnya aku pun memutuskan untuk mengikuti pengajian di kampusku, aku curhat semuanya dengan kakak mentoringku dan akhirnya aku mendapatkan jawabannya. Hari terus berganti aku pun mulai melupankan semuanya dan terbiasa dengan semua, aku mulai mendapatkan teman dan sahabat baru yang mungkin lebih baik dan bisa mendekatkanku kepada Allah, namun entah kenapa sejak saat itu tak ada satupun laki-laki terlihat baik di mataku kecuali kamu sehingga hatiku tak pernah merasa tak tenang seperti sebelumnya.

Kamu, aku ingin mengucapkan terimakasih karena sudah pernah hadir di hidupku walaupun kamu tidak pernah menyadarinya. mungkin Allah menurunkan hidayahnya kepadaku melalui kamu, ya aku berubah seperti sekarang ini dan tidak pernah malu lagi mengenakan jilbab syar’i itu semua berawal karenamu, aku mendapatkan sahabat baru yang lebih mendekatkan aku kepada Allah itu juga berawal karenamu, dan aku juga belajar membenahi niat itu juga karenamu, ya Kamu, orang asing yang pernah kulihat, kutanya, memberi aku Al-Qur’an walaupun itu Al-Qur’an yang kamu dapatkan dari yayasan tempat kamu, dan kamu juga yang pernah sedikit menengkan aku sewaktu aku curhat mengenai orangtua, orang asing yang pernah membuatku mengagumimu, dan mengajarkanku hidup seperti ikan, aku yakin kamu lupa dan aku harap kamu juga tidak mengingatnya.

Andi, Sekali lagi terimakasih. Teruslah berjuang dalam islam, gapailah semua impianmu, dan berkumpullah kembali dengan keluarga impianmu yang selalu kamu sebut dalam doa, karena aku tau kamu hebat, maafkan aku yang pernah berniat untuk memasuki dunia yang sangat kukagumi yaitu dirimu, dan pernah menginginkanmu walaupun aku sadar kau sangat tidak menginginkanku, aku yakin wanita yang menjadi pendampingmu kelak adalah wanita yang sangat beruntung. maafkan aku yang telah mengambil sedikit waktumu untuk membaca surat ini, surat dari wanita asing yang mengagumimu.

Tetaplah jadi kamu yang aku kenal kamu yang sangat mencintai islam, kamu yang soleh dan baik, yah tetaplah jadi kamu yang seperti itu untuk semua orang. Semoga Allah memudahkan segala urusanmu, dunia maupun akhirat. Aminnn
Jazakallahukhairan karena telah membaca surat ini.
Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Cerpen Karangan: Debi Aresti
Facebook: Debi Aresti

Cerpen Surat Untuk Kamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Lenteraku dan Mataharinya

Oleh:
Aku terdampar di pojok taman, terduduk lemah bersanding dengan para bunga yang ceria dan rerumputan yang asyik menari, di sebuah kursi panjang aku menengadah ke lengit mencoba mencari-cari sesuatu

Because Allah or Desire

Oleh:
“Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya itu sebelum mengenalmu. Aku sudah lama mengenalmu dan mengapa di ujung hatiku sudah hampir bisa melupakanmu kau datang lagi memberi sejuta kenangan bagiku.

Abu Abu Dalam Biru Langit

Oleh:
Pagi yang ceria, meski Sang Mentari malu-malu menampakkan sinar hangatnya. Musim telah berganti. Memanggil angin mendung, menyibak kabut tebal yang menyelimuti bumi. Begitu sinarnya tiba, semua bahagia, bunga bermekaran,

Simpan Saja Dulu

Oleh:
“Aku mohon maafkan aku…” Viby melingkarkan jemarinya di tangan Husna. Dengan spontan Husna mencoba menghindari pegangan tangan itu, elakkan tangan husna memisahkan dua insan, Husna dan Viby. Tak disangka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *