The Secret of Ramadhan (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 17 August 2018

“Nasya bangun.. Sahuurr… 15 menit lagi Adzan Shubuh…” teriak Ibu Nasya.
“Iya.. Iya bentar…” balas Nasya.
‘Issh anak ini, tidur kaya kebo. Meningan diguyur air segelas aja dah’ geram Ibu dia.
“Waaaooooow… Dinginn…” jerit Nasya.
“Makannya jangan begadang mulu. Ayo makan rotinya sama minum susunya sampe abis ya, biar kuat puasanya” balas Ibunya.
“Kan Nasya ngerjain tugas kuliah Ibu..” balas Nasya.
“Iya.. Abis sahur jangan tidur ya, langsung Shalat, abis itu tadarus” berkata sambil mengelus kepalanya Nasya.
“Ok boss” balas Nasya.

Namanya Nasya Shihab. Wajahnya Nasya yang campuran Arab dan Jawa, yang membuat dia disukai banyak orang. Orangnya sih baik, gampang bergaul, rajin, suka pelupa. Buktinya dia lupa gak ngerjain tugas dari Pak Ali, jadinya dia begadang semalam dengan tugas kuliah yang menumpuk. Jika tugasnya menumpuk biasanya dia dibantu Masnya, tapi sekarang Masnya lagi gak bisa, soalnya mau bagi rapor, maklum dia sekarang jadi wali kelas, dia adalah Guru PAI, dia mengajar sekolah aliyah. Masnya itu bernama Syamil Shihab, orangnya santai, baik, dan gampang bergaul. Umurnya itu 28, wajahnya itu campuran Arab dan Jawa. Sedangkan, Ibunya orangnya tegas dan bijaksana, dengan berdarah Jawa. Dan, Ayahnya orangnya tegas, adil, dan bijaksana, dengan berdarah Arab.

“Ibu kunci motor di mana?” tanya Nasya.
“Di samping tv, kok perginya perginih ibu titip belanjaan semuanya Ibu tulis di kertas ini, uangnya 200 ribu. Jangan sampe hilang ya” balas Ibunya.
“Ok boss”.
“Pergi dulu ya… Assalamu’alaikum..” berkata sambil menyalami tangan Ibunya.
Sengaja dia berangkat jam setengah sembilan supaya gak terlambat ngasih tugasnya. Tiba-tiba dia melihat cowok membantu kakek yang buta menyeberang.
“Ya Allah, jarang sekali ada cowok yang ganteng suka membantu orang tua menyeberang… Astaghfirullah, sadar Nasya nanti jadi zinah mata.” ucap Nasya.

Akhirnya Nasya sampai dan langsung ke ruang Pak Ali.
“Assalamu’alaikum.. Pak ini tugasnya” ucap Nasya.
“Wa’alaikum salam.. Lain kali jangan lupa lagi ya” balas Pak Ali.
“Siap 86 Pak”.
“Bisa aja kamu”.
“Pak saya pergi dulu, Assalamu’alaikum..” ucap Nasya sambil menyatukan tangan didepan dada.
“Wa’alaikum salam” balasnya.
Nasya pun keluar dan langsung masuk ke kelas.

“Assalamu’alaikum Azka” Nasya yang berupaya mengagetkan Azka, tapi dia gak kaget.
“Wa’alaikum salam Nasya. Kamu ngagetin aku, tapi gak berhasil ya. Kenapa coba?”
“Emang kenapa?” tanya Nasya.
“Suara dari gantungan tas kamu dan bunyi sepatu kamu. Makanya ilangin dulu gantungan tasnya sama ganti sepatunya dulu” balas Azka.
Nama sahabatnya adalah Azka Humairoh. Orangnya cantik, baik, dan suka bercanda. Nasya bersahabat dengan dia sejak sma. Jadi, dimana ada Nasya disitu ada Azka.

“Tadi aku liat laki-laki udah ganteng suka nolong orang tua lagi. Semoga dia belum nikah, jadi nikahnya sama aku” ucap Nasya.
“Yeehhh” berkata sambil memperlihatkan muka sinis.
“Bukannya amin ke, malah gitu”
“Iyaa.. Aamiiin…” balas Azka
“Udah dulu ceritanya ada dosen tu” ucap Azka.
Akhirnya kelas pun dimulai dengan lancar.

Akhirnya kelas pun bubar.
“Ka mau temenin aku ke mini market gak?” tanya Nasya.
“Gak dulu, aku udah dijemput sama Mas” balas Azka.
“Mas kamu yang kuliah di Kairo itu. Namanya kalo gak salah Mahammad Umar. Alhamdulillah ya, pasti kamu seneng banget dong bisa ketemu dia” balas Nasya.
“Iya Alhamdulillah banget bisa ketemu lagi” balas Azka.

“Azka liat laki-laki yang lagi duduk di musoha, itu laki-laki yang aku ceritaain tadi” ucap Nasya.
“Itu kan Masku” balas Azka.
“Haa.. Yang bener..” balas Nasya kaget. “Iya.. Bener..” balas Azka.
“Ya udah, tapi yang pas di kelas itu jangan cerita ya” pinta Nasya.
“Aku gak janji loh” balas Azka.
Azka melihat Nasya dengan muka sinis.
“Iya.. Iya, tapi misalnya dia nanya aku jawab ya” ucap Azka yang masih tertawa tapi ditahan.
Azka masih melihat Nasya dengan muka sinisnya.

“Assalamu’alaikum..” ucap mereka berdua.
“Wa’alaikum salam..” balasnya.
“Abang kenalkan dia sahabatku namanya Nasya Shihab, panggil aja Nasya” ucap Azka.
Nasya sambil menyatukan tangan di depan dada.
“Muhammad Umar, panggil aja Mas Umar” berkata sambil menyatukan tangan di depan dada juga.
“Mas dia udah tau nama mas, aku yang cerita”
“Dia itu cerita suka aneh-aneh suka lebay malah”
“Gapapa kali”
Mereka pun tertawa

“Kalian aku duluan ya mau ke mini market, Assalamu’alaikum..” ucap Nasya kepada mereka berdua.
“Wa’alaikum salam..” jawab mereka kompak.

Di mini market
‘2 kg Telur, 2 kg tepung terigu, 2 bungkus gula, 2 sirup, 3 bungkus roti, 3 susu kaleng, pasta gigi, 4 batang sikat gigi, 5 batang sabun, 2 detergen, 3 pewang pakaian dan 2 shampo. Bayak bener, belanja atau ngeborong. Tertulis paling bawah, terdapat kata no coment’ desis Nasya dalam hati.

Di tempat lain
“Mas tadi pagi nolong Kakek yang buta ya?” ucap Azka.
“Kamu tau dari mana?” tanya Masnya.
“Kan Azka punya mata-mata banyak, supaya bisa jaga Mas Umar” balas Azka
“Lebay.. Bisa aja ngelesnya” balas masnya.

Di rumah Nasya
“Assalamu’alaikum” sapa Nasya.
“Wa’alaikum salam” jawab Masnya.
“Ibu mana?” tanya Nasya sambil menyalimi tangan Masnya
“Lagi liqo’ di rumah Bu Anna” balasnya.
“Ayah udah pulang kantor?” tanya Nasya.
“Belum, pulangnya setengah enam. Kamu ntar jemput ibu ya jam lima, Mas capek banget” balasnya.
“Siip dah, Nasya masuk kamar dulu ya” balasnya.

Nasya pun siap-siap jemput Ibunya. Sengaja dia jemput Ibunya jam 16.45. Akhirnya dia pergi. Saat di jalan.
“Duh jalannya macet banget di Jakarta. Jalan kecil seperti jalan raya aja” ucapku pelan.
‘Kenapa dengan hatiku berdenyut dengan cepat sekali, tidak seperti biasanya’ desis Nasya dalam hati.
“Assalamu’alaikum.. Nasya mau ke mana?” seperti ada yang menepuk bahu kanan Nasya.
“Wa’alaikum salam… Oh.. Azka, aku mau jemput Ibuku di tempat liqo’. Kamu sendiri mau ke mana?”
“Aku sama Mas Umar mau beli takjil, sekalian ngabuburit” balas Azka.
“Aku duluan ya” balas Nasya.
“Iya..” balas Azka.
Nasya beristighfar terus di jalan untuk menenangkan hati yang tidak karuan.

“Assalamu’alaikum Bu” berkata sambil menyalami tangan Ibu.
“Wa’alaikum salam”
“Udah lama Bu nunggunya?”
“Belum, baru keluar. Ibu liat kamu senyum-senyum terus, ada apa?”
“Gak ada apa-apa, emang senyum gak boleh”
“Boleh, cuma ini senyumnya beda.”
“Bu, udah sampe. Nasya tadi pake jalan tikus”
‘Harusnya tadi berangkat pake jalan ini aja, biar gak usah macet-macetan di jalan’ desisnya dalam hati.
Akhirnya Ayah pulang dan Adzan Maghrib pun berkumandang.

Keesokan harinya
Di rumah Azka
“Mas udah punya calon belum”
“Belum, emang kenapa? Kamu jodohin Mad dengan siapa?”
“Ada deh, kalo udah waktunya ntar dikenalin”
“Emang kalo sekarang, kenapa?”
“Gak papa ntar juga tahu”

Di rumah Nasya
“Ibu, Nasya mau nanya tanda-tanda suka sama orang gimana sih?” tanya Nasya.
“Ooh kamu udah suka sama orang ya, jujur deh?” Ibunya malah balik tanya.
“Kan Sya duluan yang nanya, jawab dulu dong”
“Iya deh, tandanya kalo deket diat jantung rasa berdebar-debar, kalo mikirin dia jadi senyum-senyum sendiri. Jadi kamu udah suka sama orang?”
“Sebenernya udah sih namanya Muhammad Umar, dia Masnya Azka, dia kuliahnya di Kairo dan hafidz 30 juz”
“Ibu kasih tau harusnya kalo cinta itu niatnya hanya karena Allah. Kenapa coba?”
“Gatau”
“Karena jika Nasya mencintainya karena Allah, Allah akan menjaganya sampai akhir hayat nanti. Dan jika mikirin dia kamu harus dzikir. Coba pikirin kalo cintanya karena dunia pasti akan sakit hati diakhirnya. Coba liat orang pacaran, pas putus pasti akan sakit hati ada yang nangis meraung-raung, ada yang sampai stres, ada yang coba bunuh diri, dan lain lain. Ngeri kan?
“Ih ngeri banget..”
“Oh.. Udah ada yang jatuh cinta rupanya.. Udah meleleh juga yang hatinya sekeras batu” ucap Masnya.

Rupanya Masnya nguping dari awal sampai akhir obrolan antara Nasya dengan Ibunya. Nasya yang marah akhirnya mengejar abangnya. Alhasil akhirnya tertangkap dan menjewer kuping Abangnya.

“Ayah tolong dong yah”
“Berani bertindak berani bertanggung jawab”
“Liat Ayah aja dukung”
“Maaf deh sekarangkan bulan puasa”
“Tapi aku gak puasa” sambil menjulurkan lidah nya.
“Janji deh gak buat lagi”
“Demi apa?” sambil menjulurkan tangannya.
“Demikian… Haha…” sambil berlari menuju kamarnya.
‘Awas aja nanti Nasya kerjain, mau buat rencana dulu ah’ desis Nasya dalam hati.

Cerpen Karangan: Sabrina Humairoh
Facebook: Lutfiah Khaidir
Saya tinggal di Karawang. Alumni SDN Wadas 1 dan SMPN 2 Teluk Jambe Timur. Dan sekarang saya sedang daftar di SMKN 1 Karawang. Boleh kunjungi twitter saya, nama akunnya @Afa_Amirah32.

Cerpen The Secret of Ramadhan (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tabir Cinta

Oleh:
Senja merah di langit kini sudah menghilang, bergantikan bulan dan bintang sebagai penghias malam, kuasa Allah menciptakan itu semua, Kuasa Allah juga yang mempergilirkan malam dan siang tanpa pernah

Mencintaimu Dalam Diam

Oleh:
Aku tidak tahu kenapa perasaan ini bisa datang? Dan kapan perasaan ini berakhir? Mungkin ini cinta pertamaku? Atau hanya cinta monyet? Yah karena umurku masih sangat remaja, yakni hanya

Kutemukan Kamu Di Persinggahan Ini

Oleh:
“Gadis berkerudung biru dan memakai kacamata hitam itu begitu cantik. Penampilannya sederhana tidak terlalu modis dan modern. Dengan kerudung yang menutupi dadanya, dia terlihat cantik di mataku. Banyak wanita

Rangkaian Kata Untukmu

Oleh:
Mata mandarin dengan pancaran indahnya, lengkungan mempesona dari bibir manismu yang meluruskan segala sesuatunya, dan kata-kata manismu yang mengalahkan manisnya coklat belgia.. itulah sebab yang membuat otak ini terasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *