Gadis Dalam Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 February 2019

Daun-daun berterbangan, kicauan burung yang terus tedengar. Tiap kali kurasakan, rasanya sangat nyaman. Namaku Rizki, mulai hari ini aku menduduki kelas 1 sma secara resmi, setelah melewati berbagai kegiatan yang merepotkan saat MPLS, aku akhirnya bisa bersantai dan tak perlu kena aturan tidak jelas dari para osis. Aku bukanlah tipe orang yang suka keramaian, maka dari itu aku duduk paling depan.

Saat hari pertama masuk sekolah, di kelas ini hanya aku yang belum mendapatkan teman mengobrol. Saat terdengar mereka yang tertawa dan bercerita ke teman-temannya aku hanya bisa diam sambil bermain handphoneku, yah aku yakin saat mereka melihatku seperti ini aku akan dianggap sebagai orang yang sombong, tapi aku berusaha untuk tidak menghiraukannya.

Setelah jam kosong yang cukup lama, akhirnya bel telah berbunyi dan guru telah memasuki ruang kelas. Kami disuruh untuk saling memperkenalkan diri dengan berdiri di tempat duduk masing-masing secara bergantian, sejujurnya aku tidak suka ini, karena jika aku berdiri sendiri pasti ada banyak yang melihatku dan menjadi sorotan di kelas. Namun saat diriku mulai perkenalan, tidak ada yang memperhatikan sama sekali. Aku sangat bersyukur karena tidak ada yang memperhatikan sama sekali walaupun nantinya tidak akan ada yang tau namaku, karena akan sangat memalukan bagiku jika aku melakukan kesalahan saat perkenalan jika ada yang melihatku.

Semua kegiatan di sekolah telah berlalu, dan akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi. Saat mereka masih mengobrol satu sama lain, aku bersiap-siap untuk pulang duluan dan ternyata hanya aku yang tidak memiliki teman di hari pertama dan pulang duluan.

Saat berada di depan gerbang sekolah aku terkejut, aku melihat ada seorang perempuan yang sepertinya pulang duluan seperti diriku, setelah aku melihatnya lebih jelas ternyata dia adalah teman sekelasku yang bernama Rikka, saat aku mengetahuinya aku langsung berjalan dengan cepat tanpa menegur dia. Saat aku tepat berada di depannya, dia melihatku dengan wajah kebingungan, tatapannya membuatku risih dan salah tingkah, aku sangat malu saat dia melihatku terus tapi aku yakin dia sama sekali tidak mengingat namaku karena aku yakin tidak ada yang memperhatikan saat aku berkenalan di kelas tadi.

“Kamu rizki kan ya?” Terdengar suara dari belakang yang bertanya kepadaku, aku terkejut dan langsung melihat ke belakang, ternyata Rikka lah yang bertanya padaku.
Seumur hidup tidak pernah ada yang mengingat namaku, apalagi ini adalah hari pertama masuk sekolah, biasanya namaku sering dilupakan oleh banyak orang tapi baru pertama kali namaku diingat, aku merasa sangat senang tapi aku juga tidak bisa berkata apa-apa. Dia melihatku terus dengan wajahnya yang kebingungan, tatapannya membuatku tidak betah dan akhirnya aku menjawabnya “ehhh iya aku rizki”.
“Eh bener ternyata, syukur deh masih inget.” Ucap perempuan itu yang langsung berjalan di sampingku.
“Kamu tau dari mana?” Tanyaku pada perempuan itu
“Lah kok masih nanya? Tadi kan kamu perkenalan di kelas, eh bagi kontak kamu dong, buat bagi-bagi info kelas nanti” jawab Rikka
“Eh seingetku tadi gak ada yang merhatiin deh waktu aku perkenalan” ucapku dengan kebingungan.
“Hah? Aku merhatiin kok, kamu nya aja yang gak nyadar, udah mana kontak kamu cepet kasih ke aku.” Balas Rikka.
“Eh, emm ok deh nih ID ku, nanti chat aja supaya bisa aku add.” Ucapku
“Oke deh riz, makasih. Aku duluan ya bye.” Ucap Rikka. Dia langsung lari menuju ke rumahnya sedangkan aku terdiam berdisi di sini. Aku merasa senang saat ada yang memperhatikanku, baru pertama kali ada yang memperhatikanku.

Setelah itu, saat malam hari dia mengirim pesan padaku dan berbicara padaku. Mulai sejak itu tiap malam aku terus chatan dengan dia.

Sudah 2 bulan berlalu dan aku sudah mulai dekat dengan dia, dia bukan tipe orang yang pendiam, dia orang yang mudah bersosialisasi dengan orang lain, namun entah kenapa aku merasa bahwa aku bisa akrab terus dengannya, mungkin karena hanya dia satu-satunya orang yang memperhatikanku.

Selama 2 bulan ini, aku hanya chatan dengan dia di sosmed, aku ingin mencoba untuk berbicara langsung dengannya tetapi dia selalu ngobrol dengan teman-temannya. Saat pelajaran matematika, guru menyuruh semuanya untuk membuat kelompok dan mengerjakan tugas yang sudah diberikan. Aku sangat bingung karena aku tidak memiliki teman satu pun. Saat aku terdiam di tempat dudukku, Rikka menghampiriku dan mengajakku bergabung ke kelompoknya, semua murid langsung melihat ke arahku, mereka semua terlihat iri karena aku diajak langsung untuk satu kelompok dengan orang yang dianggap sebagai salah satu perempuan paling cantik di sekolah ini. Anggota kelompoknya saling berbisik dan kuyakin pasti mereka membicarakanku, aku ingin menolak dan memohon kepada guru untuk bekerja sendiri tapi Rikka terus memaksaku, pada akhirnya aku satu kelompok dengannya.

Aku merasa canggung dan bingung harus mengatakan apa, aku tidak pandai dalam berkomunikasi terutama jika harus berada di suatu kelompok seperti ini. “Eh riz riz kamu tau gak cara ngerjain soal yang ini?” Tanya Rikka yang kebingungan saat mengerjakan tugas kelompok. “Oh yang ini, nanti aku kasih tau caranya, kamu kerjain aja yang lain dulu.” Balasku. Teman-teman Rikka langsung melihat kearahku dan membuatku panik, aku langsung membuang muka dan menundukkan kepala saat mereka melihatku.

“Eh, lu pinter matematika ya?” Tanya teman Rikka yang bernama Lia kepadaku secara mendadak, “eh emm eng-enggak kok, cuma bisa sedikit doang” jawabku dengan nada yang terputus-putus, “ah masa? Coba ajarin gua soal ini, gua bingung, gua udah nyari pake cara yang dikasih tapi masih gak ketemu jawabannya, dan ngomong biasa aja ngomongnya gak usah terlalu sopan juga kayak si Rikka” ucap Lia padaku.
“Eh tapi aku gak biasa, ya udah mana coba kasih liat soalnya” balasku.
“Yah kayaknya sama aja kayak rikka, masih polos. Hahaha” ledek Lia yang bertuju padaku.
Aku hanya menjawabnya dengan suara tawa yang kecil lalu melihat ke arah Rikka, aku melihat tatapan tajamnya yang menuju ke arahku dengan penuh aura jahat. Aku langsung bertanya “k-kenapa? Aku gak salah apa-apa kan?” Pada Rikka. Rikka pun menjawab “gakpapa, hum!” Dia langsung membuang muka, walaupun aku tidak tau sebabnya tapi sudah jelas dia sedang marah, tapi sejujurnya wajah marahnya keliatan sangat manis.

Kegiatan sekolah akhirnya berlalu, dan aku pulang bersama Rikka karena kami menuju ke arah yang sama. Terkadang kami diam tanpa kata sedikit pun, tapi terkadang dia ngajak ngobrol. Keseharian seperti ini sejujurnya aku tidak pernah membayangkannya, pulang bersama dengan teman, bercanda, chatan, dan juga jatuh cinta pada pada pandangan pertama pada teman pertamaku.

Cerpen Karangan: M. Yana Haris
Blog / Facebook: Muhammad Yana Haris Farsya
Nama: muhammad yana haris farsya
Umur: 16
TTL: jakarta, 1 okt 2000
Kelas: 2 SMK
Hobi: main basket, menulis, main game.
Karakteristik: hmm gk tau deh, ada yang bilang saya introvert, ada yang bilang saya bawel, ada yang bilang saya suka ngerusuh.

Cerpen Gadis Dalam Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Remember Summer (Part 1)

Oleh:
Apa yang akan kalian pikirkan jika mendengar kata “SUMMER?” Pasti yang ada di pikiran kalian adalah sebuah musim panas di daerah empat musim selain Indonesia. Lalu bagaimana bila Summer

Hubungan 20 Hari

Oleh:
Angel pov “bun, Angel telat nih. Berangkat yuk!” oh iya gue lupa, nama gue Angelica Lisano, panggil aja Angel. gue SMP kelas 9, gue baru pulang dari Yogyakarta karena

Pre Mathematic National Examination

Oleh:
Esok hari ketiga UN SMA, tepatnya UN Matematika. Aku mencoba belajar dengan mengerjakan latihan-latihan soal yang ada di buku latihan UN matematika. Soal demi soal terus ku lewati, waktu

Bis Punya Cerita

Oleh:
Nama ku Deni Setiawati dan aku biasa dipanggil Denis. Sekarang aku bersekolah di SMA Negeri 1 Indralay dan duduk di bangku kelas XI IPA 3. Ini ceritaku 3 tahun

Tak Akan Pernah Sama

Oleh:
Bulan ke-4 aku bersekolah di sini, di SMP baruku. Aku baru saja lulus dari SD dan sekarang berada di bangku Sekolah Menengah Pertama. Namaku Amita Rahmawati, murid baru SMP.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *