Pacar Pertama Cinta Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 January 2017

Sebelumnya tak pernah aku rasakan perasaan ini. Aku nggak tahu apa yang terjadi dengan hati ini. Rasa ini begitu berbeda, aku menikmati rasa ini. Aku bahagia dengan rasa ini. aku jatuh cinta dengannya, cinta pada pandangan pertama.

Esok hari di sekolah
“Tika, kamu nanti berangkat ekskul nggak?” tanya Dira, sahabat dekatnya.
“Berangkat kayaknya, emang kenapa? Kamu nggak berangkat ya?”
“Iya Tik, nanti aku diizinin ya, aku mau jenguk nenekku di rumah sakit,” jawab Dira.
“Ohh, ya udah, nanti aku izinin, deh,” jawab Tika sambil tersenyum.
“Oke, makasih ya Tik, kamu baik banget,” kata Dira sambil mencubit pipi Tika.

Di kelas, ekskul drama, saat itu tepatnya ada di ruang serbaguna SMA HArapan Jaya, pertama masuk untuk semester yang kedua ini. Tika dan teman-temannya seperti biasa, sudah berkumpul di ruangan. Guru pelatih drama, Ibu Sonia pun datang, dan diikuti seorang cowok, ya yang bisa dibilang ganteng.
“Anak-anak, kalian ada teman baru yang mau ikut drama kita. Ayo perkenalkan diri kamu,” ujar Bu Sonia pada cowok itu.
Ya Ampuun, itu kan cowok yang aku tabrak kemarin di toko buku. Dia sekolah di sini juga? Kok kayaknya nggak pernah lihat dia ya? Jangan-jangan murid baru? Ahhhh, senengnya..
“Halo semuanya, kenalin, nama aku Mike, murid baru dan anggota baru di ekskul ini, salam kenal untuk kalian semua,” kata Mike sambil tersenyum, dan melihat ke arah Tika. Tika jadi GR, ia pun tersenyum malu dan kemudian menunduk.

Pagi hari seperti biasa, Tika stand by di depan gerbang, menunggu sahabatnya, Dira. Namun, matanya tertuju pada salah satu sosok di situ.
“Hai,” kata Tika kaku.
“Hai, kok belum masuk? Bareng aja yuk!” ajak Mike.
“I… iya,” kata Tika dengan grogi sekaligus senang.
“Oh iya, nama kamu siapa? Kemarin nggak kenalan, di toko buku juga kamu langsung pergi. Nggak tahunya kita ketemu di sini.”
“Kamu inget juga ya ternyata. Nama aku Tika,” jawab Tika sambil tersenyum.
“Kelas kamu di sini ya, aku di X2, di ujung sana. Oh iya Tik, kemarin kan di suruh Bu Sonia buat bentuk kelompok drama. Kamu udah punya kelompok belum?”
“Belum kok, aku malahan seneng, ikut aja nggak papa kok,” kata Tika sambil memendam rasa senangnya. Jika ada sungai di depannya, mungkin ia sudah loncat dan berenang-renang, saking senengnya.
“Ya udah, makasih ya. nanti siang ketemu lagi ya, buat konsep ceritanya.” Kata Mike, ia kemudian berlalu.

“Tik, kok kamu nggak nungguin aku sih! Eh eh, bukannya dia murid baru ya, kok kamu bisa ngobrol sama dia sih?” tanya Dira penasaran.
“Gimana nggak kenal kalau dia se ekskul sama kita dan juga sekelompok sama kita!” kata Tika dengan senang.
“Sekelompok gimana sih? Kalau ngomong yang jelas dong,” sahut Dira yang masih bingung dengan arah pembicaraan Tika. Dan dengan bangga Tika menceitakan kejadiannya.

Siang hari…
“Hai Tik, jadi kan kita ngerjain tugasnya?”
“Jadi dong, hai Mike, kenalin aku Dira, sahabat Tika, aku ikut kelompok juga,” kata Dira dengan semangat. Tika melihat Dira dengan garang, dan Dira cuma bisa tersenyum puas. Hahahahha
“Ohh, ya udah deh, mulai sekarang aja gimana? Di kelas sini aja ya?” tawar Mike.
Tika dan Dira mengangguk.

Tika, Dira dan Mike berusaha membuat cerita yang baik, supaya bisa menang untuk lomba drama yang akan diadakan dua minggu lagi. Ceritanya sih tentang remaja, cerita cinta segitiga. Dua cewek bersahabat erat, dan membuat janji kesepakatan, siapapun yang dipilih oleh si cowok, harus rela dan nggak dendam. Si cowok bingung harus memilih yang mana, takut menyakiti hati salah satu di antara mereka. Itu adalah pilihan yang rumit untuk si cowok, namun, ia memang harus memilih, karena ia benar-benar mencintai salah satu dari mereka.

Hari pementasan pun telah tiba. Giliran kelompok Tika yang perform. Semua sorak dan bertepuk tangan ketika adegan terakhir Mike mencium tangan Tika dan memasangkan cincin couple di jari manis Tika. Saat itu peran Dira menangis, kecewa, marah, senang, jengkel, semua bercampur aduk. Namun, itu adalah komitmen yang harus ditanggung sejak awal, bukan? Berusaha mengikhlaskan, walaupun itu sulit banget.

Aduh, kenapa gue jadi kayak ditembak beneran ya sama Mike. Ahh, penginnya sih endingnya seperti ini. Hahaha, si Dira kasihan banget sih, ehh, dia nggak nangis beneran kan? Itu Cuma acting kan? Jangan-jangan dia beneran meranin drama ini deh.

Semua penonton bersorak setelah semua kelompok drama menampilkan karya terbaik mereka. Setelah itu, Bu Sonia naik ke panggung, dan mengumumkan pemenangnya.
“Juara ketika diraih oleh kelompok Anggrek dengan anggota, Dion, Yoga, dan Tia. Juara kedua diraih oleh kelompok Tulip, dengan anggota Nia, Siska, dan Farid, dan ini yang paling dinanti-nanti, untuk juara yang pertama yaitu…,” Ibu Sonia sengaja member jeda, untuk membuat semua hadirin penasaran dengan juara pentas drama tahun ini, “Juara pertama diraih oleh kelompok Melati, dengan anggota, Tika, Dira dan Mike!”
Kontan aja mereka betiga sorak dan nggak nyangka mendapat tempat yang pertama. Dengan refleks Tika dan Mike berpelukan, mereka nggak nyadar.
“Ehemh, gue ngak diajak nih!” kata Dira dengan manyun,”
“Eh, ehh, sori Mike,” kata Tika dengan salting.
“I..iya, aku juga.”

Dengan bangga mereka naik ke panggung dan menyampakan sepatah duapatah kata.
“Cie yang pacaran, aku cuma jadi kambing congek nih.”
“Ya Ampun Dira, kok kamu gitu sih, tadi kan Cuma sebatas akting doang,” kata Tika sambil tertawa.
“Jadi itu, hanya sebatas akting doang ya Tik?” tanya Mike dengan wajah kecewa.
“Hah? Maksud kamu apa?” tanya Tika bingung.
“Mike, kamu?” tanya Dira, dan ia mengerti dengan Mike, namun Tika masih lola.
“Tik, kamu kok lola banget sih jadi orang!”
“Tik, boleh ngomong sebentar?”
“Dari tadi kan udah ngobrol.”
“Maksudnya cuma berdua aja, nggak di sini, gimana?”
“Udah sana ikut Mike!” kata Dira sambil mendorong tubuh Tika.

Sesampainya di depan kelas Mike.
“Tika, aku harap tadi bukan hanya akting doang. Aku beneran berharap seperti drama tadi,” kata Mike dengan serius.
“Mak.. maksud kamu Mike?”
“Iya Tika, aku jatuh cinta sama kamu. Sejak pandangan pertama, sejak di took buku waktu itu, sejak kita pertama bertemu. Aku nggak nyangka kalau kita ternyata ketemu lagi di sini. Bukannya itu takdir? May I be your boyfriend?”
“Mi… Mike…,” Tika tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya mengangguk mengiyakan permintaan Mike. Mike tersenyum.
“Jadi, kita?”
“Jadian,” jawab Tika dengan malu dan wajah tertunduk.
“Ehemm! Cie, yang udah jadi, hahahahaha. Jangan pacaran mulu. Tuh dicariin Bu Sonia. Yuk gih!” ajak Dira pada mereka berdua.
“Ngomong-ngomong, selamat ya,” kata Dira menyalami mereka berdua.

Cerpen Karangan: Fimv Marlisa
Facebook: Fimv Marlisa
Berlatih menulis cerpen, dan menghasilkan karya yang baik, dan bermanfaat utuk semua orang

Cerpen Pacar Pertama Cinta Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Akan Pernah Sama

Oleh:
Bulan ke-4 aku bersekolah di sini, di SMP baruku. Aku baru saja lulus dari SD dan sekarang berada di bangku Sekolah Menengah Pertama. Namaku Amita Rahmawati, murid baru SMP.

Sekolah Itu Tempatnya Menimba Ilmu

Oleh:
TENG! TENG! TENG! Suara lonceng memang terdengar indah. Tapi suara lonceng yang satu ini selalu dianggap sebagai ‘ancaman’. Yup. Lonceng sekolah. Menakutkan memang. Membosankan tentunya. Itulah problema anak-anak sekolah

Hubungan Yang Tak Disangka

Oleh:
Nama gue Septi. Gue punya sahabat terbaik, namanya Puja. Gue sama Puja udah terkenal banget di sekolah karena kekompakkan kami. Gue sama Puja baru kelas 2 SMP. Pada hari

Terimakasih Cinta Pertama

Oleh:
Suasana di pagi ini seperti mengingatkanku kembali di 3 tahun yang lalu. Saat aku masih sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain, masih tak mengerti apa itu cinta. Dia adalah

Perasaan Ini

Oleh:
“Perasaan ini.. rasanya tidak akan pernah berubah, sampai kapan pun.” Namaku Azka Amrina Natalia. Aku tidak tahu, alasan apa aku hidup di dunia ini. Aku tidak memiliki kesukaan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *