Kesempatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 26 December 2018

Huh… panas sekali hari ini. Bosen pula di rumah. Mau pergi pun malas. Tapi aku bosen. Ah… serba salah. Oh ya, aku lupa memperkenalkan diri. Hai! Namaku Sky. Aku baru lulus SMA dari 2 tahun yang lalu. Dan… hidupku datar. Bahkan terlalu datar. HAHA.
Sekian perkenalan dariku.

(Kring)
Ada pesan yang yang masuk ke hp ku. Itu dari… Ah! Sahabatku, Jen! Jen adalah sahabatku sejak SD. Dan sampai sekarang, kita masih ketemuan.

Isi pesan:
Jen: Sky!!! Mabar (makan bareng) yuk sama alumni SMA! Diresto XX jam 18.00 WIB. Ikut ya?
Sky: Lagi mager nih. Gimana dong?
Jen: aku ada kabar buat kamu. Pasti ga bikin kamu mager lagi.
Sky: kabar apa?
Jen: “Dia” datang loh!
Sky: si… siapa “Dia”?
Jen: Doi mu lah, Kei! Siapa lagi kalau bukan dia.
Sky: Ke…Kei?!

Flashback on
Kei adalah orang yang kusuka dari kelas SMP 1. Bukan hanya aku doang kok yang kagum dan suka padanya. Banyak cewek lain yang suka padanya. Wajar sih. Kei itu… sudah pintar, jago dalam olahraga, dan… tampan. Tapi, jujur aku bukan tipe cewek yang mudah menyukai orang. Aku suka pada Kei juga bukan karena dari fisiknya. Aku suka pada Kei karena… dia adalah orang pertama yang mau menyapaku saat aku sendirian. Walau sepele, tapi aku sangat senang dan mulai menyukainya.

Pernah sesekali aku memberanikan diri untuk mengajaknya bicara atau hanya sekedar menyapa. Tapi hasilnya, NIHIL. Aku sama sekali tak berani menyapa, bahkan menatatapnya pun tak berani. Kei juga sempat mengajakku bicara. Tapi karena aku tak berani menatatapnya, aku langsung melarikan diri. Payahnya diriku.

Ada satu hal yang paling kuingat dari dirinya. Kei pecinta permen karet. 14 Februari, tepatnya hari Valentine, aku memberinya permen karet. Tentu aku tidak langsung memberikan di depan matanya. Aku diam-diam menaruh di kolong mejanya.

Ada sesuatu yang mengejutkan juga di hari itu. Aku menemukan coklat di mejaku. Aku berpikir kalau coklat itu milik orang lain yang tak sengaja meletakkan di mejaku. Tapi setelah aku nanya ke semua teman di kelasku, mereka menjawab tidak tau. Ini pertama kalinya aku mendapatkan coklat pada hari Valentine. Tapi sampai sekarang aku masih belum tau siapa pengirimnya.
Flashback off

Ah… kalau ingat-ingat aku yang dulu, aku sangat pengecut ya. Tidak berani menyatakan perasaanku padanya. Aku kadang berpikir, “Kenapa aku tidak ngomong saat itu?”.
Menyesal? Ya… sangat menyesal.

15.50 WIB
Aku sudah sampai di resto XX. Aku membuka pintu restoran itu. Dan aku langsung disambut oleh Jen.
“Sky! Kamu tambah cantik aja deh.” Sapanya.
“Makasih hehe… ngomong-ngomong, siapa saja yang sudah datang?” Tanyaku.
“Hmm… hampir semua datang. Hanya tinggal beberapa orang lagi. Ayo duduk!”

Aku duduk di sebelah Jen. Kei? Tentu dia duduk bersama teman-temannya. Aku sangat ingin menyatakan perasaanku ini sekarang. Tapi, apa aku bisa?

20.30 WIB
Huh… aku rasa,a ku gagal lagi kali ini. Benar-benar payah. Yang lain sudah pada pulang. Termasuk Kei, mungkin. Gagal gagal gagal.

“Hei…” Tiba-tiba ada seseorang menyapaku. Dia… Kei?! Kei belum pulang?
“He…hei?” jawabku terbata-bata
“Belum pulang?” tanyanya
“Belum”
“Hmm… mau ini?” Dia menyodorkan permen karet.
“Hmm… boleh. Makasih” Aku mengambil permen karet itu dan memakannya.
“Jadi inget pas Valentine beberapa tahun yang lalu ya?” Katanya.
“Hah? Valentine?” Tanyaku.
“Kamu lupa ternyata. Huh…” Jawabnya dengan nada yang kecewa. “Pas Valentine, kamu kan yang memberi aku permen karet? Aku tau itu. Kamu diam-diam menaruh di kolong meja ku.” Lanjutnya.

Ke… Kei tau kalau aku yang menaruhnya? Bagaimana bisa dia tau?!
“Kamu tau darimana kalau aku yang menaruhnya?” Tanyaku lagi.
“Aku melihatmu saat kau menaruhnya. Oh ya… saat itu kamu dapat coklat juga kan? Aku loh yang memberinya.” Jawabnya sambil tertawa.
Jadi, Kei yang menaruh coklatnya? Tapi kenapa Kei memberikannya padaku?

“Jarang-jarang loh aku memberi cewek coklat. Kamu adalah orang pertama yang aku kasih. Hmm… ngomong-ngomong, Terimakasih ya… aku sangat senang saat aku tau kamu memberiku sesuatu saat Valentine. Hmm… kalau dipiikir-pikir, kamu sulit sekali ya diajak berbicara. Kamu selalu kabur HAHA. Padahal, aku sangat ingin memberitahukanmu sesuatu. Tapi aku sangat pengecut. Aku tak berani mengajakmu bicara lagi. Aku hanya menunggu waktu yang pas dan akhirnya… kita sudah terlanjur lulus. Sejak itu aku berpikir kalau aku tak akan pernah dapat kesempatan lagi untuk mengungkapkan perasaanku. Tapi hari ini, aku bertemu denganmu. Aku tak akan sia-siakan kesempatan kedua ini.” Jawabnya panjang lebar.

Aku tak bisa berkata-kata. Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya. Pikiranku kosong.

“Yah… maaf kalau aku membuat kamu tidak nyaman sekarang. Aku hanya mau bilang, Aku Suka Padamu, Sky.”

Kei suka padaku?! Jadi, apa ini kesempatan keduaku?

END

Cerpen Karangan: Felicia D
Blog / Facebook: Felicia Djaya Dwiyani

Cerpen Kesempatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesedihan Cinta Pertama Ku

Oleh:
2011. Yah, waktu itu tepatnya aku sedang polos-polosnya, Aku baru memasuki sekolah menengah atas sekolah yang sebagian banyak orang berpendapat bahwa kita akan memulai cerita baru, awal yang indah,

Perasaan Kita (Part 2)

Oleh:
Saat capucino pesananku telah datang… “minumlah alvin..” “iya..” “bagaimana rasanya?” “harum..” Aku sangat senang sekali mendengar jawaban itu.. 17 tahun lamanya aku tak pernah mendengar kata-kata itu.. terima kasih

Cinta Pertamaku Sepupuku

Oleh:
Malam begitu dingin, dengan hembusan angin yang menyentuh secara perlahan. Tiba-tiba Hp-ku berbunyi, ternyata pesan datang dari Kakak onyonk. Dia adalah sepupuku yang tinggal di seberang pulauku, tepatnya kota

Menjemput Cinta di Melbourne

Oleh:
Malam ini langit Melbourne terlihat begitu cerah. Bintang-bintang nampak tersenyum seraya terus memancarkan sinar mereka yang terang secara serempak seperti pertunjukkan sirkus yang begitu menakjubkan. Bintang-bintang itu terus menghias

Hal Terindah

Oleh:
Pertama aku bertemu dengannya, aku langsung terpaku hanya pada dirinya. Dia adalah teman sekolahku dia bernama Lubi, meskipun namanya gak terlalu keren, tapi orangnya keren loh. Oh ya, kalian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *