Karyaku Untuk Rindu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 22 December 2017

Dengan melihat diriku di depan cermin dan mendengar lagu kenangan masa remajaku lipstik merah di bibir menambah kuatnya raut wajah yang kian menua. “sudah siap?” suara lirih menyadarkanku. Kami berjalan bergandengan tangan dengan gaun hitam yang memang sudah ditentukan dimana wanita menggunakan gaun hitam dan laki-laki menggunakan kemeja putih dan celana hitam. Malam semakin hangat dengan adanya lagu-lagu lama dalam ruangan itu pertemuan hangat yang sudah sekian kali direncanakan akhirnya terwujudkan, kulihat wajah-wajah tak asing di seklilingku teman yang lama tak saling menyapa tak saling bertatap muka, seseorang di sana tersenyum padaku dan semua mengingatkanku pada 15 tahun lalu saat aku masih menggunakan seragam putih abu-abu.

Rena, gadis cantik yang hobi menulis puisi berasal dari sebuah desa kecil dan sangat jauh dari perkotaan. Kedua orangtuanya adalah seorang guru dan mempunyai satu kakak perempuan yang memang keduanya sangat dituntut harus belajar dan sekolah setinggi-tingginya. Setelah menyelesaikan sekolah dasar rena melanjutkan SMP nya di sebuah kota besar dimana tempat orangtuanya pernah bersekolah, begitu pula kakaknya. Setelah lulus SMP rena tetap melanjutkan SMA nya di kota tersebut. Rena memiliki satu buku rahasia tempat dimana rena selalu mencurahkan isi hatinya dan membuat puisi karyanya sendiri. Pada lembar pertama bukunya tertulis
“Allah memberi nafas agar kita dapat belajar dan mengerti apa itu manusia dan kehidupannya”

Rena memiliki banyak teman dekat dan memiliki satu teman yang sangat dekat dengannya mutiara satu-satunya manusia yang sudah pernah membaca isi buku rahasianya dan yang paling tau semua tentang rena. Rena dan mutiara sebenarnya sudah saling mengenal saat SMP namun persahabatan terjalin sewaktu mereka duduk di kelas 1 SMA, dan akan tetap terjalin meski mereka harus pisah kelas.

“ren gimana perasaanmu? Seneng gak? Deg degan gak?” muti yang lagi duduk di depan meja rena saat sedang istirahat, rena hanya tersenyum geli mendengar ucapan muti
“udahlah ren kasihin aja semua puisimu itu sama dia biar dia klepek-klepeh hahahaha” dengan berbahak bahak dia menghentak-hentak meja semua mata tertuju padanya” “plak!!!” rena memukul tangannya
Saat ini rena duduk di kelas 2 SMA dan harus berpisah dengan mutiara. Hari demi hari tugas mulai menumpuk mutiara yang tadinya sering ke kelas rena jadi jarang terlihat.
“ren besok jadi kan belajar bareng?” aldi temen sekelas rena
“jadi dong di rumah dika kan?”
“sip, nanti aku jemput ya”
“oke”

Ceritanya rena, dika, aldi dan cely adalah teman sekelas dan berencana untuk belajar bareng dan tidak dilakukan hanya sekali tapi akan berlaku sampai akan datang ujian, sebenarnya lebih banyak nongkrong dan ngobrolnya sih dari pada belajarnya. Dalam seminggu mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama dan menikmati masa yang sayang banget untuk di sia-siakan.
“teng” jam istirahat berbunyi rena yang sengaja tidak makan kekantin lebih memilih untuk menulis di buku rahasianya tersebut dan hampir setiap hari menulis pada bukunya yang lusuh karena sering ia baca sendiri.

“bait demi bait puisiku tak menyisakan tentangmu yang setiap hari berada dalam genggam hatiku berjalan di setiap nadi, waktu demi waktu ku kira rasa yang akan hilang namun diri lenyap dan senyap dibungkam cintamu”

Begitulah puisi yang membuat aldi diam dan tertawa
“hahahahaha oh jadi kamu lagi jatuh hati nih ren?, sampek tebel gitu bukunya siapa sih yang bikin kamu nyatet sebanyak itu?”
“enak aja nyatet, ini namanya karya untuk sebuah cinta”
“ppffff lebih baik tutup bukunya terus dibuang dan nyatet itu rumus matematika tuh di papan tulis!”
“dari pada aku bunuh diri gara-gara matematika enakan buat karya dengan rasa dong hahahahaa”
“sok puitis dehhhhh”

Hari demi hari aldi dan rena semakin deket karena yang lain pada sibuk sendiri-sendiri dika yang sering nemenin mamanya arisan dan cely yang suka bobok siang, aldi dan rena jadi sering berangkat dan pulang sekolah bareng sampai bisa jadi setiap hari maen bareng, dan setiap malam pun mereka meluangkan waktu untuk saling membalas pesan sampai ke pesan
“mimpi indah ya ren, sampe ketemu besok”

Di setiap sudut sekolah sekelompok orang yang suka gosip sedang membicarakan rena dan aldi yang katanya udah jadian, rena pun menampik gosip tersebut dengan salah satu temannya
“aku tu gak jadian sama sekali sama aldi kami cuman temen, sahabat gak lebih”
Tapi dengan gosip tersebut tak membuat aldi dan rena menjauh malah semakin dekat.
“ren temenin ke kantin yok” ajak aldi sambil berbisik karena masih dalam keadaan ajar mengajar
Aldi yang keluar terlebih dahulu dan rena menyusul.
“gilaaa kamuuu!” sambil menyubit aldi
“aduhh sakit tau, laper reennn, kamu gak ngerasain jadi aku sih”
“ehhhh, rennn, emhhh”
“apaaaaa”
“i love you” ucap aldi lirih
“hahhh? Ngomong sama siapa”
“hah? Aku gak ngomong” muka aldi yang tiba tiba memerah
“hahahaha makin lama makin gila kamu di”
Perbincangan hanya terhenti disana. Rena yang selalu terbayang dengan kata-kata aldi takut untuk terlalu percaya diri meyakini bahwa aldi menyukai rena.
Rena hanya membuka kembali buku rahasianya,

“terimakasih karena mau bersamaku ada di dalam ceritaku meski hanya satu waktu, Tuhan memberi aku kesempatan berharga untuk bersamamu di sampingmu”
Ya, itu adalah salah satu curhatan rena dari berlembar lembar bukunya, bukuku.

Di setiap lembar buku tersebut tidak pernah ada nama lain selain aldi, saat aku duduk di bangku SMP saat itulah aku mulai jatuh hati dengan aldi tanpa ada satupun yang tau kecuali buku lusuhku buku rahasia itu. Setiap pulang sekolah dan terik matahari tepat di atas kepalaku aku selalu menunggu di depan gerbang untuk melihat aldi pulang terlebih dahulu, hingga hari demi hari puisi tercipta untuk seorang aldi. Aldi tak pernah menyadari bahwa aku selalu melihatnya tanpa pengakuannya. 3 tahun berlalu namun rasa tak hilang karena berlalu pula masa. Saat mengetahui bahwa aku berada satu sekolah saat SMA aku merasa bahwa Tuhan merestui rasaku. Hingga saat itu saat aldi ada di sampingku rasa selalu tumbuh, sampai disatu ketika aku mengakui rasaku lewat pesan singkat.

“ren kok kamu bisa segila ini sihh?”
“maaf ya di aku tau sebagai wanita aku bener-bener berani banget, tapi aku Cuma mau mengakui perasaanku aja ke kamu bukan berarti aku mau kita jadian”
“hahahaha oke, oke santai, kamu lucu aja hahahhahahaa”
“udahlah lupain semuanya anggep gak pernah terjadiii, aku maluuu”
“hahahahaa oke, tapi kalo umpamanya yang sms itu aku ke kamu gimana”
“maksudnya?”
“gini ren, aku serius ini yaaa. Ehmmm, aku sebenernya juga suka sama kamu tapi kita bisa liat gimana keadaan kita yang bentar lagi mau ujian dan kita mau ujian nasional, terus mau belajar untuk masuk kuliah ya kannn”
“oke ya udah gak usah dibahas”
“iya iya, love you ren, nanti ada waktunya aku bener bener serius ke kamuuu”
“dasarr gomballlll” dengan muka yang merah
“hahahahahaaa serius iniiii”
“okeokeokeee terserahhhh”

Hari jauh berlalu Dari hari itu aku sadar bahwa cinta menjauhkan aku sama aldi, meskipun aldi yang bilang juga suka sama aku tapi aku ngerasanya canggung aja.

“teng” jam istirahat berbunyi aku yang masih setia menulis di buku rahasia itu tetap setia dengan menulisku, karena sekarang aku udah kelas 3 semakin banyak tugas jadi semakin jarang pula bermain main dan kumpul bareng seperti sebelumnya.
Kemudian kami melanjutkan kuliah dengan jarak yang bisa dibilang sangat jauh dan sulit bertemu, yang tersisa hanya keraguan dan ketidakpastian. Aku masih di sini bersama rindu menunggu cinta pertama yang hilang karena waktu.

Setelah bertahun bertemu tahun saat waktu memberikan jawaban dari semua pertanyaan.
Dengan kemeja putih celana hitamnya dan parfum yang tak pernah berubah wanginya “sudah siap?” dengan menjulurkan tangannya gaun hitam yang indah mengiringi langkah, dengan senyuman tampannya.
Tidak terasa malam itu menjadi malam yang singkat dan berakhir sangat cepat.

Tepat jam 08:00 pagi.
“pak paket pak!!!!”
Aldi membuka paket tersebut yang berisi buku lusuh dan tebal, pada akhir halaman buku tersebut berisi

untuk cinta pertamaku
terimakasih untuk kesempatan rasaku berpihak padamu
aku tak lagi beradoa untuk bersamamu
aku tak lagi mengukir namamu
aku tak lagi sepi dalam hampaku
untuk cinta pertamaku
terimakasih untuk tidak melepas tanganku
aku tak lagi ragu dalam mauku
aku tak lagi candu untuk bersamamu
aku tak lagi sama untuk menunggumu
untuk cinta pertamaku
terimakasih membiarkanku menepi dihatimu
aku tak lagi sendiri dalam perahuku
aku tak lagi takut dalam gelap ku
aku tak lagi menyimpan rasaku
untuk cinta pertamaku
waktuku telah habis untuk merindumu
hatiku telah larut dalam tenang mu
rasaku telah hilang ditelan waktu
untuk cinta pertamaku
aku telah dibahagiakan takdir
untuk cinta pertamaku
maaf karna terlalulama berada disetiap hembus nafasmu.
Untuk cinta pertamaku semua karyaku untukmu, untuk semua rinduku dan kamu
Dari rena.

Aldi menutup buku itu dengan menyedu secangkir teh hangat.
“makasih ya ren atas semua cinta untukku, dan asal kamu tau aja dulu waktu kita SMP aku selalu pulang cepet untuk liat kamu di depan gerbang dan pertama kali kita sekelas itu adalah kado terindahku dari Tuhan, maaf aku ingkari janjiku, mungkin aku bukan laki-laki baik untukmu. ragamu memang tidak di sampingku ren tapi semua cinta untukmu selalu ada untuk hatimu di sini aku simpan di lubuk hatiku” hatinya berbicara

“ayah hari minggu aku gak bisa ikut, kakak mau kerja kelompok sama lola” Raja anak pertama dari Renaldi Pratama dan Ria Winata

Hari berlanjut dan aku sudah terbangun dari mimpi tentang cinta pertamaku, rumput hijau memberi kesejukan dalam keluarga kecilku yang sedang santai bersama. Kubuka laptop sebagai penyimpan cerita dan karya berhargaku dengan tidak sengaja aku membuka email ku yang terdahulu Renaldi Pratama sebuah email dari aldi,
“ren aku gak tau kenapa kamu gak pernah bales email aku, tapi mungkin ini emailku ke kamu yang terakhir, ren trimakasih udah pernah cinta sama aku love you ren, dan selamat menempuh hidup baru”
Kuhela nafasku, dan tidak pernah menyesal bahwa pernah mencintai aldi.
“ma kok diem ajaa, hari minggu lola gak ikut, mau ngerjain tugas sama raja” lola anak pertamaku Rena Amanda dan Dio Dermawan
Dan aku tetap menjadi penulis bukan hanya untuk cinta pertama namun untuk semua pencinta karya dari Rena Amanda

Cerpen Karangan: Trimbi Hartaty
Facebook: Trimbi hartaty

Cerpen Karyaku Untuk Rindu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertama Di SMP

Oleh:
Aku duduk di kelas 7H SMPN 1 PADAHERANG, aku duduk satu bangku dengan Cahyani, dia orangnya gemuk tapi dia asik untuk jadi temen curhat. Aku selalu cerita tentang orang

Pacar Pertama Ku

Oleh:
Ini kisah ku ketika aku duduk di bangku SMP. Hari sabtu awal aku mengikuti MOS, rasanya takut tapi juga berbaur senang karena ternyata aku sudah menjadi seorang remaja. Waktu

Kisah Cinta Pertamaku

Oleh:
Perkenalkan terlebih dahulu nama saya Dwi Rahmawati, biasa dipanggil Dwi. Juli 2016, ya saat itu aku baru memasuki sekolah menengah kejuruan. Cukup senang menjadi siswi SMK. Sekolah yang sebagian

Cinta Pertama

Oleh:
Ya sebenarnya saat aku sedang menulis ini tidak ada lagi perasaanku terhadapnya. Tidak tersisa sedikitpun. Tapi aku hanya ingin menuangkan sedikit kisah nyata dalam hidup. Entah dia yang bersangkutan

Dan Jiwaku Tertambat Pada Bulan

Oleh:
Dulu sekali, entah kapan tepatnya aku tidak bisa mengingatnya lagi. Tepat di persimpangan itu, persimpangan Jalan Tentara Pelajar tempat sekolahku dulu tegak berdiri aku berpapasan dengan seorang gadis yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *