Menyingkap cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 23 January 2016

Dengan langkah yang bersemangat, sore itu sekitar pukul jam tiga sore, aku pergi ke sekolah untuk melaksanakan ekstrakulikuler PMR-ku. Sesampainya di sana, aku memberi salam kepada teman-teman temanku dan juga seniorku. “Apa hari ini ada ujian untuk kita?” tanyaku sambil melangkah mendekati Rhina, temanku.
“Ada, ujian membidai (melilit tangan/kaki dengan kain)” Rhina memberikan aku kain untuk membidai. Aku menerimanya, lalu ku jadikan tangan Rhina sebagai percobaan bidaiku.
“Bagaimana, benar kan hasil bidaianku?” tanyaku antusias pada Rhina. Rhina mengangguk antusias. Tak lama seniorku yang bernama Tovik mendatangi aku dan Rhina yang sedang duduk di halaman sekolah.

“Bagaimana dek bidaiannya, apa sudah bisa?” tanyanya. Aku tidak menjawab karena terlalu malu padanya, dan Rhinalah yang menjawabnya. “Bisa..” Kak Tovik hanya manggut-manggut. Kak Tovik memandangku sebentar lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. Jantungku serasa berdetak tak karuan, saat tiba-tiba mata kami saling bertemu. Aku sebenarnya sudah jatuh cinta padanya semenjak dari awal aku masuk ekstrakulikuler PMR. Kak Tovik dulu sangat dingin, tapi semakin lama aku menyadari kalau dia adalah sosok yang hangat.

“Mel, kamu sedang melamun apa?” suara Rhina mengejutkanku. Aku tersadar dari lamunanku. Kak Tovik sudah tidak ada di hadapanku. “Kamu memikirkan Kak Tovik?” tanyanya membuatku tersipu. “Sudahlah Mil, sebaiknya kau lupakan dia, aku tahu perasaanmu, ingatlah Mil, Kak Tovik sudah tiada Mil.” ucapan Rhina seakan membangunkanku dari mimpi buruk yang baru saja aku alami. Benar, Kak Tovik memang sudah meninggal sebulan yang lalu, tapi aku merasa Kak Tovik selalu hadir dalam benakku. Aku tidak bisa melupakannya. Dia cinta pertamaku. Rasanya kenangan masa aku bersama Kak Tovik selalu berputar-putar di dalam pikiranku. Tiba-tiba air mataku menetes sedikit demi sedikit. Rhina memandangiku merasa bersalah. Dia memelukku.

“Sabar ya Mil, maaf jika perkataanku tadi melukaimu,” Rhina ikut menangis.
“Aku… aku… belum bisa menerima kenyataan Rhin, kenyataan bahwa orang yang selama ini membuat hari-hariku terasa berwarna, telah pergi dengan tenang meninggalkanku dengan membawa serpihan cinta, yang selama ini aku pendam,”
“Mungkin Allah sedang mengujimu Mil, insya allah, Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik lagi Mil.” nasihat Rhina padaku. Aku hanya mengangguk pelan sambil menatap kosong ke halaman depan sekolahku.

Cerpen Karangan: Kim hyera
Facebook: Fykoh Kim

Cerpen Menyingkap cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My First Love

Oleh:
Suatu pagi aku terjaga dari tidur ku dan bergegas ke sekolah untuk mengikuti pelajaran tuk pertama kalinya. mengapa pertama kalinya? karena itu adalah hari pertama ku duduk di bangku

Cinta Pertama Yang Tak Sampai

Oleh:
Aku hanya terpana melihat seseorang menyapaku dengannya senyuman tanpa sepatah kata pun. Waktu itu adalah pertama kali aku mulai masuk sekolah SMP. Dan ternyata dia satu kelas denganku. Ingin

Halte Bus

Oleh:
Namaku Anthony, aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku adalah orang yang tidak percaya adanya cinta.. Sore itu, aku menunggu bus di halte, tiba tiba datang seorang

Kisah Masa Kecil

Oleh:
Sebut saja aku Vita, dan tiga teman perempuanku yang bernama Saras, Heni, Arina. Rian, dia adalah sosok laki-laki yang tampan pintar baik, wajarlah kalau dia diperebutkan bantak cewek begitu

Bas (Part 4)

Oleh:
Aku dan Jean sudah sibuk dengan penelitian kami masing-masing, Kania dan Sania juga sedang ngerjain proposal mereka, waktu bermain sudah berkurang sekarang. Bang Lio kelihatan juga sibuk tapi sesekali

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *