Unexpected

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 27 December 2017

Aku masih tidak mengerti dengan takdir Allah yang sekarang terjadi. Dia telah memberikan kebahagiaan sebesar ini. Meskipun aku dulu menginginkan seorang pria yang memiliki akhlak yang baik dan dari keluarga baik-baik, namun Dia telah mengganti rencanaku dengan menggantikan seorang pria bermata sipit yang berasal dari negara yang terkenal dengan musiknya.

Ia rela meninggalkan karirnya sebagai artis di ibukotanya demi menikahi seorang yang sederhana namun berpengetahuan luas meskipun parasnya tak secantik selebriti yang pernah ia temui.

Selama satu tahun kemarin ia memutuskan untuk masuk agama islam dan semakin mendalaminya dengan masuk ke salah satu universitas islam di Surabaya dan sering pergi untuk sekedar berdiskusi dengan ustad-ustad yang sudah lumayan paham tentang ilmu agama.

Aku sedang duduk menghadap cermin bersiap-siap untuk pergi ke tanah kelahiran belahan jiwaku, yaitu suamiku. Tiba-tiba dia datang dari balik pintu dan mengajakku untuk segera keluar. Dengan ringan tangan aku membantunya membawa semua barang bawaan kita.

Kedua orangtuaku melepas kami hanya di depan rumah kami dan kami segera menaiki taksi untuk pergi ke Bandara Surabaya. Jujur aku masih mengingat bagaimana ia meminta restu kedua orangtuanya untuk berpindah agama dan memilihku untuk ia nikaahi.

Tiada halangan apapun membuat perjalanan kami lancar menuju negara kelahiran suamiku. Kami tiba di sana pada sore hari dan itu menjelang maghrib. Tepat saat maghrib tiba kami tiba di rumah kedua orangtua suamiku, mereka masih menerima anaknya dan tentunya aku sebagai anngota baru di keluarga mereka walapun sekarang mereka dan putranya sudah berbeda keyakinan.

“Tenang saja ini makanan halal untuk muslim, Ibu membeli daging ayam di toko yang berlabel halal. Ayo dimakan!” Eomma membuka pembocaran di antara kami, “Eomma terima kasih, tapi seharusnya Eomma tidak usah merepotkan diri untunj kami.” Balasku dengan menyunggingkan senyum. Lalu kami semua makan bersama di malam senin.

Seusai makan malam dan sholat isya aku dan suamiku berjalan-jalan keluar ke tempat yang belum aku pernah kunjungi seumur hidup.
Malam ini kami berpakaian serasi, kami membawa mantel panjang berwarna hitam dan aku memadukan dengan jilbab berwarna putih. Saat kami sedang berjalan masih banyak yang mengenali suamiku meskipun ia sudah dua tahun meninggalkan pekerjaannya yang dulu membuatnya terkenal di mana-mana. Ada juga yang masih meminta tanda tangan darinya dan meminta foto dengan kami, kami hanya menerima apa yang mereka minta. Mungkin saja mereka masih mendukung suamiku meskipun ia untuk saat ini tidak aktif di dunia hiburan.

Seusai itu kami berjalan-jalan kembali menikmati pemandangan malam menjelang musim dingin di Korea. Kami pergi ke Dongdaemun mecoba menaikin kapal di Sungai Cheonggyecheon dan membeli beberapa pakaian untuk musim dingin. Kami mencoba berbagai macam makanan seperti kue-kue atau makanan yang berjajar di bawah tenda kuning.
Setelah itu kami pulang dan beristirahat karena kami terlalu larut kembali ke rumah dan membuat Eomma sedikit khawatir. Lalu kami berniat menunggu datangnya pagi dengan terlelap dalam satu tempat.

Selamat Malam.

Cerpen Karangan: Eviey Silvya
Facebook: Eviey Silvya
Kalau kurang menarik ceritanya, maaf ya aku masih belajar. Hehe
Salam kenal…

Cerpen Unexpected merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yang Terpendam

Oleh:
Termenung, gadis itu memandang di sebuah sudut. Mengamati seseorang disana. Memandang dengan penuh pengamatan. Sangat teliti dan sangat jeli ia mengamati gerak gerik Yun gee. Dia melihat yun gee

Episode Yang Terpenggal

Oleh:
Untuk melupakan seseorang yang dulunya pernah hadir dalam hidup kita bukanlah hal yang mudah, butuh tekad yang kuat, perjuangan yang keras, bersabar dan tidak putus untuk terus berdo’a kepada

Di Syurga Allah

Oleh:
Ingat nggak 7 tahun lalu, kita mengalami kecelakaan, dengan tidak sengaja mobil kamu menabrak motor yang aku kendarai, yang mengakibatkan aku harus mengalami keretakan pada tulang punggung ku, saat

Tak Bisa Menolak Jodoh (Part 2)

Oleh:
“Tiiitt,” terdengar bunyi klakson motor di depan rumah. Dia telah datang dengan roda berkuda berwarna hitam untuk menjemput tuan putri yang telah menunggunya, betapa senangnya hati ini setelah berbulan-bulan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *