Purnama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 August 2019

Ini adalah kisahku, yang mungkin tak begitu penting tetapi ingin kutuangkan dalam sebuah cerita.
Namaku adalah budi (bukan nama asli) hehehe. Aku tinggal di kota antah berantah di sebuah tempat di muka bumi ini.

Ok cerita ini bermula saat ku mulai masuk ke tingkat ketiga dari level persekolahanku yaitu SMA. Cukup menyebalkan memang aku harus jauh dari inang dan tanah kelahiranku, tinggal sendiri tanpa seorangpun yang kukenal.

Hari pertamaku pun tiba, aku melaju bersama motor butut kesayangan kakekku (bukan kesayanganku karena sering mogok hehehe…), aku pun menerobos pintu gerbang megah yang bertuliskan nama sekolahku itu. Sejenak kulihat ke kanan dan ke kiri, dan aku menyaksikan pasang-pasang mata asing yang tak kukenal sama sekali dan disitulah ku harus menelan ludah hingga menyeka keringat dingin yang mulai berhamburan panik. Jujur aku ini adalah orang yang gugup demgan suasana baru.

Singkat saja kini semua siswa baru telah berkumpul di lapangan dipandu oleh pembina dan kakak osis yang memasang wajah kejam, hingga membuatku agak jengkel. Kelaspun dibagikan, semua siswa baru dibagi menjadi kwlompok-kelompok besar, dan yah.. aku pun merapat di kelompok 12 yaitu kelompok buah bau.

Pertama kali aku masuk ke dalam kelompok itu aku merasa ada yang tidak beres dengan mataku aku seperti melihat bulan purnama yang bersinar dengan maha terangnya tepat di depanku padahal ini pagi hari sehingga akupun sempat terdiam beberapa hari dengan mulut menganga (hhhh.. cuman becanda).

Aku pun coba menegakkan langkah dan meyakinkan diri tetapi yang kulihat tetap sama, bahkan setelah cuci muka dan memakai insto tetap saja hal itu yang kulihat. Aku pun bertanya sebenarnya makhluk apakah gerangan, apakah sebangsa alien, jin atau semacamnya, tentu saja bukan, tetapi dia adalah seseorang yang berwajah seperti rembulan. Tak lekas hilang dari ingatanku wajahnya terang menyinari ingatanku di malam itu.

Berhari hari berikutnya aku tak dapat melepaskan pandanganku dari wajahnya dan membuatku seperti orang kesurupan.
Tetapi ada sesuatu yang ku belum tahu darinya hingga suatu saat setelah bosan bermain game, kucoba buka fb milikku untuk sekedar melihat berita-berita yang bertebaran. Entah aku mimpi apa semalam tiba tiba saja aku melihat si wajah rembulan itu, dan ya tuhan.. akhirnya ku tahu namanya, hehehe..

Tanpa sadar aku langsung melompat, guling-guling dan salto 9 kali sampai sampai ku tak ingat kalau aku tak pandai bersalto.

Dan itulah kisah singkatku tentang seseorang yang hingga saat ini masih tak dapt kulupakan.

Cerpen Karangan: Gede Armawan
Blog / Facebook: Armawan gede

Cerpen Purnama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salah Paham

Oleh:
“Inan! Inan! Bangun nak, sudah pagi..” terdengar samar-samar suara ibu, membangunkanku. Aku lalu bangun, dengan mata sedikit masih mengantuk. Wah! Ternyata masih jam 4! Kenapa ibu membangunkanku sepagi ini?

AP

Oleh:
Setahun berlalu setelah peristiwa Jena dan Andreas (Baca: Sang Fajar dari Kota Biru), namun tak banyak yang berubah di hidupku, selain novel-novelku yang sudah mulai diterbitkan penerbit resmi. Tentu

Tabir di Balik Cintaku

Oleh:
Malam tampak sunyi, kegelapan menutupi batas cakrawala. Bulan tak menampakkan sinarnya. Bintang-bintang entah kemana rimbannya, yang membuang gelisah seorang gadis mungil. Sesekali terdengar suara katak yang mengiringi hujan yang

My Love (Part 1)

Oleh:
Subhanallah, Apa yang barusan aku lihat? malaikat kan? Siapakah dia? Dia yang Menampakan wajahnya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya, senyuman yang tak biasa aku lihat -mungkin langka. Tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *