Cinta Pertama Dan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 16 September 2018

Berawal dari kisah cinta monyet seorang anak kecil yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, perkenalkan namaku gabriella anastasya putri yang terlahir di keluarga serba sederhana, teman-teman memanggilku dengan nama tasya. Cinta itu adalah rasa sayang yang timbul dikedua insan menurut sebagian orang, tapi arti kata cinta itu memiliki makna tersendiri bagiku, cinta itu adalah ketika kita memandang seseorang pada pandangan pertama, jantungku berdegup kencang, dan itu yang aku sebut cinta.

Pada tahun 2006 lalu, kira-kira 11 tahun yang lalu ketika aku berumur 4 tahun. Pada suatu pagi yang cerah, aku hendak pergi ke sekolah dengan diantar ibuku naik sepeda karena ini hari ini adalah hari pertamaku bersekolah TK, di perjalanan berangkat pergi ke sekolah aku sangat bersemangat sekali, aku membayangkan bayak sekali teman di ruang kelas nanti, “tasysa kamu nanti jangan nakal ya, ibu percaya kalau tasya itu anak baik, dan nurut sama kata ibu guru nanti” kata ibu sambil masih melihat ke depan dan mengayuh sepeda, “ya bu, tasya akan jadi anak yang baik di sana, tasya nggak akan nakal bu” jawabku dan ibu hanya tersenyum sesekali melihatku.

Tak lama kemudian aku tiba di depan sekolah TK sejahtera tepatnya di kawasan Solo. Aku senang sekali dan langsung menarik tangan ibu untuk masuk ke dalam sekolah, wah indah sekali sekolahnya, ibu pun langsung menciumku dan aku menyalami tangan ibu, “nak, nanti kamu dijemput nenek ya, ibu mau berangkat kerja” lalu ibu pergi keluar untuk pulang ke rumah dan bersiap-siap pergi bekerja, sebenarnya ayahku juga bekerja, tapi karena gaji ayah yang tidak mencukupi akhirnya ibu pun ikut bekerja menjadi karyawati sebuah perusahaan, kembali ke cerita. Semua anak telah masuk kelas, kecuali satu orang anak yang tidak mau masuk ke kelas karena takut diajari ibu guru melati, semua anak tertawa melihat tingkahnya yang penakut, tapi aku merasa kasihan melihatnya dan aku merasa, aku telah jatuh cinta padanya. Semenjak kejadian itu aku jadi lebih dekat padanya, dia bernama rafi vallino anggara, aku memanggilnya angga, teman-teman kita berdua sering memanggilnya pangeran air atau water prince, dia sering menangis karena dikerjain sama teman-teman dan aku yang selalu membelanya. Aku sering kasihan ke dia dan aku berusaha membuat dia bahagia dengan memberikan dia sebuah permen kapas, dia hanya tersenyum dan memakannya.

Kami berdua pun akhirnya masuk SD yang sama, persahabatan kami sangat istimewa, banyak orang yang menyangka kalau kami adalah pasangan kekasih, tapi kenyataannya tidak, andaikan itu bisa terjadi, pasti aku sangat bahagia. Angga berjanji padaku, Angga akan selalu bersamaku sebagai suamiku kelak jika dewasa, aku hanya mengangguk dengan tersipu mendengar perkatannya.

Karena kakekku yang tinggal di Surabaya sedang sakit, kami sekeluarga pun akhirnya pindah ke Surabaya untuk merawat kakek, awalnya aku tidak mau pindah kesana karena takut kehilangan sahabatku dari kecil, tapi ibu tidak mau mendengar alasan apa pun, akhirnya aku ikut pindah ke Surabaya, tanpa mengucapkan kata selamat tinggal kepada sahabatku.

Singkat cerita, sudah 10 tahun aku pergi meninggalkan kota Solo. Akhirnya aku kembali ke Solo karena kakek sudah pulih, dan nenek mampu menjaga diri sendiri, aku sudah tak sabar bertemu sahabatku, setelah naik bus dan akhirnya sampai di Solo setelah menempuh perjalanan selama 1 hari 1 malam. Aku segera turun dari bus dan naik kendaraan umum menuju rumahku. Setelah selesai mandi dan ganti baju, aku segera pergi kerumah angga menaiki sepeda.

Sesampainya di rumah Angga, aku melihat banyak sekali orang di rumah Angga, aku bingung dan bertanya-tanya apa yang terjadi di rumah Angga? Setelah aku masuk, ternyata Angga mau bertunangan dengan wanita cantik anak seorang pejabat dan pengusaha terkaya di Solo. Aku awalnya tak percaya apakah ini benar, aku langsung pergi menghampiri mamanya Angga untuk mencium tangannya dan bertanya apa arti semua ini, “assalamualaikum tante, maaf tante kalau boleh saya tau, ini ada acara apa?”, “oh kamu anak gembel, ngapain kamu di sini, ini acara tunangan ANGGA dan SISKA, udah ya, saya pergi dulu, saya gak ada waktu buat ngomong sama orang miskin”. Banyak pertanyaan di pikiranku, apakah Angga telah melupakan aku? Disaat aku membutuhkannya, dia malah pergi ninggalin aku, aku tau ini salahku, kamu jahat Angga.

Tiba tiba ada yang menyapa aku, “hai tasya, udah lama yah kita nggak ketemu, aku kangen sama kamu permen kapasku, jangan pernah tinggalin aku lagi yah”, ternyata dia Angga, dia lalu memeluk erat aku, dia berubah jadi laki laki yang nggak cengeng, dan jadi orang yang jauh lebih dewasa, tapi aku harus melupakannnya karena dia akan bertunangan, dengan cepat aku melepas pelukannya dengan kasar “kenapa sih kamu meluk aku, kamu kan mau tunangan sama Siska, selamat yah, aku turut bahagia, dan aku sadar diri kok, kalau aku nggak pantes dapetin kamu, aku ini orang miskin,” aku berlari meninggalkan Angga di depan rumahnya, aku pergi ke sekolah TK untuk mencoba mengingat kenanganku bersama dia, tapi kenapa aku sedih, aku seharusnya turut bahagia untuknya, karena aku hanya seorang sahabat, bukan kekasihnya “kenapa semua ini terjadi padaku, kenapa nggak ada yang mau mengerti apa yang aku rasakan, kenapa semua orang memandangku sebelah mata hanya karena aku terlahir di keluarga miskin kenapa” aku berteriak untuk melepaskan semua amarahku.

“kamu nggak salah kok, aku mengerti apa yang kamu rasakan, dan aku sangat mencintaimu, aku akan berjuang untuk mempertahankan cintaku padamu hingga maut memisahkan kita berdua permen kapasku”. Angga pun membantuku berdiri, aku hanya bisa tertunduk lesu dan sesekali menatap matanya yang berwarna coklat itu, “kenapa kamu melakukan semua ini?”, “karena aku sangat mencintaimu kapas, dan aku akan selalu menepati janjiku padamu, besok aku akan melamarmu, dan aku akan berusaha melindungimu sama seperti kamu melindungi aku dulu, tetaplah jadi milikku permen kapasku, hidupku tidak akan manis tanpa kehadiranmu, kau yang membuat hidupku jadi lebih manis” jelasnya panjang lebar, “aku hanya tersenyum bahagia, dan semua perkataannya benar-benar dia tepati, meskipun ibunya melarang, tapi dia tetap keras kepala, dan akhirnya ibunya Angga menyetujui hubungan kami, “be you married me?” aku hanya menganggukkan kepala tanda setuju, dan akhirnya kita berdua menikah. Ternyata tidak semua mendapatkan kebahagiaan seperti diriku, sekali aku jatuh hati padanya, ternyata dia jodohku.

THE END

Cerpen Karangan: Muhimmatul Khoiroh
Blog / Facebook: alfi ah / muhimmatulkhoiroh.124
HY,
moga seneng ya, jangan lupa add fb q,
makasih…

Cerpen Cinta Pertama Dan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My First Love

Oleh:
Hay, perkenalkan. Aku Gabby Fadilla, panggil saja Dilla. Hari ini hari pertamaku duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). “Hey! Apa kau baik-baik saja?” Teriak seseorang. Aku tak mengenalnya.

Kakak Kelas Menyebalkan

Oleh:
Sayup sayup terdengar suara adzan subuh. Aku pun menghentikan kegiatanku berkutat dengan angka angka. Jadwal pertama UAS yang sangat menakjubkan ini membuatku tak bisa tidur semalaman. Entahlah apa yang

Aku, Kau Dan Dia

Oleh:
“Kring, kring, kring..” alarm berbunyi. Setiap harinya dia berusaha membangunkanku, dan mungkin hari ini agak sedikit lebih sulit. Sambil malas malasan ku raih alarm di atas meja samping tempat

Cinta Melahirkan Persahabatan

Oleh:
Kumandang suara adzan membangunkanku dari mimpiku. Semangatku mengalahkan rasa kantukku. Selesai shalat subuh, aku bersiap-siap untuk pergi sekolah. Ya, aku memang sudah tak sabar untuk pergi sekolah, karena hari

Cinta Tak Pernah Salah (Part 2)

Oleh:
Setelah aku putuskan untuk move on dari Zhoumi rasanya pekerjaanku menjadi sedikit berat. Apalagi sekarang pekerjaanku semakin berat karena perusahaan akan mengadakan ulang tahun perusahaan sekaligus pernikahan putri presdir,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *