Penantian Cinta Kirana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 19 December 2016

Aku Kirana, usiaku 17 tahun, sekarang aku duduk di bangku kelas 3 SMA. Hari ini, hari pertama aku masuk sekolah. Ya, aku adalah murid pindahan sebelumnya aku tinggal di Medan, namun karena pekerjaan orangtuaku terutama ayah membuat kami sekeluarga harus pindah ke Bandung. “Kamu anak baru itu ya?”, pertanyaan ini tiba-tiba mengagetkanku. Kualihkan pandanganku ke arah suara yang baru kudengar. “Iya.” jawabku singkat. Pemberi pertanyaan itu lalu tersenyum mungkin dia melihat ekspresi wajahku yang gugup. “Jangan takut, gue gak gigit kok..” katanya lagi dan langsung duduk di kursi yang ada di sebelahku. Jujur aku benar-benar kaget karena saat mendengar pertanyaannya tadi aku tengah asyik dan fokus membaca novel yang baru kubeli kemarin. “Kenalin gue Valdo, tapi anak-anak yang lain biasa panggil gue Aldo.” Kata Aldo lagi sambil mengulurkan tangannya. Dengan ragu aku menyambut uluran tangan Aldo. “Aku Kirana,” kami saling melempar senyum untuk beberapa waktu, kemudian dengan perlahan kutarik tanganku dari genggaman tangan Aldo. Perkenalan yang singkat tetapi menjadi sebuah awal cerita baru untukku dan juga Aldo. Kami jadi semakin dekat, tak jarang Aldo menghantarku pulang ke rumah atau hanya sekedar jalan-jalan berdua.

Hari ini aku dan Aldo janjian untuk pergi ke toko buku, kebetulan hobi kami sama yaitu membaca tapi bedanya Aldo lebih suka membaca komik sedangkan aku lebih suka novel. Waktu sudah menunjukan pukul 09.30 ketika kudengar suara motor Aldo memasuki pekarangan rumahku. Aku segera bergegas berpamitan dengan ibuku lalu menghampiri Aldo yang telah menunggu. “kenapa sih kamu suka baca novel?.” tanya Aldo saat kami baru saja keluar dari toko buku dengan beberapa buku yang kami beli. “gak tau, pokoknya aku seneng aja,” jawabku. Aku tau jawabanku tadi membuat Aldo merasa aneh, aku memang tak seperti dia, menurutnya dengan membaca dan melihat gambar-gambar yang ada di komik bisa memberinya inspirasi untuk membuat komik sendiri, Aldo memang punya hobi ganda selain membaca ia juga suka membuat komik sendiri.

Tiba saatnya kami mendengar pengumuman kelulusan. Aku sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Selain ingin mengetahui aku lulus atau tidak, aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat kekulusan untuk Aldo selain orangtuanya. Semua orangtua murid sudah berkumpul di aula sekolah untuk mendengar pengumuman anak-anak mereka, tapi aku sama sekali tak melihat Aldo begitu juga orangtuanya. “Ehh.. ehh kamu liat Aldo gak?” tanyaku pada Rani salah satu teman sekelasku. “Nggak, gue gak liat,” jawab Rani yang kemudian kembali asyik merayakan kelulusannya. Tak seperti biasanya, Aldo yang biasanya rajin datang ke sekolah justru tak kelihatan sama sekali padahal ini hari terakhir kami bersekolah dan mengenakan seragam. Setelah selesai pengumuman dan semua siswa kelas 3 SMAku dinyatakan lulus, aku masih mencoba untuk mencari Aldo dalam kerumunan teman-temanku yang tengah berpesta merayakan kelulusan mereka. “Kamu Kirana kan,?” Seorang pria tiba-tiba menepuk pundakku dan membuat aku tersentak kaget. “Aldo gak ikut acara kelulusan. Dia pergi ke Belanda untuk berobat. Dia mengidap tumor ganas dan kata dokter akan menyebabkan kanker.” Lanjut pria yang ternyata adalah pamannya Aldo itu. Aku benar-benar kaget mendengar semuanya, hanya air mataku yang dapat mengungkap semua perasaanku. Aku tak menyangka bahwa selama ini Aldo menyembunyikan penyakitnya dariku.

Tiga bulan sudah Aldo pergi dan aku yang memutuskan untuk berkuliah di sebuah universitas swasta di Bandung tetap melanjutkan hidupku dengan rasa rindu yang mendalam pada cinta pertamaku Aldo, ya.. sudah sejak lama aku menaruh hati pada Aldo. Aku selalu bertanya-tanya dalam hati apakah suatu saat nanti kami akan bertemu lagi? dan jika kami bertemu apa aku berani mengungkapkan perasaanku? tapi apa Aldo juga memiliki perasaan yang sama seperti aku?. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu terlintas setiap aku teringat akan semua yang pernah kami lewati bersama. “Permisi,” aku tersentak kaget mendengar suara yang tak asing bagiku. Aku sedikit menoleh agar bisa mengetahui siapa pemilik suara itu. Dan betapa terkejutnya aku melihat sosok yang berada tepat di sampingku. Aku benar-benar tak percaya dengan apa yang kulihat, bahkan aku berpikir sedang bermimpi. Aldo sekarang tengah berdiri di sampingku dengan senyum khasnya ia tersenyum padaku. “A..a..Aldo? kamu.. disini?” dengan terbata-bata aku berhasil mengeluarkan pertanyaan itu dari mulutku. Aldo hanya mengangguk tanpa menghilangkan senyum indahnya. Kemudian ia menarik tanganku dan mengajakku pergi menemaninya ke toko buku favorit kami. Ternyata sudah hampir sebulan Aldo pulang ke Indonesia, tapi karena harus bedrest baru sekarang dia bisa menemuiku.

“Kirana, ada yang mau aku omongin sama kamu.” Kata Aldo yang kemudian mengajakku duduk di sebuah bangku taman. Sudah dua minggu ini setiap pulang kuliah aku dan Aldo menghabiskan waktu di taman ini yang letaknya tak jauh dari rumah Aldo. “Mau ongomong apa? kelihatannya serius banget.” Tanyaku. “Tapi aku minta kau jangan marah atau ketawa kalau aku ngomong ini.” Aldo terlihat gugup. Wajahnya sama persis denganku sewaktu kami pertama kali berkenalan. Aku hanya bisa tersenyum dan mengiyakan permintaan Aldo. “Aku.., aku suka sama kamu..” pengakuan Aldo sungguh mengagetkan. Aku tak percaya kata-kata itu akan keluar dari mulut Aldo. Ternyata mempunyai perasaan yang sama denganku. Pengakuan Aldo ini juga yang membuat semua tanya dalam hatiku terjawab dan aku pun bisa mengakui perasaanku padanya. “Aku juga suka sama kamu.” Kataku sambil tersenyum malu. Aldo tampak kaget. Kami saling bertatapan beberapa waktu. Tak disangka Aldo lalu menarik tanganku dan menjatuhkan aku di dadanya. Aku hanya bisa tersenyum dan menikmati pelukan hangat tangan Aldo.

Cerpen Karangan: Maria Patty
Blog: M4ri4p4tty.blogspot.com
Saya berusia 19 tahun. Sekarang berkuliah di Universitas Katolik Widya Mandira

Cerpen Penantian Cinta Kirana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Untukmu Selamanya

Oleh:
Masih teringat satu kenangan yang tak pernah dapat kulupakan, yaitu semua kisah tentang Dia (Septian Nanda). Awalnya kami hanya sebatas teman biasa yang biasa bermain, bernyanyi dan belajar bersama

My First Love

Oleh:
Dear Rafa, aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya saat ibumu, Bu Elis yang berwajah cantik itu, memperkenalkan putra semata wayangnya, kamu, kepadaku dan ibuku. Saat itu, aku yang amat

Cinta Pertama Aku

Oleh:
Aku rasa cinta pertama sulit untuk dilupakan. Saat duduk kelas 5 aku jatuh cinta pada dia, entah dia suka aku atau tidak. Namaku Nishfa dan yang aku sukai itu

First Love Never Die

Oleh:
“Wit, tunggu gue ya ntar kita pulang bareng!” teriak Kania yang buru buru masuk kelas setelah terdengar bel yang menggema. Itu tak lain adalah bel sebelum pelajaran terakhir. Mereka

Cinta Pertama

Oleh:
Fattan adalah seorang pemuda dari keluarga sederhana, berparas tampan dan lemah lembut. Dia berhasil memasuki sekolah tingkat atas yang tergolong elite dengan beasiswa. Kini Dia duduk di kelas 2

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *