Kenalkan Aku Pada Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 January 2017

CINTA, aku rasa semua orang sudah mengenal cinta, mulai dari anak-anak, remaja, dan yang usianya sudah tidak muda lagi pun tau. Kini aku sudah kelas 1 smp, aku ingin sekali merasakan cinta merasakan kasih sayang yang diberi oleh seorang pacar, mungkin rasanya akan beda kasih sayang yang diberi ibu dan pacar.

Hay namaku titi herawati biasa dipanggil titi, baru beberapa bulan aku bersekolah di smpn 2 ada seorang lelaki yang suka sama aku dia namanya riki, sebenarnya bukan hanya riki yang suka sama aku tapi indra dan irvan sahabatnya riki suka sama aku. Di antara mereka bertiga aku lebih memilih riki karena riki lebih layak. Kenapa layak? karena aku tau kedua orangtuanya riki bercerai dan ayahnya menikah lagi, intinya aku menerimanya karena rasa kasihan bukan karena cinta. Aku berusaha untuk mencintai riki tapi aku tak bisa mencintainnya aku pun bingung bagaimana rasanya cinta, sampai pada akhirnya aku nanya ke mbah google ‘bagaimana rasanya cinta’ dan aku baca itu web “rasa deg-degan, insomnia, salting saat ada di hadapannya” itulah yang aku ingat, aku tak merasakan itu saat bersama riki. Aku memutuskan untuk memutuskan hubungan dengannya.

Satu bulan setelah putus dengan riki, reza teman sebangku ku menyatakan cintanya dengan bahasa daerah ia lahir yaitu jawa.
“Aku teresno karo koe” katanya, tepat jam 12 malam saat bunyi petasan mengembang, dan aku menanya artinya kepadanya dan ia jawab bahwa itu artinya ‘aku suka kamu’ mulai detik ini, menit ini, jam ini dan tahun ini aku resmi berpacaran dengan reza. 1 bulan berlalu aku lewati hari-hari bersama reza, reza mengajarkanku segalanya kecuali 1 yaitu CINTA.

Di sekolah..
saat pulang sekolah aku ke luar kelas tiba-tiba… “woy titi temen gue pake pelet apaan sampe mau sama loe gitu” terdengar suara setengah berteriak dari arah kelas 75, kata-kata itu langsung nusuk ke hati rasanya aku ingin sekali nelen dia hidup-hidup tapi karena aku sadar aku sedang berada di sekolah aku diamkan dia. “pelet apaan.. hey.. (sensor nama) aku punya tuhan aku masih percaya adanya Allah ngapain juga aku pake pelet” gerutuku sebal dalam hati, tak lama setelahnya reza datang dari arah belakang sedangkan temannya reza melanjutkan langkahnya untuk menyembunyikan kata-kata yang ia barusan ucapin.

Di rumah
aku sms reza..
“reza aku mau nanya sama kamu, bolah gak?” kataku, lalu dibalas
“boeh mau nanya apa?”
“reza kamu sayang gak sama aku?” tanyaku dengan harap jawaban iya.
“iya aku sayang sama kamu, emang kenapa?”
“aku mau kita putus, aku sama kamu itu beda” kataku dengan hati cemas.
“kenap kita putus? emang aku salah apa? emang apa yang beda dari kita?” balasnya dengan seberondong pertanyaan.
“iya beda, aku seorang perempuan miskin dan bego rasanya gak pantes aja aku bersanding kamu seorang lelaki kaya dan pintar. intinya kita beda kasta” kataku,
“ya Allah titi aku itu menerima kamu apa adanya aku gak peduli kalo kamu miskin dan aku bisa jadi guru kamu supaya nilai kamu meningkat” balasnya yang membuat aku ragu untuk memutuskannya. tapi apalah daya hatiku sudah fix aku lebih memilih untuk memutuskannya.

Kenaikan kelas…
Hubungan aku dan reza sedang tidak baik bahkan saat bertemu hanya buang muka. seperti drama saja saling buang muka saat ada masalah.. kini hari-hariku sudah tak ada reza lagi memasuki kelas 2 aku tak sekelas dengannya. Sudah 1 minggu reza aku gak lihat reza di sekolah aku penasaran kira-kira kemana dia, akhirnya aku tanya sama temannya reza.

“eumm.. riski riski sini dulu aku mau nanya” kataku menahan langkahnya.
“nanya apa?”
“riski dari kemaren aku gak lihat reza di sekolah, dia kemana sih?” kataku langsung to the point.
“ohh.. reza pindah sekolah ke bogor” seketika dada ini terasa sesak, rasanya waktu telah terhenti, air mata ini keluar tanpa tersadarkan. Kali pertama aku menangisi kepergian seorang lelaki.

Mungkin ini rasanya cinta tak tersadari, cintaku hadir begitu saja disaat kamu udah pergi dari sisiku. Kini aku tengah merasakan cinta terlambat yang benar-bemar terlambat. Terima kasih reza karena kamu sudah menjadi secuil kebahagiaan dari hidupku..

Cerpen Karangan: Siti Nur Saadah
Facebook: Siti Nur Saadah
nama saya siti nur saadah biasa dipanggil saadah, saya suka menulis semenjak saya kelas 3 smp karena di smp saya dulu ada program pojok baca dari UNICEF setiap pelajar kosong saya ambil buku novel di pojokan kelas terus saya baca itulah awalnya saya suka membaca dan menulis cerita-cerita.

Cerpen Kenalkan Aku Pada Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jatuh Terlalu Dalam

Oleh:
Pagi itu aku terbangun dari mimpiku, namun tak seperti biasanya dalam hatiku timbul suatu kekhawatiran. Seperti ada sesuatu yang mengganjal. Ya, hari pertamaku di sekolah baru. Aku tidak sanggup

Prince of School

Oleh:
Langakahku untuk masuk sma favoritku telah tercapai setelah perjuangan panjang kulalui untuk memohon kepada mama dan papaku, banyak syarat kuikuti dan akhirnya saat ini aku bisa mengenakan seragam berwarna

Cermin

Oleh:
Memang benar, perempuan itu adalah aku. Seorang gadis remaja yang mengalami pahit penderitaan di sekolah. Tak ada seorang pun yang mau menjadikan aku sebagai teman berkumpul. Mulai dari fisik,

Mawar Fadil

Oleh:
Suara teriakan itu menggetarkan hati, isak tangis pecah saat langkah kaki ayahku meninggalkan ibu yang sedang mengandungku di usia kehamilan 6 bulan, ayah pergi dengan mengucapkan talak cerai kepada

Retrouvailles

Oleh:
“Ketika kita bertemu kembali.” Semuanya dimulai ketika pagi itu, tampak seperti pagi yang tak membuat Ananda tampak bersemangat. Ananda atau gadis yang akrab dipanggil Nanda itu dibangunkan oleh suara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *