Aku Cinta Pertamanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 March 2017

5 tahun silam, ketika aku masih duduk di kelas 2 di salah satu SMP ternama di kabupaten pangandaran, kota kecil penuh kenangan. Awalnya aku tidak kenal sama sekali dengan adik kelasku, aku termasuk orang yang cuek kalau tentang perempuan, banyak yang mendekatiku saat itu, namun semuanya aku tolak karena alasan itu bukan typeku.

Singkat cerita, masa pemilihan pengurus osis baru pun telah tiba, aku ingin merubah pribadiku dengan cara berorganisasi, dan syarat jika ingin menjadi pengurus osis ialah dengan ikut LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), kala itu aku bersama dua temanku ikut mendaftar sebagai peserta, Muhammad dengan Mustofa namanya.

Masa ldks telah tiba, para peserta berkumpul di ruang multimedia kala itu, aku duduk di samping temanku Muhammad yang sedang melihat cewek-cewek adik kelasnya, ia menemui salah seorang cewek yang persiapan ldksnya sangat wahhh..

“hahaha… bawa galon tuh, takut haus yah neng galon?,” ucap Muhammad.
Seketika ucapan “neng galon” tersebut membuat aku ingin melihat wajahnya, awalnya hanya iseng saja ingin melihat wajahnya,
“mana orangnya?,” ucap aku pelan ke Muhammad.
“ciyeh Rian nanyain yang mana neng galon,” celetuk muhammad di kerumunan orang banyak. Seketika, orang-orang di sekelilingku memandangiku dan serentak bilang ciye ciye, asikk ahh… hatiku berdebar-debar, mukaku seketika merah karena malu
“sepertinya aku jatuh cinta padanya,” ucap aku dalam hati sambil tersenyum-senyum.

Tak begitu lama, muhammad bilang pada neng galon. “siapa namamu neng galon ?”
“ersha kak, adik kelasmu,” ucapnya. Mendengar suaranya, hatiku semakin berdebar-debar, suara cempreng khasnya itu membuat aku makin jatuh cinta padanya..
“minta nomer hapenya dong?,” ucap muhammad padanya. Dikasihlah nomer hape dia ke muhammad dengan sehelai kertas putih. “Nih yan, nomer hapenya,” ucap muhammad berbisik padaku, padahal aku tidak pernah berfikir akan meminta nomor hapenya, karena aku malu untuk memintanya langsung, awalnya aku menganggap bahwa perasaanku ini hanyalah perasaan yang mungkin akan hilang ditelan oleh waktu.

Seminggu berlalu, aku masih memegang kertas yang sahabatku berikan yang isinya nomor hape Ersha, aku berfikir dan aku tidak memberanikan diri untuk menghubunginya, awalnya aku cuek akan perasaanku terhadapnya.

Bel sekolah pun berbunyi, pertanda itu adalah bel pulang, aku menyengajakan diri pulang melalui depan kelas Ersha, sampai akhirnya, aku pun bertemu dengannya, aku tidak menyangka bahwa hatiku akan berdebar-debar seperti pertama kali aku bersua dengannya di ldks itu.

Sepulang sekolah, aku memberanikan diri untuk menghubunginya, karena aku fikir dia adalah jodohku yang Allah kirim untukku, mungkin dia yang selama ini aku idam-idamkan dalam setiap doa setelah sholatku. Ketika aku mencari sehelai kertas itu, aku cari-cari tidak ada, aku baru tersadar bahwa kertas itu tertinggal di laboratorium TIK sewaktu belajar tadi. Besoknya aku dan temanku mencari kertas itu dan akhirnya ketemu kertas itu di bawah meja yang aku tempati kemarin. Sepulang sekolah, hari itu juga aku memberanikan diri menghubunginya.

“haii… neng galon?,” ucapku lewat pesan SMS. Tak lama kemudian, ia membalas pesanku.
“haii juga, ini siapa ya?”
“ini aku, yang seminggu yang lalu di ldks, Rian.”
“ehh kak, aku tunggu-tunggu sms kakak, kenapa baru sms kak?”
Hatiku berdebar-debar ketika membaca pesan itu, dan itu sama seperti ketika saat pertama aku melihatnya. Sms dia pun aku sulit untuk membalasnya karena mungkin sulit, beberapa kali aku mengetik “iya, aku juga nunggu-nunggu kamu, aku bingung dengan perasaan ini, aku memberanikan diri untuk menghubungimu, aku tidak menyangka kamu juga menunggu pesanku.” namun pesan itu aku hapus, aku mengetik ulang menjadi,
“hehe… makasih yaaa.” Ucap aku karena bingung.
“makasih untuk apa a?”
“makasih udah nunggu sms aku.”
Aku dan ersha terus berbalas-balas pesan singkat, aku merasa makin nyaman dengannya walau aku jarang bertemu dengannya karena kesibukan masing-masing. Berada di dekatnya ketika kumpul calon pengurus osis itu mengajarkan aku arti kenyamanan, kesempurnaan cinta, namun aku belum juga berani mengungkapkan perasaan aku kepadanya.

Hari berlanjut hari, malam minggu datang bergantian dengan cepat, hingga pada waktunya hari sabtu, tanggal 17-11-2011 sekitar pukul 8 malam, aku memberanikan diri mengungkapkan perasaan aku terhadapnya, ditemani angin semilir pantai yang berhembus mengenaiku dan calon pacarku, aku mengungkap semua itu, aku luapkan semua perasaanku terhadapnya.

“ersha, aku mencintaimu, aku pengen kamu jadi pacar aku,” ucap aku pelan kepadanya karena malu-malu.
“iya, aku juga mencintaimu, iya aku pengen jadi pacarmu,” ucap ersha memegang tanganku yang katanya tanganku itu dingin dan berkeringat. Mungkin itu karena aku grogi.

Malam itu juga, aku mengajak ia berjalan-jalan mengelilingi pangandaran, di sekitar pantai kala itu juga, sampai saatnya kita harus pulang ke rumah masing-masing, aku tidak mengantarnya pulang karena pada saat itu ia pulang dengan teman-teman ceweknya, aku hanya mengantarnya pada tempat teman-temannya berkumpul.

Sesampainya kami di rumah, kami banyak berbalas sms membahas hal yang indah tadi, suasana itu seketika berubah menjadi romantis, sms pun dipenuhi dengan emoticon emotican yang menandakan kami saling sayang, sampai tiba waktunya pada tanggal 17-12-11, aku dan dia merayakan happy anniversary kita pertanda bahwa ini hari ke 30 kita berpacaran, awalnya aku tidak ingat dengan hari itu karena saking senangnya bisa bersamanya membuat aku lupa aku waktu, hari demi hari kulalui terasa cepat karena dia, ingin rasanya cepat-cepat untuk malam mingguan dengannya mengenang tempat yang dulu aku menyatakan cinta padanya, hingga pada saat itu, dia berkata padaku bahwa akulah cinta pertamanya.

“sayang, kamu tau gak, kamu tuh cinta pertamaku, pasti kamu baru dengar yaa…?”
“hah..? yang benar saja, aku gak nyangka,” ucapku sambil terbata-bata.
Hal itu membuat aku senang, aku mungkin bukan pertama kalinya yang disukainya, namun aku adalah orang yang menjalin suatu ikatan pertama dengannya. Itu membuat aku yakin bahwa dia memang jodohku, dan aku pun sangat mencintainya hingga sekarang walau dia sudah tidak menjadi kekasihku lagi, kami hanya menjalin hubungan selama kurang lebih 1 tahun dua bulan, kami putus karena memang sudah tidak ada kecocokan di antara kita. Tanggal putusnya tidak lama dari hari ulang tahunku, ulang tahunku yang spesial, ia memberikan banyak kado kala itu, foto-foto aku dengannya banyak terpampang dalam kado dan kue itu, aku tidak pernah menyangka dan berfikir bahwa hari itu adalah hari ulang tahun terakhirku bersama dengannya, merayakannya bersama-sama, sampai akhirnya kami memilih jalan yang berbeda, jalan yang dimana aku selalu menyesalinya hingga saat ini…

Saat ini aku sudah kelas 3 SMA semester 5. 4 tahun berlalu, dan aku pun masih sangat mengenalnya, mencintainya, menyayanginya, merindukan suaranya, merindukan kenangan-kenangan yang dulu, dan masih tersimpan dalam memoriku, ingin sekali aku melupakannya, ingin sekali aku membuang nama itu dari otakku. Namun aku tidak bisa melakukannya.

Neng Galon

END

Cerpen Karangan: Sapdho Wibowo
Facebook: Sapdho Wibowo

Cerpen Aku Cinta Pertamanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Yang Dijauhi

Oleh:
Namaku Salsa, saat ini aku duduk di kelas 3 SMA dengan jurusan IPA di salah satu sekolah Negeri di bogor. Dimana banyak sekali orang-orang pintar disana. Awal masuk dan

Putri Sehari

Oleh:
“Apakah ada lagi yang harus hamba lakukan, Putri?” tanya salah seorang pelayan. “Tidak. Kau boleh pergi!” jawab seorang gadis singkat. Sang pelayan pun lalu pergi meninggalkan gadis itu sendirian

Mungkin Aku…

Oleh:
Belakangan ini dia sering terlihat murung, tak bersemangat seperti biasanya. Bola basket yang selalu dimainkannya dengan lincah, sekarang hanya ia pantulkan lemah sambil duduk di pinggir lapangan. Aku memang

Terima Kasih Pak

Oleh:
“Tett.. tett..” Tak terasa bel pulang sudah berbunyi. Wanita itu lalu mempersilahkan kerumunan berpakaian seragam untuk mempersiapkan diri pulang ke rumahnya masing-masing. Setelah berdo’a dan mengucap salam beliau berlalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *