Ta’aruf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 16 June 2018

Terdengar alunan orang yang sedang membaca ayat suci al-qur’an, suaranya amat sangat merdu dia adalah ustad yang selama ini aku (Ega) kagumi, dia bernama ustad Ridho.

Tapi, aku sangatlah bingung karena aku menemukan surat yang berisi rekaman suara yang berisi tentang “aku selalu menempatkan namamu dalam setiap do’aku dan suatu saat nanti aku akan datang kepadamu 2 hari setelah kau mendengarkan rekaman suaraku ini” dan rekaman itu diakhiri dengan lantunan ayat al-qur’an surat ar-rum ayat 21.

Aku selalu datang ke perpustakaan setelah mendapat surat yang berisi rekaman suara itu dan akhirnya aku tidak menemukan siapa orang yang mengirimkanku surat suara itu, padahal ini sudah 2 hari setelah aku mendengarkan rekaman suara itu.

Aku langsung pergi ke masjid untuk berdoa “ya allah aku bingung selama ini aku mencintai ustad ridho tapi ada ada seseorang yang ingin berta’aruf denganku berilah aku petunjuk” ucapku

Setelah aku berdo’a tiba-tiba ustad ridho memasuki masjid dan mendatangiku
“Assalamu’alaiku Ega apakah kau sudah mendengarkan surat rekaman yang aku kirimkan untukmu?” ucap ustad Ridho bertanya padaku
Aku pun tersentak kaget karena ternyata yang mengirimkan surat rekaman itu adalah ustad ridho yang selama ini aku Cintai dan kagumi
“sudah ustad, ega sudah mendengarkannya” ucapku tertunduk menahan tangis bahagiaku
“lalu apakah kau akan menerima ajakanku untuk berta’aruf?” kembali ustad ridho bertanya padaku
“ya aku menerimanya ustad” ucapku tersenyum
“Terimakasih” ucap ustad ridho sambil memberikan al-qur’an yang sangat indah padaku.

END

Cerpen Karangan: Siti Nurhasanah
Blog / Facebook: sitinurh[-at-]yahoo.com

Cerpen Ta’aruf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Tak Semestinya

Oleh:
Aku mulai percaya kalau bahagia itu akan menyelinap pada jiwa yang senantiasa tidak memaksa, melainkan pada hati yang ikhlas menerima. Biarkan aku melepas dengan ikhlas rasa yang pernah bergemuruh,

One Heart

Oleh:
“Apa?” tanyaku pada Adit, cowok keren yang sekarang berdiri di depanku. “Iya, Lisa, maafin aku ya,” kata Adit lesu. “Jadi, kita harus bener-bener berakhir sampai di sini,” kataku lesu,

Nostalgia

Oleh:
“Jika memang rasaku ini semu, maka ia akan hilang seiring dengan berjalannya waktu” Kataku terkias di atas secarik kertas, kutulis dengan pena kesayanganku. Dengan pena itu kucoba rapal bayangnya

And I Hope

Oleh:
Hai nama saya Ilona, aku berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi agama islam. Ya beginilah aku, seorang muslimah cantik yang tinggal di dusun kecil Aku memang terkenal dengan keramahanku,

Puisi Untuk Atthar

Oleh:
Ketika rindu menyerang, ketika hati bertasbih. Memuji namamu di hati, kerinduan yang tak terbendung, menghiasi malam ini. Rintik hujan yang berbunyi serta angin yang bertiupan. Dapat ku lihat senyummu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *