Love Never End

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 2 January 2018

Entah bagaimana caranya aku bisa mengembalikan keadaan, aku bisa mengembalikan keadaan ini seperti dulu disaat semuanya baik-baik aja dan disaat dia masih bersamaku. Kami berteman dari smp dia bukan satu-satunya sahabat cowok yang aku punya ada beberapa ada rudi, dillah, agus dan sadrah. Mereka adalah orang-orang yang kusayang yang sudah menjadi bagian dari hidupku adanya mereka memberikan aku banyak pelajaran tentang hidup ini mereka yang membuat aku yakin bahwa apapun itu akan ada seseorang yang menemanimu melewati bermacam-macam masalah yang datang dan meyakinkan aku bahwa aku tidak sendiri di sini aku punya mereka, tapi pada akhirnya kami terpisah karena tidak lagi satu sekolah. Iya, masa putih biru itu berakhir dan kami pun berpisah karena sekolah yang kami pilih berbeda-beda aku dan dilah satu sekolah, agus dan sadrah satu sekolah dan rudi sendiri di sekolah pilihannya tapi itu gak menghambat kami untuk tetap berteman dan bersahabat selalu, kami tetap bertemu dan hangout bareng kaya biasanya menceritakan tentang sekolah baru, teman baru sampai bercerita tentang kakak panitia mos yang ganteng dan cantik atau cinta pandangan pertama di sma dan tentang lain-lainnya.

3 bulan berlalu Sadrah tiba-tiba mengusulkan sesuatu untuk mengisi hari libur di saat kami berkumpul di rumah dillah yang kami sebut basecamp.
“Eh bentar lagi kan kita libur gimana kalau kita camping aja?! Ya itung-itung nge-trip udah lama kita gak ngetrip bareng” ucap sadrah yang duduk di samping rudi saat itu.
“Bener juga sih kita lama gak ngumpul-ngumpul seru gitu” Sahut dillah yang saat itu lagi main ps dengan agus.
“Gue sih ngikut aja” sahut rudi yang saat itu sambil ngemil makanan kesukaannya yaitu kerupuk.
“Sama gue juga kalau kalian let’s go gue juga let’s go” jawab agus.
“Noo.. Tanya si princes satu itu dari tadi diam aja kaya patung” sahut rudi menunjuk ke arahku dengan mulut monyongnya.
“Gimana na, lo setuju gak? Kita camping kaya dulu waktu pramuka tapi ini cuman kita aja private khusus buat kita berlima” tanya sadrah denganku.
“Mm.. Gak tau sih gue takut gak diizinin sama nyokap” jawabku datar.
“Urusan itu gampang ntar kita yang minta izin sama nyokap lo tenang aja diizinin kok pasti” jawab sadrah lagi.
“Ya udah terserah kalian atur aja” sambung ku.

Dan momen itu tiba, akhirnya mamah ngizinin aku camping karena keempat sahabatku yang meyakinkan mama kalau mereka bakal jagain aku dan ngeyakinin mama kalau semua bakal baik-baik aja.

Tempat kami camping adalah wisata batu banama namanya, bukit batu yang dikelilingi hutan tapi banyak manusianya kok. Setelah menemukan tempat yang pas untuk mendirikan tenda kami pun bersiap mendirikan tenda. Eh, aku gak ikut aku cuman disuruh istirahat sama sadrah katanya itu urusan cowok cewek istirahat. Emang baik banget temen gue yang itu, mereka membangun tiga tenda camping satu punyaku sendiri, satu lagi buat dillah sama agus dan satu lagi buat sadrah sama rudi.

Malamnya, kami membuat api unggun di tengah tenda camping kami dan malam itu penuh dengan canda tawa tentang kekonyolan dillah, ketelmian agus, dan kekepoan rudi trus diisi dengan suara gitar yang dimainkan sadrah dan kami menyanyi lagu berlima untuk melewati malam penuh keceriaan itu. Malam pun sudah makin larut dan kedinginan malam itu menambah kelengkapan camping private kami berlima

“Ya udah kita semua tidur udah malam banget ni, dan lo na, kalau ada apa-apa teriak aja langsung!!” ucap sadrah sebelum kami masuk ke tenda masing-masing.
“Iyaa ntar takutnya ada harimau ngaung” ucap rudi yang usil dengan gaya harimaunya gaje itu.
“nyebelin lo ya!!” jawabku kesal dengan tingkah rudi yang menakut-nakuti aku.
“Udah-udah tidur sana masuk ke tenda masing-masing” seru sadrah menyuruh kami semua untuk tidur.

Paginya,
Terik matahari belum terlihat terang karena embun yang masih membasahi sudut hutan yang tenang ini, aku bangun paling pagi karena aku hendak mencuci muka duluan sebelum yang lainnya di aliran sungai di bukit itu sekalian ngambil air untuk dimasak untuk bikin minuman hangat di pagi itu, setelah selesai aku kembali ke tempat tenda kami berada dan memasak air dengan sisa bara api unggun malam tadi.

Tiba-tiba suara sadrah mengagetkan aku.
“Pagi aruna..” sapanya pagi itu.
“Bikin kaget aja sih!!” Ucapku sambil menarik napas panjang dan mengelus dada.
“Maaf maaf” jawab sadrah dan berdiri keluar tendanya.
Dan yang lainnya pun menyusul keluar dari tenda.

Pagi itu kami berencana akan menyusuri kawasan hutan tersebut dengan mencoba mendaki bukit batu itu, hanya barang-barang penting yang kami bawa dan sisanya kami tinggal di tenda.
“Kita jangan sampai ada yang terpisah dan satu lagi aruna?!! Kamu jangan jauh-jauh dari kita berempat pokoknya kita harus tetap sama-sama jangan coba ada yang memisahkan diri” peringat sadrah untuk kami berempat.
“Ok tour guide!!!” jawab rudi dan memulai jalan untuk menyusuri hutan.

Dan kami berlima berjalan sambil mencari tempat apa aja yang terdapat di hutan itu dan mendaki terus ke atas bukit dan di tengah perjalanan aku duduk di patahan batang kayu yang ada di hutan itu dan melepas sepatu ku karena kakiku terasa keram saat itu.
“Duh istirahat dulu dong!! Cape ni” keluhku sambil ngos-ngosan.
“Dasar cewek baru setengah perjalanan udah ngos-ngosan” ucap rudi dengan muka songongnya.
“Diam deh kalau mau duluan aja sana..!!” teriakku kesal.
“Udah-udah kok bertengkar sih..?!!” sanggah sadrah.
“Rudi tu nyebelin..!!!” teriakku lagi dengan nada marah.
“Ya udah kamu istirahat aja dulu di bawah sini ntar agus nemenin loe ya? Tanggung udah hampir sampai atas kita” ucap dillah.
“Jangan kita harus sama-sama” sahut sadrah.
“Gak papa kok drah tinggal aja aku juga gak berani naik ke atas aku di sini aja kalian naik aja ke atas” jawabku sambil meluruskan kakiku.
“Kamu yakin gak papa di bawah sini sendirian?” Tanya sadrah.
“Gakpapa naik aja kalian semua” sahutku sambil tersenyum.
“Ya udah naik aja kalian ntar gue yang jagain aruna” jawab agus menyuruh sadrah, dillah dan rudi untuk meninggalkan aku dengannya.
“Ya udah kami naik dulu ya ke atas” lanjut sadrah dan meninggalkan kami berdua.
“Hati-hati” jawabku.

Dan mereka pun meninggalkan aku dengan agus di bawah dan agus duduk jongkok dan menaruh kakiku di atas pahanya dan memijit kakiku yang kram dan aku hanya tersenyum melihat apa yang dia lakukan untukku.
Setelah lama menunggu mereka kembali menemui kami, akhirnya mereka kembali dan nyamperin aku dengan agus yang masih duduk di tempat yang sama.
“Gimana kaki kamu udah mendingan?” tanya sadrah sambil memegang kakiku yang tanpa sepatu.
“Iyaa tapi aku gak bisa pakai sepatu kaki aku perih lecet kayanya” jawabku.
“Ya udah aku gendong aja biar tas kamu rudi yang bawa terus sepatu kamu agus yang bawa” jelas sadrah dan mereka yang lain melakukan apa yang disuruh sadrah.
Camping itu berakhir menyisakan banyak cerita hangat dan kenangan manis tak terlupakan. Kami kembali ke aktivitas kami seperti biasa.

Dua setengah tahun berlalu,
Kini masa putih abu-abu akan berakhir banyak hal yang terjadi tentang cinta monyet, cinta sama kakak kelas atau pdkt sama ade kelas dan banyak lagi tentang hal lainnya.

Aku berencana mengadakan pesta perayaan untuk persahabatan kami yang sudah bersama bertahun-tahun, dan aku menyuruh mereka membawa kado dan menulis surat tentang kesan pesan selama kami berlima bersahabat.
Dan sebelum perayaan itu dimulai sadrah meminta aku menemuinya di taman tempat biasa kami kumpul dan aku menyetujui untuk bertemu sadrah siang itu.

Siang itu di taman,
“Drah? Tumben banget kamu ngajak aku ke sini trus tanpa yang lainnya” ucapku dengannya.
“Ada yang pengen aku omongin sama kamu?!” jawabnya sambil memegang tanganku dan aku hanya bisa terdiam tanpa kata.
“Aruna, kita udah barengan hampir enam tahun dan kita udah tau sifat satu sama lain sebagai seorang sahabat dan aku pengen bilang bisakah kita lebih dari sahabat? Karena aku rasa aku jatuh cinta sama kamu aku ngerasa rasa sayang yang aku punya buat kamu itu lebih dari seorang teman dan aku udah lama banget pengen bilang ini ke kamu” jelas sadrah panjang lebar.
Dan aku hanya terdiam mendengar penjelasan sadrah saat itu perasaanku campur aduk saat itu gak tau lagi harus ngomong apa.
“Aku gak tau harus ngomong apa?! Ini tu hal yang aneh buat aku daa..aan hal yang gak pernah aku pikirin bakal terjadi” jawabku terbata-bata dan syok atas kejadian yang baru saja terjadi.
“Aruna, apa yang aneh ini wajar ini perasaan yang tumbuh sendiri aku juga gak tau ini perasaan berbeda dan aku menyimpannya beberapa tahun sudah na!” jelas sadrah lagi sambil menatap mataku.
“Maaf drah aku gak bisa jawab sekarang” jawabku dan melepaskan genggaman tangan sadrah dan mengambil tasku di atas kursi taman dan pergi meninggalkan sadrah.
Dan gue masih merasa syok dengan apa yang dilakuin sadrah di taman tadi gue gak tau harus gimana, karena satu hal yang gak pernah terbesit di pikiran gue kalau sadrah punya rasa yang lebih dari sekedar teman sama gue.

Dan waktunya tiba iya, momen yang pernah gue bilang sebelumnya pesta kecil-kecilan untuk merayakan persahabatan kami, sebenarnya gue ngerasa canggung untuk ngumpul dan khususnya buat ketemu sadrah semenjak kejadian di taman itu.
Tapi ini waktu yang tepat buat bilang sesuatu yang selama ini gue simpan dari tentang satu hal dan hal lainnya.
“Kita berkumpul di sini karena gue mau ngomong sesuatu ke kalian semua tentang hal yang terjadi di antara kita semua” ucapku memulai pembicaraan di tengah-tengah mereka.
“Gue gak tau apa yang terjadi sama kita sekarang gue gak bisa ngomong apa-apa kalian satu persatu nyatain perasaan sama gue lebih dari temen dan kalian tau gue syok sama hal itu apa yang terjadi sama kita sekarang?!” jelasku sambil terisak menangis di antara mereka semua.
“Maksud kamu satu persatu apa aruna?” tanya sadrah heran dan mendekat ke arahku.
“Drah, kamu mesti tau kamu bukan orang pertama yang nyatain perasaan ke aku sebelum kamu dillah sama agus juga ngelakuin hal yang sama!! Di tempat yang berbeda, dan itu yang ngebuat gue gak habis pikir sama kalian bertiga ada apa yang terjadi sama kalian!!?” jawabku masih dengan suara terisak.
“Hah, astaga apa yang terjadi kenapa jadi kaya gini” ucap agus dengan mimik muka syoknya.
“Gue tau ini adalah hal yang gak direncanain dan tentang semua perasaan kalian juga!! Tapi gue kira selama ini kita emang bener-bener sahabat rasa yang ada dalam hati kalian adalah rasa sayang ke sahabat bukan yang lain tapi gue salah percaya sama hal itu gue kira ini gak akan terjadi karena kita sahabat!! Guuu.. Guue kira gue bisa percaya sama kalian dan satu hal lagi gue mau jujur tentang satu hal dan ini ngejawab semua pertanyaan kalian bertiga ke gue, gue itu suka sama rudi..” jelasku panjang lebar untuk mereka.
Dan mereka semua terdiam bisu setelah mendengar penjelasanku termasuk rudi yang menatapku yang terdiam di tengah-tengah mereka.
“Tapi perasaan itu harus gue buang jauh-jauh dan gue harus bisa ngelupainnya karena gue gak mau cuman karena gue suka sama rudi persahabatan kita berantakan dan gue kehilangan kalian!! Gue lebih baik patah hati dari pada harus kehilangan kita!! Kalian!! Gue gak mau!” Lanjutku dan masih menangis tersedu dan meninggalkan mereka semua di situ aku tetap berlari tanpa menghiraukan panggilan mereka.

Setelah kejadian itu, usai lulusan sma aku memilih keluar negeri untuk kuliah dan aku tidak tau banyak lagi tentang mereka berempat. 4 tahun berlalu aku kembali dan bekerja sebagai konsultan properti di suatu perusahaan properti swasta milik teman ayah.

Di taman, aku begitu merindukan banyak hal di sini dengan semua hal yang pernah terjadi di sini termasuk dengan orang-orangnya dengan sadrah, dillah, agus dan juga rudi. Entahlah kami sangat jarang berkomunikasi karena kesibukan kami masing-masing yang sekarang sudah bekerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan bahkan sahabatku dillah dan agus merencanakan pernikahan mereka dengan tunangannya masing-masing dan aku turut bahagia akan hal itu.

“Kangen ya sama kenangan kita yang dulu?” suara itu mengarah dari belakangku.
“Mmmmm.. Rudi, kok kamu tau aku di sini?” tanyaku dengan rudi yang kini berdiri di sampingku.
“Apa sih yang gak aku tau tentang kamu?! Bahkan aku tau semua tentang kamu saat kamu di luar negeri aku tau!” jawabnya sambil tersenyum ke arahku.
“Maksud kamu?!” jawabku heran.
“Aku tau kamu sebenernya gak ngelupain aku seutuhnya perasaan kamu masih ada dan di sana, kamu selalu kesal sama diri kamu sendiri karena bayang-bayang aku yang selalu ganggu kamu dan kamu selalu berusaha buat ngelupain aku tapi gak bisa” jelas rudi yang mengejutkan aku.
“Kamu tau dari mana?!” Tanyaku dengan muka bingung.
“Dari kiara, kamu kenal kan sama dia” jawab rudi lagi.
“Kok kamu tau sama kiara!? Kamu kenal dari mana!? Dia sahabat aku!” jawabku spontan.
“Kiara itu mantan aku waktu sma dan aku tau kamu bersahabat sama dia dari foto yang dia upload di sosial media dan aku minta sama kiara jangan ngasih tau kamu tentang aku, dan kiara cerita semua tentang kamu ke aku tentang gimana depresinya kamu menghadapi bayang-bayang aku yang ada karena imajinasi kamu yang berlebihan” jelasnya lagi.
“Hah imajinasi berlebihan!? Biasa aja tau!” Balasku kesal.
“Udah ketahuan masih aja gak ngaku!” jawab rudi yang membuat kau makin kesal dan menimpuknya dengan tanganku.

“Masih aja ya kalian kaya kucing sama tikus!!” suara itu dari belakang kami berdua.
Dan kami berdua sama-sama berbalik ke belakang dan ternyata itu
Suara sadrah, dan yang buat aku kaget adalah dia datang sama kiara.
“Kiara, kok kamu bisa sama sadrah?” tanyaku.
“Aku yang ngenalin kiara sama sadrah” jawab rudi yang berdiri di sampingku.
“Ya ampun dunia ini tu sempit banget ya!?” Jawabku sambil twrtawa kecil.
“Tapi jodoh gak bakalan sempit” suara dari kejauhan.
“Dilah, agus” ucapku sambil menatap ke arah agus dan dilah yang datang menghampiri kami.
“Jadi kapan ni operation wedding nya?” seru sadrah. Dan kami pun tertawa bersama.

Dan hari itu menjadi hari terindah untukku dimana berkumpulnya kami berlima kembali setelah bertahun-tahun terpisah dan hari dimana aku benar-benar bersatu dengan seseorang yang menjadi cinta pertamaku dari smp sampai sekarang dan aku harap itu selamanya.

End

Cerpen Karangan: Eka Maharani Putri
Facebook: Maharani Putri
saya sangat suka menulis, dan saya suka membuat cerita fiksi dan menggunakan nalar saya untuk menjadikan cerita menjadi sebuah kisah dengan akhir yang indah apalagi tentang CINTA-

Cerpen Love Never End merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Belahan Bumi Yang Lain

Oleh:
“Beragam kisah namun hanya sepenggal kata yang mampu mencairkan suasana” 28 Agustus, tak ada yang sempurna. Lagipula apalah arti dari ‘merayakan ulang tahun’ untuk gadis serba paspasan sepertiku, huh!

My First Love

Oleh:
Suatu pagi aku terjaga dari tidur ku dan bergegas ke sekolah untuk mengikuti pelajaran tuk pertama kalinya. mengapa pertama kalinya? karena itu adalah hari pertama ku duduk di bangku

Cinta Pertama

Oleh:
Bunyi burung yang berkicau begitu indah, ditambah lagi langit yang mendung menambah kan hawa yang sejuk di pagi ini… “Eh ra lo gak papa tuh ngeliatin doi lagi sama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *