Cinta Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 3 November 2017

Ya sebenarnya saat aku sedang menulis ini tidak ada lagi perasaanku terhadapnya. Tidak tersisa sedikitpun. Tapi aku hanya ingin menuangkan sedikit kisah nyata dalam hidup. Entah dia yang bersangkutan akan membaca atau tidak aku pun tak peduli.

Entah Cinta pertama atau hanya cinta monyet. Waktu itu aku masi berumur 14 tahun dan dia 13 tahun. Dia di bawahku setahun lebih. Ahahhaha lucu. Masih anak-anak untuk mengenal yang namanya cinta. Yang seharusnya belajar malah pada galau.

Waktu itu dia yang tiba-tiba mengajak aku pacaran dengan mengirim seribu puisi cinta. Aku tau puisi itu semua hanya copas aja. Ahhahahahh lucu. Namanya Aggy Andrian Dahwara. Aku pun langsung menerimannya tanpa pikir panjang. Waktu itu tanggal 11 April 2011.

Sebenarnya awalnya hanyalah iseng. Maklum masih kecil. Ahhahaha…. tapi lama-lama kok jadi sayang beneran ya?

Menurutku dia itu adalah laki-laki yang tidak pelit, serius, alim, sabar, baik dan penurut. Yang paling aku suka dia selalu nyuruh aku solat.

Ketika itu aku dan dia masih SMP. Kami bersekolah di Smp 1 karimun dan satu kelas. Kelas kami merupakan kelas yang dipenuhi oleh anak-anak pintar. Mungkin karena waktu itu aku lebih pintar darinya makanya dia jadi tertarik sama aku.

Waktu kami pacaran cuma 1 kali aja jalannya. Itu pun waktu libur sekolah. Naik oplet jalannya. Ahahahhaha lucu ya. Soalnya waktu itu dia nggak punya motor. Dan juga lagi belajar bawa mobil. Katanya kalau sudah pandai bawa mobil baru bisa sering-sering jalan. Ya sudah aku mah kagak berharap buanyak ya. Saat jalan itu dia janji kalau sudah gede nanti akan melamar aku. Itulah janji kami berdua. Akan saling menunggu. 7 tahun lagi.

Selama pacaran ini cuma sekali itu jalan. Habis itu kagak pernah lagi. Kami beraninya lewat facebook aja. Kalau ketemu di sekolah cuma diam mati kutu kagak berani buat ngomong.

Waktu itu aku sering marah-marah sama dia, ngomel-ngomel sebel soalnya kami jarang komunikasi. Komunikasi cuma lewat facebook aja. Hp dia nggak punya. Kan susah ya. Kalau kangen gimana. Emang tiap hari ketemu di kelas. Tapi ketemu aja kagak cukup. Pasti butuh komunikasi juga kali. Pokoknya aku marah-marah sama dia dengan kata-kata kasar, aku suruh dia berubah. Dia minta maaf sama aku. Entah berapa banyak dia sudah minta maaf. Tapi aku sudah terlanjur geram jadi aku putusin dia secara sepihak.

Aku nyesel sudah mutusin dia. Aku padahal sudah cinta sama dia. Disitu aku mohon-mohon minta maaf dan minta balikan sama dia. Tapi dia nggak respon. sudah beribu-ribu kali aku minta maaf tapi dia kagak mau maafin. Disitu aku galau berat.

Disaat itu aku bersumpah pada Allah swt. Kalau Aggy maafkan aku dan balikan lagi sama aku. Aku janji nggak akan egois lagi. Aku bakalan berubah demi dia. Tapi sayang aggy tidak maafin aku. Ya sudah aku pun belajar ikhlasin dia. Yang penting aku sudah berusaha keras buat yakinin dia.

Setelah putus dari dia aku galau terus sedangkan dia makin giat aja belajar. Lulus smp nilainya lah yang paling tinggi di sekolah. Dia masuk SMA Binaan sedangkan aku sengaja untuk menjauhi dia masuk SMA 1 Karimun.

Di SMA aku belajar mengikhlaskan dia. Lama juga aku mengobati galau ku ini. Satu tahun baru bisa aku ikhlaskan kepergiannya.

Dan setelah aku sudah lupa sama dia tiba-tiba dia menghubungi aku lewat facebook. Dia ngajak ketemuan. Iya aku mau aja. Dia jemput aku pake mobil. Aku sama dia di dalam mobil berdua. Disitu aku nanya kenapa tiba-tiba ngajak jalan. Kenapa nggak dari dulu aja. Dia bilang dia dapat ilham. Dia mimpiin aku sehingga jadi kangen dan sekarang ngajak jalan. Aku pikir mungkin itu semua karena doa-doa aku sama Allah swt. Terjawab sudah. Tapi sudah terlambat. Disitu dia minta maaf dan ngajak balikan aku. Tapi aku nolak. Bukan karena aku tak cinta lagi sama dia. Tapi aku nggak mau balikan tapi sifatnya sama seperti dulu. Iya akhirnya ia pun menerima keputusanku. Sesungguhnha jauh di lubuk hatiku tidak menolaknya. Aku menerima dia tapi nanti. Suatu saat nanti setelah aku dan dia dewasa. Suatu saat aku akan kembali padanya. Itulah niatku sesungguhnya. Tapi beda dengan yang aku sampaikan padanya.

Aku bilang ke dia kita tidak bisa mengukir jalan kenangan bersama. Sekarang biarlah kita jalani jalan kita sendiri-sendiri.
Waktu itu kalau kagak salah umur aku sudah mau 17 tahun.

Aku dengar-dengar di SMA dia ke sekolah bawa mobil. Dan dengar-dengar dia sudah punya pacar. Tidak perlu lah aku sebutkan nama pacarnya. Takutnya nanti ada yang marah. Ya ketika dia susah dia bersamaku, dan ketika dia senang dia bersama orang lain. Sungguh menakjubkan sekali.

Masuk tahun ke 6 dari anniv failed. Aku denger-denger dia sekolah perminyakan gitu. Aku pun memberanikan diri untuk menghubunginya lewat facebook. Dengan ragu-ragu aku inbox dan menyapanya. Ia pun membalas inbox ku. Aku pun langsung to the point aja. Aku menyampaikan maksudku atas petanyaan tentang janji kami 6 tahun silam. Dan ia pun membalas inboxku. ‘Maafin aku miera, aku sudah memiliki pacar.’ Dan setelah mengetahui jawaban itu aku pun sontak berjanji padanya dan pada diriku sendiri. ‘Jikalau suatu saat kau mendapatkan tanda bahwasannya aku adalah jodohmu. Jangan pernah datang ke aku. Karena aku tidak akan menerimamu kembali. Aku bersumpah tidak akan berharap atau pun menghubungimu lagi.’

Itulah kisah Cinta pertamaku. Mungkin setiap insan juga memiliki cinta pertama yang berbeda-beda versi ceritanya. Yang aku tau beginilah cerita cinta pertama versi dalam hidupku.

Cerpen Karangan: Miera Yohana
Blog: Mierayohana.blogspot.co.id

Cerpen Cinta Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


He is My First Love

Oleh:
Hari itu, aku membuka mata dari tidurku. Ku arahkan mataku pada sebuah jam yang berada di atas televisi. Jam tersebut menunjukkan pukul lima pagi. Aku pun kembali menutup mata

I’m Feeling Blue (Part 1)

Oleh:
Deru campur debu, kelabu menutup biru. Panas matahari, walau masih pagi, memanggang sepanjang jalanku. Air menggenangi jalan-jalan berlubang akibat hujan semalam. Jalanan becek dan semerawut karena orang-orang sibuk berangkat

Tujuh Tahun

Oleh:
Pacar pertama bukan berarti cinta pertama. Ah, bahkan aku tak mengerti apa itu cinta. Bel tanda masuk ujian telah berbunyi, sesaat sebelum masuk ruangan ujian, kami telah membicarakan tentang

Luka Lama Yang Terbuka Kembali

Oleh:
Aku lelah, aku lemah, aku tak sanggup bertahan bagiku ia adalah masa lalu yang harus dilupakan. Aku gak sadar waktu menunjukan pukul 01:00 mataku terjaga semalaman itu karena aku

Cinta Pertamaku

Oleh:
Bermodalkan kulit sawo matang, dan senyum yang mempesona ialah Fathir, seorang pria yang ku kagumi sejak kelas 8 smp, memiliki tinggi badan yang ideal bak seorang atlet basket, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *