Perjalanan Cinta Pertamaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 February 2018

“Chi, bangun!” teriak mama dari luar kamar. “Sebentar ma, sekarang masih pukul 6.10 am pun!” kataku yang masih memeluk bantal, seketika pula aku langsung beranjak dari tempat tidur dan mandi. Yaps, hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah di Indonesia. Aku sebenarnya keturunan Jepang, tapi karena papa bekerja di suatu pekerjaan di Indonesia, kami pun pindah ke Indonesia.

Setelah aku selesai mandi, aku pun langsung menuju ruang makan yang telah ditunggu oleh mama. “Papa ke mana ma?” tanyaku seraya mengoleskan selai nanas ke roti tawarku. “Papa sudah berangkat dari tadi nak, sejak kamu mandi. Nanti mama antar seperti biasa” kata mama sambil memasukkan rotinya ke dalam mulut. Setelah selesai makan, aku diantar mama menuju sekolah baruku menggunakan mobil. Di perjalanan, aku hanya bisa menggerutu karena kemacetan lalu lintas yang padat. Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan kaki saja.

15 menit pun telah berlalu, akhirnya aku sampai juga di sekolah baruku, batinku. Aku langsung mencari ruang guru dan akhirnya aku mencari kelasku dengan bu Dina yang akan mengajar kelasku nanti. Aku masuk kelas 8A.

Setelah sampai, bu Dina menyapa murid-murid “Selamat pagi, mulai hari ini kita kedatangan murid baru dari Jepang! Ayo perkenalkan namanu” kata bu Dina. “Hallo, nama saya Chisai Nakagawa, panggil saja Chi. Saya dari Jepang, salam kenal ya” kataku berbasa basi. “Baik, Chi. Silakan duduk di dekat Aza. Bangku nomor 3 dari belakang” kata bu Dina. Aku pun langsung berjalan menuju bangku ku dan langsung duduk. Secara tidak sengaja, aku menatap laki-laki yang berada di seberang bangku kananku. Ketika aku sedang asyik menatap dia, aku dikagetkan oleh teman sampingku. “Apa yang kau lihat, Chi? Perkenalkan namaku Azzahra, panggil saja Aza. Salam kenal ya” katanya lembut. “Bu… Bukan… Gak papa. I… Iya, salam kenal balik” kataku tergagap, sedang Aza nyengir kuda.

Kriiinggg…
Jam istirahat pun berbunyi, semua murid langsung berhamburan keluar, sedangkan yang ada di kelas hanya 3 orang. Aku masih membereskan buku, tiba-tiba ada yang menyapa “Hai, Chi! Apa kabar? Namaku Velline, panggil aja Ve!” katanya sambil cekikikan. “Iya, aku Chisai” kataku sopan. Tak lama kemudian, aku, Ve, dan Aza berjalan jalan keliling sekolahan.

Tiba-tiba aku bertemu laki-laki yang kutatap tadi pagi. Aku pun termangu dan langsung bertanya pada Ve “Ve, siapa dia?” tanyaku sambil menunjuk anak yang bermain basket. “Oh, itu Ahmad. Dia ketua tim basket, sebentar ya, Mat, sini!” kata Ve tiba-tiba teriak. Merasa namanya dipanggil, Ahmad pun menoleh, lalu berjalan menuju kami. “Apa” katanya ketika sampai di depan kami. “Ini, murid bari, katanya mau kenalan” kata Ve sambil tertawa lebar. “Apaan sih” kataku sambil mencubit cubit lengan Ve. Tak lama kemudian, Ahmad berbicara “Apaan ini? Ya sudah, kalo tidak ada apa-apa aku mau main lagi aja. Chi, kutunggu di kantin istirahat ke 2, sendiri!” katanya datar dan langsung berlari menuju lapangan. “Kamu nih, malu-maluin aja” kata Aza cemberut. “Lah, kok aku?” kata ve balik bertanya. Sial, batinku.

Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi. Aku, Aza, dan Ve langsung masuk kelas. Aku langsung duduk di bangku. Tak lama kemudian, Ahmad datang dan duduk ke bangkunya seraya memerjapkan matanya ke arahku sambil tersenyum. Aku yang tahu itu hanya tersenyum simpul.

3 jam terlampaui, akhirnya bel istirahat pun berbunyi, murid-murid pun telah berhamburan keluar, termasuk Ahmad. Aku langsung beranjak dari tempat dudukku dan berbicara kepada Aza dan Ve “Za, Ve, aku mau ke kantin dulu” kataku datar. “Hati-hati, Chi!” kata Aza memperingatkan. “Iya Chi, Ahmad itu orangnya pendiam, misterius, dan dia adalah anak populer. Ahmad itu banyak yang naksir, tapi nggak diterima semua, kecuali Angel, anak populer di sekolah ini. Aku harap Chi akan baik-baik saja. Nanti kalo ada apa-apa bilang aku ya!” kata Ve menimpali. “Iya” jawabku.

Aku melangkahkan kakiku menuju kantin dengan cepat. Aku takut kalau Ahmad tahu aku telat dia akan marah. Setelah sampai, aku mengedarkan pandangan melihat seluruh ruang kantin. Tampak di sudut kiri kantin ada sosok yang kucari. Ahmad telah menunggu sambil melamun.

Aku berjalan hati-hati dan duduk di depan Ahmad “Hai…” kataku pelan. Tak ada jawaban. “Hai…” kataku mengulangi. Tak ada jawaban. Akhirnya aku memutuskan untuk menggoyangkan bahunya. “Hai, jangan kayak patung dong!”. “Ih apa apaan!” katanya ketus. “Katanya tadi Chi suruh ke sini. Ada apa? Kalo gak ada apa-apa, Chi balik aja ya” kataku sambil beranjak dari tempat duduk. “Eh, jangan. Aku mau ngomong sesuatu” kata Ahmad sambil memegang tangan kiriku. Deg, aku merasa sangat terkejut sekaligus bahagia. “Duduklah” katanya datar. Aku segera duduk ke tempatku.

Tak lama kemudian Ahmad berkata sambil menyerahkan buku menu makanan “Chi, mau pesan apa? Sini sekalian kupesenin dan kutraktir”. “Ba… Baiklah… Hum, aku pesan makanan mi ayam dan minuman lemon tea saja” kataku berdebar debar. Ahmad pun langsung beranjak dari tempat duduk dan menuju bu kantin. “Bu kantin, saya memesan mi ayam 1, bakso 1, sama kenon tea 2. Dikirim di meja nomer 13, tanpa lama” katanya tanpa ekspresi. Lalu ia pun kembali ke tempat duduknya.

“Kamu itu keturunan Jepang, ya” katanya memulai pembicaraan. Aku menjawab gugup “Iya”. Tak lama kemudian pesanan datang. “Kamu cantik, aku suka penampilanmu” katanya seraya minum lemon tea. Aku tersipu malu dan melanjutkan makan. Setelah selesai makan, Ahmad berkata “aku harap lain waktu kita bisa kayak gini lagi Chi”. Aku hanya menganggukkan kepala tanpa menjawab, Ahmad langsung membayar makananya dan mengajakku kembali ke kelas. Tak lama kemudian, bu Shinta pun datang dan memulai pelajaran.

Kriiingg…..!!
Bel pulang pun berbunyi, semua murid pun pulang, tersisalah aku, Ve, dan Ahmad yang masih di kelas. “Chi, duluan ya!” kata Ve sambil melambaikan tangan. Aku hanya tersenyum simpul. Ketika aku mencari hpku, ternyata aku lupa membawa. Aduh, gak bisa pulang aku, batinku panik. Ahmad yang tahu itu langsung menyapaku “Chi, ada apa? Kok panik?” katanya yang mulai lembut. “Ah, ini hpku lupa kebawa. Aku gak bisa pulang ini” kataku panik. “Ya udah kalo gitu, pulang sama aku aja” katanya sambil menarik tanganku. Aku hanya diam tak menolak, akhirnya kami pulang

Keesokan harinya, aku berangkat seperti biasa, pukul 06.30am. Aku hanya duduk di kelas sambil membaca novel horror. Tak lama kemudian, ada cewek yang masuk ke kelasku dan mengepungku. “Eh lo anak baru ya! Lo berani-beraninya sih deketin Ahmad! Dia itu pacar gua tau! Pokoknya lo harus jauhin dia, kalo tidak, awas lo!” kata cewek itu sambil menjambak rambutku. “Aww” teriakku kesakitan. “Pokoknya lo harus jauhin dia!” katanya teriak. Lalu ia langsung pergi tanpa menoleh sedikitpun. Aku yang tahu itu langsung terisak-isak. Ternyata orang yang kukagumi telah mempunyai pacar.

15 menit kemudian, bel masuk pun berbunyi. Semua murid berdatangan dan duduk ke tempat masing-masing. Tak berselang lama Aza pun datang. Aza yang tahu aku menangis langsung bertanya “Chi, kenapa?”. Aku hanya menggeleng kepala dan tersenyum.

Bel istirahat pun berbunyi, aku Aza dan Ve menuju kantin. Ternyata dari kejauhan hanya ada Ahmad dan Angel. Sayup-sayup terdengar pembicaraan “Angel, detik ini aku minta putus” kata Ahmad datar. Angel yang tahu itu langsung membentak “Ngomong apa lo! Apa penyebab lo mau putus karena cewek baru itu, hah!”. “Bukan. Tapi kamu sudah keterlaluan dan kita dah gak cocok lagi. Ya sudah kalau begitu” kata Ahmad. Aku, Aza dan Ve yang tahu itu langsung berlari menuju halaman dan tertawa tawa. Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi.

Bel istirahat pun berbunyi. Aku Aza dan Ve mengajakku kekuar, tetapi aku tidak mau karena aku sedang menyelesaikan tugas. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk keluar. 2 menit kenudian Ahmad masuk ke kekas dan menghampiriku “Chi, bisakah ikut denganku?” pintanya. “Baiklah” kataku sambil membereskan buku. “Ayo” Ahmad menarik tanganku.
Kami pun berjalan menuju halaman belakang sekolah. Tampak 4 kursi taman dan dikelilingi oleh berbagai macam bunga. Aku dan Ahmad duduk di salah satu kursi taman.

“Chi, maukah kamu menjadi pacarku?” tanya Ahmad sambil membawa bunga mawar. Aku yang tahu itu langsung terhenyak kaget “Apakah tidak terlalu cepat? Kita kan baru kenal 2 hari”. “Tidak, sejak pertama kali aku melihatmu, aku sudah merasakan hal yang berbeda denganmu. Aku tidak tahan itu, jadi aku ungkapin rasa ini sekarang” kata Ahmad tersipu malu. “Angel?” tanyaku. “Dia sudah merestui. Jadi, apakah kamu mau menjadi pacarku?” tanyanya sekali lagi. “Baiklah, aku mau menjadi pacarmu” kataku beranjak dari tempat duduk. “Terima kasih Chi!” kata Ahmad sambil memelukku erat.

TAMAT

Cerpen Karangan: Rahma Nur Azzahra
Facebook: facebook Rahma azzahra

Cerpen Perjalanan Cinta Pertamaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Apa Sih Cinta? (Part 4)

Oleh:
“Cinta itu butuh pengungkapan, karena kita bukan Tuhan yang tahu semuanya, jadi bagaimana kita tau perasaan seseorang tanpa pernyataan.” Driana segera menyuruh Chika untuk ke rumah sakit, tempat Bayu

Aku Bukan Pilihan

Oleh:
Tak ada lagi yang mampu menjadikan kau alasan untuk aku kembali kepadamu, ingatkah engkau atas semua luka yang pernah kau beri kepadaku, walau kini aku bukanlah kekasihmu, lantas apa,

Bagian Dari Kejutan

Oleh:
Aku sheryl, gadis yang masih mengenakan seragam SMA. Hari ini adalah salah satu hari terbaik bagiku. 23 tahun yang lalu seorang gadis terlahir di dunia. Aku baru sadar hari

Jomblo Adalah Prinsip

Oleh:
Menyandang status Jomblo buat gue itu adalah suatu hal yang luar biasa, Sebab gue sudah menjalani masa jomblo selama 19 tahun lamanya. Sampai gue kuliah pun gue masih jomblo.

RS Dan GM Simo

Oleh:
Ada seorang gadis remaja yang rajin, pintar, baik hati, dan cantik. Gadis remaja itu namanya Irin Susilo Widyawati atau bisa dipanggil Rin. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya di Desa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *