Aku Jatuh Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 July 2018

Aku merasakan cinta untuk pertama kalinya, saat ini aku tengah duduk di kelas 2 smp, aneh memang, menurutku usia itu belum cukup dewasa untuk merasakan cinta, namun itu lah kenyataannya aku jatuh cinta padanya, dia tidaklah badboy di sekolahku, dia juga tidak begitu aktif dalam organisasi.

Kebanyakan dari temanku mengatakan, “lihatlah dia tidak begitu tampan, lalu mengapa kau menyukainya?” ucap mereka, namun sayang aku tak peduli dengan ucapan mereka, tidakkah mereka pernah mendengar cinta tidak memandang fisik!! dia manis sangat manis malah

Pagi ini aku berangkat ke sekolahku, pukul 6.15 yah aku termasuk murid yang cukup rajin, tidak sulit kan bangun pukul 05.00 dan datang lebih awal ke sekolah? aku memasuki kelas yang terpampang dengan jelas “8.4” sepertinya aku tidak sendiri, karena aku mendapati tas yang ada di bangku urutan pertama di sudut kelas, dialah orang yang aku suka, dia menatap layar ponselnya, dia sangat manis, setelah itu aku melihatnya mengeluarkan sebuah buku, aku mengenal buku itu, buku petak petak yang sering dianggap pelajaran tersulit di sekolah, matematika, 5 menit berlalu dia tampak menggaruk tengkuknya kebingungan, aku mengeluarkan buku yang sama dengannya dan menghampiri tempat duduknya, “ini!” ucapku mengulurkan buku itu mengingat hari ini ada pekerjaan rumah yang kuyakini dia pasti lupa memgerjakannya, dia menatapku, dan dengan segera mengambil buku yang aku ulurkan itu, dia tidak mengatakan apapun! namun disaat dia sedikit menunduk untuk menyalin pekerjaan rumahku, aku melihatnya tersenyum sangat manis. aku pun ikut tersenyum.

Semenjak kejadian itu, aku semakin berani untuk menatapnya, di saat dia membalas tatapanku, aku tidak lagi memalingkan wajahku, terkadang dia lah yang terlebih dahulu memalingkan wajahnya, pertanda dia agak salah tingkah dengan tatapanku, sepertinya dia tau bahwa aku menyukainya. mungkin..

Selama beberapa bulan hubunganku dan dia tidak berjalan membaik, hanya biasa biasa saja, kami hanya layaknya teman, pernah waktu itu pembagian kelompok dan dia menyarankanku untuk satu kelompok dengannya, saat itu aku mendengarnya berbicara dengan teman karibnya, “kania dia pintar, bagaimana kalau dia satu kelompok dengan kita?” ucapnya, lalu temannya memjawab “kania sudah mempunyai kelompok!” apa aku hanya dimanfaatkan olehnya? apa cintaku untuk pertama kali ini harus disia sia kan olehnya? seiring waktu aku mulai menyadari bahwa dia memang memanfaatkanku! buktinya di setiap ada tugas di pasti meminta bantuanku, dan setelahnya itu dia menghabiskan waktunya untuk bercanda ria dengan teman cewek di sekitar barisan bangkunya.
“kau lihat, seharusnya kau melupakannya!” ucap wita padaku, dia teman satu banngku denganku dia cukup dekat denganku,
“iya kau benar!” balasku padanya

Setelah kenaikan kelas 9 ini aku mencoba melupakannya, seringkali aku melihat di akun sosial medianya, kalau dia sudah menjalin hubungan dengan perempuan kelas lain, aku hanya menantinya! ya padahal aku sudah mencoba untuk melupakannya, namun nihil.. Cinta ini masih menancap di relung hati ku, benar kata orang “cinta pertama sulit untuk dilupakan”

Cerpen Karangan: Fitri Pilami
Blog / Facebook: Fitri Pilami

Cerpen Aku Jatuh Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Monyet Bersemi Kembali

Oleh:
Sinar matahari mulai meninggi, embun masih belum beranjak dari tempatnya. Suasana kelas pagi ini masih terlihat sepi. Hanya terlihat beberapa anak petugas piket yang datang lebih awal dari biasanya.

Seperti Sepasang Merpati

Oleh:
Langit menjadi kelabu. Awan hitam mulai tak mampu lagi membendung butiran air. Matahari pergi. Sinarnya pun tak berbekas. Di samping rumah Nada, nampak Dio masih asyik bermain dengan merpatinya.

Sesempit Inikah Dunia?

Oleh:
“cieeee… dhifa lagi liatin foto siapa tuhh?” Ucapku sambil melirik ponsel miliknya “eee.. eenngga.. kok ray gak liatin foto siapa-siapa..” ucapnya gugup Seketika alisku naik seraya menatapnya dengan tatapan

Just Best Friend

Oleh:
Sepulang sekolah, tidak seperti biasanya. Hari ini begitu terik, panas matahari serasa membakar kulit. Keringat bercucuran, mata sudah tidak fokus memperhatikan jalan yang di lewati. Hari ini sepertinya menjadi

Masih Ada Kesempatan

Oleh:
“Eh Dul kamu pernah nggak ngerasain, kamu suka sama cewek dan lagi deketin dia, eh nggak taunya dia udah punya cowok?” “Belum sih In. Pasti sakit ya?” “Rasanya hambar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *