Jomblo (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 March 2020

Bagiku sebutan jomblo memang bukan hal yang asing, terlebih karena memang Aku yang kemana-mana selalu sendiri. Jikalau memang tidak sendiripun Aku tidak dengan seorang cowok, tapi dengan sahabat cewekku. Bahkan setiap kali Aku harus ekskul dan pulang lebih dari jam sekolah biasanya, Aku harus naik kendaraan umum. Wajarlah, mungkin kebiasaan Aku yang membuat cowok enggan dengan Aku. Tidak ada satupun cowok yang nembak Aku. Jangankan nembak, deket trus jadi TTMpun itu hal yang mustahil.

Aku Tiara, Aku sekolah di sekolah paling favorit di kotaku. Tapi entah mengapa di sekolah yang Aku impikan ini justru Aku tidak bahagia. Bukan karena guruku, tapi karena banyak sekali teman yang membullyku karena Aku jomblo. Padahal, Aku pikir jomblo hal yang wajar kan? Apalagi Aku baru menduduki kelas 1 SMA. Tapi entah kenapa, jomblo jadi hal yang banyak dihindari oleh teman-temanku. Mungkin Mereka gengsi, atau mungkin.. entahlah.

Yang pasti Aku nggak mempermasalahkan statusku sebagai seorang jomblo. Mungkin maklum, bukan karena jomblo saja yang membuat banyak teman membullyku. Tapi mungkin karena penampilanku.
Ya, Aku memang terkenal culun. Kepang dua yang selalu jadi andalan rambutku. Kacamata bundar yang menemaniku kemanapun. Rok selutut dan juga buku yang selalu Aku bawa dimanapun dan kemanapun Aku pergi. Mungkin untuk kids jaman now tampilanku katrok, kampungan, ieuh dan lain sebagainya. Tapi Aku nyaman dengan penampilanku. Biarpun memang tidak ada cowok yang berani ngedeketin Aku.

Tapi Aku beruntung, Aku masih punya seorang teman yang nemenin Aku kemanapun. Iya, itu siska teman sekolahku. Penampilannya denganku hampir 180 derajat. Kami berbeda, tapi karena siska sudah bersamaku sejak duduk di bangku sekolah dasar. Penampilanku bukan lagi hal yang tabu untuknya. Dibandingkan dengan Aku, siska lebih cantik. Putih, tinggi, langsing, aneka model rambut yang gonta-ganti setiap hari. Dan sepatu warna-warni yang ia kenakan setiap harinya.

Karena Kami berasal dari arah yang sama, setiap hari kamipun berangkat berdua. Hanya saja, saat pulang sekolah siska lebih sering bersama pacarnya dibanding pulang denganku. Ini yang bikin Aku semakin dibully oleh teman-temanku yang lain. Karena Mereka menganggap Aku tak pantas berteman dengan siska.

“Non bangun non, udah siang, apa non nggak sekolah?” Suara bibi mengagetkanku. Melihat arah jarum jam yang sudah tepat setengah tujuh membuatku langsung pergi meninggalkan bibi dan menuju ke kamar mandi. Aku langsung bergegas untuk siap-siap berangkat sekolah.
“Ra, kamu nggak sarapan dulu?” “Ngga bu, udah jam 7 bu, nanti Aku sarapan di sekolah. Aku berangkat ya bu” “ya sayang ati-ati ya” “ya bu”

Entah apa yang Aku pikirkan semalam, dan jam berapa Aku terlelap. Sampai Aku telat bangun dan harus kesiangan seperti hari ini. Alarm saja sampai tak sanggup untuk membangunkanku. Tapi untungnya, pas Aku keluar siska baru saja akan menuju ke rumahku.

“Hay ra, yuk berangkat” “iya sis, gue kesiangan nih, makanya gue baru keluar” “Haha, mikirin apa lu ra semalem? Sampe kesiangan gitu” “entahlah sis.. hehe”

Segera saja Aku dan siska naik angkot, yang memang jadi kendaraan langganan tiap kali Kami akan ke sekolah. Di perjalanan rasanya sangat hening, karena tak ada kata apapun yang keluar dari mulut Kami. Tapi sesampainya di gerbang sekolah, tiba-tiba suara siska mengagetkanku.
“ra.. ngelamun aja lu, gue mau tanya boleh nggak? Mumpung belum mulai pelajaran nih” “ah lu sis, bikin gue kaget aja.. ya tanya tinggal tanya kali sis”
“Ra, kenapa sih lu betah jomblo? Padahal kan teman-teman juga nggak ada yang jomblo ra. Jangankan teman-teman, gue aja nih ya kalo udah putus, nggak nyampe sebulan juga gue pasti udah punya cowok lagi”
“Haha.. lu mah nanyanya gitu. Bikin gue bingung aja jawabnya sis”
“ayo dong jawab ra, serius nih”
“hehe.. iyaa iya.. gue betah jomblo. Karena…” belum sempat Aku jawab pertanyaan siska, bunyi bel sekolah menandakan waktu jam pelajaran dimulai sudah dimulai.
“gue masuk kelas dulu ya sis.. ntar gue jawab. Hehehe”
“ah lu ra, ya udah gue juga mau masuk kelas. See you nanti ya”
Aku yang memang beda kelas dengan siska, Aku kelas 1 IPA sedangkan siska 1 IPS tentu berbeda kelas. Sepanjang perjalanan Aku menuju kelas, terpikirkan pertanyan siska. Aku bingung mau jawab apa.

Sepulang sekolah, Aku cari siska tak ketemu. Pas ketemu di gerbang ternyata siska harus pulang dengan riko. Berboncengan mesra. Kadang iri memang lihat siska boncengan dengan riko sampai begitu mesranya. Dan mungkin itu juga lebih mengirit duit jajan sekolah yang harusnya buat ngangkot. Tapi gapapa lah, nasib jomblo gini. Nikmatin aja..

“Ra, mau pulang sekarang” tiba-tiba suara fredy membangunkan lamunanku. Fredi ini anak baru di sekolah. Tampilannya sih lumayan oke, Dia kayaknya baik. Cuma memang Dia terlihat cupu seperti Aku. Hanya saja emang dasarnya ganteng Dia tetap terlihat ganteng meskipun berpenampilan cupu. Tapi kalo Aku liat penampilanku, lagi-lagi minder yang Aku rasakan. Tapi entah darimana Dia tau namaku, mungkin karena Dia kelas sebelah, atau mungkin Dia stalking Aku. “Ah nggak mungkin” pikirku dalam hati.

Memandang fredy yang berada tepat di depanku, sambil membetulkan kacamata andalanku. Aku terasa gugup dibuatnya. Karena ini pertama kalinya Aku berhadapan langsung dengan cowok “ehhh.. mmmmm.. iii iyya fred, ini gue mau pulang tapi siska udah pulang duluan sama riko. Yaudah gue terpaksa ngangkot sendirian”
“Lah emang lu pulangnya mana ra? Biar barengan”
“eeee.. gu gue pulang arah situ” sambil nunjuk arah pulang.
“oh sama berarti ra, yuk kita pulang bareng” ajaknya padaku.
“nggak usah fred, gue biasa ngangkot kok” tolakku.
“Ayo lah, sekali-kali nggak ngangkot gapapa dong ra, lagian sama gue inih. Tenang gue nggak bakal ngapa-ngapain lu, gue baik kok hehe”
“mmm.. iya udah fred”

Dia memaksaku untuk pulang bareng menaiki vespanya. Dan terpaksa gue ikutin aja. Ini baru pertama kalinya gue boncengan sama cowok. Rasanya gimana gitu, deg deg deg ehh. Sepanjang jalan banyak sekali teman yang liatin Aku. Mungkin Mereka baru liat Aku boncengan sama cowok kali.

“ini rumah gue fred, thanks ya, udah mau nganterin gue”
“ya ra gapapa, lagian juga searah kok, ya udah gue pulang dulu ya ra”
“iya fred, hati-hati ya”
“iyaaaa”
Seraya fredy pergi, Aku masuk rumah dan langsung menuju kamar. Langkahku terhenti ketika ibu menyapaku “wahh anak ibu udah pulang sama cowok nih. Ternyata anak ibu udah gede” ledek ibuku.
“ahhh ibu, dah ah rara mau istirahat bu”
Aku langsung pergi meninggalkan ibu, dan Aku langsung masuk kamar. Ternyata aku langsung ketiduran. Mungkin Aku lelah. Dan pas Aku bangun sudah jam 7 malam. Ibu membangunkanku dan mengajakku untuk makan malam. Tidak ada yang ibu bicarakan padaku, selain meledekku karena fredy tadi. Sehabis makan malam, Aku masuk kamar lagi. Dan karena esok hari minggu, Aku menghabiskan malam ini untuk membaca cerita dan bermain ponsel.

Ciitt citt cuittt.. suara ponselku berbunyi menandakan ada pesan masuk. “Tumben amat jam segini ada pesan masuk. “ah palingan dari operator” pikirku dalam hati. Karena memang tidak ada yang smsku setiap hari selain dari operator. Dan kalaupun ada paling dari siska yang meledekku.
Bisa di bilang, Aku ini bukan Cuma katrok, kekunoan, dan apalah itu. Karena ponsel Aku sendiri, tidak ada aplikasi chat yang Aku miliki. Karena bagiku tak ada gunanya memiliki wa, bbm, instagram dan lain-lain. lebih baik untuk membaca buku. Kalau Aku bermain ponsel juga hanya untuk bermain games.
Tapi kali ini ternyata berbeda..

“malem ra, ini gue fredy. Lagi ngapain?” Bunyi pesan sms saat Aku buka pesan tersebut. Pesan dari nomor yang tidak dikenal. Dan ternyata itu fredy. Entah darimana fredy dapat nomor hapeku. Aku pun langsung membalasnya dengan sopan.
“malem juga fred, gue lagi baca cerpen nih. lu lagi apa?”
“wah rajin amat ra, gue lagi tiduran aja di kamar ra”
“oh gitu fred, kok lu tau nomer gue?”
“iya gue tadi minta sama siska, trus langsung dikasih. Katanya biar lu ada temannya”
“ohh, ya udah gue ngantuk. Mau tidur dulu ya”
Aku berpamitan pada fredy, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. tidak biasanya Aku jam segini baru tidur. Kecuali kemarin yang Aku kesiangan, entah itu tidur jam berapa. Tapi sebelum Aku tidur, tiba-tiba terbesit pertanyaan siska tadi pagi. Mengenai jomblo dan kenapa betah jomblo.
Aku mikir lagi, jawaban yang harus Aku kasih pada siska. Sampai Aku terlelap.

Keesokan paginya.. seperti biasa Aku menghabiskan waktu liburku dengan berberes kamarku yang berantakan. Biarpun sudah ada bibi yang menanganinya, Aku seringkali mengerjakan sendiri pekerjaan tersebut. Karena Aku tau bibi pasti juga capek karena pekerjaan setiap hari.

Satu hari, dua hari, seminggu, dua minggu dan sebulan waktu berlalu..
Aku biasa pergi ke sekolah bareng siska, meskipun kadang fredy mengajakku tapi Aku menolaknya. Karena Aku lebih nyaman naik angkot daripada harus boncengan dengan fredy. Meskipun harus jalan terlebih dahulu dari gang menuju jalan besar, tapi bagiku tidak apa-apa karena ini setiap hari.

Lagi lagi siska mengagetkanku “woy ra, ngelamunin apa sih? Diem mulu dari tadi”
“mmmm eee eeenngga sis, bikin kaget aja lu sis ah”
“hehehe sorry ra, lagian gue bingung akhir-akhir ini lu lebih banyak diem. Ngelamun juga. Emang apa yang lu pikirin sih ra sampe segitunya”
“jujur, gue kepikiran sama pertanyaan lu sis”
“pertanyaan apa?” siska mikir.
“itu sih, kan lu pernah tanya kenapa gue betah ngejomblo”
“oooooohhh.. hahahahaha.. tiara tiara, ternyata lu mikirin ini? yaelahh.. ga usah dipikirin kali ra. Gue waktu itu Cuma iseng ra”
“hehe.. iya sis iya”
Tak terasa sudah sampai di sekolah. Dan waktu pelajaran dimulai.

Sepulang sekolah Aku seperti biasa menunggu angkot, karena Aku terkadang ikut dengan fredy. Dan kali ini fredy sedang sakit.
Sampainya di rumah Aku langsung masuk kamar dan tiduran. Aku langsung ambil ponsel dan browsing. “cara agar tidak jomblo”. Gokil memang, Aku tiba-tiba mencari cara tersebut di google. Karena akhir-akhir ini Aku memang bosen jomblo. Pengin ada yang jemput sekolah. Pengin ada yang nemenin chat tiap malem. Dan pengin kemana-mana bukan Cuma teman yang nganterin.

Setelah Aku browsing ternyata cara yang harus dilakukan agar tidak jomblo hasilnya harus punya niat untuk punya pacar, harus percaya diri, peduli dengan penampilan. Kalau punya niat, ini sih Aku udah bulet banget Aku pengin punya pacar. Percaya diri Aku juga udah punya, tapi baru setengah. Sedangkan untuk penampilan. Mungkin ini kali ya yang bikin Aku jomblo terus. Aku culun, dan tidak menarik. Makanya tidak ada cowok yang berani deketin Aku. Kecuali fredy yang memang anak baru.

Langsung Aku kirim pesan ke siska, karena kebetulan malam ini adalah malam minggu.
“sis.. bisa bantu gue nggak” Aku kirim pesan ke siska. Dan selang beberapa waktu siska membalasnya.
“iya ra, bantu apa?”
“lu bisa kesini nggak ke rumah gue, masuk aja. Gue minta tolong”
“ada apa ra?”
“udah kesini aja”
“ya ya gue kesitu”

10 menit kemudian, terdengar orang ngetuk pintu dan ternyata itu siska. Dia memang biasa kesini, makanya saat masukpun ibu dan bibi udah biasa ngebiarin siska masuk dan langsung ke kamar.
“ra, lu ngagetin gue aja. Ada apa, gue takut tau nggak. Takut terjadi apa-apa sama lu. Ntar liat yang lain pada malam mingguan. Trus lu galau trus lu..”
“hus berisik” Aku langsung nutup mulut siska yang bawel itu.

“gini sis, gue pengin punya cowok nih, lu bisa bantu gue nggak. Tadi gue udah browsing dan cari caranya punya cowok. Dan syarat ketiga ini yang belum gue punya”
“hah.. hahahhhaa.. lu bosen ngejomblo juga lu? Wkwkwk.. tenang-tenang pasti gue bantu. Emang apa syarat yang lu nggak punya?”
“gueee,.. kurang cantik hehee”
“hahahah.. cantik itu relatif ra. nggak perlu jadi cantik. Jadi diri sendiri aja juga bisa. Tapi kalo lu, gue tau caranya ra”
“apa sis.. bantu gue dong”
“hehe oke oke”

Langsung saja siska bertindak dan mendekati Aku. Entah apa saja yang Dia persiapkan dan Dia ambil dari meja. Tapi yang jelas Dia ambil semua peralatan make up yang ada di mejaku. Aku memang punya banyak alat make up tapi sama sekali Aku tidak memakainya. Itu semua Aku dapatkan dari ibu, karena ibu tau kebutuhanku. Jangankan untuk memakai, menyentuh saja Aku jarang. Paling saat Aku membereskan kamar saja.

“ra, gue mau bantu lu, tapi lu diem. Oke”

Cerpen Karangan: Wenty Prihatin
Blog / Facebook: wenty prihatin
Aku cuma penulis artikel aja. ngga lebih

Cerpen Jomblo (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Ke Dua

Oleh:
“Mataku kosong saat melihat dirimu. Seakan-akan tak ada yang lain di hidupku. Hanya dirimu seorang dan hanya kamu.” Sedikit aku mengingat kata-kata itu dari benakku, sembariku teruskan langkahku menuju

Cinta Masa SMA

Oleh:
Pertama kali Raisa melihat Kevin, disaat itu juga mata Raisa dan Kevin saling bertatapan. Dan tiba-tiba rasa itu muncul di hati Raisa, bisa jadi perasaan itu disebut dengan cinta.

Pertandingan Basket

Oleh:
Minggu depan adalah hari pertandingan basket antara sekolah SMA Merah Putih dan SMA Garuda. Sekolah Merah Putih pun berlatih dengan giat. Salah satunya adalah Tan kapten tim basket SMA

Sakit Hati Jadi Prestasi

Oleh:
Hasan namanya, lengkapnya Muhamad Zaada Hasan. Ia anak kelas IX di SMPN 1 kawunganten. Hasan merupakan anak yang tidak terlalu pandai. Dia tidak pernah masuk 20 besar pun di

Hujan Musim Gugur

Oleh:
Rena mengambil tongkatnya ia tau sekarang jam berapa makannya ia bergegas untuk pergi. Ia berjalan sekuat tenaga untuk sampai di sekolahnya yang baru. Ia baru kelas 10 jadi ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *