My First Love Back

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 9 May 2016

Pagi yang cerah untuk memulai aktivitas. Para pelajar bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Begitu pula dengan Nita Indriyani, gadis berumur 15 tahun. Ia bersekolah di SMAN 10 tegal. Ia berasal dari keluarga sederhana. Teman Nita mayoritas dari golongan atas. Kadang Nita merasa minder. Tapi Nita tetap sabar, walaupun banyak yang mengejeknya.
Setelah sampai di sekolah, Nita bergegas ke kelas 10 ipa-3. Saat di koridor Nita harus melewati segerombolan anak.

“Hei.. Ada anak udik nih,” ejek salah satu dari mereka. Nita terus melangkahkan kakinya.
“Hahaha… Amit-amit deh deket sama dia,” timpal murid yang bernama Angga Aditya Putra.
“Sabar. Aku gak boleh sedih. Aku gak boleh kecewain orangtuaku yang sudah membiayaiku untuk sekolah di sini.” batin Nita mengingatkan.

Satu minggu kemudian. Setelah pulang sekolah, Nita pergi ke perpusda untuk meminjam buku. Menurutnya perpusda adalah tempat terbaiknya. Tempat di mana untuk menghilangkan kejenuhannya. Tempat yang sunyi, dan tak ada yang mengganggunya. Setelah sampai, Nita mulai memilih buku. Setelah buku yang diinginkannya sudah di tangannya, ia langsung mengambil tempat duduk. Saat asyik membaca, tiba-tiba ada cowok berbadan tinggi duduk di sampingnya. Nita tidak tahu siapa dia. Ia lalu menengok. Nita merasa terkejut. Cowok di sampingnya adalah Angga. Tapi ia mencoba bersikap sewajarnya.

“Ehm.. Serius amat bacanya,” tegur Angga. Nita hanya terdiam.
“Nit aku mau minta maaf atas perilaku ku selama ini,” kata Angga. Nita menghentikan kegiatannya. Ia merasa kaget. Cowok yang selama ini mengejeknya kini berada di sampingnnya dan meminta maaf.
“Aku sudah memaafkanmu,” jawab Nita. Ada sesuatu yang menjanggal di hatinya. Ia masih tak percaya.
“Syukurlah kau mau memaafkanku. Oh ya Nit. Apakah aku boleh jadi temanmu,” kata Angga. Nita masih terdiam. Bingung, di satu sisi ia butuh teman di satu sisi ia gak mau nama Angga tercoret karena mempunyai teman seperti Nita, sifatnya yang polos, akhirnya ia memenuhi permintaan Angga.

Satu tahun kemudian. Tak terasa persahabatan Nita dan Angga sudah sejauh ini. Nita merasa nyaman dekat dengan Angga. Begitu pula dengan Angga. Sifat Nita yang religius yang selalu menasihati Angga jika ia bersalah. Angga mulai mengenal Nita. Suatu hari Angga pernah menanyakan siapa cinta pertama Nita.
“Nit, siapa cinta pertamamu?” tanya Angga. Kini Nita lebih terbuka, ia sering curhat dengan Angga ketika ia punya masalah. Angga pun sering membantunya.
“Waktu kelas 6 SD aku pernah menyukai seseorang. Namanya Farkhan Fadhilah. Dia sahabatku. Aku menyukai diam-diam. Dia orangnya baik, pinter, gak pernah ngomong jorok.”

“Tapi setelah kelulusan, Farkhan akan melanjutkan sekolahnya di semarang. Aku merasa sedih. Untuk melupakannya aku mulai menyukai banyak cowok di SMP. Tapi cintaku selalu bertepuk sebelah tangan. Sampai saat ini aku terus menunggu kehadiran Farkhan. Aku tahu bahwa cintaku ini tak terbalaskan. Menunggu yang tak pasti. Tapi mau gimana lagi, aku masih menunggunya,” kata Nita, ia tak kuasa menahan air mata.
“Waktu SMP aku tak punya kawan. Di saat aku punya masalah, tak ada seorang pun di sampingku. Aku bersyukur saat ini aku mempunyai sahabat,” lanjut Nita.
Angga merasa terkejut nama cowok yang Nita sangat cintai.

Satu tahun kemudian. UN pun berlalu. Semua siswa kelas 12 dinyatakan lulus 100%. Nita memperoleh peringkat 2 se-SMA 10 kota tegal. Nita merasa senang. Perjuangannya tak sia-sia. Begitu juga dengan Angga dia memperoleh peringkat 4 se-SMA 10 kota tegal. Besok adalah hari ulang tahun Nita yang ke-17 tahun. Besok sore Angga ingin memberikan sesuatu di taman sejahtera.

Rumah Angga kedatangan tamu dari semarang. Ternyata saudara laki-laki seumuran Angga yang datang. Angga merasa senang karena 3 tahun tak bertemu.
“Aku senang kamu bisa kesini An,” kata Angga kepada saudaranya.
“Iya.. Aku juga ingin ketemu kamu dan Nita. Aku penasaran kayak apa yah Nita sekarang,” ucap saudara Angga seraya meminum kopi yang sudah disediakan.
“Dia sekarang berubah, tambah cantik. Dan dia udah mulai percaya diri. An, aku gak pernah lihat kamu pacaran?” tanya Angga.

“Ehh.. Gimana yah. Sebenarnya di hatiku cuma ada satu nama yaitu Nita. Dia orangnya baik. Sejak lulus SD sebenarnya aku gak tega ninggalin dia. Aku kasihan sama dia. Mungkin saat SMP, dia ada masalah tapi dia bingung harus ke mana dia mencurahkan isi hatinya. Oleh karena itu aku minta tolong kamu agar jadi sahabat dia. Aku ingin dia bahagia. Tapi dia gak pantes buat aku. Aku udah ninggalin dia dan aku gak berani ngungkapin perasaan aku sebelum aku pergi, kamu pantes dapetin Nita. Kamu datang di saat Nita punya masalah,” lanjutnya.

“Gak An, aku gak pantas buat dia. Kamu yang pantas buat dia. Kamu yang buat misi ini. Selama ini dia masih nungguin kamu, dia masih mengharapkan kamu..” kata Angga. Cowok yang di hadapan Angga hanya terkejut. “Kalau kamu sayang dia, nanti besok sore temui dia di taman sejahtera. Besok adalah hari ulang tahunnya. Aku sengaja ingin mempertemukan kamu dengan dia. Tapi aku bilang kalau aku yang ke sana. Kamu coba jelasin ke Nita. Jangan sampai dia sakit hati,” kata Angga.
“Makasih Ngga, kamu udah bantuin aku. Kamu memang sahabat terbaikku,” jawab saudara Angga seraya memeluk sahabatnya.

Sore yang cerah. Angin sepoi-sepoi menyapu dedaunan. Kini Nita bersiap-siap untuk pergi ke taman sejahtera untuk menemui Angga. Hari ini adalah hari ulang tahun Nita. Rencananya Angga akan memberikan sesuatu ke Nita di taman sejahtera. Setelah sampai ia melihat sekelilingnya tak ada seorang pun. Ia mencoba untuk menunggu sekitar 10 menit. Tiba-tiba ada seseorang memanggil nama Nita. Lantas Nita segera berbalik dan alangkah terherannya di depannya kini berdiri seorang cowok ganteng. Sepertinya Nita pernah mengenal sosok itu. Tapi siapa.

“Nita… Selamat ulang tahun,” kata cowok tersebut. Nita masih heran, ko dia tahu hari ulang tahunnya.
“Ini aku Farkhan Fadhilah.. Teman kecilmu,” kata cowok itu.
Nita tak bisa bicara apa-apa mulutnya membungkam. Ia seolah-olah tak percaya. Ia hanya bisa mengeluarkan air mata.
“Nit, maafin aku. Aku bukan teman terbaikmu. Aku udah ninggalin kamu. Di saat kamu punya masalah, aku tak ada di sampingmu,” ucapnya. Nita masih membisu.
“Nit, apakah aku datang terlambat? Maafin aku Nit, teman terbaikmu adalah Angga,”

“Angga? Kamu kenal dia?” tanya Nita.
“Angga adalah saudara dan sahabatku di semarang. Aku membuat misi. Agar Angga jadi sahabatmu. Sebenarnya aku ingin jagain kamu Nit. Tapi aku tak ada di sampingmu. Yang ada di dekatmu hanyalah Angga. Jadi aku minta tolong sama Angga,” jawab Farkhan.
“Jadi selama ini Angga berteman sama aku karena kamu? Bukan atas kemauan Angga. Aku gak nyangka.. Angga gak pernah cerita kalau dia adalah sepupu kamu. Aku butuh teman yang tulus untuk menjagaku,” ucap Nita.

“Maafin aku Nit, aku ngelakuin semua untuk kamu, kamu masih ingat gak? Saat di rumah Bu Fitri. Kalau aku besar, aku akan memberikan cincin untuk orang yang aku sayangi,” kata Farkhan seraya mengambil sesuatu di dalam saku jaketnya. Ternyata sebuah cincin. Lalu ia meraih tangan Nita. Dan memasangnya. Cincin itu sangat pas di tangan Nita.
“Aku sayang kamu Nit, kamu cinta pertamaku Nit. Apakah kamu mempunyai perasaan yang sama denganku?” tanya Farkhan.
“Maafkan aku An. Aku gak bisa.. Aku.. Aku.. Akan meneruskan kuliah di bandung. Aku gak bisa bersamamu,” jawab Nita terbata-bata. Ia mendapat beasiswa untuk kuliah di ITB bandung.

“Aku datang sudah terlambat Nit. Mungkin ini balasan untukku. Aku pernah meninggalkanmu. Sekarang kamu akan meninggalkanku,” kata Farkhan seraya berbalik dan bersiap untuk meninggalkan Nita. Nita menangis. “Aku cinta kamu An,” ucap Nita. Lalu Farkhan berbalik menemui Nita.
“Tapi aku gak bisa bersamamu. Kamu harus cari penggantiku yang lebih baik. Yang bisa menemanimu,” kata Nita.
“Aku gak bisa. Walaupun kamu nanti di bandung, aku akan setia. Kamu bisa menjaga cintamu. Tentunya aku akan menjaga cintaku. Aku akan selalu setia,” jawab Farkhan.
Nita merasa sedih. Dia sangat menginginkan kehadiran Farkhan di sisinya. Tapi ia datang di saat yang tidak tepat. Nita harus pergi untuk menimba ilmu.
“Sebelum aku pergi, sampaikan terima kasihku ke Angga. Dia yang selalu membantuku. Dan temui aku di sini setelah 5 tahun.” kata Nita. Farkhan mengangguk.

5 tahun kemudian.

Farkhan menepati janjinya. Dia menemui Nita di tempat terakhir mereka bertemu. Mereka saling pandang-memandang. Farkhan tak menyangka. Gadis yang dulu polos kini berubah menjadi gadis yang cantik.

“Aku masih setia Nit,” ucap Farkhan mantap.
“I believe,” sebuah senyuman tergambar di wajah mereka berdua.
Nita tak bisa berbicara apa-apa. Kini cinta pertamanya kembali. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Cintanya terbalaskan.

Tamat

Cerpen Karangan: Ni’ Matur Rizqi
Facebook: Ninik

Cerpen My First Love Back merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


First Love

Oleh:
Langit yang cerah menjadi kelabu. Mentari tak lagi menyinari dunia ini. Mendung kembali menyelimuti. Seakan petir menyambar tubuhku hingga ku terhempas. Menatap sendu dari kejauhan dirimu yang pergi meninggalkanku.

Cinta Beda Usia

Oleh:
Tahun 2009 adalah tahun dimana aku duduk di bangku kelas 3 SMP, 3 tahun aku menimba ilmu disitu aku belum sekalipun merasakan pacaran, meskipun teman sebayaku mungkin sudah beberapa

Aku Cinta Kamu Rara

Oleh:
“Rara!!” sahutnya seraya mengejarku. “Kalo kamu nggak bisa nangkap aku, kamu harus traktir aku bakso!” timpal ku sambil berlari membelakanginya. “Hore.. Firlana bakal traktir aku bakso lagi..” Tambahku kegirangan.

Semangat Cinta Pertama

Oleh:
Masa SMP adalah masa dimana peralihan menuju ke remaja, setiap jam istirahat pasti masih main lari-larian sama teman-teman khususnya kelas tujuh. “Tangkap aku kalau bisa Wil, cemen kan loe

Aku Bodoh (Part 1)

Oleh:
Udara pagi terasa begitu menyegarkan, dinginnya udara pagi begitu menusuk tubuhku. Hari itu hari pertama aku memulai pelajaran setelah seminggu menjalani masa orientasi yang begitu melelahkan. Seketika ibu membangunkanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *