Pengagum Rahasia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 June 2020

“Nggak Ris, aku nggak suka sama kak Yonathan!” Bantahku pada Riska yang sedari tadi meledekku habis-habisan. “Ah masa iya sih? Kok tadi segitunya banget kamu ngeliat kak Yo. Ayolah bil, jujur aja napa?” Ledeknya sambil nyengir kuda. ‘Ni anak batu banget sih.’ Batinku. “Iya deh, Tapi janji jangan ember ya?” Terpaksa jujur sama ini anak. “Ciah, ternyata Sabil si anak dingin dan cuek bisa suka sama kak Yo yang polos tingkat dewa. Hah, gak nyangka aku! Kok bis…” karena dia cerewet banget dari tadi, akhirnya kututup aja mulutnya pake tanganku. Alhasil dia gelagapan karena ternyata lubang hidungnya juga ketutup sama ini tangan. Ups, maaf Riska. Sabil khilaf, hehe.

Bel pulang sudah berbunyi, saat sekolah mulai sepi ada dayaku yang hanya bisa memandang kelas kak Yo dari teras kelasku. Inilah kebiasaanku saat pulang sekolah, pas kakak kelas 9 ada jam tambahan. Tak bosan-bosan aku menatapnya, lagipula nggak bakal ada yang tau kalo aku perhatiin kelasnya, mau gimana juga mereka gak bakal peduli sama aku yang tampilannya kaya begini.

“Sabil!! Jangan ngelamun dong bil! Kesambet baru tau rasa!” Bentak Riska yang berdiri di belakangku. “Ah apaan sih kamu Ris nganggetin tau, lagian siapa juga yang ngelamun.” Aku memasang muka jutek. “Lagian kamu dari tadi bengong mulu sih, ngeliatin apa sih dari tadi?” Riska memandang apa yang sedang kupandang. “Oh ternyata Sabil lagi liatin kelasnya kak Yonathan.” Suasana mendadak hening, lalu pecah kembali. “Bil, sampai kapan kamu jadi Secret Admirer terus?” Aku mengernyitkan dahi. “Hah? Secret Admirer? Maksudmu aku Pengagum Rahasia?” Si Riska mendadak bengong. “Ya kalau bukan Pengagum Rahasia ya apalagi?” Aku hanya mengangguk pelan dan mulai mencernanya.

Pagi hari ini pelajaran diawali dengan mata pelajaran kesukaanku yaitu bahasa inggris dimana aku dan Riska yang berpangkat sebagai seksi kesastraan kelas harus mengambil Dictionary English di perpustakaan yang lebih lengkap.

Aku dan Riska memasuki perpustakaan sedikit tergesa gesa. “Permisi pak Jaka, mau minjam kamusnya 8 pak.” Sapaku pada penjaga perpustakaan. “Sebentar bil, ini baru ada 9. Yo! Yonathan! Kamu pinjam kamus berapa?!” Teriak pak Jaka, sempat kaget kalau kak Yo juga ada di perpus. Kak Yonathan menghampiri pak Jaka dengan membawa tumpukan kamus. “Iya, ini saya butuh 9 pak, tapi sekalian pinjam 10 deh pak biar pas.” Ucap kak Yo yang diiya-kan oleh satu temannya. “Tapi Sabil butuh satu kamus lagi Yo.” Perjelas pak Jaka. “Oh, ya sudah satu kamus ini buat kelasnya Sabil aja. Ini bil.” Ucap kak Yo sambil mengulurkan kamus. “Makasih kak, Yakin kak? Itu udah cukup?” Aku kembali memantapkan walau sedikit grogi. “Iya beneran, Sabil.”

Tiba tiba Riska menyela “Eh ehem, udah kan? Ayo balik.” ‘Ah ini orang sukanya mecah suasana deh’ batinku. Yang jadi pertanyaan adalah ‘sejak kapan kak Yo tau namaku?’ Ah bingungin aja.

Selama perjalanan aku dan Riska berbincang-bincang. “Eh, udah kenalan ya? Sama kak Yo?” Ledek Riska. “Ah apa sih kamu, lah tadi malah kamu ngajak balik.” Gerutuku “Hehe maaflah maaf. Sejak kapan kak Yo tau namamu bil?” Tanya Riska. “Mana aku tau. Padahal aku gak terkenal terkenal amat di sekolah.” Jawabku santai. “Ah iya sih.”

Break time.
Istirahat kali ini aku pergi ke kantin, ya biasalah orang ke kantin ya pasti laper, kalau udah laper ya pasti pengennya makan, kalau mau makan ya pasti bayar, tapi kali ini ditraktir sama si Riska. ‘Kesambet apa itu anak sampe mau traktir segala?’

Sambil menunggu pesanan datang, aku dan Riska memilih untuk duduk di sebuah bangku. Tanpa kusadari ternyata ada gerombolan kak Yo CS di kantin. Salah satu temannya yang kampret berteriak “Yonathan, Sabil si pujaan hati lo baru aja lewat noh!!!” Lebih tepatnya itu kak Bayu, maaf ya kak Bayu ehehe. Aku sempat rada kaget karena ucapan kak Bayu.

Sesekali aku melirik kak Yo, kak Yo pun juga menatapku walau kadang dia salah tingkah. Lagi-lagi si kampret satu ini teriak “Oy!! Kalo sama-sama suka tu tembak dong. Masa cuma lirik-lirikan gitu, kan juga nggak seru.” Teriak kak Bayu dengan logat ke-jawajawa-an gitu. Akupun angkat bicara “Ya gimana ya kak, masa cewek yang nembak duluan?” Entah, kata kata itu tiba tiba saja keluar dari bibirku. Riska menepuk bahuku dan meyakinkanku “kamu yang bener aja ngomong kaya gitu?” Aku hanya menghela nafas. Lagi lagi kak Bayu “Ini mah kode keras. Nunggu apa lagi lo? Tembak dong!!” Akhirnya Riska, kak Gilbert, kak Zacky, kak Theo, dan kak Adit ikut menyoraki “Tembak!! Tembak!! Tembak!!”

Kak Yonathan akhirnya berdiri dan berjalan menuju arahku. Dia menarik nafas dan…
“Bil, sebenernya aku udah lama banget suka sama kamu. Mungkin kamunya aja yang belum peka. Dan hari ini jam ini dan detik ini, aku mau tanya sama kamu..” dia menghentikan pembicaraannya sejenak

“Kamu.. kamu mau nggak jadi pacar aku?” Spontan “mereka” si Bayu CS dan Riska menyoraki “Terima!! Terima!! Terima!!” Akhirnya aku angkat suara “Sebenernya aku juga udah lama suka sama kak Yo, dan baru pertama dan kali ini cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Ya jelas aku mau jadi pacarmu.” Semua bersorak dan aku tertawa karena ini cinta pertamaku yang sebelumnya belum pernah pacaran.

Tentang si Riska? Oh, Riska tetap jadi patnerku yang paling gokil, paling cerewet, dan paling setia. Oh iya, aku juga mau ngabarin. Kalau ternyata beberapa hari setelah aku jadian sama kak Yonathan, si Riska jadian sama kak Bayu si anak kampret loh. Pasti kalian ngakak pas tau berita ini. Yaudah, sekian dulu ya? Salam peace buat kalian.

Cerpen Karangan: Liana Cahyani
Blog / Facebook: Liana Cahyani
Maaf ya kalau ceritanya jelek, ehehe. Lagipula aku juga penulis amatir. Eh, bukan penulis juga sih. Lebih tepatnya tukang curhat.

Cerpen Pengagum Rahasia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Suddenly

Oleh:
Khusus kelas tiga B di SMP Jaya melakukan refreshing. Itu dilakukan usai Ujian Nasional bulan Mei lalu. Rencana atau ide tersebut merupakan hasil dari rundingan ketua kelas tiga B

Alayers Dapatkan Cinta

Oleh:
Aku berjalan dengan percaya diri menuju kelas. teman teman menatapku kurasa mereka terpukau, mereka tertawa melihatku dasar caper!. kenalin aku angeline jenifer jeruk peras di gelas. panggil aja aku

One Night at The Airport

Oleh:
Baru saja pengumuman bahwa pesawatku akan segera lepas landas. Aku berlari menyusuri terminal keberangkatan, dengan tas yang lumayan besar di punggung dan kantong plastik oleh-oleh yang kutenteng, aku kehabisan

Wireless Charging

Oleh:
Pada suatu malam yang dingin seorang mahasiswa bernama aji sedang berdiri di balkon rumahnya sambil menghisap asap rok*k sambil memikirkan nasib sahabatnya yang tadi pagi dimarahi oleh dosennya karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *