Surat Untukmu Yang Tak Pernah Aku Lupakan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 8 January 2019

Hai kamu.. Kita berjumpa memang sudah sangat lama, namun aku tak pernah terfikir untuk mencintaimu sekeras ini saat itu. Candaan omong kosong dulu yang kuucapkan, tak pernah kukira akan terijabah hingga sekarang.

Dulu, setiap bulan ramadhan aku selalu menjemput adik kecilmu yang bahkan sudah kuanggap adikku itu mulai membuatku bosan dengan kekosongan suasana menuju rumah Allah (mesjid) yang letaknya di dekat rumahmu. Aku mulai bercanda basa basi menanyakanmu, “di mana abangmu?” Hanya itu, tapi lama kelamaan ucapanku diijabah oleh sang maha. Aku selalu mencari letaknya di mana sholatmu dan mulai mengamatimu sejak awal ibadah hingga akhir dari sela sela kain pembatas untuk menghidari zina mata. Namun, kala itu aku gagal, aku tak henti menatap peci yang menutupi rambut saat kau menghadap sang pencipta.

Bukan itu saja, aku mulai mengikuti kegiatan membaca ayat ayat suci al qur’an (tadarus) agar bisa terus bersamamu, aku rasa tuhan telah memberi jalan untukku dan kau agar saling bertemu melalui hal yang baik.

Pulang dari itu, tepat tengah malam, di kasur usangku yang beroda, kutarik tempat istirahatku dan membuka sosial media mencari akun milikmu. Aku rasa, saat itu, aku adalah stalker terbaik karena tak lepas dari pengintaian mencari-cari sesuatu. Setelah kudapatkan, sapaan ringan kuketik dan kukirim. Ternyata kau membalasnya dengan hangat. Kita pun mulai mendekat.

Kau tau, yang membuat ini semakin indah adalah, kita hanya bisa bertemu di rumah sang maha memiliki (mesjid). Bukan hanya mendekati sang pencipta tapi aku juga sedang berusaha dengan ciptaannya. Kita mulai merangkai seutas benang kasih sayang. Disetiap doa, aku memohon agar rangkaian benang itu, menjadi kain yang lembut dan kuat. Agar kasih ini tak pernah robek sampai kapanpun.

Kuselip nama indahmu di tataan doa doaku. Kita menjalin cinta tanpa bertemu, jarak menetap di tengah hubungan kita, namun langit langit mesjid yang sama, tetap berada di atas kita. Aku tau, kau orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Hingga aku tak pernah ragu untuk ini. Namun baru kusadari, kau yang ragu denganku.

Pagi itu, dingin dan gelap, suasana sangat suram. Aku sendiri di dalam kelas yang masih kosong dan melihat balasan darimu. Kau memutuskan semua rangkaian benang kasih. aku tak berontak dan tak respon sedikitpun, namun tetesan demi tetesan terus mengalir dari mataku yang sangat menderita dengan tulisan tulisan yang kau kirim.

Hingga saat ini, sudah 3 tahun lamanya, aku masih mengingat apa yang kau kirim untukku. “Maaf, aku baru menyadari apa yang aku lakukan ini, salah. Pacaran tak dibenarkan dalam agamaku. Walaupun kita tak pernah bertemu bebas, namun cintaku dengan tuhan sudah terbagi untukmu. Aku tak mau itu terjadi. Aku ingin akhiri hubungan ini, maaf sekali.”

Karena bel berbunyi, terpaksa aku harus memakai topeng sandiwara agar tak seorang pun tau kalau hatiku sedang meraung saat itu. Taukah kau? Di atas sejadah, aku memohon, apa salahku hingga harus ditinggalkan seperti ini? Jujur saja, aku tak pernah mencintai lelaki sekeras ini sebelumnya. Tapi aku pula yang dihancurkan olehnya. Tak tanggung tanggung sampai disitu, kau juga pergi ke pesantren agar bisa lebih jauh dariku. Aku coba melupakanmu, namun sia-sia saja. Tak sedikitpun yang berubah dalam diriku untukmu.

Hingga 3 tahun berjalan, hanya setiap bulan ramadhan kau pulang, dan hanya setiap itu aku bisa melihatmu kembali dari sela sela kain pembatas namun saat ini hanya sepihak. Aku harus menunggu 1 tahun hanya untuk bisa mengamatimu seperti dulu, namun tak akan seindah kemarin. Dan ditahun ini, aku bangga kau sudah mengimami semua hamba hamba-Nya untuk menyembahnya di rumah Allah yang telah mempertemukan kita saat itu. Meski kau jauh di sana, kita tetap berdoa di kubah mesjid yang sama.

Terimakasih untukmu yang pernah memberi kesan dalam hidupku meski sedikit pahit.

Salamku
Dariku yang tak akan lupa denganmu.

Cerpen Karangan: Mutiara Sari
Blog / Facebook: Mutiara Sari
Hanya penulis amatir yang dalam tahap belajar. Semoga menikmati karya yang aku buat. Terimakasih

Cerpen Surat Untukmu Yang Tak Pernah Aku Lupakan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kacamata Bergaris Hitam (Part 2)

Oleh:
Huaaa… Aroma dedaunan segar masuk ke hidungku. Percikan air yang dimainkan anak-anak kecil. Seperti biasa burung-burung bernyanyi sesuai kemauannya. Aku cinta tempat seperti ini. Aku suka alam keasrian. Tanpa

Al-Qur’an Cokelat

Oleh:
Ku langkahkan kaki yang berbalut sepatu kets kesayanganku ke luar rumahku dengan mantap. Semilir angin pagi dan kicauan burung menambah sempurna pagi pada hari jum’at indah itu. Namun, cuaca

2 Payung 2 Hati 1 Cinta

Oleh:
Rintik hujan kian menderas sore itu. Hatiku tergerak untuk keluar menemui seseorang. Payung aku ambil, bergegas menembus rintik hujan yang kian ramai berkoloni membuat genangan-genangan baru di pinggir jalan.

The Most Beauty Gift For You (Part 1)

Oleh:
Hilang “Hidup tanpa tahu apapun bagaikan sebutir pasir yang terbang bersama angin.” Ini adalah hari ke 183, tepat enam bulan saat aku kehilangan sebagian memori ingatanku. Aku pun tak

Cinta Dalam Ragu

Oleh:
Aku terbaring santai di atas dipan. Menatap langit-langit kamar berwarna putih. Ada cahaya yang menerangi di sana. Cahaya dari lampu philips yang berukuran kecil. Hatiku masih bergelayut. Bertanya-tanya dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *