Cinta Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 18 May 2018

Aku emang tak pantas mengucap kata rindu kepada dirimu, lagi pula aku tak tau caranya menjelaskan rindu kepada seseorang yang keberadaanya dipertanyakan. Tapi ini sebuah rasa, rasa yang teramat suci, rasa yang sangat mendalam dan rasa itu berupa rindu.

Entah berapa ratusan hari aku tak bertemu dan tak mendengar kabarmu. Apa kabar? Apa kamu masih mengingatku sebagai teman sekelas yang pendiam dan ternyata dibalik sikapnya ada sesuatu yang besar yaitu sebuah rasa yang entah kapan hilang yang disebut dengan cinta.

Aku bingung dengan perasaanku kepadamu aku tak mengerti, kadang aku tak mengingatmu dan kadang pula aku mengingatmu dengan seribu kenangan. Aku sangat terpukul dengan kepergianmu dalam hidupku dan itu sangat menyiksa kehidupanku yang membuat aku selalu dijebak oleh nostalgia yang seharusnya dibuang. Apa kau tau? Meskipun hatiku mencintai orang lain tapi tetap saja dirimu selalu ada dalam ruang kosong yang tak kugunakan untuk mencintai orang lain.

Aku bingung kenapa perasaanku kepadamu itu selalu ada walaupun aku sudah bisa merasakan jatuh cinta kepada yang lain, apakah karena kamu cinta sejatiku? Sehingga ke manapun hatiku berlari selalu ada ruang untuk kuisi sebagai rasa cintaku padamu.

Lamunanku buyar, aku melamun mengingat semua kenangan yang kukenang hingga akhir ini dan aku tak tau apakah dia juga sama mengenangku? Semoga saja.

Farhan namanya, cinta pertamaku yang kini entah ada di mana dan aku hanya bisa merindukannya diam diam dalam lantunan do’aku. Dan aku hanya bisa berharap akan bertemu secepatnya. Aku memang hanya wanita biasa yang selalu mengharapkannya beberapa tahun yang dulu, padahal dia tak pernah mempunyai perasaan sepertiku hanya diriku saja yang berlebihan tapi dia yang mengajarkan aku bagaimana rasanya jatuh cinta dan jujur saja aku jarang mengenal kata luka, saat itu aku bahagia walaupun hubungan ku dengannya hanya sebagai teman sekelas tak lebih tapi aku bahagia saat mengobrol dengannya, bertukar pendapat dan melakukan hal yang konyol lainnya, kami sering mengobrol karena bangku kami dekat dan itu semua membuatku sangat bahagia, tapi itu dulu, saat semuanya tampak begitu indah sehingga aku begitu yakin dengan definisi cinta bahwa cinta itu sederhana. Dia memberikanku bahagia yang sangat sempurna.

“Key dia Farhan, cinta pertamaku teman sekelas dulu dan hari ini aku tak tau dia ada di mana aku rindu dia Key rindu ngobrol bareng, ketawa bareng pokonya aku rindu tapi saat ini aku gak bisa melakukan apapun aku sedih sekali kenapa tuhan memberikanku luka yang amat besar dengan menghukumku dengan rindu yang sudah ia rencanakan” Hari ini aku memberanikan diri menceritakan semuanya kepada Keysa sahabatku. Kataku sambil menunjukan fotonya
“Ohh kasihan kamu yang sabar aja karena aku tak bisa melakukan apapun terlebih aku gak kenal sama dia tapi tenang saja aku akan jadi pendengar yang baik sehingga kamu takan kecewa dan aku akan selalu bersmamu”
Aku bahagia dikaruniai sahabat sebaik dia aku sungguh bahagia meskipun jalan kehidupan cintaku begitu menyedihkan.

Waktu terasa semakin berlalu, hingga sepulang dari rumah Keysa aku bertemu dengannya, aku tak percaya akan dipertemukan dengan dia secepat ini. Walaupun hanya selewat tapi aku sungguh bahagia aku tak bisa mengatakan apapun lagi aku sangat bahagia sangat sangat sangat.
Tapi tetap saja meskipun aku bertemu dengannya ini tidak akan merubah keadaan apapun.

Tapi aku mengerti bahwa perasaan cinta pertama itu sulit dilupakan, kini aku hanya bisa berdoa bahwa dia selalu dalam kebahagiaan.

Cerpen Karangan: Khoirotunnisa
Blog / Facebook: Khoirotunnisa / Khoirotunnisa

Cerpen Cinta Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggumu Bukan Pilihan

Oleh:
Pagi ini seperti pagi sebelumnya, aku duduk di teras rumah mungil ini ditemani secangkir teh. Tetesan-tetesan air yang membasahi dedaunan, kicauan burung yang terdengar merdu menjadi pemandangan menarik bagiku.

Dan Jiwaku Tertambat Pada Bulan

Oleh:
Dulu sekali, entah kapan tepatnya aku tidak bisa mengingatnya lagi. Tepat di persimpangan itu, persimpangan Jalan Tentara Pelajar tempat sekolahku dulu tegak berdiri aku berpapasan dengan seorang gadis yang

Cinta Tak Pernah Salah (Part 1)

Oleh:
Senyum manisnya, suaranya dan gerak tubuhnya begitu menarik di mataku, entahlah ada apa denganku tapi melihat pria itu datang setiap pagi dan sore membuatku selalu betah memandanginya. Seperti sore

Di Balik Putih Abu Abu

Oleh:
Pagi itu adalah pagi yang menegangkan. Hari dimana pengumuman penerimaan siswa-siswi baru di salah satu SMA di sekolahku. Aku pergi ke sekolah tersebut bersama teman akrabku dengan mengendarai sepeda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *