The Secret of Ramadhan (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 17 August 2018

“Oh iya, dia kan takut kecoa, menganehkan sih lelaki takut kecoak, tapi nyata. Sekarang jam 1 siang nih pasti lagi tidur pules meningan aku beli dulu kecoak matinya, kecoanya ntar taro ditangan trus diselotip. Dia kan kebo kalo tidur, gak bakal bangun. Rencana yang sempurna” dengan senyuman liciknya.

Dua jam kemudian
Abangnya Nasya pun bangun dan baca doa, sebelum tangannya ke muka, dia liat kecoak di tangannya.
“Ya Allah aku udah bangun, apa masih mimpi, kasih mimpinya yang baik aja Ya Allah, jangan kasih mimpi yang buruk Ya Allah” dia pun mencubit pahanya beberapa kali tapi gak bangun-bangun.
“Ini mah bukan mimpi” berlari menuju kamar Ibunya.
“Ibu tolong bukain selotipnya”
“Iyaa..”

Dia langsung ke kamar mandi mencuci tangan dan pergi ke kamar Nasya.
“Nasya kamu kan yang naro kecoak di tangan Mas”
“Kalo iya kenapa?”
“Kalo iya, kamu harus digelitik”
“Ampunn..”
“Tadi aja kamu jewer Mas sakit banget. Inget gak kata Ayah ‘berani berbuat berani tanggung jawab’ inget gak?”
“Huhuhu.. geli.. udah dong..”
“Kali ini kamu dapat keringanan, lain kali kamu gak dapet. Udah ah mau ke Mesjid dulu”

Seminggu kemudian
Hari ini hari senin akhirnya Nasya bisa puasa lagi.
“Assalamu’alaikum” sapa Azka.
“Wa’alaikum salam” balas Nasya.
“Kok gak ke kelas?” tanya Azka.
“Kelas sepi, jadinya aku ke Mushola” balas Nasya
“Gak Sholat dhuha?” tanya Azka.
“Udah di rumah, kamu sendiri?” Nasya tanya balik.
“Udah di rumah. Oh iya Sya.. Kamu sebenernya suka gak sama Mas Umar?”
“Kamu kenapa tanya gitu. Gak ada, gak ada hujan, gak ada petir.”
“Gapapa cuma tanya doang.”
“Hhmmm… Itu ada Kak Meyra mau ke sini deh..”
‘Dasar suka ngalihin pembicaraan’

“Assalamu’alaikum” sapa Kak Meyra.
“Wa’alaikum salam” balas mereka berdua.
“Ada apa Kak?” tanya Nasya
“Ada seminar temanya bulan Ramadhan, judulnya terserah. Tempatnya di Hani’s restaurant, tempatnya saya sewa dari ba’da Ashar sampai Ba’da Maghrib. Minggu depan, hari Ahad, tanggal 18. Kalian juga terlibat, Azka kamu jadi MC, Nasya kamu jadi penceramah. Boleh ajak keluarga dan teman-teman. Assalamu’alaikum… ”
“Wa’alaikum salam”
Namanya adalah Meyra Nadya, biasa dipanggil Kak Meyra. Dia adalah Kakak pembina eskul BTQ. Umurnya 28 tahun.
“Jawab dulu pertanyaanku”
“Masuk yuk, udah jam 10.”
‘Isshh..’ desis Azka didalam hati.
Akhirnya pulang juga.
“Judulnya malam Lailatul Qadar aja.”
“Terserah”
“Kamu kenapa Ka?”
“Pertanyaan aku aja gak dijawab”
“Bukannya gak dijawab, bingung jawabnya” sambil tersenyum
“Ya udah gapapa” balas Azka
‘Sebenarnya kutahu, kau menyukai dia. Aku hanya mendengarkannya dari mulutmu. Tapi ku tau dari gerak gerikmu’ desis Azka
“Aku duluan ya udah dijemput, Assalamu’alaikum”.
“Bareng aja keluarnya aku mau naik angkot”.

“Sya aku duluan.. Assalamu’alaikum”
“Ya.. Wa’alaikum salam”
Saat di jalan
“Mas kata kamu dia cantik gak?”
“Cantik lah semua perempuan juga cantik kamu juga cantik.”
“Au ahh..” pake h nya hamzah.
‘Aku tau maksud kamu Azka, aku menyukai dia, tapi aku tidak mau kau yang mengetahuinya, jika kau mengetahuinya pasti kau akan cerita ke Nasya. Aku mau dia mendengar dari mulutku sendiri’ desis Masnya dalam hati.

Seminggu kemudian
“Sya, kita duduk di mana?” seru Mas Syamil.
“Duduk di mana aja terserah. Pokoknya yang laki-laki di sebelah kanan, perempuan sebelah kiri. Nasya mau ke panggung dulu ya”
“Ya” jawab mereka serentak.

Akhirnya acara pun selesai dan Adzan Maghrib pun berkumandang. Kita semua pun berbuka. Dan setelah berbuka kita pun Sholat Maghrib berjama’ah.
“Yang jadi imamnya sekarang adalah siswa lulusan Universitas Al-Azhar Kairo.” seru Ustadz Ihsan kepada Mas Umar.
Ustadz Ihsan adalah ustadz yang menenani Nasya ceramah.
“Tidak apa Ustadz, lebih baik Ustadz saja yang jadi imam.”
“Kamu saja yang jadi imam, belum pernah kan.”
“Belum Ustadz”
Dia pun segera segera ketempat imam. Setelah selesai Sholat, akhirnya mereka semua pulang.

Di rumah Nasya
Akhirnya keluaga Nasya sudah sampai di rumah. Mereka pun istirahat sejenak, setelah itu Nasya dan Ibunya Sholat Tarawih berjama’ah di rumah sedangkan Ayah dan Masnya sholat di Masjid.

Di rumah Azka
Umar merebahkan dirinya di kasurnya yang empuk.
“Malam ini aku ingin Sholat Istikharah” ucap dia dengan mantap.
Akhirnya dia pun tertidur dan terlelap dalam mimpinya.

Umar pun terbangun dan langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Dan setelah itu dia mengerjakan Sholat Istikharah.

‘Ya Allah tolong jangan bolak balikan hatiku ini Ya Allah. Mantapkan hati ini Ya Allah untuk melamar dia’ pinta Umar.
Setelah itu dia langsung membaca Qur’an.

Di rumah Azka
“Ka, perginya naik angkot dulu ya. Mas mau pergi, ada urusan mendadak.”
“Iya..”

Di kampus
“Assalamu’alaikum..” sapa Nasya.
“Wa’alaikum salam..” balas Azka.
“Gak dianter?” tanya Nasya.
“Gak, dia lagi ada urusan” balas Azka.
“Pulang mau bareng gak?”
“Boleh”
“Ayo masuk kelas, 5 menit lagi dosen masuk”

Di rumah Nasya
“Assalamu’alaikum..” sapa Umar.
“Wa’alaikum salam..” jawab Syamil & Ibunya.
“Ada apa nak Umar datang ke sini?”
“Saya.. Saya datang untuk meminang putri Ibu yang bernama Nasya. Tolong tanyakan apakah dia mau menerima saya? Tapi Ibu saya ada satu permintaan..”
“Apa itu?”
“Jika dia menanyakan nama saya, tolong jangan dijawab” pinta Umar
“In syaa Allah saya akan menjaga amanah ini” balas Syamil.
“Bu.. Mas.. Saya pulang dulu.. Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikum salam” balas mereka serentak.

“Ka, cepet naik” seru Nasya.
“Sabar ngapa nek” sambil menaiki motor Nasya.
“Wait.. Gak salah tuh ngomong nek, aku kan baru umur 15”
“Preeet ahhh… Umur dah 25 aja”
“Sama juga umurnya”
“Siapa?”
“Siapa ya? mungkin orang yang lagi dibonceng sama Princess Nasya.”
“Uhuk.. Uhuk..”
“Batuk nek”
“Nek.. lagi”
“Hahaha.. Udah sampe nek”
“Hhhh.. Makasih mampir dulu nek”
“Gak usah nek langsung pulang aja, Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikum salam”

Di rumah Azka
“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam” balas Umar.
“Ka, kamu sekarang udah tua ya, tadi kok dipanggil nek”
“Tadi cuma bercanda doang”
“Serius juga gak papa”
“Issshhh..”
“Ka, tadi Mas melamar Nasya”
“Yang bener…”
“Iya bener.. Kamu jangan ceritain ke Nasya, dia masih belum tahu siapa nama yang melamarnya?”
“Kenapa dirahasiain?”
“Dasar KEPO.. Udah ah ngobrolnya.”

Di rumah Nasya
Dalam suasana berbuka
“Sya, misalnya Ayah jodohin kamu, kamu nolak gak?” ucap Ayahnya.
“In syaa Allah gak” balas Nasya.
“Sya, Ayah udah punya calon buat kamu, kamu terima gak?”
“Namanya siapa?”
“Rahasia, ntar kamu juga tau” balas Syamil.
“Isshhh… Sya pikir-pikir dulu mau terima apa nggak”
“Tapi jangan lama-lama ya, batasnya sampai lebaran” balas Ibunya.
“Iyeeaa”

‘Ya Allah tolonglah aku Ya Allah berikan aku jodoh yang terbaik… Aamiin’
Selesai sholat istikharah dia pun terlelap tidur.

Lebaran pun tiba
“Sya, gimana keputusannya?” ucap Ayahnya.
“Aku… Aku terima dia jadi suamiku, dengan syarat maharnya Surah Ar-rahman”
“Nanti Ayah bilang ke dia”
“Oh iya Sya.. Kamu akan menikah seminggu lagi” ucap Syamil.
“Cepet bangett”
“Lebih cepat lebih baik” balas Syamil dengan muka sumringah.

Ayah Nasya pun menelepon Umar.
“Assalamu’alaikum.. Nak Umar”
“Wa’alaikum salam.. Maaf ini siapa?”
“Ini Ayahnya Nasya, oh iya lamaran kamu diterima Nasya, dengan syarat maharnya Surah Ar-rahman”.
“Oh iya siap, makasih infonya Pak, Oh iya Pak.. Taqaballahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Mohon maaf lahir dan batin untuk Pak Usamah dan keluarga”.
“Taqabal ya karim Nak Umar. Mohon maaf dari saya dan keluaga juga. Oh iya Nak Umar maaf saya tutup dulu teleponnya. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam”

Seminggu kemudian
SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA NASYA SHIHAB BINTI IMRAN SHIHAB DENGAN MASKAWINNYA YANG TERSEBUT TUNAI.

“Sya.. ayo keluar, udah selesai ijab dan qobulnya”
Nasya pun keluar dengan wajah yang ditundukan, dia pun berjalan menuju kursi pelaminannya. Dia pun menyalami tangan suami sahnya, dan masih dengan wajah yang ditundukan. Umar pun mengangkat dagu istrinya.
“Nasya, kamu kenal dengan aku” ucapnya dengan lembut.
“Mas Umar?” dengan wajah bingung.
“Nanti aku ceritakan dikamar”

Di kamarnya Umar
“Mas kenapa kamu merahasiakan nama kamu pada saat melamarku?”
“Sengaja biar kamu penasaran” sambil mencium pipi Nasya.
Muka Nasya memerah
“Dasar genit” sambil mencubit tangan Umar.
“Aduh sakit…” sambil menggosok tangannya.
“Oh sakit.. Maaf ya Mas..” sambil menggosok dan meniup tangannya Umar.

Umar pun mendekatkan mukanya dengan muka Nasya. Muka mereka sangat dekat sejauh 5 cm.
“Aku mencintaimu Nasya, sejak kamu berceramah di seminar. Aku mencintaimu karena Allah. Apakah kamu mencintaiku?”
“Aaaku… Aku..”
Umar pun membuka kerudung milik Nasya.
“Ucapkan dengan tenang sayang”
“Aku juga mencintaimu, sejak kamu menolong kakek buta menyebrang. Aku mencintaimu karena Allah”.
‘Oh jadi itu Azka taunya’ desisnya dalam hati.
“Ayo kita tidur” berkata sambil menggendong Nasya.
“Mas aku mau turun.. Mas aku mau jalan sendiri..”
“Sudah sampai”

Akhirnya, mereka menikmati malam mereka yang sangat indah itu.

Cerpen Karangan: Sabrina Humairoh
Facebook: Lutfiah Khaidir
Saya tinggal di Karawang. Alumni SDN Wadas 1 dan SMPN 2 Teluk Jambe Timur. Dan sekarang saya sedang daftar di SMKN 1 Karawang. Boleh kunjungi twitter saya, nama akunnya @Afa_Amirah32.

Cerpen The Secret of Ramadhan (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Indahnya Matamu Ukhtii

Oleh:
Sore itu aini menyapu halaman rumahnya, beberapa orang yang melakukan KKN di kampungnya menyapa aini, namun aini segera berlari ke dalam Rumahnya “Dia memang begitu, setiap kali melihat lelaki

Karena Aku Memilih Hatinya

Oleh:
Tidak hanya sekedar “Beautiful”, tapi “Pretty.” Zahra perempuan 25 tahun ini tidak hanya sekedar cantik, tapi dia mempunyai hampir semua yang ingin dimiliki oleh kaum hawa. Hampir semua orang

Hijrah Cinta

Oleh:
Lila tersadar dari lamunannya ketika Gia mencoba menepuk pundak kanannya. “Giaaaaa…” teriak Lila kesal. “sorry deh sorry.. lagian dari tadi ngelamun aja, ngelamunin apa sih?” tanya Gia penasaran. “mau

Karung Terakhir

Oleh:
Sejak bilal masjid mengumandangkan bacaan niat sahur untuk esok, Baba pun mulai berganti ‘baju dinas’. Ke luar masjid dengan mulut komat-kamit. Hatinya bergumam, “ini malam ke-29 ya? masih ada

Puasa Ramadhan Pertama

Oleh:
Bulan Ramadhan pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, bulan penuh berkah dan ampunan dari Yang Maha Kuasa, bulan dimana orang-orang berlomba-lomba mendapatkan banyak pahala, bulan suci yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *